Home » Hiburan » TV Series » Ulasan Series “Salvador”: Rasisme, Sepak Bola dan Pencarian Keadilan

Ulasan Series “Salvador”: Rasisme, Sepak Bola dan Pencarian Keadilan

review-series-salvador

Variasi series terbaru di Netflix semakin beragam. Saya baru saja menyelesaikan sebuah serial tv berjudul “Salvador” yang datang dengan 8 episode. Sebelum memberikan review series “Salvador”, saya sampaikan sinopsisnya dahulu.

Sinopsis Series “Salvador”

Salvador adalah seorang pekerja medis yang merindukan sosok putrinya, Milena. Namun, pada satu momen, keriduan yang lama ia pendam ini kemudian menjadi hal yang menegangkan.

Putrinya tewas di tengah hiruk-pikuk fanatisme sepak bola dan munculnya ormas fasis dan rasis yang ternyata teman-teman putrinya.

Salvador menuntut keadilan atas tersebut dan mencari berbagai cara untuk menemukan jawabannya.

Review Series “Salvador”

Bagi yang pernah mengikuti perjalanan series “Money Heist” pastinya tahun kalau series Spanyol yang populer ini menghadirkan kecepatan dalam membangun ketegangan melalui thrillernya hingga melodrama yang terbilang intens.

Hal yang sama juga terjadi pada series “Salvador.” Meskipun punya premis yang unik dan berani membawa hal yang relevan di masa kini, namun apa yang jadi ciri khas dari series asal Spanyol begitu terasa hampir di setiap episodenya.

Terlepas dari semua itu, semua unsur dan ciri khas series Spanyol ini tak akan hadir dengan premis ceritanya yang unik.

Ini tentang seorang Ayah yang mencari pembunuh putrinya, di tengah gejolak sosial Spanyol yang tampaknya tidak baik-baik saja.

Semua dibawa ke realita yang menempatkan sepak bola sebagai pembuka, di mana Spanyol memang salah satu negara yang populer dengan olahraga ini.

Dimulai dari sini, realita premis ini disatukan dengan gaya khas series dari Spanyol.

Dalam genre thrillers, “Salvador” datang ketegangan yang dibangun sejak episode pertamanya. Melibatkan unsur pembunuhan dan sebuah rahasia gelap yang dibagikan kepada masing-masing karakternya.

Tak hanya itu, bagian emosional dan melodramatis yang jadi ciri khas dari series asal Spanyol juga ditampilkan dalam bentuk konfik yang rumit dan intens.

Series yang Kedodoran di Tengah Episode

review-series-salvador

Meskipun sudah menempatkan beberapa bagian penting dari sebuah cerita khas Spanyol, namun di beberapa episode, “Salvador” seperti tersendat-sendat dalam memberikan delivery cerita.

Bagian-bagian bagaimana memecahkan misteri pembunuhan dan bagian emosional dan melodrama disatukan, dan seperti kehilangan arah.

Dari pengalaman saya dalam mengulas beberapa series, termasuk series asal Spanyol, setiap episode series Spanyol selalu membangun ketegangan yang intens di setiap episode tanpa melupakan ciri khas lainnya.

Namun di seris “Salvador” saya tidak menemukan itu. Kadang dalam satu dengan memberikan ketegangan dengan intentsitas tinggi, dan dilanjutkan dengan bagian-bagian emosional dan melodrama yang terlalu lamban.

Alhasil, ketika saya menonton semua episodenya, hanya begitu kuat di dua episode awal dan dua episode akhir.

Sisanya, terasa terlalu datar dan tidak memberikan energi yang lebih.

Baca juga: Ulasan “Even If This Love Disappears Tonight:” Ingatan, Patah Hati Paling Manis

Realitas dan Isu Sosial yang Kritis

Sebagai penggemar sepak bola juga, saya sering mendengar masih adanya masalah isu sosial berbentu rasisme yang tinggi di Spanyol.

Namun, saya terkejut ketika ini dijadikan sebagai awalan dari cerita “Salvador.”

Dari pengalaman saya menonton series Spanyol, beberapa bagian dari ceritanya selalu mengangkat isu sosial hingga identitas nasional yang dikemas dalam cerita fiksi yang menarik.

Dengan kehadiran “Salvador” saya jadi mengetahui, bahwa masalah sosial seperti rasisme masih tinggi. Jika bicara kala yang lebih besar lagi bahwa munculnya gerakan fasis pun tampaknya bukan hanya isapan jempol di sekitaran kawasan Eropa.

Realita-realita sosial ini dibawakan dengan baik di sepanjang ceritanya. Sayangnya, dieksekusi dengan lemah bagi para pemerannya.

Karakter Pemeran yang Tidak Kuat

Meskipun punya premis yang menarik dengan latar belakang isu sosial yang kuat hampir semua pemain di series ini tidak menampilkan karakter yang kuat, termasuk pemeran utama, Salvador yang diperankan oleh Luis Tosar.

Saya menangkap karakter utama yang ditampil kehilangan jiwanya. Saya berharap, dengan isu sosial yang tinggi, seorang Ayah yang benar-benar marah karena isu sosial tersebut ikut menyeret putrinya hingga terbunuh.

Hal yang sama juga ditemukan di karakter-karakter lainnya. Semua serba tanggung. Claudia Salas yang berperan sebagai Julai saya harapkan mampu membuat beberapa twist ternyata masih tampil dengan cara yang datar-datar saja.

Saya malah tidak menemukan satu karakter penentu yang kuat meskipun pada akhirnya Salvador yang ditampilkan memiliki jiwa besar sebagai seorang petugas medis untuk membantu pembunuh putrinya sendiri.

Selalu Ada Karakter yang Menyebalkan

Di bagian akhir review series “Salvador” saya menyoroti ciri khas lainnya yang selalu muncul di serial tv asal Spanyol lainnya.

Karakter yang menyebalkan! Karakter yang ditampilkan di sini tidak peduli, apakah dia seorang antagonis atau protagonis.

Untuk bagian ini saya menilai, hampir semua karakter yang ditampilkan mampu tampil baik memerankan karakter yang menyebalkan.

Bahkan, untuk karakter utama, Salvador juga mampu memainkan bagian peran yang menyebalkan.

Saya melihat seorang Ayah, yang demi mencari pembunuh putrinya kemudian terombang-ambiing, mudah dipengaruhi dan bahkan diadu-domba.

Salvador bagi saya adalah seorang karakter yang mudah untuk diprovokasi seperti halnya generasi boomer yang mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoax.

Pada bagian ini, saya menyukai bagaimana Luis Tosar memainkannya dengan baik. Bahkan, hingga di bagian akhir sekalipun.

Baca juga: Ulasan “Unfamiliar”: Mata-Mata Jerman Terjebak Dalam Konsekuensi Masa Lalu

Ending “Salvador”

Tak ada yang istimewa di bagian endingnya. Semuanya berjalan mulus dan mungkin sesuai dengan ekspektasi pentonon. Saya pun tidak melihat bahwa series ini tidak akan berlanjut untuk musim atau season 2.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *