Home » Digital » Digital Marketing & SEO » Rekomendasi SEO Tahun 2026: Improvement di Tengah Tren AI

Rekomendasi SEO Tahun 2026: Improvement di Tengah Tren AI

tren-seo-tahun-2026

Setelah sekian lama diuji, sebagai bagian dari digital marketing akhirnya SEO tetap menjadi ilmu yang terus berkembang.

Memasuki tahun 2026, beberapa tren terbaru tentang SEO tampaknya akan dipertimbangkan dan menjadi bagian dari penerapan strategi para pegiat di bidang ini.

Dalam hal ini, saya sebagai praktisi SEO belajar untuk meninjau ulang penerapan strategi SEO satu atau dua tahun ke belakang.

Apalagi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, berbagai core update dari Google dan diikuti dengan perubahan algoritma kerap membuat tujuan dari SEO belum bisa dicapai dengan baik.

Berdasarkan hal tersebut, dan belajar dari pengalaman sebagai praktisi di bidang SEO, saya mencoba membuat beberapa rekomendasi tentang update SEO yang perlu dikembangkan di tahun 2026.

“SEO atau GEO?”

Hal mendasar yang menjadi pertimbangan adalah apakah sebaiknya melakukan strategi SEO atau fokus pada GEO?

Bagi yang belum mengetahui, GEO adalah proses optimasi konten digital agar mudah ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan oleh mesin pencari berbasis AI seperti Google Search Generative Experience (SGE) atau ChatGPT.

Dalam dunia digital yang sekarang, GEO berfokus pada relevansi dan konteks, berbeda dengan SEO tradisional yang berfokus pada kata kunci.

Namun, dari sebuah podcast yang pernah saya dengarkan, Nick Fox, SVP Knowledge and Information Google menyebutkan bahwa GEO yang baik datang dari SEO yang baik pula. Artinya, untuk memaksimalkan pencarian berbasis AI, maka dibutuhkan juga SEO yang baik dan website adalah fondasi dasarnya.

Update Terbaru 27 Januari 2026

“Kami menguji kembali perbandingan kata kunci dengan merujuk pada hasil pencarian Google dan mesin Bernama ChatGPT dengan kata kunci “tiket kereta api untuk mudik”. Hasilnya, Informasi terkini, dengan berbagai macam pilihan verifikasi dan sumber informasi lebih jelas. Dari hasil pencarian kami, untuk kata kunci tersebut,terlihat jelas bagaimana informasi dari berbagai situs berita menjadi salah satu pilihan bersamaan dengan informasi layanan penjualan tiket kereta seperti dari Tiket.com dan Traveloka.”

“Sementara itu, dari pencarian ChatGPT kami mendapatkan jawaban yang lebih ringkas dan merangkum semua yang ada di pencarian Google. Lalu, muncul pertanyaan, apakah GEO adalah SEO yang baru?”

“Jawabannya adalah GEO datang dari fondasi SEO yang kuat. Jika ini dilakukan, visibility di mesin pencarian AI akan menampilkan informasi yang singkat dan membantu brand atau sebuah produk jauh lebih dikenal.”

Lalu, apa saja strategi SEO yang perlu dikembangkan di tengah tren pencarian dari AI semakin masif di tahun 2026?

Dari pengalaman saya sebagai pegiat SEO, saya akan mencoba memberikan beberapa rekomendasi strategi SEO berikut ini.

1. Kelola Website dengan Baik

Bagi Sebagian developer web, atau bahkan full stack developer membuat website memang terkesan gampang.

Seorang desainer web, mampu meletakkan warna-warna indah, font yang cantik juga terkesan mudah.

Lalu, apa hubungan semuanya ini dengan mengelola website sebagai bagian tren dari SEO di tahun 2026?

Jawabannya sederhana. Website adalah sumber utama dari munculnya rangking di halaman pencarian Google hingga jawaban dari AI.

Ini senada dengan pendapat dari Danny Sullivan, Google’s Public Liaison for Search dari Google.

Ia pernah menyampaikan pernyataan bahwa SEO adalah ilmu yang dinamis, dan untuk itu, siapa pun terus wajib belajar dan mengamati perkembangannya.

Bahkan, tidak perlu melakukan effort yang terlalu besar untuk memahami bagaimana cara kerja GEO. Karena GEO yang baik adalah SEO yang baik.

Artinya, website sebagai sumber SEO harus dikelola dengan baik. Tidak hanya bagaimana riset keyword, tidak hanya tentang mengembangkan konten plan.

Namun semua elemen website dipastikan bekerja dengan baik.

UI/UX, desain, hingga bagaimana struktur website itu bekerja juga perlu dikelola secara berkala.

Lebih teknis lagi? Hosting, bagaimana tag Heading, deskripsi, hingga CDN juga perlu dikelola.

Warga sini bahkan pernah menemukan bahwa sebuah perusahaan yang sudah 6-7 tahun berjalan, namun masih sering berhadapan dengan situasi website yang terlalu rumit.

Audit website adalah pilihannya, setelah itu, kelola website dengan baik.

Update Terbaru Januri 2026

“Berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami pada website klien di akhir 2025, dan melakukan audit pada struktur Heading (H1-H3) terbukti mampu menaikkan visibility di Google Search sebesar 10% hanya dalam 3 minggu.”

“Hal ini penting menjadi bukti penting sebagai pembelajaran pentingnya menempatkan struktur heading dengan baik pada konten artikel SEO.”

Visibility dari struktur Heading ini secara tidak langsung membantu AI menemukan poin-poin penting untuk kemudian dijadikan sebagai sumber jawaban dalam pencarian berbasis AI.

Lalu, bagaimana dengan website yang masih baru? Tentu saja hal ini akan membutuhkan waktu. Namun, dari pengalaman kami,

Ingat, konten yang harus muncul di SEO atau tampil dengan format GEO tidak hanya satu, namun ada ribuan, bahkan jutaan konten.

Namun, datang dari website hingga konten yang lainnya.

2. Improvement di Ranking Organik

tren-seo-tahun-2026

Masih terkait dengan website. Bicara rangking organic, tentunya sekarang bukanlah perkara yang mudah.

Apalagi, sekarang, rangking organik bukanlan satu-satunya ukuran bagaimana kualitas SEO ditentukan apakah bagus atau buruk.

Gabungan algoritma dan pencarian berbasis AI bagi sebagian praktisi adalah sebuah tantangannya sendiri dalam menghasilkan rangking organik yang baik.

Apakah harus berpatokan dengan algoritma Google yang bisa berganti secara terus-menerus?

Saya dalam hal ini memilih, untuk tidak berpatokan pada algoritma Google.

Karena ini membutuhkan waktu yang lama dan analisa yang matang, sebelum akhirnya membuat keputusan strategis terhadap SEO.

Lalu, apakah harus berpatokan dengan kualitas konten dan kata kunci? Jawabannya iya.

Pilihan kata kunci yang tepat dan konten yang dibuat otentik untuk manusia adalah hal penting lainnya.

Namun, masih ada bagian lain yang tak kalah penting, yaitu UX atau user experience.

Secanggih-canggihnya sebuah website, namun jika UX tidak membuat audiens menjadi nyaman akan menjadi sia-sia.

Dalam 6-7 tahun terakhir, audiens lebih sering menggunakan smartphone untuk mengakses sebuah website.

Semua data tersebut akan tersaji di Google Analytic.

Oleh karena itu, kerangka yang harus diperhatikan dalam mengelola website adalah apakah sudah tampil bagus dan memuaskan pengguna Ketika diakses melalui smartphone?

Google sendiri punya beberapa alat ukur yang bisa dijadikan sebagai acuan.

Salah satunya adalah Core Web Vitals untuk melihat kecepatan sebuah website dan halamannya, interaksi audien, hingga stabilitas visual.

Bagian tugas dari seorang SEO adalah memastikan bagaimana struktur menu, internal link dan tata letak yang tepat.

Agar tidak bersifat subjektif, beberapa tools bisa menjadi acuan.

Namun, jika bicara UX secara keseluruhan apakah itu bagian dari pekerjaan SEO secara keseluruhan?

Jawabannya tidak.

Seorang praktisi SEO bisa bekerjasama dengan tim produk, hingga tim dari teknologi untuk merumuskan dan memberikan ruang untuk improvisasi bagaimana UX akan membantu perbaikan rangking di Google.

3. Konten SEO yang Otentik dan Dibuat Untuk Manusia

tren-seo-tahun-2026

Pencarian yang mendapatkan hasil instan memang digemari. Satu orang saja, bahkan bisa mengklaim hasil pencariannya sesuai dengan apa yang dia mau.

Contoh, misalnya ketika mencari sebuah tempat makan melalui Google atau entah, layanan media sosial instan seperti TikTok.

Mendapatkan respon yang positif dari sebuah konten bukanlah satu-satunya cara untuk memastikan apa yang akan diterima oleh audiens lainnya juga bersifat positif.

Konten yang dibuat memang harus menemukan audiensnya dengan tepat.

Membuat konten dengan segala macam bentuk AI atau bahkan konten visual yang hanya mengandalkan template yang itu-itu saja tidak akan membuat banyak perubahan.

Sebuah konten dituntut harus otentik, dan paling penting dibuat untuk manusia.

Bukan lagi, konten yang hanya berdasarkan pengaturan mesin melalui algoritma seperti Google Search.

Atau, konten yang dibuat berdasarkan berbagai macam tools AI.

Jadi, untuk mendukung bagaimana SEO tetap bekerja dengan baik, dan dengan tujuan jangka panjang.

Siapkanlah konten otentik yang memang benar-benar dibutuhkan manusia.

Lalu, bagaimana rumus membuat sebuah konten? Berdasarkan subjektif pribadi?

Atau belajar membuat dan mengelola konten dengan tujuan jangka panjang?

Maaf, warga sini tidak punya rumusnya. Tidak ada rumus yang selalu pasti.

Rumus akan selalu berkembang dan berubah.

Sesuai dengan konteks SEO yang dinamis dan menjadi tujuan jangka panjang dari sebuah bisnis.

4. Penegasan dan Membuat Formula E-E-A-T dari Google

Praktisi SEO pasti lah sudah berpengalaman tentang hal ini.

Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trust yang merupakan pilar fundamental saat menilai kualitas halaman web.

Di tengah maraknya hasil pencarian AI, Google sudah menegaskan mereka menerapkan konsep E-E-A-T yang mutlak.

Artinya, selain website yang dikelola secara terus menerus dengan baik, termasuk pembuatan konten yang megandalkan E-E-A-T adalah hal yang mutlak.

Banjir konten artikel generik hasil AI untuk SEO yang masif terus bermunculan. Di sinilah aturan E-E-A-T dari Google bekerja.

Contohnya, AI hanya akan merangkum cara bagaimana mengetahui kerusakan hp dan berbagai macam perkiraan cara memperbaikinya.

Namun, AI tidak akan pernah berpikir, bergadang, dan mencari solusi teknis bagaimana sebenarnya permasalahan hp itu muncul.

Komponen apa yang harus diukur untuk mengetahui kerusakan hp.

AI tidak akan pernah bisa punya perihnya sebuah pengalaman yang membuat hasilnya menjadi valid.

Sebaliknya, manusia punya hal tersebut berdasarkan pengalamannya dan memang diperuntukkan bagi manusia.

Manusia lah otak dibalik semua solusi, bukan rangkuman informasi yang sifatnya masih tebak-tebakan atau, informasi yang hanya bersifat subjektif.

Jadi, pastikan untuk melengkapi semua konten, baik di website utama, katalog produk atau konten blog dengan konten otentik.

Konten yang diperuntukkan untuk manusia dan bukan mesin.

6. SEO di 2026 Masih Membutuhkan Off Page?

Update Terbaru Januari 2026: Backlink Mampu Meningkatkan Visibilty di Pencarian Google

“Dari pengalaman saya saat mengelola backlink sebuah website kami melakukan strategi backlink dengan melihat konsistensi dari sebuah website dan memiliki nilai Domain Authority dan Page Authority yang rata-rata di angka 20 hingga 30, backlink yang berkualitas diikuti dengan konsistensi dari tulisan website yang hadir setiap hari mampu memberikan dampak yang baik terhadap brand visibilty sebuah website. ”

“Hal ini lebih baik dibandingkan dengan menggunakan backlink yang kami sebut spam. Uji pertama yang dilakukan adalah dengan menggunakan website baru dengan domain authority dan page authority yang rendah dan tidak konsisten dalam mengupdate konten artikel di websitenya. Kami menggunakan kuantitas dibandingkan dengan kualitas, namun hasilnya backlink ini memberikan dampak negatif pada keyword yang digunakan dan menurunkan kualitas website berdasarkan auditi di SEMRush.”

tren-seo-tahun-2026

Setiap praktisi SEO, pasti sudah mengenal istilah Off Page.

SEO Off Page adalah improvement dan optimasi website yang dilakukan dari dan di luar website itu sendiri.

Hal yang paling utama dari SEO Off Page adalah mencoba membangun “sinyal” dan menyiapkan backlink.

Namun, apakah backlink akan tetap menjadi tren SEO di tahun 2026?

Jawabannya adalah iya. Sebuah website atau bagaimana SEO bekerja tidak serta merta datang dari internal atau konten itu sendiri.

Website perlu membangun sebuah reputasi khusus dari luar. Baik itu dari media mainstream atau media lokal yang sesuai dengan relevansi bisnis.

Bahkan, jika perlu, reputasi khusus itu bisa didapatkan langsung dari audiens berkualitas. Hal ini akan membantu para pemilik bisnis menerapkan strategi E-E-A-T secara tidak langsung.

Ingat, secanggih-canggihnya teknologi, SEO dibuat untuk manusia. Hal yang sama juga berlaku untuk backlink.

Jika biasanya, backlink bisa diserahkan langsung kepada website yang punya domain authority dan page authority yang tinggi, namun di tahun 2026 tampaknya strategi akan sedikit bergeser.

Kualitas backlink dinilai berdasarkan dari apa konteksnya, apakah topiknya relevan sesuai dengan kebutuhan manusia, dan dari mana backlink itu berasal.

Hindari menggunakan backlink yang tidak sesuai dengan konteknys dan direktori masal hingga website spam.

Baca juga: Mengenal Jenis Search Intent Sebagai Bagian Dari Strategi SEO

Baca juga: 4 Rekomendasi Agar SEO Jadi Maksimal dengan E-E-A-T

Jika ingin menggunakan PBN, pastikan konten dan topiknya sesuai dengan produk yang ditawarkan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *