Home » Digital » Digital Marketing & SEO » Cara Cek Pengaturan Google Ads Untuk Market Internasional

Cara Cek Pengaturan Google Ads Untuk Market Internasional

cek-pengaturan-google-ads-untuk-market-internasional

Bagi para praktisi di bidang digital marketing, akan dan sedang bekerja di bidang ini, tentunya akan terlibat dalam aktivitas PPC atau Pay Per Click dari Google Ads.

Jika menjalankan Google Ads dengan target market di Indonesia tentu menjadi hal yang mudah dilakukan. Namun, bagaimana ketika target market yang dituju adalah market internasional?

Dari pengalaman saya sebagai pegiat di bidang digital marketing, pengaturan di Google Ads untuk market internasional memang perlu beberapa adjustment.

Namun, pengaturannya tidak akan pernah sama dengan yang sudah biasa dilakukan di Indonesia. Khususnya bagi yang bekerja dengan produk-produk yang memang dijual di pasar internasional.

Jika kalian sedang ikut mengembangkan atau sedang melakukan A/B test iklan untuk market internasional wajib cek dulu pengaturan penting sebelum menjalankannya di Google Ads.

1. Penargetan Lokasi

Secara default, sebenarnya bisa menentukannya sendiri ketika menyiapkan pengaturan iklan.

Namun, sebagian masih sering lupa jika menentukan penargetan lokasi.

Apalagi, Google Ads selalu menggunakan sistem yang mencakup pengguna yang “menunjukkan minat pada” suatu lokasi.

Artinya orang di luar negara dari target iklan memiliki kemungkinan melihat iklan yang sedang dijalankan.

Oleh karena itu, sebelum menjalankan iklan, selalu cek pengaturan lokasi iklan.

2. Pengaturan Bahasa

Jangan lupa juga untuk melakukan pengecekan pada penargetan bahasa.

Hal ini terjadi karena Google Ads tidak akan menerjemahkan iklan.

Hal ini pun biasanya akan terkait dengan landing page atau halaman website yang akan dituju.

Selain itu, pengaturan bahasa juga penting untuk menentukan keyword (kata kunci) apa yang akan digunakan.

Jika misalnya warga menarget iklan di Jerman, namun tetap menggunakan kata kunci dalam bahasa Inggris.

Maka bisa kehilangan sebagian besar calon konsumen.

Oleh karena itu, penting untuk membuat kampanye PPC yang terpisah untuk setiap target negara yang akan dituju.

Terutama jika warga menjalankan PPC Google Ads secara internasional.

3. Landing Page yang Lebih Lokal

Saling terkait dengan pengaturan bahasa, produk yang akan diiklankan melalui Google Ads.

Disarankan untuk memiliki landing page dengan bahasa yang sesuai dengan target lokasi iklan.

Mengarahkan calon konsumen ke halaman tujuan berbahasa Inggris yang general.

Atau bahkan tidak sesuai dengan bahasa aslinya berpotensi menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan calon pelanggan.

Oleh karena itu, penting untuk mengadaptasi landing page dengan bahasa yang benar sesuai dengan target iklan.

4. Pemilihan Kata Kunci

Perilaku pencarian bervariasi antar negara. Oleh karena itu, penggunaan bahasa, landing page, sekaligus kata kunci.

Dengan pencocokan pencarian menjadi langkah penting sebelum memulai PPC Google Ads.

Jadi, sebelum beriklan, teliti perilaku penggunaan bahasa dalam pencarian.

Gunakan kata kunci yang tepat frasa yang sesuai dengan tujuan negara yang akan diiklankan.

Tak hanya itu, pastikan memiliki strategi kata kunci negatif yang solid sejak awal.

Tujuannya untuk mencegah jenis pencocokan kata kunci yang tidak sesuai dengan iklan yang ditawarkan.

5. Strategi Bid

Strategi penawaran yang berhasil di satu negara mungkin tidak efektif atau sama di negara lain.

Hal ini dipengaruhi tingkat kompetisi antara sesama pengiklan.

Pengaruh lainnya juga bisa terjadi pada perbedaan biaya per klik atau CPC hingga tingkat konversi.

Tidak tepat rasanya menetapkan target CPA yang sama pada setiap kampanye PPC berdasarkan negara yang akan dituju.

Sebagai tips, pastikan untuk menentukan strategi bidding yang tepat sesuai dengan perencanaan awal.

Gunakan penawaran manual dengan Maximize Clicks untuk memahami kinerja iklan sebagai bentuk A/B test.

Selanjutnya, bisa juga menggunakan Smart Bidding, dan membiarkan algoritma untuk belajar dan menyesuaikan diri berdasarkan bisnis yang akan diiklankan.

Tentunya, masih banyak yang perlu diperhatikan sebelum melakukan menjalankan PPC untuk jangkauan yang lebih luas.

Pastikan untuk melakukan pegecekan pada nilai kurs, penggunaan mata uang yang akan dituju sebagai iklan hingga kebijakan dari pemerintah setempat untuk iklan yang akan dijalankan.

Baca juga: Mengenal Jenis Search Intent Sebagai Bagian Dari Strategi SEO

Baca juga: Meta Lattice 2026: Target Audiens Manual Sudah Tidak Relevan Lagi?

Kesimpulan dari Ulasanwarga

Sebelum memulai melakukan pengiklanan dengan menggunakan Google Ads untuk pasar internasional, diskusikan terlebih dahulu mengenai hal-hal dasar dari pengiklanan.

Landing page yang sesuai dengan bahasa market yang akan dituju menjadi sangat vital.

Penting untuk menggunakan dua bahasa atau multi-bahasa, agar landing page yang ditampilkan di iklan sesuai dengan target wilayah yang akan dituju.

Selain itu, pastikan juga penyesuaian budget yang dilakukan juga tepat.

Setiap pasar atau market punya market value yang berbeda-beda di mata Google. Market value ini bisa tentang biaya iklan bulanan, atau metrik lainnya seperti cost per click, cost per impression hingga cost per conversion.

Hal-hal dasar seperti penyediaan biaya iklan per bulan, penerapan Cost Per Click (CPC) jika memang benar memasang target ini sebagai referensi iklan yang diukur juga perlu dipertimbangkan dengan matang.

Terakhir, kata kunci sangat penting agar iklan berjalan mulus di satu negara tertentu.

Jika memang menggunakan bahasa lokal yang khas seperti Jepang dan Korea, gunakan lah kata kunci yang sesuai per hurufnya.

Pastikan untuk tidak salah dalam memasukkan kata kunci tersebut.

Namun, sebagai alternatif lain, penggunaan landing page dengan bahasa Inggris dan menggunakan kata kunci dalam bahasa Inggris pun bisa dijadikan sebagai pilihan ketika memasarkan produk untuk market international dengan menggunakan Google Ads.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *