Home » Hiburan » TV Series » Ulasan “Wonder Man”: Series Marvel yang Mementingkan Kualitas

Ulasan “Wonder Man”: Series Marvel yang Mementingkan Kualitas

ulasan-wonder-man

Apakah Marvel Cinematic Universe (MCU) stuck? Selain tv series “Loki,” berbagai film atau tv series yang melibatkan karakter superhero Marvel seperti kebingungan dan tidak punya arah cerita yang jelas.

Dari pengalaman saya bekerja mengulas beberapa film Marvel, kualitas cerita yang dihasilkan memang terasa menurun setelah “Avengers: Endgame.”

Beberapa film hingga tv series yang dibuat setelah Endgame terasa berjalan sendiri-sendiri. Marvel hanya mengulang karakter yang pernah populer atau bahkan menghadirkan karakter baru yang terasa hambar.

Kalkulasi baru tentang cerita di Marvel Cinematic Universe pun berjalan terasa hambar. Namun, setelah menonton series “Wonder Man” saya mendapatkan pengalaman baru.

Pengalaman yang membuat saya berpikir bahwa Marvel kini sudah punya cara baru mengatasi masalah stagnan yang dihadirkan dalam film atau tv series pasca “Avengers: Endgame.”

Namun, pelan-pelan Marvel berubah dan mulai fokus pada kualitas daripada kuantitas. Hal ini terlihat pada tv series “Wonder Man” yang masuk sebagai daftar ulasan kami minggu ini.

“Wonder Man” adalah seseorang pekerja yang ingin menjadi aktor, namun belum menyadari potensi dirinya yang memiliki kekuatan stamina, hingga daya tahan yang luar biasa.

Namun, alih-alih menceritakan itu, Marvel memilih jalan lain yang membuat tv series ini berbeda dari cerita-cerita superhero lainnya.

Di tahun 2025, beberapa film Marvel seperti “Thunderbolts” dan “Fantastic Four” tampil cukup baik dan menjadi bagian yang besar dari rencana MCU di masa depan.

Lalu, bagaimana dengan “Wonder Man?”

“Wonder Man” bukanlah hal yang besar. Karakter dan series ini hanya kepingan kecil dari dunia MCU yang lebih luas.

Namun, di sinilah keunggulannya. Marvel sudah bicara kualitas dan bukan kuantitas lagi.

Kenapa Series “Wonder Man” Berkualitas?

  • Fokus Pada Karakter

“Wonder Man” bukanlah sesuatu yang terasa besar, namun penonton akan mendapatkan gambaran yang besar bagaimana kehadiran superhero lain di dunia Marvel.

Film ini fokus pada karakter, dan inilah yang diinginkan oleh Marvel, yaitu kualitas.

  • Superhero Tak Sempurna

Superhero atau manusia yang punya kekuatan super selalu digambarkan sempurna dan hal-hal yang baik.

Namun, hal ini tidak terjadi pada “Wonder Man.”

Fakta untuk mendapatkan sebuah peran sebagai aktor pun ia tak mampu, apalagi untuk menyandang beban sebagai seorang superhero.

Namun, inilah daya tarik dari “Wonder Man” sebagai sebuah drama berkualitas tentang kehidupan seorang pekerja kelas bawah ketimbang cerita seorang manusia yang memperoleh kekuatan super.

  • Sutradara yang Berbeda

Terakhir, series “Wonder Man” punya keunikan tersendiri. Hampir setiap episodenya di tangani sutradara yang berbeda.

Mulai dari Destin Daniel Cretton, Tiffany Johnson, Stella Meghie, James Ponsoldt menggarap masing-masing dua episode dari “Wonder Man.”

Review “Wonder Man” Dari Semua Episode

ulasan-wonder-man

Tenang saja, kami tidak akan membahas satu per satu episodenya. Tidak juga akan membocorkan spoiler dari tv series “Wonder Man”.

Ulasan “Wonder Man” ini adalah keseluruhan dari apa yang kami saksikan langsung saat menonton tv series ini.

Cerita dibuka dengan seorang pria Bernama Simon yang diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II.

Pria yang ingin menjadi aktor besar di tanah Hollywood.

Perjuangannya selalu berakhir sia-sia, sampai ia akhirnya bertemu dengan Trevor yang diperankan oleh Ben Kingsley.

Keduanya bahu-membahu bekerjasama mencapai impian dan tujuan masing-masing.

Namun, tanpa disadari keduanya punya hal-hal yang tidak bisa diungkapkan satu sama lain.

Sampai pada akhirnya masing-masing mulai berpikir untuk memilih jalannya.

Secara keseluruhan, penonton tidak akan menemukan banyak adegan aksi dan fantasi.

Namun sentuhan drama yang kuat dan hal inilah yang menjadikan “Wonder Man” sangat berkualitas.

Chemistry Pemeran Utama

ulasan-wonder-man

Simon yang diperankan oleh Abdul-Mateen penuh humor, dan emosi yang dibutuhkan dalam cerita ini.

Inilah “Wonder Man” yang diharapkan. Seorang yang punya kekuatan super, yang bisa patah hati, sangat kecewa, gugup dan takut akan dirinya sendiri sebgai manusia yang pernah dilahirkan.

Sementara itu, Trevor yang diperankan oleh Ben Kingsley sudah menjadi tokoh yang dikenal di MCU pada masa lalu. Paling ikonik tentu saja adalah Ketika ia berperan sebagai penjahat bernama Mandarin di film “Iron Man 3.”

Di series “Wonder Man” ia bukanlah pemeran pendamping.

Karakter trevor datang untuk menemani kegalauan Simon yang menjadi aktor tidak mampu, menjadi superhero pun rasanya seperti pengecut.

Di sinilah Yahya Abdul-Mateen II dan Ben Kingsley membangun chemistry sebagai pasangan yang sempurna untuk menjadi aktor yang sedang berjuang terlibat dalam remake film Wonder Man yang sangat dinantikan di Hollywood.

Sebuah konsep bromance yang lebih manusiawi, dan lebih berkualitas dalam sebuah tatanan cerita superhero dalam dunia sinema.

Sturktur Episode yang Menarik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hampir di beberapa episodenya dikendalikan oleh sutradara yang berbeda.

Bagi Sebagian penonton mungkin menganggap setiap epsidenya memiliki struktur episode yang aneh.

Namun, inilah yang diinginkan oleh Marvel. Setiap episodenya dibuka dengan pelan-pelan, tanpa harus selalu bergerak cepat.

Bahkan, di pertengahan episodenya Marvel masih ingin memperlihatkan hal-hal detil yang lain tentang sisi manusia yang ingin mencapai cita-citanya di dunia tanpa harus melibatkan pengaruh sisi superheronya yang bisa saja lebih brutal.

Marvel ingin penonton meliat siapa sebenarnya sang Wonder Man.

Konflik apa yang harus ia hadapi, tanpa harus diceritakan bagaimana ia mendapatkan kekuatan super ni.

Hasilnya, ending tv series ini membuka pintu yang lebar tentang kelanjutannya.

Apakah Simon akan menjadi aktor yang sukses? Atau, apakah ia memilih takdir yang lain? Menjadi seorang superhero?

Lalu, bagaimana dengan Trevor? Di balik masa jayanya, apakah ia akan tetap menjadi orang yang sabar dengan segala konsekuensinya? Atau, ia punya tujuan lain Bersama Simon?

Baca juga: 10 TV Series Superhero Ini Punya Cerita Unik di Tahun 2026

Penutup dari Ulasan Series “Wonder Man”

ulasan-wonder-man

“Wonder Man” merupakan tv series dengan cerita ringan.

Namun, apakah karakter Simon dan Trevor akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar di zona MCU?

Tidak ada jaminan penonton akan melihat karakter-karakter ini lagi di MCU dan kami benar-benar tidak pernah tahu bagaimana rencana Marvel dengan karakter ini.

Penonton yang menilai setiap film atau tv series Marvel selalu berujung ada dunia MCU yang kompleks di universenya mungkin tidak akan menemukan hal-hal yang disukainya di series “Wonder Man.”

TV Series “Wonder Man” tidak peduli dengan multiverse atau Avengers hingga cameo.

Namun, Wonder Man berfokus pada eksplorasi kehidupan seorang yang punya kekuatan super pada dua karakter yang berperan sebagai aktor dengan tujuan mereka masing-masing.

Baca juga: Ulasan TV Series His & Hers: Masa Lalu Kelam Berujung Kematian

“Wonder Man” adalah apa yang diinginkan oleh Marvel, yaitu tentang kualitas.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *