Home » Digital » Digital Marketing & SEO » Tantangan Menyiapkan Strategi Campaign Ramadan di 2026

Tantangan Menyiapkan Strategi Campaign Ramadan di 2026

tantangan-menyiapkan-strategi-campaign-ramadan-di-2026

Ramadan sebentar lagi dan di setiap situasi seasonal ini akan selalu banyak bermunculan berbagai macam campaign dari berbagai produk.

Saya berkesempatan untuk ikut dalam sebuah webinar singkat yang diadakan oleh AppsFlyer pada tanggal 20 Januari 2026.

Dalam tema “Winning Ramadan 2026” AppsFlyer berbagi insight tentang apa yang sebaiknya disiapkan agar strategi campaign di bulan Ramadan berjalan efektif di tahun 2026.

Sebuah platform pihak ketiga yang menghadirkan satu dashboard khusus yang bermanfaat bagi digital marketer dan pengembang aplikasi.

Mulai dari perjalanan audiens atau user dalam sebuah aplkasi, perangkat yang digunakan, hingga saluran apa yang digunakan.

Lalu, AppsFlyer akan menampilkannya dalam metrik yang akan menguur kinerja audiens atau user di dalam aplikasi.

Contoh sederhananya, AppsFlyer bisa melacak dari mana sumber satu instal dari sebuah user. Bisa melalui iklan Google, bisa juga melalui iklan dari Meta (Instagram Ads).

Selanjutnya, AppsFlyer akan mengukur aktivitas audiens di dalam aplikasi.

Melacak apakah user bisa melakkan registrasi hingga melakukan pembelian.

Navigasi metrik ini digunakan untuk mengoptimalkan campaing atau kampanye, menganalisasi perliku user hingga mengukur dan menentukan nilai ROI.

Diskusi yang berlangsung singkat ini memberikan gambaran kepada saya sebagai pegiat di bidang digital marketing untuk membantu menyiapkan strategi yang tepat untuk campaign di bulan Ramadan.

Dari pengalaman saya sebagai pegiat atau praktisi di bidang digital marketing, webinar ini tentunya memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat, khususnya ketika akan memulai persiapan campaign di bulan Ramadan.

Langkah Awal Menyiapkan Campaign Untuk Bulan Ramadan

Satu insight menarik tentu saja adalah persiapan strategi biasanya akan dilakukan sebelum Ramadan tiba.

Beberapa langkah strategis yang bisa diambil diantaranya adalah:

1. Memulai Campaign Sebelum Bulan Puasa

Kenapa memulai campaign Ramadan sebelum puasa wajib dilakukan?

Tujuannya agar bisnis dengan produk yang ditawarkan bisa memanfaatkan momentum persiapan konsumen.

Selain itu, dengan cara ini sebuah produk bisa membangun brand awareness dan enggagment lebih awal.

Bahkan, yang paling penting adalah, sebuah bisnis bisa melihat bagaimana alur data dari seorang audiens.

Jika dilakukan dengan benar dan tepat, bukan tidak mungkin data tersebut bisa digunakan untuk kepentingan marketing dalam jangka panjang.

Dari pengalaman yang sudah saya lakukan selama ini, memulai campaign di bulan Ramadan tentu saja sebaiknya dilakukan sebelum bulan puasa.

Dalam fase ini, pengiklan bisa mendapatkan proses learning terlebih dahulu. Waktu yang saya gunakan biasanya adalah 3-5 hari untuk mendapatkan proses learning ini.

Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah biaya yang saya keluarkan sudah tepat atau belum. Apalagi, biasanya di bulan Ramadan, biaya iklan akan naik di beberapa variabel tertentu.

Selain itu, hal yang perlu diteliti adalah semua channel campaign seperti Google atau Meta mengadopsi teknologi AI untuk memaksimalkan campaign .

Jadi, AI pun tentunya berlu belajar dan memahami produk atau bisnis yang ingin diiklankan. Menurut saya, ini adalah pilihan bijak yang memang sebaiknya dilakukan oleh pengiklan mana pun sebelum memulai campaign khususnya di bulan Ramadan.

2. Maksimalkan User Acquitition

Secara umum user acquisition adalah strategi yang bertujuan untuk mendapatkan konsumen baru.

Bisa digunakan untuk aplikasi atau bisa juga untuk website.

Namun, di sini mungkin yang akan menjadi perhatian adalah bagaimana memaksimalkan audiens atau user baru.

Khususnya yang baru saja menginstal atau bahkan mendaftar untuk aplikasi tersebut.

Mulai dari memberikan pengalaman menggunakan aplikasi yang baik hingga memberikan berbagai macam diskon khusus untuk audiens tersebut.

Untuk itu, penting pula untuk memastikan bahwa arsitektur data yang dibuat dan disusun di dalam aplikasi sudah tepat.

Jika ini sudah dilakukan, maka pengumpulan data dari interaksi user terhadap satu aplikasi akan lebih efektif di kemudian hari.

Cara ini bisa dijadikan sebagai proses berkelanjutan untuk berbagai program marketing di luar bulan Ramadan.

3. Optimalkan Creative

Penting untuk selalu menghadirkan ide baru dalam menciptakan sebuah kreativitas untuk mengoptimalkan strategi campaign Ramadan.

Selain itu, jika ingin beriklan di Google Ads Meta Ads atau TikTok Ads, menyiapkan banyak kombinasi creative adalah hal yang penting.

Setiap channel dari masing-masing platform punya cara uniknya masing-masing untuk memastikan bagian creative mana yang efektir untuk sebuah campaign.

Jika lebih tepat sasaran, bukan tidak mungkin audiens yang pertama kali melihat iklan langsung tertarik.

Lalu, melakukan survei, apakah sudah sesuai dengan yang dibutuhkan.

Selanjutnya audiens langsung menginstal aplikasi, melakukan registrasi hingga berujung pada transaksi yang bisa menghasilkan konversi.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Campaign Ramadan Selesai?

Tiga hal tadi merupakan strategi paling umum untuk menyiapkan campaign Ramadan.

Setiap strategi perusahaan pastinya berbeda-beda, tergantung pada bisnis yang dijalankan.

Namun, apa yang menjadi perhatian dari saya adalah strategi apa yang sebaiknya dilakukan ketika campaign Ramadan 2026 selesai?

Masih banyak hingga kini sebagian bisnis merasa bahwa tidak ada user retention setelah campaign Ramadan.

Hal ini terlihat, ketika proses bisnis terlihat melambat dan memaksa sebuah bisnis kembali harus mengakuisisi user baru lagi.

Dari sini memang dibutuhkan hal-hal penting agar ini tidak terjadi.

Instal fraud memungkinkan sebuah aplikasi tidak mendapakan instal atau registrasi user yang berkualitas.

Selain itu, muncul juga insight untuk melakukan membaca memanfaatkan perilaku audiens atau user ketika sudah masuk ke dalam aplikasi.

Dari sini, para digital marketer dan tim terkait bisa bekerjasama untuk membuat rencana-rencana di masa depan.

Mulai dari terkait program marketing yang tetap relevan, namun juga memberikan keuntungan dari sisi bisnis.

Pelacakan perilaku user ini secara detil memang bisa didapatkan melalui MMP dan salah satunya adalah AppsFlyer.

Apalagi, masih ada tantangan lain seperti Privacy Sandbox dari Google dan SKAN dari Apple yang membuat akurasi pelacakan menjadi tidak efektif.

Dari perilaku inilah sebenarnya nanti akan dirumuskan berbagai strategi termasuk strategi jangka panjang.

Tujuannya tentu saja untuk menjaga loyalitas audiens atau pengguna untuk tetap menggunakan sebuah aplikasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dari sini, setiap digital marketer bisa melakukan scale up prioritas campaign.

Mulai dari menyiapkan message yang lebih efektif melalui creative asset hingga memanfaatkan fitur automation dari beberapa platform pengiklan.

Kesimpulan Strategi Campaign Ramadan di 2026

Dari pengalaman saya sebagai pengiklan dan juga praktisi di bidang digital marketing khususnya untuk aplikasi, maka hal-hal sederhana ini tentu bisa dicoba.

Cara memaksimalkan strategi campaign Ramadan ini bisa diterapkan oleh pengiklan baru yang ingin melihat dan memaksimalkan aplikasi mereka untuk mendapatkan konversi.

Sudah siap membuat strategi untuk campaign Ramadan di tahun 2026?

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *