Home » Hiburan » TV Series » Ulasan Series “Young Sherlock:” Anak Muda yang Solving Problem Bersama James Moriarty

Ulasan Series “Young Sherlock:” Anak Muda yang Solving Problem Bersama James Moriarty

review-series-young-sherlock

Ada berapa banyak versi Sherlock Holmes yang sudah ditonton? Jika ingin menonton dari sudut pandang sang detektif klasik yang kontroversial, ada versi muda yang berjudul “Young Sherlock.

Sedang tayang di Prime Video, “Young Sherlock” berikut review atau ulasan series yang yang salah satu kreatornya adalah Guy Ritchie.

Sinopsis series “Young Sherlock”

Apa yang dilakukan Sherlock Holmes di saat muda? Ternyata Sherlock di masa muda adalah pria dengan banyak fantasi dan imajinasi di kepalanya.

Arogan, bengal, tidak gugup dan tidak banyak pertimbangan. Inilah yang akan menjadi kunci di masa muda Sherlock Holmes di masa mudanya.

Berulang kali membuat masalah, Sherlock adalah anak orang kaya dan terpandang. Tapi pada akhirnya ia harus terlibat dalam misteri besar yang melibatkan pihak kerajaan, kepolisian dan para profesor di Inggris.

Semua ini terjadi ketika kakaknya, Mycroft Holmes menghukum keonarannya dan menjadi petugas kebersihan di Oxford University.

Sampai pada akhirnya Sherlock diduga sebagai dalang hilangnya warisan keluarga Putri Gulun Shou’an.

Berbekal rasa ingin tahu, belajar dan dikombinasikan dengan imajinasi yang terus terlintas di kepalanya Sherlock Holmes bertemu dengan teman baru, bersama kepolisian, dan tentu saja sang kakak memecahkan misteri hilangnya warisan keluarga Putri dari Cina.

Review Series “Young Sherlock”

review-series-young-sherlock

Series ini bisa bergerak dengan intensitas yang cepat dengan latar waktu masa lalu.

Tapi menariknya, apa yang disampaikan melalui naskah dan olah visualnya membuat 8 episode yang diriliskan di season 1 ini menjadi tidak kaku.

Penonton akan dibawa dalam suasana yang cepat seperti diajak terjebak dalam cara berpikir Young Sherlock yang dinamis, meskipun berlatar masa lalu dan lebih klasik.

Dari pengalaman saya menonton series Sherlock versi BBC yang menempatkan Benedict Cumberbatch sebagai Sherlock atau versi film yang diperankan oleh Robert Downey Jr, tidak ada yang berbeda terlalu jauh dengan versi Young Sherlock.

Di awal episode saja sudah digambarkan bagaimana Sherlock Holmes muda yang berada di penjara. Dari sinilah peran karakter dimunculkan satu per satu dengan rapi.

Naskah dengan porsi yang tepat membuat alur cerita yang cepat menjadi tetap tertata dengan baik.

Penggemar film atau series rasanya sepakat jika sebuah cerita disutradarai oleh Guy Ritchie biasanya selalu memainkan cerita dengan tempo yang tepat.

Hal ini yang kemudian ditata dengan baik dari episode 1 hingga episode 8. Penonton tidak akan bosan meskipun Sherlock tidak diperankan oleh Benedict Cumberbatch Robert Downey Jr.

Tapi jika dipahami secara tepat, pengambilan gambar yang terlihat lebih statis karena disesuaikan dengan latar belakang London di tahun 1800-an menjadi tidak kaku.

Pengenalan Karakter yang Tidak Terburu-butu

Dinamisnya cerita yang disampaikan dalam series “Young Sherlock” juga tidak bisa dilepaskan dengan karakter-karakter yang dimunculkan.

Tidak perlu terbutu-buru, tapi Guy Ritchie tahu betul kapan menampilkan satu karakter penting dan bagaimana perkenalkannya, hingga keterlibatannya menjadi bagian dari cara berpikir Sherlock di masa muda.

Dimulai dari Mycroft Holmes, sang kakak yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan adik. Pengenalkan karakter dilakukan di dalam porsi yang pas dan tidak ada yang terlalu berlebihan.

Begitu Sherlock dibawa ke Oxford University untuk bekerja menjadi petugas kebersihan maka dari sinilah bagaimana karakter-karakter lainnya juga muncul.

Di versi series Sherlock dari BBC dan filmnya, siapa pun tahu, sang detektif punya rival abadi bernama James Moriarty.

Tapi, di Young Sherlock karakter ini sudah dikenalkan juga sejak awal. Hal ini menunjukkan bahwa Sherlock dan James Moriarty adalah dua teman yang luar biasa. Pengenalannya pun dibuat unik dan sedikit mengurai emosi yang membuka mata penonton dan bergumam “oh ini yang namanya James Moriarty?”

Masih belum cukup sampai disitu, ada juga pengenalkan karakter Ibu dari Sherlock di masa muda, yang kemudian menjelaskan ada hal-hal yang selama ini memang belum disampaikan di series atau film Sherlock.

Desain Produksi yang Biasa Tapi Memikat

Karena latar belakangnya di tahun 1800-an, tentu saja set produksi yang disiapkan juga menantang. Tapi bagi Guy Ritchie ini tentunya bukanlah masalah besar.

Toh, dia juga adalah sutradara yang memimpin film Sherlock Holmes yang diperankan oleh Robert Downey Jr.

Hal yang menarik adalah dari set produksi yang kaku ini sebenarnya tidak akan membuatpenonton bosan. Bahkan ketika ada banyak karakter-karakter lain yang muncul seperti seorang putri dari Cina.

Atau, profesor Oxford yang dimainkan dengan baik oleh aktor, senior Colin Firth tetap saja membuat film ini tetap nyaman ditonton secara visual.

James Moriarty adalah “Joker-nya” Sherlock Holmes

Sepanjang 8 episode yang saya tonton, James Moriarty adalah karakter yang selalu mencuri perhatian.

Pengenalannya sejak awal di versi Sherlock yang masih muda ini tentunya akan memberikan gambaran bahwa James Moriarty adalah karakter yang tak kalah cerdas dari Sherlock.

Jika dibilang bahwa Sherlock tak akan pernah ada tanpa James Moriarty maka rasanya benar. Penonton akan benar-benar di bawa ke dalam pengaruh kuatnya cara berpikir James Moriarty yang menemani Sherlock dalam memecahkan teka-tekinya.

Saya mengibaratkan James Moriarty sebagai Joker, dan Sherlock adalah Holmes. Satu hal yang sangat saya tunggu lebih spektakuler lagi ketika series Sherlock Holmes berencana hadir untuk season 2.

Baca juga: Ulasan Series Steal: Sistem Keuangan Bobrok Berujung Kejahatan

Bacajuga: Ulasan “Wonder Man”: Series Marvel yang Mementingkan Kualitas

Penutup Review Series “Young Sherlock”

Sebagai penutup dari ulasan series “Young Sherlock” saya harus memberi apresiasi kepada Guy Ritchie.

Masih naik-turunnya rencana film Sherlock Holmes berikutnya, membuat energi Guy Ritchie sepertinya tersalurkan di series ini.

Apalagi, meskipun ada bukunya Young Sherlock, tapi Guy Ritchie tidak terlalu meniru cerita dari bukunya.

Selain pengenalkan karakter yang selama ini hanya ada di imajinasi penonton, series “Young Sherlock” memiliki twist yang menarik dan tentunya akan membuat siapa pun yang menonton seperti akan menemukan kepingan puzzle dari sebuah teka-teki dan misteri.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *