Pemain lama yang tetap eksis hingga sekarang. Meskipun kini sudah ada teknologi bernama AI, Snapseed tetap kokoh sebagai salah satu aplikasi untuk mobile fotografi. Saya pun tetap setia hingga kini menggunakan aplikasi Snapseed. Sebelum masuk ke review update aplikasi editor foto Snapseed 4.0, saya coba berbagi dulu tentang aplikasi ini.
Dikenalkan sejak tahun 2011 oleh Nik Software langsung menarik perhatian jutaan fotografer karena menawarkan alat editing tingkat profesional secara gratis pada masanya.
Pada masa itu, merupakan pengalaman saya pertama kali menggunakan Snapeed di perangkat iPhone yang merupakan milik kantor dan di lingkup pekerjaan saya sebagai penulis untuk berita gadget dan teknologi.
Sehingga akhirnya di tahun 2012, diakusisi Google, dan pada tahun itu, juga saya langsung mengunduh aplikasi ini di perangkat Android.
Sudah hampir 15 tahun, hingga tulisan ini dimuat, Snapseed tetap aplikasi edit foto yang selalu bisa diandalkan. Beberapa tahun yang lalu, Snapseed punya fitur yang bisa membuka goto file RAW, fitur Selective Adjust berbasis titik kontrol, dan editing non-linear menjadikannya unggul dibanding banyak kompetitor berbayar.
Update terakhir sejak tahun 2021 pun tidak memberikan banyak perubahan. Dan kini, di bulan Mei 2026, Snapseed hadir dengan versi 4.0.
Apa yang bikin saya pada akhirnya menulis review dari update aplikasi foto editor Snapseed 4.0. Selain jadi aplikasi favorit, saya menemukan banyak hal yang menarik untuk diulas.
Snapseed Camera: Fitur Terbesar yang Mengubah Segalanya

Ini yang mengejutkan saya. Snapseed menghadirkan fitur kamera. Hal ini terbilang sangat terlambat, mengingat aplikasi sejenis sudah dari dahulu kala menambahkan fitur ini.
Tapi, hal menarik yang tentunya wajib dicoba, khususnya bagi saya yang memang mengandalkan aplikasi ini.
Snapseed Camera adalah kamera terintegrasi yang dibangun langsung di dalam aplikasi. Caranya adalah diakses melalui Floating Action Button (FAB) di homepage aplikasi.
Ketika dibuka, pengguna akan melihat viewfinder yang dirancang seperti kamera sungguhan, bukan sekadar antarmuka digital.
Kontrol Manual Pro
Dj dalam kameranya, Snapseed juga melengkapinya dengan kontrol manual. Mulai dari ISO, Shutter Speed hingga
Focus.
Kehadiran fitur ini tentunya menempatkan Snapseed sebagai alat yang membantu mobile fotografi menjadi lebih serius.
Simulasi Kamera Film
Saat memotret, penguna bisa membuat simulasi film secara real-time. Pengguna bisa menangkap visualisasi sebelum memencet tombol rana. Uniknya, ini tersedia gratis, ketika di aplikasi lain pastinya akan menggunakan fitur berbayar.
Simulasi ini tidak hanya menjual nilai vintage, tapi Snapseed mencoba ingin lebih realistis secara teknis dan artistik. Beberapa filter film yang ada diantaranya adalah Kodak Portra, Fuji Superia hingga total 31 film-inspired filter dari tahun ’60-an hingga di era modern.
Tak hanya itu, ada beberapa bagian lain yang menarik pada simulasi kamera film ini. Berikut beberapa diantaranya:
Halation dan Bloom
Hal menarik yang saya temukan ketika menguji aplikasi ini adalah kehadiran Halation dan Bloom, dua efek optis yang terjadi secara natural pada film analog nyata.
Halation adalah efek di mana cahaya terang “menerobos” melalui base layer film. Hasilnya akan memberikan visual berupa glow sedikit kemerahan di sekitar highlight.
Sementara itu, Bloom menciptakan efek cahaya dari area terang. Terlihat seperti bagaimana lensa kamera lama merespons cahaya kuat. Jika dikombinasikan dengan Halation, efek ini memberikan gambaran yang mirip dengan foto analog asli.
Grain yang Realistis
Tak hanya itu, Snapseed 4.0 juga memperbarui simulasi grain. Butiran film yang menjadi ciri khas visual fotografi analog. Grain yang saya dapatkan setelah menggunakan fitur ini adalah mengikuti arah visual seperti grain dari roll film yang nyata.
Redesign UI yang Benar-Benar Baru
Saya pertama kali mendapatkan update ini untuk versi Android. Saya menduga awalnya ini memang hanya untuk sistem operasi Google itu saja.
Tapi, kurang lebih 24 jam kemudian, aplikasi Snapseed di iOS juga mendapatkan update. Hal yang membuat saya takjub adalah tampilan antarmuka yang berubah secara menyeluruh.
Ini bukan lagi improvement, tapi terlihat dari desain ulang yang baru. Apa saja yang saya temukan dari tampilan antarmuka yang baru ini?
Homepage Grid Baru

Halaman utama Snapseed 4.0 berganti dan sekarang menampilkan grid yang menunjukkan semua foto yang pernah diedit penggunanya. Untuk memulainya, pengguna bisa langsung memilih tombol “Add Photo” dan akan membuka system file picker. Perubahan ini terkesan sederhana tapi signifikan dalam konteks kecepatan kerja.
Reorganisasi Navigasi dan Toolbar
Pengalaman berikutnya yang saya dapatkan adalah tentang navigasi. Beberapa diantaranya adalah
- Tab Favorit dipindahkan ke bagian tengah toolbar bawah
- Tombol “Tools” mengumpulkan semua alat editing di satu tempat di sisi kanan
- Fungsi Export dipindahkan ke pojok kanan atas
- Floating Action Button (FAB) untuk Snapseed Camera tersedia di homepage
Antarmuka Lebih Cepat dan Intuitif
Dari sisi pengalaman yang saya dapatkan dari antarmuka yang baru, terlihat Snapseed ingin memberikan pengalaman yang lebih “smooth and more intuitive.”
Artinya adalah transisi antar pergantian menu edit jadi lebih praktis dan mulus, serta pengelompokkan alat edit yang terasa lebih logis.
Mengubah Alur Kerja Dalam Proses Editing
Dengan berubahnya tampilan antar muka, hampir semua proses dan alur kerja saat melakukan edit foto pun berubah. Hal ini saya lengkapi dengan istilah Non-Destructive Editing.
Dalam dunia fotografi digital, “destructive editing” berarti setiap perubahan yang dilakukan oleh penggunanya langsung mengubah data piksel asli foto. Sekali disimpan, perubahan itu permanen. Khusus untuk Snapseed, ketika proses editing telah selesai, foto asli tetap utuh dan perubahan bisa diubah atau dihapus kapan saja.
Tak cukup sampai di situ, Non-Destructive Editing, hal ini juga mengubah beberapa bagian lainnya yaitu bagaimana pengaruhnya terhadap integrasi dengan Snapseed Camera. Efek dari penggunaan fitur kamera tidak langsung dibakar ke dalam piksel.
Tapi disimpan sebagai layer yang bisa diedit, sehingga memungkinkan pemilik foto bisa memilih dan memilah foto yang sesuai dengan seleranya.
Smart Masking (One-Touch Masking)
Tak ketinggalan, Snapseed tetap menampilkan integrasi AI di dalam aplikasinya. Meskipun begitu, fungsi kontrol manusia tetap lebih besar dan semuanya bisa dilihat dari Smart Masking (One-Touch Masking)
Pada Snapseed 4.0 menghadirkan fitur Smart Masking (One-Touch Masking) yang berbasis AI dan memungkinkan pengguna mengisolasi subjek atau background hanya dengan satu kali tap.
Cara Kerja Smart Masking
Teknologi Smart Masking ini menggunakan model machine learning yang berjalan langsung di perangkat dan bukan di cloud. Sehingga proses ini dilakukan tanpa perlu menggunakan koneksi internet.
Ketika pengguna mengetuk area foto, AI akan otomatis mengidentifikasi dan menseleksi sebuah objek atau background di area tersebut.
Dari pengalaman saya, hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan dilakukan secara manual.
Keunggulan Menggunakan Smart Masking
Smart Masking ini memilikih beberapa manfaat bagi para editor foto. Berikut beberapa diantaranya:
- Mengubah eksposur subjek tanpa memengaruhi background
- Mengubah saturasi warna pada objek tertentu saja
- Menerapkan efek hanya pada area yang dipilih
- Meningkatkan detail pada subjek foto portrait perubahan drastis di latar belakang
Batch Edit yang Fleksibel
Bagi fotografer yang membutuhkan fleksibelitas dalam mengidt foto, maka Batch Edit adalah fitur yang akan menghemat waktu sangat signifikan.
Mengenal Apa Itu Batch Edit?
Batch Edit adalah sebuah fitur yang memungkinkan pengguna menerapkan look, filter, atau adjustment yang sama ke banyak foto sekaligus.
Cara ini lebih praktis dan fleksibel ketimbang mengedit foto satu per satu.
Cara Menggunakan Batch Edit Snapseed
- Edit satu foto hingga hasilnya sesuai dengan selera visual pengguna
- Simpan edit tersebut sebagai “Look” atau preset
- Selanjutnya, pilih beberapa foto lain yang ingin diedit dengan cara yang sama
- Terapkan Look tersebut ke semua foto yang dipilih
Fitur baru ini, tentunya bermanfaat bagi kreator yang ingin menjaga konsistensi feed media sosial atau konten brand dengan tone yang sama.
Fitur Baru Color HSL dan Dehaze
Masih banyak lagi yang akan jadi review saya di update aplikasi Snapseed 4.0 sebagai foto editor. Terdapat beberapa tools baru yang membantu proses editing foto menjadi lebih baik lagi bagi penggunanya.
Color HSL
Color HSL merupakan hal baru yang memberikan kontrol presisi atas tiga atribut warna secara terpisah untuk setiap rentang warna yaitu, Hue, Saturation dan Luminance.
Pengguna bisa membuat langit biru menjadi lebih dramastis tanpa memengaruhi warna-warna di sekitarnya.
Misalnya, kamu bisa membuat langit biru terlihat lebih dramatis tanpa mempengaruhi warna hijau dedaunan, atau menghangatkan warna kulit tanpa mengubah warna pakaian di foto portrait.
Jika selama ini hanya tersedia di Adobe Lightroom Mobile berbayar, maka fitur ini bisa didapatkan di Snapseed secara gratis. .
Dehaze
Dehaze adalah tools untuk menghilangkan bagian-bagian kabut yang ada di dalam foto. Cocok untuk foto landscape, foto outdoor atau backlit yang memiliki lens flare secara berlebihan.
Baca juga: Manfaat Menggunakan Aplikasi Untuk Menghitung Langkah Jalan Kaki
Baca juga: Hasil Foto Ala DSLR? Coba 5 Aplikasi Kamera Terbaik Ini Saat Low Light
Improvement di Alat Editing Foto

Selain menambah beberapa fitur baru, Snapseed 4.0 juga meningkatkan tools editing yang sudah ada sebelumnya. Berikut beberapa diantaranya.
Portrait Mode yang Diperbarui
Fitur Portrait kini sudah terintegrasi dengan Smart Masking, pengenalan wajah dan seleksi area skin tone menjadi lebih akurat berkat tambahan AI
Selective dan Brush yang Dipertahankan
Proses editing seperti Selective (adjustment berbasis titik kontrol) dan Brush (retouching selektif untuk eksposur, saturasi, kecerahan, atau warmth) dipertahankan, karena memang Snapseed ingin mengajak penggunanya mengontrol fotonya sendiri.
Healing yang Dipertahankan
Dengan smart masking yang lebih baik, seleksi area untuk healing menjadi lebih mudah dan akurat.
Curves, Vignette, dan Adjust
Fungsi Curves, Vignette, dan Adjust tetap tersedia dengan peningkatan UI yang membuatnya lebih mudah diakses.
Improvement RAW
Terakhir, dukungan untuk file RAW dipertahankan, bahkan ditingkatkan sehingga kenyamanan mengedit foto dapat dipertahankan.
Sekian dulu, review dari update aplikasi foto editor, Snapseed 4.0, sekarang saatnya berkreasi dengan imajinasi visual yang ingin diciptakan penggunanya.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
