Hp murah sering dipilih sebagai solusi paling instan bagi sebagian orang. Persepsi bahwa hp modern murah pasti memiliki harga yang lebih terjangkau sangat terasa menggiurkan.
Namun, berdasarkan pengalaman saya terdapat beberapa kesalahan umum,dimana membeli hp murah dan harga terjangkau seringkali memberikan kerugian dan baru disadari setelah pemakaian beberapa bulan.
Pengalaman Saya Saat Membeli HP murah
Dari pengalaman yang pernah terjadi, saya pernah membeli satu hp baru dengan harga yang terjangkau beberapa waktu yang lalu. Hp ini terbilang berada di kelas entry level dan spesifikasi minimum yang terkesan sangat baik.
Saat itu, RAM yang saya pilih adalah 8GB dan storage di 128GB. Hanya berselang beberapa bulan saja, hp tersebut mengalami penurunan performa yang signifikan.
Dari pengalaman saya sebagai mantan jurnalis di bidang teknologi, saya kemudian melakukan beberapa hal yang terkait dengan optimasi smartphone.
Mulai dari menghapus file yang tidak penting, mengurangi jumlah aplikasi yang jarang digunakan, namun tetap saja smartphone tersebut sangat sulit untuk multitasking secara sempurna.
Saya mendapatkan kesan bahwa hp ini terbilang “berat” untuk membuka satu aplikasi media sosial.
Jelas, ini adalah kesalahan saya saat membeli sebuah smartphone dengan iming-iming harga terjangkau alias lebih murah dibandingkan hp lain di kelas yang sama atau bahkan hp di kategori mid-range.
1. Terlalu Fokus pada Angka Spesifikasi Tapi HP Lemot
Kesalahan paling mendarasar dan sering terjadi saat membeli hp murah adalah terlalu percaya pada angka spesifikasi.
RAM 8GB, storage 128GB Kamera hingga ratusan Megapiksel bahkan, sampai kapasitas baterai yang besar memang terlihat menarik.
Namun angka-angka tersebut tidak membuat pengalaman penggunaan menjadi memuaskan dan bisa digunakan untuk jangka panjang.
Dari pengaaman saya, beberapa hal yang kemudian muncul dan menjadi masalah adalah hp tetap terasa lambat meskipun RAM sudah besar.
Kamera dengan iming-iming Megapixel tinggi, namun kualitas foto menurun seiring penggunaan.
Khusus untuk baterai saya melihat ini lebih kepada bagaimana cara menggunakannya. Hingga saat ini,saya bisa katakana baterai besar memang tidak akan menjamin bagaimana kemampuan daya tahan dan energi yang dikeluarkannya.
Akan menjadi percuma Ketika baterai besar, namun sangat mudah turun dan tidak efisien Ketika digunakan.
Dari pengalaman saya mengulas beberapa smartphone semasa menjadi jurnalis dan belajar servis hp, hal ini biasanya terjadi karena banyak faktor.
Hal yang paling umum adalah chipset dan optimasi sistem yang belum berjalan dengan baik dan menjadi hal yang jarang diperhatikan oleh pembeli pemula.
2. Mengabaikan Kualitas Chipset
Dalam pengalaman saya, informasi tentang chipset saat ini sudah mulai menjadi informasi yang disampaikan oleh reviewer ketika mengulas sebuah smartphone.
Namun, sayangnya sebagian masyarakat masih abai akan hal ini. Sebagian masyarakat masi terpukau dengan spesifikasi beupa RAM besar, dibandingkan chipset.
Faktanya, chipset justru lebih penting daripada RAM besar. Smartphone murah dengan RAM besar, namun chipset yang belum baik menjadi penyebab kenapa hp menjadi lambat saat digunakan untuk berbagai kegiatan sehari-hari.
Bahkan, untuk hal yang sesederhana seperti pindah aplikasi atau berselancar di browser saja terasa berat. Hal ini masih bertambah jika membuka media sosial yang membutuhkan tenaga besar hingga menggunakan maps sebagai navigasi.
3. Tidak Memperhitungkan Update Software dan keamanan

Faktor berikutnya yang aya soroti adalah sebagian masyarakat masih abai dan sering kali seperti tidak peduli dengan update sistem, baik software maupun security update.
Masih banyak banyak smartphone murah yang hanya mendapatkan update sistem 1 atau2 kali saja.
Jika ini diabaikan keamanan perangkat hp akan menurun, beberapa fitur tidak berjalan dengan baik. Bahkan, beberapa aplikasi tertentu tidak lagi berfungsi hingga tidak bisa digunakan sama sekali.
Banyak juga saya menemukan kasus, Sebagian pengguna hp kemudian menyesal karena secara fisik hp terlihat baik-baik saja, namun sistemnya sudah tidak berjalan dengan baik.
4. Tidak Tepat Saat Memilih Storage
Kesalahan lain yang sering acap kali saat memilih storage. Dari apa yang saya teliti, beberapa hp modern masa kini memiliki storage paling kecil adalah 128 GB, dan tentu saja harganya lebih terjangkau.
Di sinilah kesalahan pengguna saat membeli hp yang tergiur karena harganya murah karena ternyata storagenya tidak mumpuni.
Dari pengalaman dan pengujian saya di 1-6 bulan awal, mungkin akan terasa cukup. Namun, setelah lebih dari 6 bulan mulai terasa bahwa storage 128 GB tidak cukup.
Hal ini terjadi karena, update aplikasi yang dilakukan berkala membuat ukuran aplikasi menjadi besar. Hingga hasil foto dan video yang terlalu banyak memberikan efek pada storage.
5. Kamera Terlihat Bagus di Awal, Namun Menurun Setelah Digunakan

Pengalaman beli hp dengan harga murah kerap berujung pada kekecewaan saat menggunakan kameranya.
Secara spesifikasi terlihat menjanjikan.Ditambah lagi dengan kemampuan prosessing image dengan AI.
Namun, pada kenyataannya setelah digunakan dalam waktu tertentu, kualitasnya menurun drastis
Mulai dari memotret saat kondisi cahaya yang minim, hingga warna yang dihasilkan tidak natural saat kondisi cahaya normal.
Ditambah lagi, fungsi prosesing sederhana seperti memaksimalkan fokus pun menjadi tidak sempurna.
Hal yang sering terjadi adalah pengguna hanya fokus melihat berapa ukuran Megapiksel yang dihasilkan kamera.
Namun, lupa jika kamera hp sangat bergantung pada sensor yang digunakan dan software bawaan yang mengolah gambar.
6. Asal Beli dan Tidak Mempertimbangkan Sesuai Kebutuhan
Kesalahan umum yang masih sering terjadi adalah membeli hp dengan harga terjangkau adalah membeli karena tren, bukan kebutuhan.
Contohnya:
Membeli hp dengan kualitas kamera tinggi, namun chipset dan storagenya tidak menduung,atau beli hp dengan storage dan RAM kecil, namun digunakan untuk “gaming.”
Pengalaman Saya Saat Membeli HP murah
Dari pengalaman yang pernah terjadi, saya pernah membeli satu hp baru dengan harga yang terjangkau beberapa Waktu yang lalu. Hp ini terbilang berada di kelas entry level dan spesifikasi minimum yang terkesan sangat baik.
Saat itu, RAM yang saya pilih adalah 8GB dan storage di 128GB. Hanya berselang beberapa bulan saja, hp tersebut mengalami penurunan performa yang signifikan.
Dari pengalaman saya sebagai mantan jurnalis di bidang teknologi, saya kemudian melakukan beberapa hal yang terkait dengan optimasi smartphone. Mulai dari menghapus file yang tidak penting, mengurangi jumlah aplikasi yang jarang digunakan, namun tetap saja smartphone tersebut sangat sulit untuk multitasking secara sempurna.
Saya mendapatkan kesan bahwa hp ini terbilang “berat” untuk membuka satu aplikasi media sosial.
Jelas, ini adalah kesalahan saya saat membeli sebuah hp dengan iming-iming harga terjangkau alias lebih murah dibandingkan hp lain di kelas yang sama alias entry level.
Baca juga: Rekomendasi HP Harga 3 jutaan dengan Kualitas Kamera Terbaik
Baca juga: Tips Beli iPhone Bekas 2026 : Pilih yang Resmi Masuk ke Indonesia!
Tips Memilih Smartphone Murah Agar Tidak Menyesal
Berdasarkan pengalaman saya dalam mengulas beberapa smartphone dari awal munculnya hingga smarphone modern masa kini, saya rekomndasikan beberapa tips berikut ini:
- Saat beli hp baru prioritaskan chipset dan Storage internal. Sebagai panduan, bisa menggunakan AnTutu untuk melakukan pengecekan chipset atau prosesor mana yang memiliki kemampuan baik untuk penggunaan smartphone.
- Cari hp dengan update software dan update keamanan yang panjang dan jelas. Dengan ini ketahanan hp setidakya bisa digunakan untuk waktu yang panjang.
- Baca lebih detil ulasan dari para pengguna yang berpengalaman. Pastikan juga untuk mendapatkan informasi yang berimbang tentang kelebihan dan kekurangan hp tersebut.
- Pastikan untuk membeli yang sesuai dengan kebutuhan. Pilih hp yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari atau hp yang digunakan untuk berbagai macam aktivitas berat.
- Cek berapa lama garansi yang diberikan dan pastikan layanan purna jual atau service center apakah tersedia di lokasi tempat kita berada.
Dari sudut pandang saya sebagai mantan jurnalis di bidang teknologi, khususnya membahas smartphone, saya menilai untuk perlu cermat dalam membeli perangkat khususnya yang akan launching di tahun 2026.
Hindari kesalahan-kesalahan detil tadi agar hp tidak cepat rusak dan terus bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang.







