Series horor dengan sentuhan klasik dan noir? Ulasan “Something Very Bad Is Going To Happen” yang hadir dengan 8 episode mungkin salah satunya.
Nama Haley Z. Boston mungkin memang tidak terkenal. Meskipun namanya mulai dikenal ketika ikut ambil bagian dan terlibat dalam beberapa series sebagai penulis. Judul yang paling diingat tentu saja adalah “Brand New Cherry Flavor” dan “Guillermo del Toro’s Cabinet of Curiosities.”
Kali ini, nama Haley menjadi kreator salah satu tv series horor terbaru yang sedang tayang di Netflix di akhir bulan Maret 2026 ini. Seperti apa cara Haley menyampaikan kengerian melalui “Something Very Bad Is Going To Happen?”
Sinopsis Serial TV “Something Very Bad Is Going To Happen”
Dua muda-mudi yang sedang mabuk cinta berencana untuk membuat awal baru bagi kehidupan mereka. Mereka adalah Rachel (Camila Morrone) dan Nicky (Adam DiMarco). Keduanya memulai perjalanan ke sebuah tempat terpencil, dimana keluarga Nicky berkumpul.
Pertemuan ini ternyata penting. Terutama bagi Rachel yang ingin “sowan” dan berkenalan dengan keluarga besar Nicky. Tapi, dalam perjalanan, Nicky sudah menemukan banyak keanehan yang menurutnya tak masuk akal.
Keanehan yang kemudian mengundang seribu satu tanya bagi Rachel, apa yang terjadi pada dirinya sendiri? Siapa keluarga Nicky sebenarnya?
Review Series “Something Very Bad Is Going To Happen”

Sebuah perjalanan dua orang mabuk cinta sudah dibuka di awal episode pertama. Series ini tidak ingin basa-basi dengan ceritanya. pernikahan yang mencekam membuka episode perdana. “Something Very Bad Is Going To Happen” menegaskan, mereka memang cerita horor.
Secara umum, series ini memang menampilkan sekuen cerita dari sudut pandang Rachel. Bahkan, ketika adegan-adegan dan episode selanjutnya.
Sementara pengenalan Nicky pun terbilang baik sejak awal. Ia adalah pria manja dari keluarga kaya yang menyebut tempat tinggal megah mereka sebagai sebuah kabin untuk berlibur.
Dan sejak awal pula, pengenalan kepada keluarga Nicky sudah dilakukan.
Saya bisa bilang, 3 episode awal adalah sajian umum horor klasik yang ingin diceritakan. Bagian-bagian penting dan selalu ngena untuk penonton ditampilkan di awal.
Agak terkesan basi, tapi terbilang unik, karena untuk sebuah series saya jarang menemukan bagian-bagian horor klasik disampaikan secara terang-terangan.
Sisanya, di hampir 5 episode berikutnya justru “Something Very Bad Is Going To Happen” berdiri sendiri menunjukkan bagian horornya.
Awalnya, hadir dengan beberapa plot twist yang rasanya mudah ditebak. Drama berkepanjangan yang melelahkan dan tentu saja diakhiri dengan ending bisa saja mengejutkan para penontonnya.
Tapi, tetap saja misteri yang harus diungkap membuat penonton ikut tejebak dalam sudut pandang ketakutan Rachel itu sendiri. Sampai pada akhirnya, penonton sadar, bahwa memang kehidupan sebuah cinta yang terjebak dalam kutukan memang tidak pernah indah.
Meskipun begitu, saya menemukan beberapa plot twist yang disampaikan dan diolah dengan baik. Sehingga membuat penonton memang merasakan sebuah kejutan di tengah-tengah ceritanya. .
Tapi, apa yang ingin disampaikan jelas, karena ingin membawa pespektif penonton pada sebuah horor keluarga dengan sudut pandang Rachel dan tentu saja pernikahan.
Apakah cerita ini akan berakhir happy ending atau masih menyimpan misteri? Bagi yang penasaran tentu saja wajib nonton seriesnya terlebih dahulu.
Keluarga yang Aneh
Bagian horor klasik yang selalu melekat di sepanjang episode tentunya adalah keluarga Nicky yang aneh.
Mulai dari Victoria (Jennifer Jason Leigh) yang menakutkan dengan bola mata hitamnya yang pekat. Karakternya terbilang creepy, dibalik sambutan-sambutan suramnya tentang cinta.
Masih ada Jules (Jeff Wilbusch) yang menyimpan trauma masa lalu. Atau, yang tak kalah anehnya, Portia. Saudari dari Nick dan Jules yang arogan, ceroboh dan liar yang dimainkan dengan sangat baik oleh Gus Birney.
Ditambah lagi, seorang bocah kecil bernama Jude yang ikut memadatkan konflik ketika Rachel sudah datang ke rumah mereka.
Kehadiran anggota keluarga inilah yang memadatkan konflik dan kengerian yang dibangun. Seolah-olah ingin menakut-nakuti pendatang baru yang datang ke keluarga mereka.
Konsep keluarga yang aneh ini memang bukan yang tertama. Karena siapa saja yang menonton mungkin akan menemukanya di beberapa film atau series lainnya.
Tapi tetap saja, karakter yang diberikan dan naskah yang solid membuat masing-masing anggota keluarga nyentrik ini menjadi akan terasa aneh.
Visuali dan Atmosfer Horor Klasik

Tidak ada yang terlalu baru untuk sebuah cerita horor di tiga episode awal. Tapi, apa yang dibangun di sini adalah horor klasik melalui visualnya.
Cara kamera bergerak, sudut pandang yang diambil dan pilihan-pilihan warna gelap adalah bagian paling konsisten untuk menampilkan horor klasik yang ingin disampaikan untuk penonton.
Tidak ada yang salah, toh inilah kekuatan awal dari series “Something Very Bad Is Going To Happen.” Saya membayangkan, jika ini tidak ada mungkin saja ceritanya hanya akan menjadi misteri drama biasa saja.
Visualisasi ini didukung dengan atmosfer horor klasik pula. Alunan sound-sound yang aneh dan menganggu membuat penonton merasakan ada bagian-bagian jump scare di dalam ceritanya.
Belum cukup sampai disana, masih ada semburah darah, bangkai hewan hingga dentuman keras. Semua sentuhan horor kaslik yang membuat penonton bisa menerka bagaimana alur cerita yang dimainkan.
Semuanya diramu sempurna, bahkan hingga episode 8 sebagai penutupnya. Tanpa harus melebih-lebihkan dan menguranginya, saya menyebutkan sebagai sebuah series horor yang komplit.
Penonton diajak untuk melewati bagian-bagian horor klasik dan kemudian lebih fokus pada bagian misteri-misterinya dan dikemas sesuai dengan keinginan sang kreator.
Baca juga: Ulasan “The Night Agent” Season 3: Thriller Politik yang Melibatkan Pencucian Uang
Baca juga: Ulasan Series “Jo Nesbo’s Detective Hole:” Pertarungan Gelap Mengungkap Pembunuh Berantai
Meskipun begitu, series ini masih menyimpan banyak pertanyaan yang dirasa canggung ketika saya menontonnya. Ketika penonton mendapatkan ketegangan demi ketegangan, sesekali muncul rasa bosan. Beberapa sub-plot yang tak perlu rasanya membuat cerita terlalu panjang.
Catatan positif dari saya adalah cerita yang dibangun terbilang kuat, rapi dan tentu saja karakter-karakternya yang luar biasa.
Untuk keseluruhan, secara ide cerita dan premis, saya memberikan ulasan yang positif untuk Haley Z. Boston. Mungkin saja, ilmu yang ia terima saat menulis salah satu episode untuk “Guillermo del Toro’s Cabinet of Curiosities” menjadikannya mulai matang sebagai salah satu sosok yang kuat di balik layar.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
