Kenapa Saya Tidak Terburu-buru Menggunakan Fitur baru Username Dari WhatsApp?

Pada tanggal 29 Juni 2026, WhatsApp mengumumkan bahwa fitur baru berupa username bisa diklaim oleh pengguna WhatsApp. Cara klaim ini terbilang mudah. Dengan membuka menu Pengaturan, pilih Akun dan ketuk Username, siapa pun kini bisa mengklaim nama pengguna unik sepanjang 3–35 karakter sebagai identitas alternatif dari nomor telepon.

Ini tentu saja adalah pembaruan privasi yang signifikan bagi WhatsApp. Mengingat, salah satu kompetitor mereka Telegram sudah melakukan ini sejak lama.

Dari pengalaman saya ketika mencoba mengklaim username di WhatsApp, saya diarahkan untuk menghubungkan akun ke Accounts Centre milik Meta.

Saya rasa, banyak user WhatsApp juga mengalami ini. Dan inilah yang menjadi titik awal dari kenapa kemudian saya tidak terburu-buru untuk mengklaim username di WhatsApp.

Apakah ini aman? Dan nantinya, jika fitur username ini sudah berjalan, bagaimana data ini kemudian tersimpan untuk kebutuhan Marketing dari Meta sendiri?

Dalam konteks ini, sebagai pegiat digital marketing yang menjalankan Meta Ads, apakah data saya akan kemudian menyatu dan menjadi tujuan para pengiklan di kemudian hari?

Apa Itu Fitur Username WhatsApp dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Fitur username di WhatsApp secara sederhana berfungsi sebagai pengganti nomor telepon saat berkenalan dengan orang baru. WhatsApp sendiri menjelaskan alasan fitur ini karena dengan berbagi nomor telepon kepada orang lain, khususnya orang baru sering terasa sebagai langkah yang terlalu personal, karena nomor telepon terhubung ke banyak aspek kehidupan seseorang.

Kenapa Ada Username yang Harus Terhubung ke Meta Accounts Centre?

Ini bagian yang membuat saya bertanya bertanya-tanya. Bagi pegiat digital marketing, saya mencoba memahami, karena username bisa jadi target bagi advertiser kepada audience untuk mengenalkan produk atau hal-hal yang menarik bagi audiens. Tujuannya, agar iklan jadi lebih relevan.

Tapi, saya mencoba melihat dari sisi yang lain juga kenapa username terhubung dengan Meta Accounts Centre. Jawabannya berkaitan dengan strategi identitas lintas platform Meta. Bagi kreator, pelaku bisnis, dan figur publik, WhatsApp memberi opsi menggunakan username yang sama dengan akun Instagram atau Facebook mereka. Tapi, tetap saja hal ini harus diverifikasi lewat Accounts Centre agar tidak terjadi duplikasi atau penyalahgunaan nama oleh pihak lain.

Meta juga menyatakan telah lebih dulu mengamankan username yang sama dengan pemilik akun Instagram/Facebook selama masa reservasi. Jadi, yang menjadi concern saya kenapa ketika mengklaim username, maka langsung dihubungkan dengan Meta Accounts Centre, karena saya menggunakan username yang sama dengan yang saya gunakan di Instagram atau Threads.

Dengan kata lain, koneksi ke Accounts Centre bukan sekadar formalitas administratif, melainkan mekanisme anti-duplikasi identitas di seluruh ekosistem Meta. Sekarang, konsekuensinya, akun WhatsApp kini “terikat” lebih erat dengan ekosistem data Meta secara keseluruhan.

Kelebihan Fitur Username WhatsApp

Meskipun saya tidak terburu-buru untuk mengklaim username, khususnya di akun pribadi, ada beberapa penilaian yang membuat fitur ini terasa positif bagi saya.

1. Nomor Telepon Tidak Wajib Lagi

Nomor telepon selama ini kerap menjadi celah privasi karena satu nomor bisa dipakai untuk melacak identitas seseorang di berbagai layanan lain. Tapi, dengan username ada potensi kontak pertama tidak akan pernah bocor lagi.

2. Username Tidak Bisa di Crawl

Berbeda dengan Telegram yang juga punya fitur username dan bisa dicari, WhatsApp justru sebaliknya. WhatsApp hingga saat ini tidak menyediakan direktori pencarian, sehingga tidak bisa ditemukan.

Username ini bisa digunakan hanya jika sudah dibagikan langsung oleh pemiliknya.

3. Perlindungan Mengunci Username Publik Figur

WhatsApp kini sudah sudah mengunci username milik publik figur, institusi pemerintah hingga pemilik akun Facebook dan Instagram yang sudah terverifikasi sebelum fitur ini diumumkan.

4. Bisa di-nonaktikan Kapan Saja

Username adalah pilihan dan bisa diganti atau dimatikan. Tapi, bagi pengguna yang sudah nyaman dengan sistem nomor telepon tetap bisa menggunakan WhatsApp.

Munculnya Risiko Keamanan Fitur Username WhatsApp

fitur-baru-username-di-whatsapp

Pada bagian ini, saya mencoba membuat asumsi terlebih dahulu. Khususnya ketika sudah menggunakan username tidak otomatis akan menghilangkan risiko penipuan.

Bahkan, masih akan berpotensi membuka celah baru penipuan dan spam.

1. Nomor Sulit Dipalsukan Ketimbang Username

Identitas WhatsApp yang selama ini identik nomor telepon sulit dipalsukan secara massal, karena setiap nomor butuh proses verifikasi yang kompleks.

Username sebaliknya. Siapa pun bisa membuat variasi nama yang nyaris identik dengan tokoh publik atau kontak yang dikenal korban dan kemudian bisa menjadi hal yang buruk jika disalahgunakan.

2. Ketergantungan pada kesadaran pengguna soal badge verifikasi

Dari yang sudah ada, masih banyak pengguna media sosial masih belum paham mengenali tandang centang verifikasi atau proses autentikasi identitas.

Beberapa pakar keamanan siber pun memperingatkan masih ada banyak pengguna yang awam belum familiar dengan cara mengenali tanda centang verifikasi atau praktik autentikasi identitas.

Pada akhirnya, variasi nama seperti username pada tokoh terkenal berpotensi mengelabui korban yang tidak teliti.

3. Penipuan Secara Digital dan Lebih Aware dengan Keamanan

Ini yang masih menjadi kekhawatiran saya. Data dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) hingga Mei 2025 mencatat lebih dari 128.281 laporan penipuan digital dengan total kerugian mencapai Rp2,6 triliun sudah terjadi.

Di Asia, Indonesia bahkan menempati posisi kedua dunia untuk negara dengan panggilan spam terbanyak, dengan 56,5% panggilan masuk dikategorikan sebagai spam atau scam.

Lebih khusus lagi, Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah laporan scam tertinggi di Indonesia berdasarkan data IASC terbaru.

Modus-modus lama seperti file APK “surat tilang” palsu, tautan phishing dengan menggunakan nama bank, hingga permintaan kode OTP dengan dalih verifikasi akun sudah sering terjadi dan menipun banyak korban tanpa fitur username.

Bagi saya, akar masalahnya bukan lagi tentang nomor telepon yang terekspos, tapi pada rekayasa sosial dan kurang pahamnya literasi digital.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada username. Dengan kata lain, tidak ada yang sempurna, termasuk fitur baru WhatsApp yang satu ini.

Baca juga: WhatsApp Ads: Strategi Untuk Bisnis Agar Closing di 2026

Baca juga: Cara Beriklan di Meta Ads Bagi Bisnis Jasa Lokal Agar Anggaran Efisien

Tips Aman Menggunakan Username WhatsApp

Sebagai tambahan, saya ingin membuat beberapa informasi yang sekiranya perlu dan dipertimbangkan dengan bijak ketika ingin mengklaim fitur baru username dari WhatsApp ini.

Pertama, pastikan untuk mengaktifkan username key jika sudah memilih untuk menggunakan fitur ini dan jangan biarkan opsi keamanan tambahan ini nonaktif begitu saja.

Kedua, tetap waspada dengan pesan pertama dari username tak dikenal, sama seperti mencurigai nomor tak dikenal. Jangan langsung percaya hanya karena nama terlihat familiar.

Ketiga, jangan lupakan juga untuk melakukan verifikasi ulang lewat kanal lain jika seseorang yang mengaku kolega, keluarga, atau instansi resmi menghubungi lewat username baru.

Keempat, ketika username sudah aktif, selalu waspada tentang tautan atau file APK yang dikirim dari username yang tidak dikenal.

Terakhir, kelima, tetap aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) di akun WhatsApp ebagai lapisan pertahanan independen dari fitur username.

Secara keseluruhan, fitur username WhatsApp bisa disebut solid. Dan yang paling menonjol adalah username tidak ada direktori pencarian, proteksi dini untuk nama tokoh publik, dan opsi username key sebagai lapisan tambahan.

Tapi, dalam catatan saya, dalam ranah digital tidak ada kemanan yang kekal. Khusus di Indonesia, selama modus penipuan masih dominal, fitur username tidak serta-merta menurunkan risiko penipuan secara keseluruhan.

Justru, ketika literasi digital tidak masih kurang, maka hal-hal seperti kemudahan meniru nama lewat username berpotensi menjadi vektor serangan baru yang perlu diantisipasi bersama, baik oleh Meta lewat sistem anti-abuse mereka, atau pun pengguna WhatsApp.

Ini adalah pengalaman pribadi saya ketika mengenal fitur username ini pertama kali. Dalam beberapa waktu yang akan datang, bukan tidak mungkin akan muncul update-update terbaru dari fitur ini.