Selama berkutat dengan Meta Ads, ada satu hal yang terus membuat saya belajar, bagaimana cara mengatasi kehilangan data tracking iOS di ekosistem Meta Ads?
Ya! Ini adalah iklan instal aplikasi yang menggunakan ekosistem Meta. Tujuannya beragam, bisa mulai dari branding, instal, akuisisi user hingga remarketing.
Dari apa yang saya alami, ROAS iklan yang tampil di Facebook dan Instagram terlihat ideal, data konversi mengalir deras, dan sebagai pengelola iklan saya memahami, iklan mana yang memberikan dampak langsung seperti menarik pelanggan.
Tapi, semuanya berubah ketika di tahun 2021, Apple merilis iOS 14.5 dan semuanya berubah, sehingga saya pun kembali bahkan hingga sekarang.
Dampak iOS 14.5 dan Lebih Tinggi Bagi Iklan Meta
Pernah kah pemilik Apple device seperti iPhone dan iPad menemukan popup sederhana bertuliskan: “Izinkan [App] melacak aktivitas Anda di aplikasi dan situs web perusahaan lain?” ketika menginstal aplikasi?
Ini bukan sekedar gaya-gayaan. Ini bukan juga tentang perlindungan privasi yang bisa dipilih sendiri oleh pengguna produk Apple tentang bagaimana menghargai hak mereka di dunia digital.
Hal ini, ternyata memiliki dampak yang luar biasa bagi periklanan digital.
Hingga tahun ini, dampaknya masih terasa. Pada bagian ini saya ingin mencoba berbagi pengalaman tentang apa yang saya lihat dan pelajari dibalik iOS privacy update menyentuh kampanye Meta Ads mereka.
Memahami App Tracking Transparency
App Tracking Transparency atau saya singkat menjadi ATT di iOS merujuk pada App Tracking Transparency. Fitur wajib dari Apple yang mengharuskan setiap aplikasi meminta izin penggunanya sebelum melacak aktivitas di berbagai aplikasi dan situs web.
Data yang saya dapatkan, 75-85% pengguna iOS memilih untuk TIDAK mengizinkan tracking di awal pengenalannya di tahun 2021 hingga pada akhirnya Meta kehilangan hingga USD 10 miliar pendapatan iklan di tahun 2022.
Namun, yang patut dicatat, variasi data dan riset yang diumumkan Mobile Measurement Partner seperti AppsFlyer angkanya sudah menurun hingga 50%.
Meskipun begitu, ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, dan ditujukan pada kecerdikan pengembang menata aplikasinya agar ATT tidak DITOLAK oleh pengguna iOS.
Meskipun di tahun 2026, Meta melakukan perubahan dan penyesuaian untuk mengukur metriknya, maka para pegiat digital marketing perlu melakukan beberapa penyesuaian.
Sebelum itu, kita sejenak kembali untuk melihat kembali bagaimana sistem iklan bekerja sebelum kehadiran iOS 14.5.
Sebelum iOS 14.5 Surga Data untuk Pengiklan
Dunia digital Ads selalu bergerak dinamis. Khususnya untuk iPhone yang dilengkapi dengan identitas unik yang disebut IDFA alias Identifier for Advertisers.
Bayangkan IDFA seperti nomor KTP digital untuk setiap perangkat iPhone. IDFA memungkinkan berbagai aplikasi dan platform iklan untuk saling berbagi informasi tentang perilaku seorang pengguna di berbagai aplikasi dan situs web yang berbeda.
Contoh, ketika seseorang mengklik iklan HP di Instagram, lalu membuka aplikasi tertentu dan membeli sepatu tersebut, maka IDFA yang menjadi penghubung dua kejadian di dua aplikasi berbeda itu.
Dalam konteks ekosistem Meta, mereka tahu persis bahwa iklan tersebut menghasilkan pembelian. Retargeting berjalan sempurna. Lookalike audience bisa dibuat dari data konversi yang kaya.
Tentang App Tracking Transparency (ATT)
Sejak tahun 2021, Apple memperkenalkan App Tracking Transparency (ATT) sebagai bagian dari kebijakan privasi mereka yang semakin ketat. Secara teknis, cara kerjanya adalah setiap aplikasi yang ingin mengakses IDFA pengguna atau melacak aktivitas mereka di aplikasi dan situs web lain WAJIB menampilkan popup izin yang distandarisasi oleh Apple.
Teks popup ini tidak bisa dimodifikasi oleh penembang aplikasi. Tapi, ini semua sudah diatur dari sistem Apple yang menentukan
Pengguna yang akan memakai aplikasi hanya punya dua pilihan: izinkan tracking atau larang tracking. Jika pengguna memilih untuk tidak mengizinkan, aplikasi tersebut tidak bisa mengakses IDFA dan tidak bisa melacak pengguna di luar ekosistemnya sendiri.
Keputusan ini tersimpan di level sistem operasi dan berlaku untuk semua aplikasi, kecuali pengguna secara aktif mengubahnya di pengaturan privasi iPhone.
Dan seperti yang sudah disebutkan 75-85% pengguna iPhone memilih untuk tidak dilacak dan itu berarti Meta kehilangan visibilitas atas sebagian besar aktivitas pengguna iPhone di luar aplikasi Facebook dan Instagram.
Bagi pegiat digital marketing, ini adalah sebuah tantangan, bahkan hingga tahun ini dan hari ini saya menuliskannya.
Cara Cek Seberapa Banyak Audiens Menggunakan iOS
Di Meta Ads Manager, digital marketer bisa menggunakan layanan iklan aplikasi Android dan iOS. Nah, bagi yang ingin mengiklankan aplikasi berbasis iOS bisa melakukan pengecekan untuk mengetahui seberapa banyak iklan terhubung dengan pengguna iOS.
Caranya sederhana, buka laporan kampanye → Kolom → Kustomisasi Kolom → cari ‘Perangkat’. Jika persentase pengguna iOS tinggi maka dampak ATT pada bisnis Anda sangat signifikan dan membutuhkan perhatian lebih.
Apa yang Hilang Ketika Pengguna Menolak Tracking
Ketika seorang pengguna iOS menolak tracking, bukan berarti mereka tidak bisa melihat iklan Anda. Mereka tetap bisa melihat iklan. Tapi yang hilang adalah kemampuan Meta melacak apakah pengguna tersebut melakukan konversi di website atau aplikasi setelah mengklik atau melihat iklan Anda.
Tak hanya itu, Meta juga kesulitan untuk memahami perilaku browsing dan pembelian yang dilakukan oleh audiens di luar ekosistem Meta.
Meta pun jadi kesulitan untuk membantu digital marketer untuk membuat custom audience berbasis website visi yang sangat bergantung pada Pixel.
Tak hanya itu, pada digital marketer juga pada akhirnya kesulitan untuk mendapatkan cara yang akurat untuk melihat konvesi yang dihasilkan dari iklan, karena belum ada hal teknis konkrit untuk mengatasi kehilangan data tracking di iOS untuk Meta Ads.
Dampak ATT Pada Performa Meta Ads
Sebenarnya, masih banyak waktu untuk mempelajari kenapa hingga saat ini, cara mengatasi kehilangan data tracking di Meta Ads ketika menjalankan iklan aplikasi untuk iOS. Tapi, mau tidak mau saya harus menjelaskan dampaknya terlebih dahulu.
Distorsi Data Dari Ads Manager Sangat Dinamis
Ini adalah konsekuensi yang sering saya temukan. Data yang muncul di Meta Ads Manager bisa sangat jauh dari realita, dan arahnya bisa ke dua sisi yang berlawanan.
Data Bisa Saja Terlihat Lebih Buruk dari Realita
Saya bukan orang yang sepenuhnya jago tentang memahami data seperti ini. Tapi, pelajaran yang saya dapatkan bahwa data ternyata bisa berlawanan dari realita.
Setiap funnel, metrik hingga konvesi menjadi sulit untuk dideteksi oleh sistem Meta, karena pengguna menggunakan iPhone dan memilih untuk tidak dilacak. Pemilik bisnis yang menggunakan aplikasi pun tidak bisa memaksakan hal ini.
Data Terlihat Lebih Baik dari Realita
Cara mengatasi kehilangan data tracking dari iOS ini sebenarnya bisa diatasi dengan menggunakan Modeled Conversion yang dihadirkan oleh Meta Ads.
Meta mengeluarkan angka “perkiraan” konversi, tapi tidak bisa diobservasi. Hal ini masih ditambah lagi dengan adanya kemungkinan bug yang muncul pada CAPI dan Pixel yang membuat konversi bisa dihitung berbeda dari realitanya.
Tanda-Tanda Data Mungkin Tidak Akurat:
- Jumlah konversi di Ads Manager lebih sedikit dibanding data backend atau CRM.
- ROAS di Ads Manager terlihat ideal, tapi pendapatan nyata tidak sesuai.
- Munculnya possibility di mana kampanye retargeting tiba-tiba kehilangan audiens tanpa alasan yang jelas.
- Event Match Quality (EMQ) di Events Manager berada di bawah 7.0.
Efek Untuk Retargeting dan Custom Audience
Custom Audience dan Retargeting adalah salah satu fitur Meta Ads yang bagus. Sayangnya, hal ini berdampak ketika terjadi perubahan iOS.
Jika 100 orang mengunjungi halaman produk dari website. 50 diantaranya adalah pengguna iPhone yang opted-out dari tracking. Meta Pixel yang sudah ditanamkan di website tidak bisa mengenali 50 audience ini.
Maka custom audience “pengunjung website” Anda yang seharusnya berisi 100 audience, hanya terisi 50 audience. Bahkan, bukan tidak mungkin lebih sedikit lagi, jika ada audience yang mungkin di luar iOS menggunakan Ad Blocker.
Hal yang sama juga terjadi pada Lookalike Audience. Jika custom audience training data Anda sudah berkurang kualitasnya karena bias maka lookalike yang dihasilkan pun menjadi kurang representatif dari pelanggan ideal Anda yang sebenarnya.
Perubahan Attribution Window dan Belajar Membaca Data
Sebelum ATT, Meta mengenalkan window atribusi hingga 28 hari klik dan 28 hari view. Artinya, jika seseorang mengklik iklan dari para pengiklan, lalu melakukan pembelian 20 hari kemudian, konversi itu masih diatribusikan ke iklan tersebut.
Tapi, setelah ATT, window default yang direkomendasikan berubah menjadi 7 hari klik dan 1 hari view. Bagi bisnis yang siklusnya pembelian termasuk panjang, bisa membuat konversi tidak lagi terhitung seperti di iklan.
Meskipun pada faktanya, iklan yang dibuat tetap memengaruhi keputusan beli seorang audience.
Belajar Membaca Report Saat ATT dikenalkan:
- Selalu bandingkan data Meta Ads Manager dengan data di backend bisnis.
- Coba fitur ‘Compare Attribution Windows’ di Ads Manager untuk melihat perbedaan antara window 1 hari vs 7 hari
- Jika ingin menggunakan Modeled Conversion mindsetnya adalah estimasi, bukan angka pasti
- Jalankan Meta’s Conversion Lift Study untuk mengukur dampak nyata iklan secara agregat
Modeled Conversion: Estimasi dari Meta AI
Konsep Modeled Conversion dikenalkan Meta untuk merespon kemungkinan hilangnya data karena ATT. Model ini adalah perkiraan yang dibuat oleh AI Meta berdasarkan pola historis dan data agrega.
Dari pengalaman yang saya dapatkan, Modeled Conversion sudah menyumbang hingga 10% dari total konversi yang dilaporkan di Ads Manager untuk akun iklan. Ini adalah angka estimasi dan bukan data terukur secara langsung.
Dari pengalaman yang saya dapatkan, Meta’s modeled conversion terbilang cukup akurat dalam tren dan pola jangka panjang. Tapi, semuanya masih akan sangat dinamis dan fluktuatif dan tidak selalu mencerminkan realita yang sebenarnya.
Apa Strategi yang Jadi Pilihan Digital Marketer?

Ketika ini sudah terjadi, ada beberapa pilihan yang sebaiknya bisa dijalankan oleh pada digital marketer. Berikut adalah beberapa pilihannya:
Meta Conversions API (CAPI)
Meta Conversions API atau CAPI adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah tracking yang disebabkan oleh ATT dan berbagai pembatasan browser lainnya.
Perbedaan Pixel dan CAPI
Pada praktik yang saya lakukan Meta Pixel adalah kode JavaScript yang berjalan di browser pengguna ketika mereka mengunjungi website. Sayangnya, browser-based tracking seperti ini akan sulit dideteksi karena ATT opt-out dari iOS, ad blocker, pembatasan cookie Safari (ITP), dan Firefox Enhanced Tracking Protection.
Sementara itu, CAPI bekerja dengan cara yang berbeda. Mulai dari data konversi dikirim langsung dari server pemilik bisnis ke server Meta, tanpa melalui browser dan CAPI tidak terpengaruh oleh sistem iOS.
Data yang saya dapat dari berbagai sumber industri di 2026 menunjukkan bahwa akun yang hanya menggunakan Pixel bisa kehilangan lebih dari 50% data konversi aktual.
Sementara itu, yang mengimplementasikan CAPI mengalami penurunan biaya iklan per hasil rata-rata 17,8% karena algoritma Meta mendapatkan sinyal yang ebih lengkap untuk dioptimalkan.
Cara Kerja CAPI: Memahami Teknisnya Tanpa Harus Jadi Developer
Sebagai ilmu tambahan cara kerja CAPI bisa dipelajari, meskipun seorang digital marketer bukan developer. Saya coba buat simulasinya seperti ini.
Pixel adalah kasir toko yang bayaran dan bon dari pelanggan untuk mencatat setiap transaksi. Jika pelanggan datang tanpa bon (karena ad blocker, iOS opt-out), maka kasir tidak bisa mencatat transaksi tersebut, meskipun pembelian sudah terjadi.
Sementara itu, CAPI seperti sistem backend toko yang langsung melapor ke Meta setiap kali ada transaksi di database Anda. Sistem ini tidak akan bergantung pada bon dari pelanggan.
Selama transaksi masuk ke sistem backend, Meta tahu segalanya dan bisa melacak semua itu.
Data Apa yang Bisa Dikirim via CAPI?
- Pembelian (Purchase) termasuk nilai transaksi
- Add to Cart
- Initiate Checkout
- Pengisian Formulir Lead untuk B2B
- Complete Registration bagi user yang sudah berhasil diakui
- Konversi Offline (transaksi di toko fisik, via POS)
- Aktivitas CRM
- Panggilan Telepon (via integrasi call tracking)
Baca juga: Cara Beriklan di Meta Ads Bagi Bisnis Jasa Lokal Agar Anggaran Efisien
Baca juga: Strategi Meta Ads untuk UMKM Kuliner: Order Naik Tanpa Buang Budget
Cara Pengaturan CAPI Meta Ads
Dari apa yang saya jalani, pengaturan CAPI sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih efisien.
One-Click CAPI (Per April 2026)
Di bulan April 2026 yang lalu, Meta merilis fitur One-Click CAPI di dalam Events Manager. Tanpa kode apapun, dan tanpa server yang perlu dikonfigurasi, dan benar-benar gratis.
Caranya, cukup masuk ke Events Manager, temukan opsi One-Click CAPI, dan aktifkan. Ini sudah mencakup event standar seperti Page View, Add to Cart, Initiate Checkout, dan Purchase untuk website.
Platform Native Integration
Jika bisnis yang dikelola menggunakan platform e-commerce populer, maka sudah ada integrasi resmi Shopify, WooCommerce, dan Magento memiliki plugin atau integrasi bawaan yang terhubung dengan CAPI Meta.
Gunakan Google Tag Manager Server-Side
Google Tag Manaer atau GTM dengan opsi server-side container GTM memberikan kontrol yang lebih besar dengan overhead teknis yang lebih rendah dibanding kode custom. Pebisnis yang ingin beriklan nantinya memerlukan hosting server untuk semakin melengkapinya.
Custom API Integration Bagi Developer
Developer juga bisa terlibat karena Meta Marketing API memberikan kontrol penuh atas setiap event yang dikirim, termasuk event custom, data offline dari POS, dan integrasi dengan sistem CRM enterprise.
Cara ini tampaknya Cocok untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi dan kebutuhan tracking yang kompleks.
Gunakan Event Match Quality (EMQ) Agar Lebih Kuat
Event Match Quality (EMQ) adalah skor antara 1-10 yang bertujuan untuk mengukur seberapa baik Meta dapat mencocokkan event yang dikirimkan melalui CAPI.
Cara meningkatkan EMQ adalah dengan mengirimkan lebih banyak parameter bersamaan dengan setiap event. Parameter yang paling berpengaruh adalah: email (hashed), nomor telepon (hashed), nama lengkap, kota, negara, kode pos, dan tanggal lahir.
Tips Menguatkan EMQ Tanpa Melanggar Privasi:
- Kirim email dan nomor HP yang sudah di-hash SHA-256 dengan setiap event pembelian
- Sertakan fbp (Facebook Browser ID) dan fbc (Facebook Click ID) dari cookie
- Tambahkan data alamat (kota, negara) dari form checkout yang diisi pengguna
- JANGAN kirim data dalam format plain text karena harus di-hash terlebih dahulu
Dual Tracking: Mengapa Anda Butuh Pixel DAN CAPI Secara Bersamaan
Apakah CAPI lebih baik dari Pixel? Jawabannya tidak. Keduanya tetap dibutuhkan dan saling melengkapi. Pixel masih sangat berguna untuk menangkap sinyal perilaku pengguna secara real-time di dalam browser: scroll behavior, mouse movement, waktu yang dihabiskan di halaman, dan berbagai micro-interaction lainnya.
Cara ini akan membantu dan memberikan latihan pada algoritma Meta tentang intent dan minat pengguna.
Sementara itu, CAPI, bertujuan untuk memastikan event konversi yang kritis meskipun browser dan pengaturan yang digunakan pengguna memblokir Pixel.
Setelah keduanya dijalankan, jangan lupa Event Deduplication. Cara ini memastikan ketika Pixel dan CAPI sama-sama mengirim event untuk kejadian yang sama,
Mengenal Aggregated Event Measurement (AEM)
Ketika pengaturan CAPI sudah selesai, masih ada satu tantangan lagi. Cara optimasi campaign iklan bagi pengguna iOS yang secara aktif menolak tracking.
Aggregated Event Measurement (AEM) adalah protokol khusus yang dikembangkankan Meta mengukur konversi dari pengguna iOS yang opted-out, dengan cara yang mematuhi aturan privasi Apple.
Optimasi AEM di Tahun 2025
Pada bulan Juni 2025, Meta melakukan optimasi pada AEM yang menyederhanakan prosesnya secara drastis. Jika sebelumnya pengiklan diwajibkan verifikasi domain website di Meta Business Manager, maksimal 8 conversion event per domain, dan urutan event dari yang paling penting ke yang paling tidak penting
Batasan ini sekarang sudah tidak ada. Per bulan Juni 2025, AEM kini bekerja secara otomatis di belakang layar tanpa memerlukan konfigurasi manual dari advertiser.
Awalan untuk Menggunakan AEM di 2026
Bagi pebisnis atau pengiklan yang baru mulai mengiklankan di Meta, beberapa hal berikut ini wajib dilakukan:
- Tidak perlu melakukan konfigurasi AEM manual
- Fokus pada kualitas implementasi Pixel dan CAPI
- Pastikan event schema konsisten antara Pixel dan CAPI
- Gunakan Meta Events Manager Diagnostics untuk memonitor kualitas event
- Verifikasi domain website tetap disarankan meskipun tidak lagi wajib untuk AEM
Mengapa Delay 24-72 Jam pada Data iOS Masih Terjadi
Tantangan yang masih sering terjadi dan sering dialami adalah laporan untuk data dari pengguna iOS opted-out. Data ini biasanya baru muncul di laporan Anda 24-72 jam setelah event terjadi.
Analisanya bagi digital marketer adalah jangan membuat keputusan optimasi besar berdasarkan data hari yang sama (same-day data). Selalu tunggu dan menghitung jadwal mundur, minimal 2-3 hari sebelum menarik kesimpulan tentang performa kampanye, terutama jika audiens Anda banyak menggunakan iPhone.
Strategi First-Party Data yang Relevan
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menuliskan tentang kenapa First-Party Data yang sangat penting bagi digital marketer. Hal ini juga relevan karena sistem iOS pun tidak akan menghadangnya.
First-party data tidak bisa dikontrol oleh Apple dengan sistem iOS, tidak diblokir oleh ad blocker, dan tidak terpengaruh oleh perubahan kebijakan browser. Untuk Cara Membangun Strategi First-Party Data yang Efektif dapat dilihat di tautan first party data untuk digital marketing.
Implementasi Offline Conversion Tracking via CAPI
Pengaturan CAPI tidak hanya di ruang lingkup digital, tapi juga offline. Bagi pemilik bisnis yang memiliki toko fisik, di mana audiens datang ke toko setelah melihat iklan bisa dilacak dengan menggunakan CAPI dari Meta.
Caranya paling sederhana adalah dengan sistem POS (Point of Sale) toko Anda dengan CAPI. Ketika terjadi transaksi di toko, sistem mengirimkan data transaksi (dengan data pelanggan yang di-hash) ke Meta melalui CAPI dengan label ‘offline event’. Meta akan mencocokkan data tersebut dengan pengguna yang pernah melihat atau mengklik iklan Anda.
Strategi Campaign dan Realita Privacy-First
Bagaimana jika pemilik bisnis belum memulai semua ini? Atau akan melakukan sesuatu dengan memulai iklan di Meta?
Beralih ke Broad Targeting
Dengan segala macam teknologi AI terbaru dari Meta, maka memulai iklan dengan targeting yang lebih luas punya performa yang lebih baik.
Secara sederhana, data yang semakin terbatas dari pengguna iOS, algoritma Meta butuh banyak ruang untuk belajar dan memahami penggguna yang paling memungkinkan untuk melakukan transaksi.
Saya belum terlalu sukses menjalankan campaign di Meta Ads. Tapi, cara ini bisa dicoba dan membiarkan Advantage+ serta Lattice bekerja, dan melalui tahapan learning yang menentukan kepada siapa persisnya iklan harus ditampilkan.
Optimasi Creative sebagai Prioritas Utama
Ketika targeting manual semakin kurang relevan dan data pengguna semakin terbatas, maka kreativitas dari iklan adalah kunci yang tepat.
Sistem Andromeda Meta menganalisis konten visual dan teks iklan Anda untuk menentukan kepada siapa iklan tersebut paling cocok untuk ditampilkan. Selalu lakukan A/B testing dan uji secara berkala untuk mencegah Ad Fatigue.
Asalkan dibantu dengan Creative Designer dan Video Creative yang tepat, maka para digital marketer akan benar-benar terbantu untuk mendapatkan format creative iklan yang tepat.
Advantage+ Campaign: Memanfaatkan AI Meta Secara Maksimal
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya Advantage+ Campaign Structure dari Meta hadir sebagai solusi yang memanfaatkan kekuatan AI untuk mengkompensasi hilangnya sinyal individual. Ini sudah menjadi cara mainstream beriklan di Meta. Advantage+ Shopping Campaigns.
Baca juga: Meta Lattice 2026: Target Audiens Manual Sudah Tidak Relevan Lagi?
Perkembangan iOS Privacy
ATT bukanlah akhir dari perjalanan Apple yang dikenal sangat ketat dalam mengelola dan tidak sembarangan membiarkan privasi penggunanya bisa dilacak.
Setiap versi iOS terbaru selalu ketat, dan digital marketer mana pun saya rasa harus memantau ini secara berkala.
Cookie Third-Party Sudah Tidak Efektif
Cookie Third-Party sudah tidak relevan lagi, dan Google tampaknya siap menghapus hal ini. Jika suatu saat ini terjadi, maka first-party data akan semakin menjadi fondasi utama ekosistem periklanan digital.
Cara ini akan menghapus gap antara digital dan offline yang selama ini berbanding terbalik.
Bagi digital marketer, ini adalah tahapan yang baru dan bahkan tidak bisa disentuh AI sama sekali. Selain mengimplementasikan CAPI dengan EMQ, bangun strategi first-party data yang berkelanjutan, dan pahami bahwa model data sebagai sebuah pendekatan untuk membaca performa iklan dengan lebih akurat, adalah beberapa strategi yang bisa dilakukan.
Yang tidak akan pernah berubah adalah prinsip fundamental iklan di Meta itu sendir. Lihat audiens, buat pesan yang relevan, dan ukur hasilnya dengan data dan cara yang tepat.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
