Film terbaru Ryan Gosling berjudul “Project Hail Mary” baru saja tayang di bioskop Indonesia hari ini. Setelah mendapatkan respon positif dari para kritikus, saya pun menontonnya langsung ke bioskop. Tanpa berekspektasi banyak dan membaca novelnya, berikut review atau ulasan saya untuk “Project Hail Mary”
Sinopsis “Project Hail Mary”
Bagaimana jadinya jika seorang guru biologi SMP kemudian direkrut pemerintah Amerika untuk menyelematkan bumi karena matahari yang sedang sekarang? Itu yang terjadi pada Dr. Ryland Grace (Ryan Gosling).
Teori nyelenehnya yang awalnya diragukan justru membuatnya bertualang di luar angkasa. Awalnya sendirian, ditinggal di sebuah pesawat antariksa yang membawanya ke sebuah kehidupan lain di tata surya, Dr. Grace bertemu dengan sahabat baru.
Sahabat yang membawanya dalam suasana tawa, mengharukan dan sebuah persahabatan.
Review Film “Project Hail Mary””

Apa yang paling identik dari film tentang misi luar angkasa? Suasana hening di semesta? Atau ketegangan dengan intensitas tinggi saat harus berhadapan dengan hal-hal tak terduga di tata surya?
Apa yang disajikan oleh “Project Hail Mary” sungguh berbeda dan di luar ekspektasi saya. Tanpa harus membaca novelnya, saya disuguhkan dengan adegan komedi di bagian awal film.
Arsitektur cerita yang rapi dengan penataan konflik yang bagus membuat saya tidak berhenti menahan tawa di awal, pertengahan hingga akhir film. Film ini diarahkan oleh Phil Lord dan Christopher Miller dengan gaya yang berbeda dibandingkan dengan film-film misi luar angkasa lainnya.
Sepanjang film, berbagai adegan komedi yang disusun dengan rapi sukses memberikan hiburan. Sebuah hal yang penting untuk melihat bahwa ketika berada di luar angkasa, hal-hal yang tak terduga sebenarnya bisa menjadi bahan tertawaan untuk diri sendiri.
Berbagai tingkah laku konyolnya, adegan-adegan monolog-gesture-gesture slapstik, hampi dimainkan dengan nyaris sempurna. Ini adalah sebuah pengalaman baru bagi saya untuk menonton film dengan genre sci-fi tapi dengan sentuhan komedi yang baik.
Tak hanya itu, dua sutradara ini tetap mampu memberikan elemen kejutan yang menegangkan, bahkan mengharukan. Sebuah cerita yang mampu memberikan satu sudut pandang lain untuk sebuah cerita tentang petualangan misi luar angkasa.
Alur cerita yang saya rasa terlalu cepat tidak masalah. Ini adalah cara yang baik untuk mengajak penonton menyaksikan film ini 1-2 kali lagi.
Tapi ada beberapa bagian cerita yang dibuat maju-mundur, mengajak pentonton untuk mengetahui latar belakang Dr. Grace yang dibuat lebih tenang, santai, tidak terburu-buru dan tentu saja sangat penuh unsur komedi.
Bukannya tanpa kekurangan, bagian drama dan sedikit fantasi rasanya tidak masuk akal. Tapi, ini masih dalam batas yang wajar, karena sentuhan genre komedi yang kuat dan tentu saja memberikan saya satu sudut pandang baru tentang film luar angkasa.
Duo Dr. Grace dan Rocky
Tak hanya dua sutradara, tapi dua karakter utama Dr. Grace dan Rocky adalah cara yang bagus bagaimana mengenalkan alam semesta yang luas ini.
Ryan Gosling yang memerankan Ryland Grace, jelas sudah diakui kemampuannya. Ia mampu membawa narasi komedi yang kuat sejak awal film dimulai. Di mana Ryan Goslin pertama kali terlihat terbangun di sebuah pesawat ruang kebingungan, mencoba beradaptasi dengan sebuah hal yang tidak ia ketahui dan pertemuannya dengan Rocky.
Pemilihan karakter yang diberi nama ‘Rocky’ (James Ortiz) adalah penyokong cerita yang kuat. Ia adalah sosok alien yang selama ini selalu ada di pikiran sebagai sosok jahat. Tapi, bagaimaan akhirnya ketika Rocky bahu-membahu dengan manusia dan mencoba menyelamatkan alam semesta?
Sebuah makhluk dari planet bernama Erid yang ditemuinya pun tak kalah meyakinkan. Bagaimana cara sutradara menanamkan latar belakang cerita, memberi tahu siapa karakter ini sangat bagus.
Saya seperti sedang menonton persahabatan antara manusia dengan robot di beberapa film lainnya. Ini adalah cara yang patut diapresiasi untuk memberikan gambaran bahwa di semesta yang luas ini diantara kehidupan yang tumbuh akan selalu ada hal-hal baik, termasuk persahabatan antara manusia dan makhluk lainnya di alam semesta di sana.
Sinematografi Penuh Fantasi

Ketika di awal film saya sudah disuguhkan dengan sajian komedi yang membuat gelak tawa, saya tidak terlalu berharap banyak tentang sinematografi.
Tapi kejutan datang lagi dengan cara yang unik. Pengambilan sudut pandang kamera untuk fokus pada karakter atau obhek tertentu menjadi terlihat menarik. Sementara itu, ketika saya merasa tidak akan ada lagi visual yang fantastis di alam semesta, menjelang akhir film saya dikejutkan dengan cara yang berbeda.
Sebuah bintang yang dituju oleh Dr. Grace dan Rocky memberikan visualisasi yang maksimal. Meskipun adegannya terasa tidak masuk akal, tapi saya masih bisa memaklumi. Bahkan mengingatkan saya tentang visualisasi apik yang pernah muncul di film sci-fi lainnya “Ad Astra.”
Terlepas dari beberapa kekurangannya, film ini memberikan satu hal yang baru dan segar untuk ditonton. Alam semesta yang membuat kita takjub sekaligus mengerikan disampaikan dengan tutur yang menyenangkan.
Tanpa harus kehilangan sentuhan drama, persahabatan dan tentu intensitas ketegangan yang mencekam ketika berjibaku dengan benda-benda asing di jagat semesta.
“Project Hail Mary” punya cara radikal untuk bercerita dengan gayanya sendiri. Membuat harapan umat manusia bisa diperbaiki di masa depan, bahkan tidak lagi dengan hanya saling adu kuat atau saling menguasai teknologi terbaru.
Tapi, umat manusia bisa diselamatkan dengan ilmu pengetahuan, komunikasi dan tentu saja kecerdasan. Apakah film ini layak dinominasikan untuk kategori Oscar sebagai salah satu film terbaik? Kita tunggu saja.
Tapi, jika kalian para pembaca memang sudah pusing dengan kondisi dan keadaan negeri ini, film “Project Hail Marry” adalah sebuah tontonan yang menyegarkan dan komedi yang unik untuk sebuah film dengan latar luar angkasa.
Baca juga: Daftar Film Sci-Fi Terbaru 2026: Misi Luar Angkasa Hingga Bahaya AI
Baca juga: Review Film “Good Luck, Have Fun, Don’t Die:” Komedi Satir Tentang AI
Sekian review dan ulasan saya tentang film “Project Hail Mary.” Film ini sedang tayang di bioskop-bioskop di indonesia!
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
