Ulasan Series “Jo Nesbo’s Detective Hole:” Pertarungan Gelap Mengungkap Pembunuh Berantai

Minggu ini ada 2 series baru yang masuk di Netflix. Pilihan pertama yang saya tonton jatuh pada series berjudul “Jo Nesbo’s Detective Hole” yang hadir dengan 9 episode. Sebelum masuk review series “Jo Nesbo’s Detective Hole” saya tidak punya referensi apa pun tentang ceritanya.

Tapi, setelah menontonnya hingga selesai, saya menemukan ternyata ini adalah adaptasi salah satu novel populer. Meskipun tanpa membaca novelnya, series ini tetap patut untuk ditonton dan saya benar-benar menikmatinya.

Sinopsis “Jo Nesbo’s Detective Hole”

Seorang detektif cerdas bernama Harry Hole (Tobias Santelmann) yang sedang berburu pembunuh berantai harus berhadapan dengan sosok kriminal yang tak kalah cerdas. Berbagai macam cara dilakukan, namun perburuan pembunuh berantai selalu menghadapi tantangan yang berat.

Dibalik itu semua Harry Hole adalah sosok detektif yang problematik. Ia terjebak dengan masa lalunya yang kelam, dan menemukan berbagai fakta-fakta pembunuhan yang membawanya kembali ke masa lalu.

Mampukah Harry menemukan pembunuh berantai sekaligus mengubur masa lalu yang masih tersimpan di kepalanya?

Review Series “Jo Nesbo’s Detective Hole”

ulasan-series-Jo Nesbo's-Detective- Hole

Dalam novelnya, cerita ini dipuji karena keunikannya membangun cerita yang elegan. Jo Nesbo adalah penulis novel sekaligus dilibatkan untuk pembuatan series ini.

Secara cerita, dari episode 1 hingga episode 9 tertata dengan baik. Tapi, karena ini adalah series dari Eropa, pastinya sudah punya ciri khas yang sama, yaitu memiliki alur yang lambat. Hal yang pernah saya bahas ketika mengulas series “Unfamiliar” yang berasal dari Jerman.

Meskipun begitu, saya benar-benar menikmati apa yang disampaikan di series “Jo Nesbo’s Detective Hole.” Permainan misteri pembunuhan berantai, bagaimana cara kerja detektif dan tentu saja misteri sang pembunuh.

Penonton dibawa untuk ikut alur berada dalam perspektif Harry sebagai detektif untuk menyelesaikan kasus ini. Harry diceritakan berusaha menyelesaikan kasusnya dengan cara yang begitu terobsesi.

Ia harus bekerja memecahkan pembunuhan berantai yang menyisakan petunjuk berupa pentagram yang diletakkan di tubuh korban.

Sementara itu, pembunuhnya meninggalkan jejak berupa pesan yang tersimpan di dalam rekaman melalui kaset di tempat kejadian perkaran.

Gelap dan suram, bahkan ada beberapa adegan yang terkesan gore dan mungkin akan membuat penonton menjadi tidak nyaman menyaksikannya.

Polemik dalam ceritanya ini belum berhenti. Satu konflik spesial yang disuguhkan membuat Harry bertemu dengan Tom Waller. Seorang real criminal yang dimainkan dengan baik dan secara mengejutkan diperankan oleh Joel Kinnaman.

Joel Kinnaman yang Tampil Memukau

Sekali lagi, saat menonton series “Jo Nesbo’s Detective Hole” ini saya tidak melihat siapa saja aktor dan aktris yang tampil. Tapi begitu Joel Kinnaman saya berhenti sejenak.

Saya berpikir dia akan jadi sidekick di series ini. Ternyata saya salah. Tidak perlu berlama-lama untuk mengenalkan karakter ini. Joel Kinnaman berperan sebagai Tom Waaler. Karakter yang tidak menjual ototnya, tapi lebih mengerikan, percaya diri, hingga tetap menjaga karismatik.

Karakternya sudah busuk sejak awal dikenalkan. Menikmati kematian dengan gayanya sendiri. Berperan sebagai sumber kejahatan utama. Tom mengatur dan mengelola bagaimana perang geng terjadi di Oslo.

Sebuah karakter yang bikin penonton gregetan dan ingin sekali menyingkirkannya secepat mungkin. Tapi itu tidak terjadi, karena ceritanya memang tidak digarap begitu.

Pertarungan Harry dan Tom adalah hal yang menarik dan disajikan di dalam sepanjang episodenya. Saya tidak akan membocorkan bagaimana keduanya bertarung.

Tidak lagi hanya otot, tapi bermain dengan otak. Seorang detektif cerdas melawan kriminal busuk yang mengerikan. Dan setiap adegan yang melibatkan keduanya saya memberikan pujian. Kurang lebih seperti Batman/Bruce Wayne vs Joker.

Pengenalan Untuk Tobias Santelmann

Nama Tobias Santelmann memang tidak terlalu banyak dikenal. Tapi, apa yang ditampilkannya di series ini buat saya luar biasa. Untuk menampilkan karakter seorang detektif yang hidupnya hancur, Tobias mampu memainkan karakter Harry Hole dengan baik.

Ia adalah seorang pecandu alkohol yang menyimpan trauma masa lalu. Kulitnya keriput menua. Ucapannya terkadang tidak jelas dan jari-jarinya kotor bukan karena sibuk bekerja, tapi sisa-sisa nikotin yang meresap di pori-pori kulitnya.

Tak hanya itu, Harry adalah karakter yang obsesif. Ia selalu ingin menjadi yang terbaik dalam menyelesaikan sebuah kasus.

Penonton pun diajak pada satu sudut pandang yang lain tentang karakter Harry. Sang detektif ternyata masih menyimpan trauma karena sebuah kecelakaan yang menewaskan kekasihnya.

Sebuah peran yang cukup kontradiktif mengingat ia adalah seorang detektif hebat sekaligus sosok yang rapuh! Dan Tobias memainkan peran ini dengan sangat baik.

Baca juga: Ulasan Series “Salvador”: Rasisme, Sepak Bola dan Pencarian Keadilan

Baca juga: Ulasan “Unfamiliar”: Mata-Mata Jerman Terjebak Dalam Konsekuensi Masa Lalu

Epilog Untuk Series “Jo Nesbo’s Detective Hole”

Sebagai penutup untuk review “Jo Nesbo’s Detective Hole”, series ini bukan hanya tentang menemukan siapa pembunuh berantai. Penonton akan diajak untuk untuk melihat bagaimana keributan antar geng, intrik Tom Waller, frustasinya seorang Harry dengan cerita yang pelan, tapi sangat gelap.

Selama itu, terjadi, penonton akan disuguhkan dengan pertarungan antara Harry Hole dan Tom Waaler dengan berbagai cara menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan.

Bagi yang tidak terbiasa menonton series dengan alur lambat, mungkin “Jo Nesbo’s Detective Hole” bukanlan tontonan yang tepat. Plus, ada 9 episode yang mungkin akan sangat melelahkan.

Series ini menyimpan beberapa plot twist, dan tentu saja bagi yang ingin menontonnya tidak boleh melewatkan episode ceritanya sejak awal.

Apakah akan berlanjut ke “Jo Nesbo’s Detective Hole” season 2? Saya rasa cukup. Tapi, Netflix mungkin saja punya kepentingan lain.

Leave a Comment