Penggemar manga berat cerita bajak laut sedang berbunga-bunga karena Netflix langsung merilis seluruh delapan episode “One Piece” Season 2 dan jadi satu tontonan menarik untuk pekan ini.
Sebelum masuk ke dalam review atau ulasan “One Piece” Season 2 yang tayang di Netflix saya coba rangkum secara singkat, bagamana cerita di season sebelumnya.
Ringkasan “One Piece” Season 1
“One Piece” Season 1 mengisahkan Monkey D. Luffy yang bercita-cita menjadi Raja bajak laut. Untuk melengkapi impiannya ia merekrut satu per satu kru dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Mulai dari perekrutan Zoro, Nami, Usopp, dan Sanji. Bersamaan ini dengan pula mereka mendapatkan kapal pertama, dan bertulang melewati pertempuran di restoran Baratie, dan puncaknya adalah membebaskan Nami dari Arlong di Arlong Park.
Lalu, bagaimana dengan cerita Monkey D. Luffy dan krunya di musim keduanya? Berikut review saya tentang series “One Piece” Season 1 di Netflix.
Sinopsis “One Piece” Season 2
Setelah berhasil mengalahkan kuasa Arlong di Season 1, Luffy dan krunya melakukan petualangan baru.
Perjalanan yang membuat mereka bertemu dengan lawan-lawan tangguh sembari harus tetap menjaga jarak dengan pasukan angkatan laut yang terus membutu Luffy.
Seperti apa kali ini petualangan Luffy, Zoro, Nami, Usopp, Sanji plus Nefertari Vivi?
Review “One Piece” Season 2

Petualangan sudah dimulai dengan berbagai tantangan tersendiri. Ketika Loguetown, kota terakhir sebelum Reverse Mountain selesai, hingga bagian awal Grand Line adalah perjalanan Luffy di season 2.
Cerita masih tersusun rapi, meskipun agak hadir terasa dengan pace yang lebih lambat di beberapa bagian.
Tapi, hal tersebut masih belum menjadi masalah, karena beberapa tambahan cerita yang diselipkan masih terjaga temponya.
Dari 8 episode yang dirilis untuk musim keduanya saya merasakan semua karakter unik yang ditampilkan menjadi cerita lebih kuat. Tidak ada tumpang tindih.
Mungkin apa yang dilakukan di balik layar ini menceritakan semuanya secara detil, tanpa harus buang-buang waktu, dan tetap padat.
Meskipun pada bagian tengah cerita seperti di Reverse Mountain, Whisky Peak terutama ketika fokus pada karakter Zoro dan bagian Little Garden agak terasa bertele-tele, tapi tetap punya satu daya cerita yang menarik.
Memang, tidak mudah mengadaptasi sebuah cerita series dari Manga, yang punya latar belakang karakter dan cerita yang unik.
Tapi, apa yang disampaikan di season 2 tetap tepat tanpa harus memaksakan. Secara cerita, apa yang disampaikan di “One Piece” Season 2 jauh lebih tenang dan matang.
Dan saya memang benar-benar menikmati bagian cerita ini sebagai sebuah hiburan yang memang memuaskan, meskipun saya bukan penggemar garis keras dan hanya menonton versi anime dari “One Piece.”
Drum Island dan Pengenalan Chopper

Buat saya cerita semakin menjadi menarik ketika Luffy dan teman-temannya sudah menuju Drum Island untuk mengobati Nami dan kemudian mengantarkan Vivi kembali ke kerajaannya.
Sejak awal dimulainya dari perjalanan, pace lambat sudah sangat terasa, tapi disajikan dengan menarik dan mengenalkan karakter-karakter baru.
Tentu saja, puncaknya adalah ketika pengenalkan Tony Tony Chopper yang dikemas dengan menarik melalui visual efek yang menarik.
Tak hanya sajian visual, efek, 2 hingga 3 episode terakhir memang memberikan klimaks yang kompleks dan juga komplit dari sisi cerita dan karakter.
Semua karakter dibagi dengan porsi yang pas, pesan yang tepat. Saya ambil saja tentang karakter dan kisah Dr. Hiriluk dan Chopper tersaji dengan sangat baik.
Lalu, bagaimana kisah Doctorine dan Chopper, hingga Dalton yang memang membuat cerita menjadi mengalir dengan baiknya.
Puncaknya tentu saja adalah ketika Chopper harus meninggalkan Drum Land dan menggapai impiannya sehingga akhirnya ia ikut bergabung menjadi bajak laut bersama Luffy.
Nico Rubin Dikenalkan Pertama Kali
Bagi yang membca manga dan menonton Anime, tentu sudah tahu siapa Nico Rubin. Tapi inilah yang menjadi senjata dan perbedaan dengan versi Live Action dari One Piece.
Awalnya karakter ini dikenalkan sebagai Miss All Sunday, tapi di bagian akhir dikenalkan dengan nama Nico Robin.
Menariknya, akan sangat mungkin Nico Robin punya perang yang sangat penting di season 3 nantinya.
Fantasi yang Lebih Liar Dalam Sebuah Petualangan
Fantasi yang disajikan di season 2 dari “One Piece” juga jauh lebih baik. Secara visual ini terlihat bagaimana karakternya dibuat lebih hidup dan petualangan-petualangan yang memang menghibur.
Paduan set produksi dan mungkin sentuhan CGI bisa menjadikan bagaimana imajinasi penonton dimainkan dengan cukup baik.
Meskipun begitu, ada beberapa bagian CGI yang memang rasanya masih terasa kaku. Seperti bagaimana pergerakan kekuatan King Wapol setelah mendapatkan buah terlarang adalah hal yang rasanya masih perlu dipoles lagi.
Selain itu, beberapa adegan aksi rasanya tidak terasa pas, padahal karakter-karakter One Piece yang pandai dan lihat dalam beraksi tidak hanya Zorro.
Ke depannya, mungkin alangkah lebih baiknya, adegan aksi juga hadir dengan koreo yang lebih baik lagi.
Baca juga: Ulasan Series “Salvador”: Rasisme, Sepak Bola dan Pencarian Keadilan
Baca juga: Ulasan “The Night Agent” Season 3: Thriller Politik yang Melibatkan Pencucian Uang
Penutup “One Piece” Season 2
Secara keseluruhan “One Piece” Season 2 sudah mulai menunjukkan bagian-bagian penting ceritanya. Jika dibandingkan dengan “One Piece” Season 1, lebih fokus pada latar belakang dan pengenalan karakter.
Karakter yang lebih banyak, ternyata tidak membuat cerita menjadi membingunggkan. Fantasi yang bagus dan petualangan yang seru menjadi lebih terasa di musim kedua ini.
Meskipun begitu, series ini masih punya beberapa catatan yang bisa mendapatkan improvement lagi.
Misalnya di pertengahan episode yang terasa terlalu lambat dan bahkan tidak perlu diceritakan. Tapi tetap cukup bagus untuk dinikmati sebagai sebuah hiburan.
Sementara itu, bagian paling besar untuk mendapatkan improvement menurut saya adalah bagian actionnya.
Puncaknya tentu saja adalah di bagian akhir episode yang seperti ingin mengajak penonton mulai terlibat dalam sisi emosional untuk mendapatkan keseruan pengalaman dan petualangan dari Luffy dan teman-temannya untuk menemukan One Piece.







