Home » Hiburan » Film » Ulasan Film: “Tunggu Aku Sukses Nanti,” Ironi Lebaran yang Emosional

Ulasan Film: “Tunggu Aku Sukses Nanti,” Ironi Lebaran yang Emosional

review-film-tunggu-aku-sukses-nanti

Film apa yang akan mencapai jutaan penonton di momen Lebaran tahun 2026? Sebelum menunggu kejutan ini, saya akan menyampaikan review atau ulasan film terbaru Indonesia yang tayang di libur Lebaran dengan judul “Tunggu Aku Sukses Nanti.”

Salah satu yang unik dari film “Tunggu Aku Sukses Nanti.” adalah salah satu pemicu cerita dan konflik yang ingin disampaikan memang benar-benar berawal dari kumpul keluarga saat lebaran.

Sehingga menjadikan film ini sebagai salah satu cerita yang memang terasa relevan bagi semua orang.

Sinopsis Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

“Kapan nikah?” Pertanyaan standar yang memang kerap terjadi saat Lebaran dan terus diulang-ulang di setiap kumpul keluarga.

Hal yang sama juga terjadi pada Arga (ardit Erwanda). Setiap lebaran, dari tahun ke tahun, Arga selalu mendapatkan pertanyaan-pertanyaan template yang seperti jadi budaya yang harus dipelihara setiap tahunnya.

Mulai dari “kapan mendapatkan pekerjaan tetap?“ “kapan nikah?”, hingga penentuan seseorang dilihat dari sukses atau tidaknya. Tekanan ini justru datang bertubi-tubi dari keluarga besar Arga itu sendiri.

Siapkah Arga melewati semua ini?

Review Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

ulasan-film-tunggu-aku-sukses-nanti

Saya bukan pengagum film-film Naya Anindita, sang sutradara di film “Tunggu Aku Sukses Nanti.”

Jujur saja, saya tidak menonton film “Komang” yang sukses di bioskop Ketika tayang Lebaran di tahun 2025 yang lalu.

Tapi, ketika saya menonton film “Eggnoid: Love & Time Portal” saat filmnya rilis beberapa tahun silam sebagai film yang dengan gaya penceritaan yang unik.

Ketika saya menonton “Tunggu Aku Sukses Nanti” saya melihat hal yang berbeda. Saya merasa ini seperti cara baru Naya Anindita meramu sebuah film.

Cerita di film “Tunggu Aku Sukses Nanti” dikemas dengan alur yang terbilang baik. Saya menikmati bagaimana alur cerita berkembang dari waktu ke waktu dengan baik.

Mulai dari bagaimana Arga yang hidup dalam titik terendah, hingga ia berjuang, dan kemudian mendapatkan kesuksesan.

Naya Anindita pun mampu menempatkan konflik cerita dengan runut, melibatkan emosi yang kuat sehingga relevan dengan penonton seperti saya.

Mau tidak mau apa yang dialami Arga, juga pernah terjadi pada saya. Bagaimana budaya masyarakat Indonesia yang seperti ini selalu dipelihara dan dibentuk dalam cara berpikir yang digeneralisir, meskipun hal tersebut sudah tidak relevan lagi di masa kini.

Sisanya, saya melihat poin-poin lain yang juga tak kalah relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan cerita yang sangat emosional ini pada akhirnya membuat cerita film terasa semakin kuat.

Bagi saya, film “Tunggu Aku Sukses Nanti” tidak hanya tentang ironi Lebaran. Di mana ketika setelah selesai bermaaf-maafan karena menganggap berdosa selama ini, lalu kembali seperti menghitung dan menilai dosa orang lain dengan melibatkan dosa sendiri.

Ini bukan tentang hanya bagaimana persepsi tentang realita sosial menjadi terasa lebih nyata.

Selain momen Lebaran, ada hal-hal lain yang bisa didapatkan setelah menonton film ini.

Susahnya mencari pekerjaan, ketimpangan ekonomi yang kian terasa, perbandingan strata sosial manusia yang relevan dan masih banyak realita emosional lainnya ketika menonton film ini.

Applause Untuk Ardit Erwanda

ardit-erwanda-pemeran-utama-film-tunggu-aku-sukses-nanti

Ardit Erwanda berangkat dari seorang komika atau stand up comedian. Ia pun bukan komika yang jadi favorit saya.

Dalam pengalaman saya sebagai content editor yang mengulas beberapa film-film Indonesia, peran Ardit Erwanda yang saya lihat adalah sebatas sidekick, atau cameo saja.

Beberapa perannya di film yang mencuri perhatian saya diantarnya adalah “Milly & Mamet,” “Imperfect,” “Gara-gara Warisan,” “Agak Laen,” “Tinggal Meninggal” yang didominasi peran komedi.

Bahkan, saya sempat terkejut Ketika ia berperan serius di film “Abadi Nan Jaya” dituntut Dan di film “Abadi Nan Jaya” pula saya melihat penampilannya terbilang solid untuk sebuah peran non-komedi.

Tapi, apa yang ditampilkan Ardit Erwanda di film “Tunggu Aku Sukses Nanti” menurut saya memang berbeda.

Saya ingin memberikan applause untuk Ardit Erwanda karena berhasil mengubah perspektif saya untuk menjadi pemeran utama di sebuah film drama yang emosional.

Bagi saya, Ardit mampu memainkan emosi penonton. Amarah, kecewa, munculnya harapan dan kebahagian mampu dimainkan dengan baik.

Lalu, bagaimana dengan bagian komedinya? Dalam video podcast Ardit dengan Podcast Seminggu, Ardit menyampaikan bahwa akan ada bagian komedi di dalam film ini.

Tapi, adegan komedi ini justru terjadi di lingkungan sekitar karakter Arga, yang diperankan oleh Ardit.

Apakah Ardit berhak untuk diganjar penghargaan dalam perannya sebagai Arga di film ini? Mungkin saja.

Tapi saya lebih tertarik untuk melihat Ardit memainkan karakter-karakter lainnya di film-film berikutnya.

Aktor-Aktor Besar yang Luar Biasa

Dalam video podcast dengan Agak Laen, Naya Anindita sempat menyebutkan ia membuat adegan lebaran yang harus mengumpulkan aktor-aktor besar di dalam sebuah adegan.

Saya tidak menampik itu, karena memang ada adegan tersebut. Hebatnya lagi, dari pengamatan saya, ada kurang lebih dari 20 aktor hebat yang tampil di dalam satu adegan, yaitu tradisi lebaran.

Keberhasilan dari penampilan Ardit yang luar biasa tidak bisa lepas dari bagaimana aktor-aktor ini berada di sekitar Ardit.

Dengan naskah yang tepat dari Evelyn Afnilia dan Naya Anindita, semuanya menjadi terasa padat dan menegaskan realita Lebaran dan ironinya dalam layar lebar.

Dari semua penampil di dalam film tersebut, saya tertarik dengan karakter Tante Yuli (Sarah Sechan).

Karakter yang ngeselin dan sering dianggap antagonis. Tapi, karakter ini memang benar adanya di dunia nyata. Penasaran dengan karakter Tante Yuni? Saya rasa penonton memang harus menyaksikannya sendiri di bioskop.

Soundtrack yang Mengalirkan Emosi, Cinta dan Kehangatan

Meskipun membawa realita dari masa ke masa, sebagai penguat untuk film yang memiliki beberapa hal bolong di bagian plot, saya mendengar iringan lagu-lagu yang menjadi pendamping cerita film ini.

Ada “Gemilang” dari Perunggu. “Si Lemah” hasil kolaborasi Hindia feat RAN. Hingga “Hitam Putih” dari Fourtwnty.

Kehadiran parade soundtrack ini pas karena mengisi scene-scene yang saya rasa spesial di dalam filmnya.

Bagi saya, beberapa lagu yang hadir di film ini ikut membuat emosi menjadi naik-turun, tanpa harus berpaling dari cerita utamanya yang mengisahkan Arga.

Baca juga: Film Terbaru Maret 2026: Judul Apa yang Ramai Penonton?

Baca juga: Ulasan Film The Bride! Impresif dengan Set Produksi Memesona

Epilog Untuk Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Sebagai penutup untuk review film, “Tunggu Aku Sukses Nanti” saya melihat cerita ini adalah hal yang relevan dengan kebiasaan dan bukan tidak mungkin tentang mindset kebanyakan orang Indonesia.

Film ini menawarkan gambaran realita sosial yang berpotensi viral di bahas di media sosial.

Film yang mengalir dengan cerita yang tertata baik dan perang bintang para aktornya, saya merekomendasikan film ini untuk ditonton karena sebenarnya menawarkan cerita yang hangat saat bersama keluarga di momen liburan Lebaran tahun ini.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *