Sebagian pelaku UMKM masih banyak yang belum memanfaatkan media sosial untuk beriklan karena mengira hal seperti ini rumit dan membuang-buang budget.
Padahal dengan strategi yang tepat, beriklan bisa memberikan banyak manfaat, mulai dari mendapatkan audiens yang mengarah kepada leads berkualitas hingga transaksi pembelian.
Salah satu pilihan strategi yang tepat untuk beriklan adalah dengan menggunakan Meta Ads (Facebook, Instagram, Threads dan WhatsApp) yang sudah terbilang powerful.
Namun, jika strategi, struktur dan tidak dikelola dengan jelas, tentunya bisa membuat budget terbuang percuma dan tanpa hasil.
Kali ini, saya mencoba untuk berbagi tentang strategi Meta Ads yang disiapkan bagi UMKM yang ingin melihat dan mencoba bagaimana menjalankan iklan dengan Meta Ads.
Kali ini saya akan coba lebih spesifik dengan memilih UMKM kuliner.
Apalagi, bisnis UMKM semakin banyak saat ini dan tentunya butuh diferensiasi yang berbeda dengan bisnis kuliner lainnya.
Kenapa Iklan di Meta Belum Menghasilkan?
Sebelum melangkah dengan pembahasan strategi, saya belajar dari beberapa pemilik UMKM yang telah menjalankan iklan di Meta Ads.
Dari audit yang saya lakukan, saya menemukan beberapa hal seperti target audience yang luas, struktur objektif yang belum tepat, belum menyiapkan funnel, faktor kreatif yang digunakan.
Langkah paling sering dilakukan adalah dengan langsung menjalankan iklan melalui “Boost Post.”
Dan kemudian menilai ini menjadi salah satu bentuk yang efektif dalam mengenalkan, bahkan hanya untuk mendapatkan likes, komen hingga enggagment.
Lalu, iklan dikelola tanpa strategi lainnya yang tersedia di dashboard Meta Ads.
Tahapan Beriklan Meta Ads untuk UMKM Lokal
Setelah saya menelaah beberapa kasus yang terjadi di UMKM, saya mencoba untuk membuat beberapa tahapan yang bisa jadi bagian dari strategi untuk beriklan di Meta Ads bagi UMKM.
1. Memulai Awareness Campaign dengan Validasi Audiens
Bagi UMKM saya menrayakan ini langkah pertama yang bisa dimulai mengiklankan produk kuliner yang dimilki.
Pada bagian ini tujuannya adalah tidak untuk langsung berjualan.
Namun, tujuannya adalah untuk mencari validitas audiens yang sudah terpapar iklan.
Dalam Langkah ini bisa menggunakan beberapa objektif seperti Engagement, Traffic hingga Video Views.
Coba mulai juga dengan lokasi yang berjarak 5–7 km dari lokasi bisnis. bisnis.
Dari saya, coba untuk tidak terpaku pada targeting. Ingat, di tahun 2026, Meta sudah Punya Lattice, teknologi AI yang dikembangkan untuk pengelolaan iklan dan tentunya ini bisa dijadikan sebagai strategi bagi para pemilik bisnis UMKM.
Untuk budget iklan, siapkan saja yang paling minimum terlebih dahulu.
Budget kecil untuk melihat dan menilai siapa yang tertarik dengan konten yang sudah diiklankan melalui tahap pertama.
Tips tambahan, jangan terjebak dengan jumlah like, comments, namun untuk mengetahui user yang engage dengan iklan terlebih dahulu.
2. Bangun Kepercayaan dan Mulai Tampilkan Produk
Setelah berhasil mendapatkan dan memilih dengan audiens dari kangkah iklan yang pertama, siapkan kampanye iklan dengan menerapkan strategi Custom Audience dari video viewers, orang-orang yang sudah berinteraksi melalui komen atau direct message atau bahkan audiens yang sudah menuju ke profik dari UMKM.
Mulai lah berjualan, namun jangan langsung hard selling. Fokus pada testimoni pelanggan dengan cara mendapatkan feedback.
Biasakan untuk menerima feedback. berupa ulasan yang positif dan negatif dari audiens.
Cara ini akan membuat pemilik UMKM juga mampu meningkatkan kualitas hingga menjaga kualitas sehingga menghasilkan produk kuliner yang lebih baik lagi.
Jika produk yang ditawarkan memiliki lompetitor, riset dan siapkan keunggulan produk sendiri dibandingkan dengan kompetitor.
3. Mulai Tentukan Konversi
Jika pemilik UMKM memiliki website bisa mulai menjalankan strategi untuk menghitung berapa budget yang sudah dikeluarkan untuk iklan dan berapa persen dampak dari iklan tersebut terhadap penjualan.
Jika UMKM tidak punya website, bisa juga menggunakan konversi dengan WhatsApp untuk bisnis.
Dari tiga tahapan ini, saya menyarankan untuk menggunakan Meta Ads Manager agar pemilik UMKM memilih informasi dan pengelolaan lebih detail tentang iklan dibandingkan hanya menggunakan boost post.
4. Mulai Retargeting Untuk Mendapatkan Profit
Jangan selalu bergantung untuk menemukan pembeli baru. Namun, mulailah dengan retargeting.
Secara umum Meta sudah menyiapkan standar tersendiri, kapan waktunya sebuah bisnis sudah bisa melakukan retargeting.
Atau, pemilik UMKM juga sudah bisa menentukan sendiri. Secara umum retargeting adalah data yang didapatkan dari pemilik UMKM tentang audiensnya yang sudah melakukan pembelian atau bahkan belum membeli sama sekali melalui iklan yang ditemukan di Meta.
Istilah yang mungkin sering dikenal adalah “lihat-lihat dulu”, namun dalam konteks ini formatnya adalah digital.
Jika baru memulai menjalankan iklan dan belum menemukan audiens yang banyak, retargeting bisa diarahkan pada audiens yang baru saja mengunjungi website, sudah melihat video di atas 50% atau hanya sekedar bertanya di chat, namun belum membeli.
Tips Mengelola Creative Untuk UMKM

Semua tahapan tadi tidak akan berjalan tanpa bentuk aset kreatif.
Dalam Meta Ads, strategi ini bisa dilakukan dengan dalam membuat gambar atau video dari produk yang dihasilkan oleh UMKM.
Sebagai tips tambahan, siapkan beberapa hal berikut:
1. Bagian Kreatif
Dalam Meta Ads ada bagian-bagian kreatif yang perlu dipikirkan secara detil.
Biasanya ada yang formatnya tulisan, hingga visual seperti gambar atau video.
Oleh karena itu, siapkan copy atau tulisan yang singkat dan mengandung informasi yang jelas
Pilih iklan denga format video 15–30 detik. Untuk iklan di platform Meta Ads 2026, video adalah pilihan yang tepat karena memiliki nilai enggagment lebih tinggi.
Namun, perlu juga kesabaran, untuk menemukan format video terbaik mana yang akan dipilih oleh Meta Ads.
Dalam pengalaman saya, tidak pernah ada rumus bahwa satu video harus cepat viral.
Mengandalkan viral pun belum tentu bisa menarik perhatian audiens yang benar-benar ingin membeli sebuah produk.
2. Ulasan dan Kepuasan Audiens atau Pelanggan itu Penting
Jangan berpikir “Ah.. nanti ada aja yang beli.”
Bisnis skala kecil membutuhkan kepercayaan dan kepuasan dari audiens yang akan dan sudah melakukan transaksi.
Oleh karena itu, pastikan untuk mendapatkan ulasan yang positif.
Jika memungkinkan, bisa menggunakan foto pelanggan asli, ulasan yang positif atau rating bintang.
Saran saya jangan gunakan audiens palsu untuk seolah-olah membuat bisnis yang dikelola terlihat bagus.
Hal ini belum tentu menambah kepercayaan dan kepuasan pelanggan yang asli.
3. Manfaatkan Strategi Promo dengan CTA yang Tepat
Jika punya kampanye untuk menawarkan promo, lakukan dengan terbatas terlebih dahulu.
Jika ingin hal yang sifatnya lokal seperti UMKM kuliner, tambahkan kata-kata seperti misalnya Tangerang Selatan dalam bagian kreatif yang meliputi CTA.
Gunakan CTA atau Call-to-Action, misalnya satu tombol yang disediakan Meta Ads untuk mengajak audiens langsung melihat atau membeli produk melalui website atau WhatsApp.
4. Punya Admin yang Responsif
Terakhir, pastikan admin yang mengelola ini memiliki respons yang cepat untuk menanggapi pertanyaan atau permintaan audiens.
Semua tahapan tadi saya sarankan dilakukan secara bertahap. Jangan terburu-buru melakukannya. Dalam beberapa pengalaman saya, sebuah UMKM bahkan membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan untuk bisa memulai langkah ketiga dan keempat.
Baca juga: Meta Lattice 2026: Target Audiens Manual Sudah Tidak Relevan Lagi?
Baca juga: WhatsApp Ads: Strategi Untuk Bisnis Agar Closing di 2026
Strategi Budget untuk UMKM Agar Tidak Boncos
Dalam beberapa pengalaman saya tentang mengelola iklan untuk UMKM kuliner, saya menyarankan untuk memulai penggunaan Meta Ads dengan budget yang kecil terlebih dahulu.
Alokasi yang biasanya saya terapkan adalah meliputi hal-hal berikut.
30% untuk tahap awal, yaitu Awareness, 30% untuk edukasi atau soft selling, dilanjutkan
30% dengan target konversi, termasuk jika UMKM menawarkan promo dan 10% untuk retargeting.
Budget ini tentunya akan fluktuatif dan tergantung pada rencana pemilik UMKM menempatkan budgetnya secara keseluruhan untuk menjalankan digital marketing.
Metrik Meta Ads yang Dijadikan Sebagai Panduan Kesuksesan Iklan

Di tahap awal, tidak perlu terlalu pusing dengan banyak data hanya untuk mendapatkan growth atau pertumbuhan semu.
Namun, pastikan iklan memberikan dampak dengan standar angka CTR adalah 1%, hitung berapa biaya per klik dari iklan dengan metrics CPC, Cost Per Lead jika menggunakan Leads sebagai objektif.
Jika menggunakan WhatsApp Ads, cek ada berapa chat yang masuk dan tentukan persentase closing rate.
Ketika chat banyak, namun persentase closing sedikit, berarti ada hal lain yang perlu dicek, dan bukan hanya iklan saja.
Pastikan produk, kualitas layanan dan kualitas produk sudah benar-benar terjamin dengan baik.
Hindari Kesalahan Fatal UMKM Beriklan dengan Meta Ads
Jangan hanya jualan produk berbentuk barang saja.
Namun, jual juga jasanya. Ingat! Bisnis apa pun akan selalu membutuhkan trust.
Dalam beberapa kasus yang saya temukan, UMKM atau bisnis yang sudah besar sekalipun terlalu fokus menjual barang, namun melupakan nilai jasa yang dilakukan tanpa membangun trust.
Iklan Bukan Cara Tercepat Untuk Dikenal dan Profit, Namun Proses Optimasi
Seringkali mindset para pemilik bisnis menilai investasi yang dilakukan dalam iklan harus menghasilkan keuntungan dengan cepat.
Namun, cara berpikir ini tidak tepat. Iklan digital adalah tentang optimasi dan bagaimana teknologi memahami sebuah bisnis yang dibuat untuk manusia.
Oleh karena itu, selalu punya mindset bahwa iklan digital seperti di Meta Ads adalah proses dan strategi yang membutuhkan waktu.
Hindari mengganti pengaturan iklan, tidak sabar dalam proses A/B Testing dan tidak melakukan follow up pada audiens yang potensial dalam melakukan pembelian produk.
Jika pengelolaan iklan dilakukan dengan konsisten dan sabar, Meta Ads bukan lagi beban biaya, melainkan alat yang mampu meningkatkan penjualan sebuah UMKM.
Selain itu, strategi Meta Ads pun akan terus berkembang dengan memanfaatkan AI, dan tentunya ini bisa dimanfaatkan untuk mengenmbangkan strategi sebuah bisnis UMKM.







