Home » Hiburan » Film » Ulasan “Hoppers:” Film Isu Lingkungan yang Penuh Candaan dan Gelak Tawa

Ulasan “Hoppers:” Film Isu Lingkungan yang Penuh Candaan dan Gelak Tawa

ulasan-film-hoppers

Film terbaru Pixar berjudul “Hoppers” sudah tayang di bioskop Indonesia per tanggal 4 Maret 2026. Sebelum membahas ulasan film “Hoppers”, ada hal-hal menarik lainnya tentang film ini.

Selain pengisi suara yang melibatkan beberapa aktor dan aktris seperti Meryl Streep dan Dave Franco, film ini juga menghadirkan SZA sebagai pengisi soundtrack dengan judul lagu “Save the Day.”

Tak hanya itu, film ini juga disutradarai oleh Daniel Chong yang ternyata pernah menjadi story board artis untuk film Pixar lainnya di masa lalu seperti “Cars 2” dan “Inside Out.”

Seseru apa sih film “Hoppers?” Apakah sama dengan film-film yang dibuat oleh Pixar sebelumnya?

Sinopsis Film “Hoppers”

Mabel Tanaka, adalah gadis muda yang sejak muda selalu tertarik dengan lingkungan. Menuju dewasaan, Mabel kemudian melihat realita yang lebih pelik tentang lingkungan.

Berbekal teknologi canggih hasil dari persahabatanya dengan seorang Scientist, Mabel menjalankan sebuah ide luar biasa.

Mabel ingin memindahkan kesadarannya sebagai manusia untuk hidup dalam sebuah robot yang berbentuk berang-berang.

Dari sini, petualangan Mabel sebagai seorang “hewan” dimulai. Ia berkomunikasi dengan hewan lainnya hingga menemukan realita yang membuatnya sadar bahwa ia harus menyelamatkan lingkungan.

Bisakah Mabel menjalankan misi ini dibalik kesadarannya yang sekarang menjadi robot berang-berang dan hidup di tengah-tengah komunitas hewan?

Review Film “Hoppers:” Karakter Jadi Kunci Cerita

review-film-hoppers

Menonton film-film dari Pixar memang akan mengajak penonton untuk hidup di dalam dunia Imajinatif.

Di masa kecil, remaja hingga beranjak menua, saya menikmati semua film-film Pixar. Mulai dari “Toy Story,” “Monster Inc,” “Finding Nemo,” hingga yang menyentuh hati seperti “Coco.”

Hal yang sama juga terjadi pada film “Hoppers.” Premis film ini memang sederhana, bahkan, lebih relevan dan mudah ngena bagi penontonnya.

Namun, bagaimana cerita tersebut berjalan dalam karakter-karakternya yang menjadi keunggulan dari film “Hoppers.”

Mabel Tanaka jelas karakter utama di film ini. Tapi, jangan lengah, mengingat masih ada karakter Dokter Sam yang juga mencuri perhatian.

Atau, karakter Walikota Beaverton yang kuat dengan pemikirannya yang dinilai jahat karena siap mengorbankan lingkungan hanya karena pembangunan infrastruktur yang digagasnya.

Perpaduan karakter dalam sebuah konflik menjadi sajian utama di dalam film ini. Menjadikan “Hoppers” sebagai sebuah film yang komplit menjalin cerita yang mudah dicerna meskipun hadir dalam isu yang sebenarnya berat.

Saat menonton film ini, saya menemukan dua karakter yang sebenarnya sama-sama terlalu ambisius. Selain karakter Walikota Beaverton, ternyata Mabel pun tidak kalah ambisiusnya.

Demi kecintaannya kepada lingkungan, ia hampir saja memusnahkan manusia atas nama keadilan untuk sesuatu yang ia cinta.

Perseteruan karakter ini yang kemudian menjadikan film “Hoppers” punya cerita dan konflik yang kuat sekaligus lucu melihat interaksi antara hewan dan pikiran-pikiran imajinatif yang muncul di kepala mereka.

Komedi Ringan, Tapi Ngena Untuk Penonton

Apa yang menjadi sajian utama dari sebuah film animasi? Yup, komedi! Di tengah situasi dunia yang gelap, “Hoppers” menawarkan komedi yang benar-benar lucu dan penuh lelucon setiap detiknya.

Komedi ini bisa datang dari penonton melihat karakter-karaternya. Yang paling menggemaskan tentu saja adalah karakter-karakter dari hewan yang ditampilkan di dalam film ini.

Tak hanya itu, dari dialog dan kemudian yang disajikan melalui gestur-gestur karakternya pun ikut memancing tawa.

Tentu saja, masih ada lagi sentuhan komedi yang dihasilkan secara unik di mana penonton dibawa untuk diperlihatkan mamalia tak ubahnya makhluk hidup yang jorok, suara mereka yang nyaring dan berisik sekaligus sangat imut.

Komedi yang ditampilkan di dalam film ini tidak hanya untuk penonton anak-anak, namun komedi yang sedikit gelap dan memberikan sindiran melalui lelucon-lelucn untuk penonton dewasa seperti saya.

Standar Animasi Khas Pixar

Hal yang selalu saya suka dengan film-film Pixar adalah animasinya. Sejak ketika saya masih anak-anak, saya menonton film-film animasi dengan CGI berkualitas tinggi.

Hal ini tergambar dalam dunia imajinatif yang selalu hadir di setiap film-film Pixar termasuk film “Hoppers.”

Buat saya, gaya animasi Pixar cenderung lebih rapi dan nyaman untuk ditonton. Namun, di film “Hoppers” saya merasakan secara visual bahwa animasi yang ditampilkan lebih segar.

Salah satu yang paling jelas adalah karakter hewan yang dibuat dengan bentuk bulat dan menggemaskan sehingga ikut memicu kelucuan yang mengundang gekal tawa.

Hewan yang ditampilkan di dalam film ini lebih detil secara desain. Ditambah lagi, ekspresi mata hitam bulat tentu saja akan membuat penonton memang diajak jatuh cinta pada karakter-karakter hewan yang ada di film ini.

Bagi saya ini adalah sebuah hal sifatnya upgrade jika dibandingkan dengan film Pixar lainnya yang menampilkan karakter hewan sepertidi film “Finding Dory” dan “Turning Red.”

Film Pixar Selalu Untuk Orang Dewasa

ulasan-film-hoppers

Apa pun film animasi yang ditampilkan oleh Pixar, seperti selalu punya pesan yang fungsinya mengingatkan, memberikan sindiran atau bahkan membuat kita sebagai penonton yang sudah dewasa menjadi termenung.

Pembuktian ini sudah terlihat di film “UP” yang bahkan menampilkan sosok karakter yang sudah lansia.

Atau, dari sudut pandang saya sendiri, bahwa film “Soul” adalah film paling “berat” dan membuat saya “berpikir” dalam memaknai kehidupan.

Hal yang sama juga berlaku untuk “Hoppers” bahwa film ini bercerita dan bertutur bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk remaja dan orang dewasa.

Sebuah cerita yang mengingatkan dan memberikan sentuhan awareness tentang pentingnya memahami arti dan bentuk sikap berupa tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar dan dunia secara keseluruhan.

Terakhir, dan sebagai penutup saya untuk ulasan film ini, “Hoppers” menyisipkan momen-momen manis dan emosional yang haru.

Tapi, tenang saja, tidak akan memaksa penonton dewasa menitikkan air mata saat menonton film seperti “UP” atau “Coco” yang bisa membuat mata menjadi sendu.

Baca juga: Ulasan “Wuthering Heights”: Romansa Sensual yang Bercerita Tanpa Arah

Baca juga: Ulasan “Crime 101:” Film Perampokan dengan Karakter yang Kuat

Yang pasti, film ini cocok untuk menemani liburan keluarga karena ceritanya yang relevan di masa modern, penuh candaan yang lucu, dan kegemasan pada karakter-karakternya.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *