Home » Digital » Aplikasi & Tips » Kenapa Aplikasi Pinjol Mendominasi di Google Play Store?

Kenapa Aplikasi Pinjol Mendominasi di Google Play Store?

Mungkin jarang yang peduli, atau mungkin sebagian masyarakat masih santai aja. Namun, kami mulai bertanya-tanya dengan kehadiran banyaknya aplikasi pinjol di Google Play Store

Ulasanwarga.com selalu bertanya-tanya ketika membuka Google Play Store dan menggulirkan sedikit ke bawah, tentunya akan menemukan kolom “Suggested” dengan klaim “Ads” yang berisi aplikasi pinjaman online (pinjol)

Apa yang membuat aplikasi pinjaman online ini menjadi satu aplikasi yang begitu ramai dan populer di Google Play Store?

Namun dari satu sisi, muncul pertanyaan lainnya. Dari sekian banyak aplikasi lokal atau aplikasi lainnya, kenapa aplikasi pinjol yang muncul dalam kolom “Suggested” ?

Apakah tidak ada aplikasi lain yang ikut berikan dan direkomendasikan di kolom “suggested” di Google Play Store?

Berbagai asumsi dan argumentasi muncul, apakah budget Ads para perusahaan pinjol ini terlalu besar.

Atau Cost Per Instal yang ditawarkan lebih tinggi?

Asumsi ini terus bergema di dalam kepala. Apa yang kemudian menjadikan aplikasi lain yang kalah pamor dari aplikasi pinjol ini?

Jika ditelusuri melalui dunia maya, berbagai jawaban pun muncul. Ulasanwarga pun bertanya kepada beberapa masyarakat lainnya yang pernah menggunakan aplikasi pinjol.

Ternyata, aplikasi ini popular karena memang bisa jadi banyak yang membutuhkannya.

Sementara itu, secara popularitas ramainya minat terhadap aplikasi dinilai dari algoritma Google.

Semuanya didukung oleh popularitas, permintaan dari user, monetisasi dan masih banyak yang lainnya.

Tentunya ini menjadi satu tantangan sendiri bagi pada digital marketer yang bekerja dan ingin menghasilkan konversi yang tinggi di luar aplikasi pinjol.

Faktor Sosial dan “Offline”

Setinggi apa pun budget yang disiapkan untuk Ads, dan seperti apa perhitungan Cost Per Instal yang dikeluargakan tidak akan berarti jika faktor sosial dalam ruang lingkup offline ini berpengaruh besar.

Bisnis digital adalah bisnis tentang kebutuhan. Apakah audiens membutuhkan apa yang ditawarkan dari aplikasi tersebut atau tidak.

Jika berangkat dari popularitas dan permintaan user, artinya, kesenjangan sosial benar terjadi.

Mulai dari hal sederhana saja. Tentang bagaimana upah yang didapat masyarakat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Artinya, hanya dengan mengandalkan gaji saja, masyarakat di Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah harga yang melambung tinggi.

Alhasil, masyarakat mengalihkan pemenuhan kebutuhannya dengan menggunakan aplikasi pinjol.

Jadi, hal ini yang membuat popularitas dan permintaan user menjadi tinggi terhadap aplikasi pinjol.

Namun, apakah hal ini kemudian menepikan ada banyak aplikasi lain yang lebih berguna dari pinjol?

Hal yang sama seharusnya bisa dilakukan di luar aplikasi pinjol. Dari sini lah pemetaan berbasis data dibutuhkan.

Jika aplikasi lain ingin sukses seperti hanya aplikasi pinjol, harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh audiens di luar sana.

Cerdas dan Bijak Menggunakan Aplikasi Pinjol

Meskipun di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu dan biaya kebutuhan semakin meningkat, mengelola pinjol dengan bijak dan cerdas adalah hal yang penting.

Beberapa hal sederhana adalah meminjam menggunakan aplikasi pinjol ketika kebutuhan mendesak saja.

Selain itu, pastikan melakukan pinjaman dengan menggunakan aplikasi yang legal dan terdaftar di OJK.

Di luar semua itu, beberapa tips cerdas berikut bisa dijadikan sebagai acuan sebelum menggunakan aplikasi pinjol.

Selalu mengevaluasi kebutuhan adalah cara cerdas yang penting dilakukan sebelum pengajuan menggunakan aplikasi pinjol.

Pertama, cek priotitas dan introspeksi diri, apakah pengajuan pinjaman karena kebutuhan yang mendesak atau kebutuhan konsumtif.

Hindari penggunaan aplikasi pinjol untuk kebutuhan konsumtif, karena meskipun nantinya sanggup untuk membayarnya, namun nilai ini tidak sepadan dengan pengeluaran yang harus dibayarkan di kemudian hari.

Hal ini penting, mengingat di dalam aplikasi pinjol terdapat beragam biaya yang jika tidak teliti, justru akan membuat pengeluaran menjadi lebih membengkak.

Kedua, siapa pun wajib belajar dan pahami total biaya yang harus dibayarkan. Aplikasi pinjaman online tidak hanya bicara tentang bunga. Namun, cek juga biaya admin dan biaya lainnya. Hitung kembali, apakah masyarakat bisa membayarkan utang tersebut di kemudian hari.

Ketiga, selalu ingat dan jangan lupa untuk melindungi data pribadi yang digunakan, khususnya ketika akan melakukan pinjaman online. Gunakan nomor hp dan email khusus untuk pengajuan pinjaman online.

Pastikan juga kredibilitas perusahaan sudah berjalan dengan benar dan dapat dipertanggung jawabakan sehingga data pribadi tidak disebarkan begitu saja oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Keempat atau bagian terakhir, jika memang benar-benar terpaksa menggunakan aplikasi pinjol, pastikan untuk menyesuaikan kemampuan bayarnya.

Hitung semua secara mendalam dengan akal yang sehat dan bijak. Ingat! Rasio utang tibak boleh lebih dari 30% pendapatan bulanan.

Cara ini akan membantu masyarakat bisa mengelola keuangan dengan bijak, meskipun memiliki utang yang harus dibayar dengan lunas dan tepat waktu agar terhindari dari masalah.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *