AirDrop vs Quick Share: Cara Praktis Transfer File Tanpa Aplikasi

Apa yang biasanya terjadi saat berkumpul bersama anggota keluarga? Saling berbagi file berupa foto bersama yang dilakukan adalah hal yang paling umum.

Tapi, cara berbagi atau transfer file berupa foto dari Android ke iPhone tidak akan bisa dilakukan tanpa menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Yang paling umum dan sering dilakukan adalah berbagi file dengan mengirimkannya melalui grup WhatsApp keluarga.

Sialnya, tidak semua anggota keluarga punya HP dengan software management yang sama. Sehingga hasil foto yang dikirimkan melalui WA Grup keluarga tersebut biasanya akan di kecilkan secara otomatis.

Hal ini dilakukan selama bertahun-tahun sampai pada akhirnya kabar gembira datang. Bertukar atau mengirimkan file di HP Android dan iOS kini sudah bisa dilakukan tanpa harus menggunakan WhatsApp. Tapi berdasarkan sistem bawaan masing-masing ekosistem.

Android dengan Quick Share dan iOS dengan AirDrop.

Tembok Ekosistem Android vs iOS

Dahulu, semuanya terlihat dibatasi oleh masing-masing ekosistem, baik itu untuk Android dan iOS . Kini ekosistem tersebut sudah runtuh.

Sesama pengguna iPhone sudah tahu, hanya dengan cukup tap satu kali melalui AirDrop, mengirim file besar bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat.

Hal yang sama juga berlaku untuk pengguna Android melalui Quick Share. Kini, dua ekosistem yang berjarak ini sudah semakin dekat.

Keduanya bisa saling terhubung dan semakin membuat nilai teknologi sudah semakin meningkat. Suka atau tidak suka, inilah faktanya.

Mengenal AirDrop

AirDrop adalah fitur pengiriman file yang diperkenalkan Apple melalui sistem operasi macOS Lion terlebih dahulu yaitu di tahun 2011.

Kemudian, Apple melebarkan teknologi ini pada perangkat iPhone di iOS 7 pada tahun 2013. Fitur ini berfungsi agar semua pengguna perangkat Apple untuk saling berbagi file lebih mudah.

Mulai dari foto, video, dokumen, kontak, bahkan tautan tanpa koneksi internet sesama sekali! Lebih dalam lagi, AirDrop mengombinasikan Bluetooth Low Energy (BLE) untuk mendeteksi perangkat di sekitar.

Lalu beralih ke koneksi Wi-Fi peer-to-peer untuk transfer yang lebih aktual. Pada masanya dan di komunitasnya, AirDrop adalah fitur populer karena bisa mengirimkan file dengan cepat.

Buktinya, pengiriman file dengan ukuran besar tapi tetap menjaga resolusinya dengan baik hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.

Keunggulan Fitur AirDrop

Saya menggunakan iPhone sejak tahun 2017, agak telat memang. Mampunya memang seperti itu pada saat itu. Hasilnya, pada saat itu saya bisa saling bertukar atau mengirimkan file memang hanya untuk sesama pengguna iPhone. Dari pengalaman yang saya dapatkan, keuntungan yang didapat dengan menggunakan fitur ini adalah:

  • Kirim file tanpa koneksi internet.
  • Pengiriman file terenkripsi end-to-end untuk keamanan data
  • Tidak ada batas ukuran file
  • File yang dapat dikirimkan dengan AirDrop adalah foto, video, audio, PDF, kontak, lokasi, hingga tautan.
  • Di masa modern, AirDrop tersedia untuk ekosistem Apple seperti iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch

Cara Pengaturan AirDrop

Cara menggunakannya pun mudah, dan tidak ada perubahan yang terlalu besar sejak diluncurkan pertama kali hingga kini. Secara umum, AirDrop memiliki tiga mode visibilitas dan bisa diatur melalui Control Center (iOS) atau Finder (Mac)

Pengguna ekosistem Apple bisa mengatur dengan beberapa ketentuan berikut:

  • Penerima Off artinya tidak bisa menerima kiriman dari siapapun.
  • Kontak, dimana file bisa diterima hanya dari daftar kontak yang ada di ekosistem Apple.
  • Semua Orang (Everyone) yang artinya bisa menerima dari perangkat Apple apa pun yang dekat dengan sekitar pengirim.

Mengenal Quick Share

Saya mencoba mencari tahu, tentang asal muasal Quick Share. Karena saya memang terbilang baru-baru ini pakai Android, dan tentu saja sebelum pakai Android. Jika kita putar balik waktu, tentu saja fitur Quick Share ini belum tersedia di Android jadul.

Sampai akhirnya saya menemukan bahwa Quick Share pertama kali dikenal dengan nama Nearby Share dan dimiliki oleh Google di tahun 2020.

Tapi, berganti nama menjadi Quick Share setelah Google bekerjasama dengan Samsung di tahun 2023. Untuk sementara ini, fitur ini hanya tersedia di HP Google Pixel dan Samsung (flagship) saja.

Fitur Unggulan Quick Share

Saat ini, saya punya satu HP Samsung Entry Level yang ternyata sudah tersedia fitur Quick Share. Beberapa keunggulan dari fitur ini diantaranya adalah:

Kirim file tanpa batas ukuran
Bisa digunakan tanpa koneksi internet
Bisa terhubung dengan laptop menggunakan OS Windows melalui aplikasi Quick Share for Windows
Sudah bisa mengirimkan file ke perangkat iPhone, iPad, Mac, tapi terbatas pada HP tertentu (Google Pixel dan Samsung S26 Ultra)

Pengaturan Quick Share

Secara umum, pengaturannya hampir tidak jauh berbeda dengan AirDrop. Beberapa hal yang saya bisa lakukan sendiri di pengaturan adalah

Semua orang bisa digunakan oleh siapa pun, asalkan punya HP dengan fitur Quick Share
Bisa digunakan oleh pengguna HP yang kontaknya tersimpan.
Tehubung antara 2 perangkat yang dimiliki sendiri dimana bisa berkirim file antara perangkat Android
Mati yang artinya tidak bisa menerima kiriman file.

Perbedaan AirDrop dan Quick Share

FiturAirDropQuick Share
EkosistemiOS, iPadOS, MacOSAndroid (Google Pixel, Samsung S26 Ultra)*
KonektivitasBluetooth dan Wi-FiBluetooth dan Wi-Fi
Pengiriman Beda EkosistemMasih terbatas (Google Pixel, Samsung S26 Ultra)*Bisa terhubung ke perangkat Apple
KecepatanSangat baikSangat baik
KeamananEnkripsi End-to-endEnkripsi End-to-end
InternetTanpa koneksi internetTanpa koneksi internet

*Untuk sementara, hingga tulisan ini dimuat

Transfer File dari Android ke iPhone Tanpa Aplikasi

Jika sebelumnya masing-masing ekosistem transfer file berdiri sendiri-sendiri, kini hal tersebut tidak terjadi. Pada akhir tahun 2025, Google melalui HP seris Google Pixel 10 mampu terhubung dengan protokol AirDrop di perangkat Apple.

Saya tidak paham hal teknisnya, tapi cara ini saya yakini merupakan bagaimana Google membangun ulang kemampuan komunikasi dengan AirDrop tanpa kerjasama resmi dari Apple.

Pada awal tahun 2026, tepatnya menjelang Lebaran di bulan Maret, Samsung resmi ikut ambil bagian dalam hal ini. Melalui seri Galaxy S26, pengguna HP flagship ini juga bisa membagikan file langsung ke perangkat Apple.

Awalnya akan dimulai di Korea Selatan dan akan menyebar ke beberapa kawasan negara lainnya. Jika Google bisa langsung membagikan file, maka pengguna Samsung nantinya perlu mengaktifkannya secara manual melalui “Share with Apple Devices” di pengaturan Quick Share.

Baca juga: Memilih HP yang Nyaman dan Mudah Digunakan Untuk Lansia

Baca juga: Penggunaan HP Tahan Berapa Tahun? Ini Tandanya Harus Diganti

HP Apa Saya yang Bisa Terhubung Antara AirDrop dan Quick Share

Saat ini penggunaan dua fitur dengan ekosistem ini baru hanya tersedia di beberapa HP saja. Untuk produk Google, sudah tersedia di Google Pixel 10. Kabarnya, seru Google Pixel 9 juga akan mendapatkan pembaruan ini.

Sementara itu, untuk Samsung Galaxy S26, S26+, S26 Ultra juga sudah bisa melakukan pembagian file yang menghubungkan Quick Share ke perangkat Apple.

Dari beberapa YouTube yang saya tonton, ternyata sudah ada yang mengujinya di beberapa Beberapa seri Galaxy lain. Jujur saja meskipun, iPhone yang saya gunakan sudah dilengkapi dengan fitur AirDrop saya belum memilki device Android yang sudah mendukung cara berbagi transfer ini.

Terlepas dari semua itu, ini adalah hal yang bagus. Suka tidak suka, eksklusivitas teknologi sudah tidak ada batasnya lagi. Justru kehadiran teknologi seharusnya mempermuda berbagai macam hal, termasuk cara transfer file android ke iphone tanpa aplikasi melalui dua fitur yang berada di dalam ekosistem yang berbeda.

Leave a Comment