Home » Digital » Digital Marketing & SEO » Belajar Lagi Bagaimana Cara Membuat Tulisan yang SEO Friendly

Belajar Lagi Bagaimana Cara Membuat Tulisan yang SEO Friendly

cara-membuat-tulisan-seo-friendly

Terus belajar dan konsisten adalah hal yang penting ketika memulai dan membuat konten tulisan agar menjadi SEO friendly. Lalu, bagaimana cara membuat tulisan yang SEO friendly di masa kini?

Pertanyaan yang mungkin akan selalu terngiang-ngiang di kepala, meningat dinamika SEO yang terus berkembang.

Dari pengalaman saya sebagai praktisi SEO, saya melihat banyak perubahan dan dinamika tentang menulis SEO di masa kini.

Dari beberapa strategi yang sedang coba saya jalankan, menulis SEO tidak lagi hanya berbicara tentang keyword, struktur heading , internal link.

Ditambah lagi, SEO bukan lagi tentang bagaimana melakukan riset kata kunci sebagai jawaban dan faktor sebuah tulisan menjadi lebih baik di mata SEO.

Saya sendiri mengalami hal ini. Membuat tulisan yang SEO friendly kini bisa dimulai dengan memahami kebutuhan pembaca sekaligus cara kerja mesin pencari.

Ditambah lagi, dengan adanya tantangan AI overview membuat SEO menjadi lebih dinamis, namun tetap dibutuhkan.

Satu hal lagi yang membuat saya kemudian merefleksikan diri adalah, bagaimana membuat tulisan satu SEO menjadi menarik di mata pembaca dan juga di sisi lainnya adalah bagaimana tulisan tersebut bisa masuk dalam sistem sebuah mesin.

Update Terbaru 27 Januari Januari 2026

“Dari pengalaman kami yang ikut membantu pembuatan konten SEO yang baik dan penempatan struktur heading yang tempat membantu AI untuk menyerap informasi yang tepat. Selain itu penggunaan tulisan yang panjang dan padat akan membantu mesin pencari menautkan website ke dalam halaman pencarian di AI overview”

Namun, kali ini saya mengajak kita semua untuk bersama-sama belajar dan fokus lagi membuat tulisan yang SEO friendly di mata Google dan tentu saja tanpa melibatkan jawaban dari AI terlebih dahulu.

Apa saja yang tips dan cara membuat konten yang SEO friendly di mata Google?

Tips membuat konten tulisan yang SEO-friendly

Dari proses pembelajaran setiap waktu yang kami jalani, beberapa tips ini bisa jadi rekomendasi untuk menghadirkan konten tulisan yang SEO friendly.

1. Membuat Struktur Tulisan yang Tepat

Secara umum, CMS seperi Blogger atau WordPress adalah yang paling umum digunakan untuk membuat konten berupa artikel atau blog untuk sebuah bisnis, brand, atau perusahaan.

Lalu, apa hubungan dari struktur tulisan dengan CMS ini?

Sebagai contoh, WordPress pada masa lalu, menghadirkan classic editor yang membuat setiap penulisnya bisa menulis satu paragraf, namun terlalu panjang dan cenderung membosankan.

Namun, seiring perkembangan waktu, kini hadir fitur block yang memungkinkan setiap penulisnya bisa membuat satu paragraf yang singkat dan padat.

Di masa kini, struktur singkat dalam satu paragraf dan tidak membosankan lebih disukai oleh Google.

Sebagai contoh, kami rangkai ilustrasi sederhananya seperti ini.

Tandai judul sebagai H1 dan masukkan kata kunci utama yang sudah diriset sebelumnya.

Lanjutkan dengan paragraf pembuka yang seperti menjadi jawaban awal untuk pembaca di kalimat awal.

Setelah itu, lanjutkan dengan menempatkan sub-heading atau dikenal juga dengan H2 atau H3. Sub-heading ini nantinya akan berisikan tulisan dari bagian kecil tulisan utamanya.

Penulis SEO pun bisa menambahkan atau mengombinasikan daftar penomoran atau poin dengan sub-heading tersebut.

Salah satu manfaaat tulisan yang terstruktur adalah agar Google Bot mudah mengenali apa isi tulisan yang disampaikan.

Dari pengalaman kami yang bekerja di ruang lingkup SEO, Heading yang tepat dan mengandung kata kunci merupakan salah satu kenapa Google tertarik untuk menempatkan artikel tersebut sebagai prioritas dalam rangking Google.

2. Apakah Kepadatan Kata Kunci Masih Efektif?

Dalam perkembangannya sekarang, kata kunci bukanlah satu-satunya faktor untuk membuat tulisan menjadi SEO friendly.

Meskipun begitu, bukan berarti kita bisa menempatkan kata kunci sesuka hati di dalam sebuah tulisan.

3 hingga 4 keyword atau kata kunci rasanya sudah cukup dan ini pun bergantung ada berapa kata yang tersusun di dalam tulisan tersebut.

Jika berlebihan, Google bisa menganggpnya sebagai spamming.

Jangan lupa pula untuk meletakkan kata kunci utama di 100 kata pertama.

Hindari memaksakan kata kunci digunakan sesuai dengan riset yang sudah ditemukan.

Menuliskan kata kunci secara alami dan mengalir adalah hal yang penting di masa kini.

Google kini terlihat lebih siap dan mulai progresif menghargai Bahasa yang lebih natural.

Jangan lupa, tambahkan kata kunci terkait di dalam tulisan.

Biasanya ini akan ditemukan ketika riset kata kunci dilakukan melalui beberapa tools popular seperti Ahrefs atau SEMrush.

Dari pengalaman kami, kata kunci yang terlalu banyak justru akan memberikan efek yang buruk pada satu konten tulisan SEO. Bukannya berada di rangking atas, namun konten SEO bisa saja terlempar jauh dari halaman belakang.

3. Artikel yang Panjang Masih Efektif?

cek-pengaturan-google-ads-untuk-market-internasional

Hal ini masih menjadi diskusi yang terus bergulir hingga sekarang.

Namun, ulasanwarga.com merekomendasikan untuk menulis sebuah artikel hingga 600-700 kata adalah pilihan yang lebih relevan.

Bagi website baru, di sebagian para praktisi bahkan tetap menyarankan menulis hingga 1000 kata.

Artikel pendek yang di bawah 500 kata kerap disebut sebagai konten yang tipis.

Selain itu, artikel yang panjang punya potensi untuk mendapatkan informasi yang utuh dari sebuah topik, dan tentunya akan sangat baik untuk SEO.

Dari pengalaman kami, tulisan yang baik adalah berkisar diantara 700 hingga 1000 kata.

Bahkan, untuk yang terlalu panjang pun belum tentu menjadi prioritas Google. Selain kata yang berisikan informasi padat juga akan sangat disukai oleh Google.

4. Tautan Berupa “Internal Link”

strategi-seo-2026-kenapa-konten-berbasis-e-e-a-t-kini-jadi-kunci-penting

Berikutnya, pastikan untuk menautkan satu “internal link” ketika akan membuat artikel.

Namun, yang wajib diperhatikan, tautan tersebut wajib artikel dengan tema yang relevan.

Cara ini akan membantu
Google bot menjelajahi seluruh website sehingga membantu meningkatkan SEO jadi lebih baik di mata Google.

5. Tambahkan Gambar dengan “Alt Text”

Sebuah artikel akan terasa hampa tampa visual yang mendukung. Salah satunya adalah penempatan gambar.

Dalam ruang lingkup SEO, ada satu hal teknis yang tidak boleh terlewatkan yaitu,dengan mengisi kolom Alt Text yang mengandung kata kunci.

Cacara ini membantu Google menelaah sebuah konten agar lebih SEO friendly.

Ingat, menu pencarian Google tidak hanya tentang tulisan atau artikel, namun juga ada pencarian berbasis gambar.

Agar lebih maksimal, pastikan Alt Text dilengkapi ketika menulis konten SEO.

Terakhir, pastikan melakukanya dengan konsistensi.

SEO yang dikelola dengan konsisten akan memberikan hasil yang bernilai.

Tidak lagi hanya tentang trafik, atau bagaimana tulisan tersebut muncul di jawaban AI.

Namun, dalam bisnis, tentunya akan memberikan efek jangka panjang yang baik untuk perkembangan bisnis yang juga dikelola dengan baik.

Konten SEO di Tengah Tren AI yang Masif

Di tengah tren AI yang masif, setiap konten SEO yang dibuat wajib memberikan nilai yang nyata pada audiens yang sedang mencai sesuatu di alaman Google.

Selain itu, konten juga harus mampu menjawab pertanyaan audiens. Bukan perkara mudah, karena pertanyaan di masa kini semakin kompleks.

Tentunya hal ini menjadikan SEO di masa kini punya tantangan sendiri, tanpa harus menghilangkan fungsi aslinya.

Bahkan, di tengah tren AI justru akan sangat terbantu dengan kehadiran konten SEO yang tepat

Selanjutnya,pastikan tulisan yang dibuat bukan hanya copy paste. Ingat! Google sangat ketat terkait dengan aturan ini.

Baca juga: Mengenal Jenis Search Intent Sebagai Bagian Dari Strategi SEO

Apakah Konten SEO Tetap Relevan di era AI?

Lalu, bagaimana cara membuat tulisan yang SEO friendly di era AI?

SEO di masa kini lebih ditujukan ntuk pemahaman konteks secara lebih detil untuk menjawab pertanyaan audiens

Oleh karena itu, inilah keuntungan dari SEO untuk AI di masa kini

  • Tulisan Konten yang SEO friendly akan Jadi Sumber Data bagi AI

AI mana pun tidak akan menciptakan informasi dari nol.

Bahkan, ketika sudah berlangganan yang Pro pun, informasi yang diberikan berasal dari sumber data berupa konten yang sudah tersaji di internet selama ini.

Jika sebuah website tidak di maintenance dan tidak dioptimasi dengan basic SEO, maka konten di dalam website pun belum terjangkau oleh AI.

  • EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness)

Di masa kini, tulisan yang SEO friendly haruslah didukung dengan EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).

Terutama untuk topik yang dekat dengan Kesehatan, keuangan hingga keputusan beli. Konten yang EEAT akan mudah terjangkau oleh AI.

  • Maksimalkan “Long-Tail Keywords”

Bagi sebagian para praktisi SEO, “Long-Tail Keywords” dulunya dianggap tidak terlalu penting, karena volume pencarian yang kecil.

Sehingga keyword ini tidak akan menghasilkan trafik atau bisa berada di rangking teratas di halaman pencarian Google.

Namun kini, “Long-Tail Keywords” yang volumenya kecil menjadi salah satu yang penting dalam SEO.

Ditambah lagi “Long-Tail Keywords” dikombinasikan dengan pertanyaan audiens yang semakin kompleks akan lebih bermanfaat lagi.

Di sinilah pentingnya konten tulisan yang SEO friendly dan pentingnya optimasi website secara teknis.

Baca juga: Strategi SEO Terbaru di 2026: Kenapa Konten Berbasis (E-E-A-T) Kini Jadi Kunci Penting?

Oleh karena itu, siapkan strategi SEO konvensional dan menargetkan “Long-Tail Keywords” dalam konten pilar yang disiapkan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *