Memasukkan SEO dalam pekerjaan iklan digital apakah hal yang benar? Apakah pekerjaan SEO dan iklan digital bisa menjadi satu? Apakah investasi di SEO dan iklan digital dalam strategi digital marketing akan memberikan keuntungan yang sama?
Pertanyaan yang mungkin akan terus bergulir di dalam kepala para pemilik brand atau bisnis. Jika memang ingin terlibat dalam digital marketing secara keserluhan keduanya punya peran penting dalam strategi digital marketing modern.
Tapi cara kerja SEO dan iklan digital akan sangat berbeda. Satu hal yang perlu dijadikan sebagai mindset utama adalah SEO dan iklan digital adalah hal yang dinamis.
Apa yang dilakukan sekarang, sangat mungkin untuk berubah di waktu yang akan datang. Dengan pemahaman yang tepat, sangat bijak rasanya untuk memisahkan SEO dan iklan digital meskipun keduanya sangat saling berkaitan.
Apa Itu SEO (Search Engine Optimization)?
Search Engine Optimization atau SEO adalah strategi marketing dengan teknik bertujuan meningkatkan visibilitas sebuah website di mesin pencari.
Cara ini membuat para pemilik bisnis atau brand akan mendapatkan klik, informasi, hingga berlanjut ke pembelian produk tanpa harus membayar kepada pihak tertentu seperti Google.
Umumnya pengguna internet mencari dengan cara mengetikkan sesuatu kata kunci yang ingin mereka dapatkan di halaman Google.
Otomatis Google akan menampilkan hasil yang dianggap paling relevan dan berkualitas berdasarkan algoritma yang kompleks. Di masa sekarang, aturan ketat dari Google membuat teknik dan strategi SEO juga ikut berkembang. Ditambah dengan aturan E-E-A-T yang ketat, di mana kredibilitas brand atau bisnis tidak lagi hanya dari website.
Tapi dari kepercayaan yang didapat oleh pengguna untuk melihat fakta tentang produk yang akan dijual.
Tiga Strategi Utama SEO
Strategi konvensional yang saya pelajari dan masih sangat relevan di era modern. Bahkan, ketika AI sudah merajalela, tiga strategi SEO ini masih akan tetap wajib dijalankan.
- SEO On-Page adalah bagaimana para praktisi SEO memilih kata kunci yang tepat, menetapkan struktur heading, meta deskripsi, internal link hingga bgaimana mengoptimalkan kecepatan sebuah website. Satu cara yang memang tidak akan pernah mati, meskipun jaman sudah berganti dan justru akan memberikan keuntungan untuk mendapatkan atensi dari AI.
- SEO Off-Page dilakukan ketika website yang dimiliki tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, para praktisi SEO akan mengoptimalkan faktor eksternal seperti kehadiran backlink dari website lain, brand mention dan sinyal dari sosial untuk menguatkan otoritas website secara umum.
- Faktor berikutnya adalah Technical SEO yang bertujuan untuk memastikan agar website mudah dicrawl oleh bot mesin pencari seperti Google. Tak hanya itu, URL yang bersih, schema markup juga sangat berpengaruh dalam menunjang technical SEO.
Mengenal Iklan Digital (Paid Advertising)
Iklan digital atau dikenal juga dengan istilah paid advertising bagian dari strategi marketing yang membayar platform atau publisher tertentu untuk menampilkan iklan.
Jika sebelumnya yang paling populer adalah PPC (Pay-Per-Click), maka di masa modern sekarang perkembangannya sudah tidak hanya itu saja. Salah satu alat ukur yang dipakai adalah hingga akuisisi atau revenue yang membuat sebuah brand atau bisnis tahu betul bagaimana mengukur penjualan mereka dengan menggunakan iklan.
Jenis-jenis iklan digital yang paling umum digunakan sekarang adalah Google Ads (Search Ads, Display Ads, Shopping Ads), Meta Ads (Facebook dan Instagram), YouTube Ads, TikTok Ads.
Dari semua jenis iklan digital, semuanya akan selalu terhubung ke SEO, tapi dengan cara dan tujuan yang berbeda. Dalam hal ini SEO adalah proses yang dilakukan dengan cara maraton, sementara itu, iklan digital adalah sprint.
Keduanya saling terhubung dan mampu menumbuhkan perusahaan bisnis dari berbagai aspek.
Perbedaan Serta Kelebihan-Kekurangan SEO vs Iklan Digital

| Alat Ukur | SEO | Iklan Digital |
| Hasil | 3 bulan awal dan 1-2 tahun untuk jangka panjang | Terlihat dalam hitungan mingguan dan maksimal kurang lebih 3 bulan |
| Nilai investasi | Terlihat mahal di awal, tapi akan menurun di jangka panjang | Membayar iklan secara berkala sesuai dengan durasi kampanye atau strategi |
| Keberlanjutan | Website yang sudah matang dan punya otoritas kuat sangat mudah ditemukan meskipun pengelolaan konten berkurang | Iklan akan berhenti ketika biaya habis |
| Target | kata kunci | demografi, minat, perilaku hingga data dari AI |
| Tingkat kepercayaan | Lebih dipercaya, natural dan organik | Audience akan skip iklan yang tidak relevan |
| Skalabilitas | Bertahap dan jangka panjang | Naik turun sesuai dengan biaya iklan |
| Return of Invesment | Kompleks, butuh waktu | Bisa diukur dengan cepat dalam rentang waktu tertentu |
SEO vs Iklan Digital Apa yang Menguntungkan
Kelebihan dan Kekurangan SEO
| Kelebihan SEO | Kekurangan SEO |
| Organik, jangka panjang jika dilakukan secara konsisten | Membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasil |
| Terasa mahal di awal tapi tanpa biaya per klik atau impresi | Pengaruh algoritma Google yang berubah-ubah |
| Membangun otoritas dan kepercayaan merek jangka panjang | Kata kunci populer short tail memiliki persaingan kuat |
| Pengubahan anggaran marketing tidak akan terlalu banyak | Memerlukan keahlian teknis dan pembuatan konten yang spesifik |
| Kompetitif untuk kata kunci volume tinggi dan niche untuk search intent | Tidak bisa menentukan audiens secara scpeisifk |
| Belajar memahami pengalaman pengguna dari UX |
Kelebihan dan Kekurangan Iklan Digital
| Kelebihan Iklan Digital | Kekurangan Iklan Digital |
| Hasil instan, cocok untuk waktu-waktu tertentu | Biaya iklan bisa menjadi mahal tergantung pada kebijakan masing-masing platform |
| Bisa menargetkan audiens secara spesifik | Awareness, trafik hingga akuisisi berhenti saat kampanye dihentikan |
| A/B Testing konten untuk iklan | Ad fatigue yang membuat pengguna tidak tertarik dengan iklan atau aset iklan yang tidak menarik |
| Bisa Retargeting jika arsitektur data benar dan mampu membuat audiens percaya dengan produk yang dijual | Optimasi secara terus menerus, termasuk untuk menaikkan biaya iklan |
| Bisa mengontrol budget | Tidak membangun aset secara organik |
| Terintegrasi dengan AI |
SEO dan Iklan dari Analisia ROI:Jangka Pendek vs Jangka Panjang
Jika pemilik brand atau bisnis sedang mempertimbangkan apakah akah memilih SEO atau iklan digital sebagai salah satu senjata marketing tentunya perlu melihat biaya dan return on investment (ROI) yang dihasilkan.
Membedah Biaya SEO
Dari pengalaman saya, biaya untuk menyiapkan SEO dan menjadikannya sebagai andalan tergantung pada pilihannya. Jika ingin dikelola sendiri, termasuk SEO yang komplit tentunya akan lebih bisa dipertimbangkan dengan matang.
Dari pengalaman saya, untuk urusan SEO, biaya untuk membuat website bisa dibagi menjadi dua. Untuk menyiapkan segala infrastruktur teknologi seperti server, hosting dan lain-lain akan dikelola oleh tim IT. Nah, disinilah peran SEO untuk membantu mengusulkan hal-hal teknis yang berkaitan dengan ON Page SEO dan technical SEO.
Sementara itu, keyword, pembuatan konten berkualitas dengan standar E-E-A-T dan tools tambahan diprediksi berkisar di angka Rp 20 juta per bulan.
Hal ini masih akan ditambah lagi dengan maintenance website itu sendiri. Mengingat membuat Website bukan hanya sekedar untuk pajangan, tapi juga untuk jangka panjang.
Terlihat besar di awal, tapi aset organik ini akan menjadi identitas dan terus membangun kepercayaan audiens. Ini akan menjadi kunci kuat bagi sebuah brand atau bisnis untuk menumbuhkan usahanya.
Fakta Penting Tentang Biaya SEO
Dalam pengalaman saya bekerja di ruang lingkup SEO, biaya per akuisisi user bisa 3 kali lebih rendah daripada iklan digital. Sementara itu, dari berbagai studi, saya merangkum biaya per akuisisi secara organik ini bisa mencapai 5-10 kali lebih rendah.
Penghitungnnya tentu saja untuk jangka panjang yaitu dalam rentang waktu 1-2 tahun atau mungkin bahkan lebih. Oleh karena itu, konsistensi yang tepat saat mengelola SEO tidak lagi hanya tentang trafik dan juga akuisisi.
Tapi mendapatkan kepercayaan dari user, baik dari sisi digital maupun non-digital yang memungkinkan terjadinya retention.
Struktur Biaya Iklan Digital
Ketika SEO memang dikenal untuk jangka panjang, maka iklan digital adalah cara instannya. Untuk setiap platform harganya berbeda-beda, plus termasuk ruang lingkup bisnisnya.
Contohnya Google Ads saja, saya coba ambil dari metrik CPC atau cost-per-click (CPC) bisa dikelola dengan harga di bawah Rp 20.000.
Hal yang akan berbeda justru jika sudah masuk dalam bisnis kesehatan, keuangan, dan hukum. Harganya bisa melonjak mencapai Rp 50.000–200.000 per klik.
Di Meta Ads, jika diambil metrik biaya per 1.000 tayangan (CPM) umumnya berkisar Rp 15.000–80.000. Dan hal ini saya lakukan berdasarkan target audiens.
Sementara itu dengan mencoba Meta Lattice Ads. Biayanya berkisar di angka Rp 25.000-Rp75.000 dan sangat tergantung dengan tingkat persaingan.
Kapan Menggunakan SEO dan Kapan Beriklan?
Lalu, apakah yang sebaiknya dipilih? Apakah SEO dan iklan digital dalam strategi digital marketing? Apa yang sebaiknya dipilih untuk jangka panjang dan jangka pendek?
SEO Sebagai Rencana Jangka Panjang
Dari sudut pandang jangka panjang SEO adalah pilihan utama. Aset digital berbentuk website yang tidak bergantung pada anggaran iklan. Website bukan lagi hanya pajangan bahwa sebuah bisnis atau brand memang ada. Jika dikelola dengan baik, konsisten dan tepat, maka akan membutuhkan waktu hingga 6 bulan hingga 2 tahun untuk mendapatkan hasilnya.
SEO sangat efektif untuk bisnis apa pun, jangkauannya tetap luas. Bahkan dengan adanya AI Overview, website pun bisa jadi prioritas utama dari jawaban yang diberikan AI.
Tak lagi hanya mengandalkan trafik, SEO dan website juga digunakan untuk membangun otoritas hingga kepercayaan konsumen. Bahkan, di kemudian hari, jika ingin menjalankan iklan digital dalam format video sekalipun, website yang bagus adalah kekuatan akan membantu iklan berjalan dengan baik.
Pilih Iklan Digital Ketika

Iklan digital merupakan cara cepat dan insten untuk mengenalkan, menjuals sebuah produk baru dan untuk mendapatkan awareness dan trafik di tahap awal.
Selanjutnya, iklan digital juga bisa digunakan untuk momen promosi atau event terbatas dan bisa ditujukan untuk sikluas penjualan pendek.
Data yang diterima pun belum tentu cepat dan membutuhkan waktu hingga 3 bulan maksimal dan kemudian bisa menjadikan user sebagai targeting untuk melakukan penjualan kembali.
Satu catatan yang saya pelajari selama mengelola digital marketing, meskipun bisa dikatakan untuk tujuan singkat, tapi iklan tetap harus berjalan secara berkelanjutan dalam waktu 1-2 tahun agar user atau audience selalu mengingat produk yang ditawarkan atau dikenalkan.
Strategi Kombinasi yang Terbukti Efektif
Faktanya, kombinasi antara SEO dan iklan digital adalah hal yang ideal dan dilakukan bersamaan. Namun, jika ingin lebih bijak, mendalami proses learning dan menyiapkan strategi berjangka, maka kerangka strategi yang bisa dilakukan.
Mulai SEO dengan Langkah-langkah Awal
Memulai membuat website dan menyiapkan strategi awal SEO bisa dibilang 1-2 bulan saja. Tapi, untuk menyiapkan konten, memaintenance website, memantau Google Core Update secara berkala adalah cara yang wajib dilakukan secara jangka panjang.
Ingat, SEO selalu untuk jangka panjang dan inilah kekuatannya dalam ruang lingkup digital marketing. URL yang ada di website pun bisa digunakan untuk membangun iklan digital di tahap awal.
Iklan Digital untuk Validasi dan Data di 3 Bulan Awal
Dua platform yang saya sarankan adalah dengan menggunakan Google Ads atau Meta Ads untuk mendapatkan trafik instan dan mengumpulkan data perilaku pengguna.
Dari Google Ads, bisa identifikasi kata kunci mana yang kemudian jadi tolak ukur. Apakah klik atau konversi. Sementara itu, untuk Meta Ads, selain bisa menggunakan demografi perhatikan juga result yang ingin didapatkan. Jika tujuannya awareness cek impression dan klik beserta biaya yang sudah dikeluarkan.
Bangun Aset SEO Sambil Beriklan dari 3 – 9 Bulan
Setelah itu, lanjutkan dengan membangun aset SEO secara berkala dan konsisten, Buat konten berkualitas dengan target keyword yang intens, siapkan konsep E-E-A-T dan kelola dalam waktu kurang lebih hingga 1 tahun. Langkah awal ini bisa saja tidak akan memberi dampak yang besar terhadap nilai investasi yang sudah dikeluarkan. Tapi, untuk jangka panjang ini adalah pilihan yang tepat bagi yang memang ingin memulai SEO sejak awal.
Mulai buat konten berkualitas berdasarkan kata kunci yang telah divalidasi oleh data iklan. Terus jalankan iklan untuk menjaga aliran trafik dan penjualan, sambil perlahan membangun peringkat organik. Kurangi budget iklan untuk kata kunci yang mulai masuk halaman pertama Google secara organik.
SEO Jadi Fondasi, Iklan untuk Targeting
Ketika SEO sudah menghasilkan trafik, artinya informasi sudah tersampaikan. Informasi ini yang kemudian diolah dan dipertahankan untuk mengakuisisi user dan tetap dilakukan untuk tujuan jangka panjang.
Sementara itu, untuk iklan yang bersifat awareness tetap dipertahankan dan mulailah mengalihkan budget iklan untuk kampanye spesifik seperti tanggal cantik, hingga retargeting.
Baca juga: Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Kecil dan Budget Terbatas
Baca juga: Cara UMKM Untuk Beriklan dengan Meta Lattice Dari Meta Ads di 2026
Pilihan Strategi yang Relevan
Pilihan strategi memang kerap membuat siapa pun ragu untuk menjalankan SEO atau iklan digital dalam ruang lingkup digital marketing.
Saya akan mencoba memlihatnya menjadi dua bagian berikut ini:
Industri dan Tingkat Persaingan
Kompetisi iklan yang sangat tinggi seperti di bidang, game (permainan) keuangan, kesehatan, hukum, atau telekomunikasi secara umum memiliki biaya iklan yang mahal.
Pada bagian ini pula, pilihan strategi yang memang dibuat untuk jangka panjang yang memberikan keunggulan kompetitif dan signifikan. SEO adalah pilihan strategi yang tepat untuk dilakukan jika berada dalam industri dan tingkat persaingan yang tinggi.
Sebaliknya, jika bisnis yang dijjalankan memiliki niche tersendiri dan persaingan yang rendah, maka iklan digital adalah pilihan strategi yang tepat untuk menjagkau user atau audience.
Tahap Perkembangan Bisnis
Jika masih baru, website tetap lah penting. Ini cara awal untuk membangun kepercayaan dengan calon audience. Tapi, jika ingin mendapatkan user awal secara instan, iklan digital adalah pilihan yang tepat.
Bagi bisnis yang sudah berjalan lama, maka berinvestasi dengan SEO dan tujuan jangka panjang dengan penguatan data adalah cara yang tepat.
Karakteristik Produk atau Layanan
Produk berupa barang atau jasa dengan siklus keputusan pembelian panjang dan bertahap bisa menerapkan SEO dan content marketing untuk membangun audiens dan kepercayaan.
Sementara itu, untuk produk impulsif atau penawaran terbatas bisa mencoba iklan digital.
Secara keseluruhan, SEO dan iklan digital dalam strategi digital marketing idealnya jalan bersamaan. Tapi, dibalik objektif bisnis yang berbeda-beda SEO dan iklan digital adalah sebuah pilihan yang bisa dilakukan dengan tepat.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
