Salah satu yang membuat saya selalu mencari tv series terbaru di Netflix, karena platform streaming yang satu ini selalu punya series dengan latar belakang dan produksi dari Eropa.
Beberapa yang populer seperti “Dark” (Jerman), “Money Heist” (Spanyol), “Lupin” (Perancis), “Bodyguard” (Inggris) “Into the Night” (Belgia) adalah beberapa tv series dari Eropa yang jadi favorit saya.
Yang paling baru, Netflix baru saja merilis tv series terbaru berjudul “Unfamiliar” dan akan jadi ulasan sekaligus hiburan saya di akhir pekan ini.
Kenapa “Unfamiliar” Adalah Series yang Direkomendasikan Untuk Ditonton?
- Series ini Cocok Bagi yang Suka dengan Premis Mata-mata
Kisah Simon dan Meret sebagai pasangan mata-mata tentunya menjadi daya tarik sendiri. Tentu saja, ini bukan kisah tentang Mr. Smith dan Mrs. Smith yang penuh dengan adegan aksi.
Namun, penonton nantinya masih bisa menikmati bagaimana dialog-dialog penuh intrik antara Simon dan Meret
- Tepat Bagi yang Suka dengan Cerita Slow Burn
“Unfamiliar” memang beralur lambat. Bagi yang tidak terbiasa mungkin akan mengantuk menonton series ini.
Namun, bagi yang suka dengan cerita-cerita dengan arahan yang slow burn, “Unfamiliar” adalah pilihan yang tepat.
- Alur Maju-Mundur
Dengan konsep mini series yang hanya terdiri dari 6 episode, dan sentuhan slow burn, “Unfamiliar” dibuat dengan tidak membosankan.
Bagi saya yang punya pengalaman mengulas beberapa film dan series slow burn, tampilan alur maju-mundur ini yang kemudian membuat saya tidak bosan.
Semakin dalam karakter yang ditampilkan, maka saya semakin ingin mengetahui lebih detil dan dalam tentang karakter-karakter ini di masa lalu mereka sebagai mata-mata.
Sinopsis TV Series “Unfamiliar”
dengan 6 episode, “Unfamiliar” hadir dengan latar belakang Jerman di masa kini dimana pasangan suami-isteri yang bekerja sebagai mata-mata kini harus berhadapan dengan berbagai ancaman akibat konsekuensi yang mereka pilih saat di masa lalu.
Review TV Series “Unfamiliar”

Sebuah series dengan latar belakang mata-mata memang selalu ditunggu.
Yang paling disorot tentunya adalah action dan berbagai intrik yang terjadi di setiap episodenya.
Namun, saya melihat hal yang berbeda.
Dari pengalaman saya menonton film atau tv series saya belum menemukan atau mungkin saja saya pernah melewatkan sebuah cerita yang lebih dalam tentang konsekuensi menjadi mata-mata.
Namun, jawaban ini sudah saya temukan di series “Unfamiliar.”
Berlatar belakang Jerman, sepasang mata-mata yang juga suami-isteri yang bernama Simon dan Meret melewati kehidupan masa kini mereka dengan tenang dan jauh dari masa lalu mereka.
Namun, di episode pertama saya langsung mendapatkan satu “hantaman” yang membuat saya selalu penasaran dan selalu ingin melanjutkan episode berikutnya.
Tak ada basa-basi, kisah Simon dan Meret ini langsung di eksploitasi.
Seseorang yang tak pernah mereka kenal datang dan mencoba untuk menghancurkan kehidupan mereka.
Di episode berikutnya hingga episode lima “Unfamiliar” menceritakan apa dan kenapa Simon dan Meret diincar oleh banyak orang.
Mulai dari pembunuh bayaran, agen rahasia Rusia, Badan Intelijen Jerman hingga seorang pembunuh yang pernah punya kisah masa lalu dengan Meret.
Ada konsekuensi yang harus diterima oleh Simon dan Meret karena pilihan dan tindakan mereka di masa lalu.
Inilah gambaran umum saya tentang series “Unfamiliar.”
Meskipun terasa terpuaskan menonton series ini, saya menilai ada ending yang terasa canggung di episode 6.
Sesuatu yang mungkin akan menimbulkan pertanyaan, apakah “Unfamiliar” akan lanjut ke season 2?
Pendekatan Cerita Bertumpu Pada Karakter
Lalu, apa yang membedakan series ini dengan series bergenre mata-mata atau mungkin dengan latar belakang cerita dari Eropa?
Selama pengalaman saya menonton dan mengulas series dari Eropa, saya melihat keunikan di mana cerita yang ditawarkan akan bertumpu pada pengembangan karakter.
Hal yang sama juga saya temukan ketika menonton “Unfamiliar.”
Ketika menempatkan karakter Simon dan Meret sebagai pemeran utamanya, series ini mengisahkan karakter ini secara mendalam dan lebih realisme.
Simon, meskipun seorang mata-mata handal, namun kehidupannya terlihat canggung.
Sementara itu, Meret dikisahkan sebagai sosok mata-mata yang lebih berani mengambil keputusan tentnag apa yang ia percayai.
Hal ini yang membuat series ini terasa hadir dengan tempo lambat, namun rasanya akan disukai bagi yang memilih menonton sebuah cerita yang slow burn.
Namun, series ini tetap menampilkan persona karakter Jerman yang terasa real.
Spontanitas! Inilah yang saya lihat dalam pribadi beberapa orang Jerman.
“Unfamiliar” pun menampilkan hal ini pada karakter utamanya yaitu Simon dan Meret.
Sebagai tambahan, pendekatan cerita juga mengarah pada karakter-karakter lainnya yang ada di series ini.
Mulai dari bos intelijen, pembunuh bayaran hingga agen rahasia Rusia.
Pendekatan karakter ini yang memang kerap dimunculkan di dalam series-series yang diproduksi oleh Eropa.
Baca juga: Ulasan TV Series His & Hers: Masa Lalu Kelam Berujung Kematian
Baca juga: Ulasan “Wonder Man”: Series Marvel yang Mementingkan Kualitas
Gaya Produksi Khas Series Eropa
Ulasan tentang series “Unfamiliar” tidak hanya disitu saja.
Dalam pengalaman saya mengulas berbagai macam film atau serial televisi dari Eropa, hal yang selalu membuat saya terpesona adalah gaya produksi yang ditampilkan
Meskipun tidak semuanya, namun “Unfamiliar” menampilkan hal-hal yang otentik.
Hal yang tidak jauh berbeda dengan series produksi Eropa lainnya.
Ketika ceritanya berlatar Jerman, maka yang akan dilihat di dalam series ini adalah memang hal-hal dasar tentang Jerman.
Bahkan, ketika adegan berpindah ke luar Jerman, suasana itu tetap otentik.
Seperti halnya adegan masa muda Meret yang memang liar sebagai seorang mata-mata.
Gaya produksi yang ditampilkan lebih terlihat nyata dan minim efek visual.
Hal ini tentu saja juga berkat kepercayaan yang diberikan kepada sutradara untuk menggarap sebuah produksi series dengan kebebasan yang lebih besar
Hal ini yang kemudian membedakan series produksi dari negara-negara Eropa dengan produksi dari Hollywood.
Ulasan jujur dari saya “Unfamiliar” sebaiknya memang dilanjutkan ke musim keduanya.
Namun, sebelum itu, penggemar series slow burn bisa menonton musim pertamanya di Netflix.







