Ulasan Film “They Will Kill You:” Pertarungan Melawan Sekte yang Brutal

April tampaknya jadi bulan untuk film-film brutal. Terbaru, “They Will Kill You” jadi salah satu film action dengan intensitas yang tinggi, dilengkapi dengan horor dari sekte nan bengis. Sebelum akan saya tulis review dan ulasan film “They Will Kill You” kita cari tahu latar belakang ceritanya.

Sinopsis Film “They Will Kill You”

Asia Reaves (Zazie Beetz) yang masih remaja membuat sebuah kesalahan dan menjadi penyesalan yang harus diselesaikannya.

Ia ingin bertemu kembali dengan Maria, adik kecilnya yang ditinggalkannya begitu saja pada pria jahanam yang sudah mengancurkan hidupnya.

Tujuannya satu, ia harus masuk ke sebuah apartemen megah yang terdiri dari orang-orang kaya. Bukan sembarang apartemen, karena didalamnya ternyata ada hal-hal misterius.

Sekarang, tujuan Asia tidak lagi hanya untuk bertemu dengan adik yang sudah ditinggalkannya bertahun-tahun. Bisakah Asia Reaves menemukan adiknya dan keluar hidup-hidup dari apartemen tersebut?

Review Film “They Will Kill You”

ulasan-they-will-kill-you

Sejak awal film, sutradara Kirill Sokolov sudah membangun cerita dengan gelap dan tegang serta diselipin dengan humor yang menertawakan diri sendiri.

Asia Reaves dan adiknya Maria adalah dua bagian awal itu dan sang sutradara menempatkan latar cerita yang padat.

Buat saya ini adalah cara paling sederhana, ringkas dan efisien jika di sisa film hanya ingin menghadirkan action brutal dan horor yang sadis.

Pengenalan singkat pun berlanjut Ketika Asia sudah berada di dalam apartemen misterius tersebut. Tidak perlu drama yang bertele-tele, cerita diarahkan dengan sebuah action yang intens, horor sadis penuh darah dan sisipan komedi gelap yang menghibur.

Ketegangan demi ketegangan yang dibangun pun dilakukan secara bertahap dan natural. Khususnya ketika Asia sudah berada dalam lingkungan apartemen yang awalnya dihuni oleh orang-orang kaya dengan good attitude.

Pengenalan sebuah sekte klasik dari para penghuni yang tinggal di apartemen langsung memberikan dentuman keras. Tanpa ritual yang didramatisir, berbagai adegan aneh dengan karakter unik mulai muncul.

Misi Asia kini tidak lagi hanya untuk bertemu adiknya, tapi keluar hidup-hidup dari kegilataan aneh ini.

Action dengan Intensitas Tinggi

Sejak film dimulai pun, sang sutradara Sokolov menghadirkan aksi intensitas maksimal. Beberapa jeda seperti diberikan agar penonton menarik nafas ketika ditarik dalam cerita yang ringan.

Kemudian, secara bertahap dilanjutkan lagi dengan aksi-aksi yang brutal dan intensitas tinggi. Sang sutradara seperti ingin membagi intensitas dan ketegangan ini dalam bentuk level seperti halnya permainan game.

Bahkan, secara tidak sadar, penonton akan dibawa hadir di setiap level sebuah permainan atau game. Hal ini terlihat jelas ketika Asia bergerak dari lantai demi lantai dengan rintangan dan karakter yang berbeda pula. Persis seperti sedang bermain game.

Kegilaan aksi dengan intensitas tinggai ini juga semakin lengkap dengan pemilihan teknik kamera yang terbilang kasar.

Mengingatkannya pada salah satu film Indonesia paling sukses menurut keyakinan saya, yaitu “They Raid.”

Horor yang Kasar

Meskipun penuh dengan aksi-aksi brutal, film ini tentunya akan identik dengan horor yang kasar. Di sinilah bagian sebuah film diuji, ketika horor memang tidak hanya tentang hantu, jumpscare atau sound horor, tapi “They Will Kill You” mampu membuktikan kengeriannya sendiri.

Mulai dari sekte, adegan organ tubuh yang tercerai-berai hingga semburan darah. Disinilah horornya kemudian menjadi bagian dari intensitas tersebut.

Meskipun begitu, di tengah horor yang kasar ini, “They Will Kill You” menghadirkan narasi dengan komedi-komedi yang gelap di momen yang tepat. Sehingga akhirnya, semuanya terasa natural dan terasa spontan dari para pemerannya.

Tentu saja, dengan sajian horor yang kasar dan sadis ini film “They Will Kill You” memang tidak diperuntukkan bagi anak-anak.

Gambaran horor ini juga dilengkapi dengan visual, yang hadir dengan warna kelam semakin menunjukkan identitas film ini secara keseluruhan. Selain itu,saya menemukan hal menarik lainnya tentang bagaimana ketika kamera menyoroti karakter-karakternya.

Setiap kamera seperti selalu mengambil posisi di bagian tengah yang menghadirkan perspektif tersendiri untuk sebuah film.

Porsi Karakter yang Tepat

review-film-they-will-kill-you

Zazie Beetz adalah pemeran utama film ini. Dan dengan menjadi dirinya sendiri sebagai Asia Reaves ia setidaknya berhasil keluar dari karakter sebagai Domino di film “Deadpool.”

Karakternya pas tidak berlebihan dan sesuai dengan porsinya. Hal yang sama juga diperankan dengan baik. Yang mungkin mencuri perhatian tentu saja adalah Tom Felton yang selama ini dikenal sebagai Draco Malfoy di saga Harry Potter.

Meskipun bukan pemeran Utama, Tom Felton melengkapi kebrutalan dan kengerian yang ditawarkan oleh “They Will Kill You” dengan sangat baik.

Selain dua nama yang mungkin populer tadi, masih ada nama-nama lain seperti Patricia Arquette dan Heather Graham yang juga mampu mencuri perhatian, tapi dengan porsi yang pas pula.

Baca juga: Ulasan“Send Help”: Film Suspense Menghibur Antara Bos vs Karyawan

Baca juga: Ulasan Film 28 Years Later: The Bone Temple Sekuel yang Unik!

Secara keseluruhan, dari review “They Will Kill You”, film ini berhasil menyuguhkan aksi yang menarik, horor yang kasar dan tetap menghibur dengan selipan komedi. Tidak perlu memikirkan plot ini dan itu di film ini.

Tapi tetap punya cerita yang kuat, padat dan jelas dari awal hingga di bagian akhir.

Leave a Comment