Bagi Sebagian advertiser atau digital marketer, istilah Broad Match keyword di google ads adalah hal yang tidak nyaman.
Broad match dikenal dengan “jangkauan lebih luas, relevansi rendah” sehingga dikenal “boros” bahkan tidak mencapai objektif dari iklan.
Faktor lainnya, perubahan nilai CPC yang terus bergerak, kata kunci yang terkadang tidak tepat juga kerap membuat iklan menjadi tidak tepat sasaran. .
Google tampaknya ingin mengubah mindset tersebut.
Broad Match saat ini dirancang untuk bekerja sebagai bagian dari sistem, termasuk pencocokan kueri, Smart Bidding, dan sinyal konversi.
Namun tetap dilengkapi dengan batasan opsional seperti audiens, kata kunci negatif, dan kontrol merek.
Oleh karena itu perdebatan tentang Broad Match dimulai dengan bagaimana iklannya bekerja dan perilaku pengguna internet.
Apakah ini berjalan sukses atau berakibat fatal bagi bisnis? Satu pertanyaan yang mungkin perlu diketahui kenapa Broad Match harus dikontrol?
- Jawaban paling sederhana, karena jangkauan terlalu luas. Hal ini terjadi karena Google bisa menampilkan iklan untuk sinonim, singkatan, atau kata-kata yang terkait namun bisa saja menjadi tidak relevan.
- Ini yang jadi tantangan. Ada risiko budget akan tergerus karena biaya iklik yang membesar. Klik ini datang dari iklan yang ditampilkan dari sinonim, atau kata-kata yang tidak terkait dengan keyword atau relevan.
- Tantangan berikutnya adalah karena kualitas audiens bisa menjadi menurun. Iklan memang bisa mendatangkan leads. Namun, karena kualitasnya rendah, tidak ada nilai konversi yang didapat dari iklan tersebut.
Apakah Broad Match Relevan dengan Objektif PPC?
Sejak tahun 2024, pembaruan Google untuk iklan, sudah melibatkan AI dalam hal kualitas, relevansi, dan pemahaman bahasa.
Cara ini diklaim Google meningkatkan peningkatan kinerja kampanye iklan sebesar 10% .
Bahkan, sejak bulan Juli 2024, google search ads atau PPC sudah menggunakan Broad Match secara default.
Google secara eksplisit menyatakan bahwa Broad Match di google ads dirancang untuk berjalan bersamaan dengan Smart Bidding.
Melakukan penawaran pada iklan kini meliputi beberapa hal yang penting.
Mulai dari perangkat yang digunakan, lokasi, waktu, konteks queri, hingga perilaku pengguna.
Google mengklaim dengan kehadiran Broad Match memperluas jaringan query yang memenuhi syarat.
Ditambah dengan Smart Bidding akhirnya memutuskan query mana yang yang akan dibayar oleh para advertiser.
Apa Alasan Google Merekomendasikan Broad Match?
Google merekomendasikan Broad Match berdasarkan klaim yang meliputi:
- Perilaku pencarian semakin bersifat long-tail dan tidak terduga.
- Pemilihan kata kunci secara manual tidak dapat mengikuti perubahan bahasa.
- Machine Learning diklaim mampu menafsirkan “niat pencarian” lebih efektif ketika menggunakan pencocokan keyword yang lebih kaku.
Google memposisikan Broad Match sebagai alat yang terintegrasi dengan kampanye Smart Bidding.
Cara ini memberikan akses agar algoritma bekerja dan kemudian mengoptimalkan konversi.
Bagi para advertiser atau digital marketer tentunya ini adalah hal baru yang bisa saja membuat mereka tidak setuju dengan cara Google ini.
Namun, mau tidak mau dan harus diakui jika menggunakan strategi iklan di Google Search, Broad Match dan Smart Bidding tidak bisa lagi terelakkan.
Mengontrol Kendali Broad Match di Google Ads
Meskipun semua control Google Search dikendalikan melalui machine learning dan optimasi dari Google, namun para digital marketer masih bisa melakuan beberapa kontrol penting.
- Mengontrol Brand
Google sudah menerapkan bahwa digital marketer bisa mengontrol brand yang terdiri dari brand inclusion dan brand exclusion.
Brand inclusion diterapkan untuk membatasi pencocokan sehingga iklan hanya ditampilkan ketika merek yang ditentukan muncul dalam kueri.
Sementara itu, brand exclusion mencegah iklan ditampilkan pada kueri yang mencakup nama merek tertentu.
Cara ini akan sangat berguna ketika Broad Match mulai tumpang tindih dengan pencarian merek pesaing atau pencarian merek yang tidak sesuai.
- Menggangap Negatif Keyword Sebagai Instrumen Penting
Dengan diterapkannya broad match, negatif keyword tidak lagi berfungsi sebagai “pembersihan” melainkan menjadi dasar menjalankan google ads dengan menggunakan Broad Match.
Akun Google Ads yang efektif akan memiliki daftar kunci negatif yang terstruktur dengan baik.
Hal ini biasanya meliputi terms yang terkait dengan query “gratis”, “pengertian” dan istilah-istilah template lainnya.
Terus menjaga dan menerapkan negatif keyword pada query yang tempat akan membantu para digital marketer mengontrol iklan dengan baik.
Hal penting yang harus diingat adalah Broad Match adalah sistem, bukan pengaturan otomatis.
Jadi, para digital marketer masih bisa memegang kendali dan akan tetap dibutuhkan agar Broad Match tidak membawa kerugian bagi bisnis.
Bahkan, bukan tidak mungkin profesi digital marketer akan tetap dibutuhkan, mengingat semua sistem di dalam Google Ads adalah learning .
Kesimpulan Tentang Broad Match
Meskipun secara otomatis Google langsung menerapkan Broad Match, namun sebagai pemilik akun Google Ads, mengontrolnya sangat penting.
Jangan lupa untuk melakukan A/B test terlebih dahulu dalam waktu 3 hingga 6 bulan untuk menindaklanjuti hasil dari iklan.







