Film “Crime 101” jadi tontonan terbaru di pertengahan bulan Februari 2026. Sebelum masuk ke ulasan film “Crime 101,” saya akan menyampaikan sinopsis dan keunggulan filmnya terlebih dahulu.
Hal-hal yang Seru di Film “Crime 101”

1. Karakter Chris Hemsworth yang Berbeda
Jika selama ini penonton melihat Chris Hemsworth sebagai aktor dengan peran yang cool, punya komedi yang sarkas, maka di Film “Crime 101” akan berbeda.
Chris Hemsworth mengemban sebagai seorang pria taktikal yang penuh perhitungan dan tidak ceroboh.
2. Bos vs “karyawan”
“Crime 101” menghadirkan latar belakang cerita yang kuat pada pemeran utamanya dengan menempatkan porsi tentang bos vs karyawan.
Chris Hemsworth punya latar belakangnya sendiri terhadap penadahnya. Halle Berry, seorang agen asuransi yang diremehkan atasan.
Hingga Mark Ruffalo, detektif idealis yang terlihat berjuang sendirian memerangi kejahatan tanpa dukungan lingkungan kerja dan atasannya.
Sinopsis Film “Crime 101”
Seorang pencuri yang penuh perhitungan Davis (Chris Hemsworh) dengan rencana yang matang bertemu dengan agen asuransi yang mulai putus asa bernama Sharon (Halle Berry).
Pertemuan antara Davis dan Sharon, tidak sesederhana itu. Terutama, ketika ada seorang detektif polisi idealis bernama Lou (Mark Ruffalo)
Ditambah lagi dengan pencuri lain bernama Ormon (Barry Keoghan) yang berusaha menemukan jalan mereka sendiri.
Review Film “Crime 101”
Seolah ingin melepaskan nama-nama besar yang sudah begitu melekat dalam karakter mereka di film-film sebelumnya, “Crime 101” ingin hal yang berbeda.
Film “Crime 101” dimulai dengan backsound yang mengarahkan penonton pada intensitas tinggi.
Sebagai mantan konten editor yang pernah mengulas beberapa film bertema pencurian atau heist, saya melihatnya biasa saja.
Tidak ada yang terlalu istimewa, pun pada saat adegan tentang berbagai rencana dilakukan dengan penyampaian yang simpel.
Seiring berjalannya waktu, ceritanya mulai padat dan menjadi menarik.
Dari sudut pandang saya, dengan judulnya “Crime 101” penonton akan diajak melihat sisi perampokan dari perspektif yang lain.
Bisa dibilang, perampokan ini diartikan bukanlah hal yang buruk.
Ada latar belakangnya yang kuat di sana. Dan hal ini tercermin dari Chris Hemsworth dan Halle Berry.
Bahkan, untuk karakter yang bukan perampok seperti Mark Ruffalo pun punya background cerita yang kuat.
Dari sudut pandang saya, “Crime 101” memiliki formula cerita yang berani berbeda.
Meskipun masih menempatkan hal-hal klise dari film-film bertema perampokan lainnya.
Ketika hal klise ini muncul, saya seperti melihat film dengan permainan bermain petak umpet, dan kerap diulang-ulang.
Tapi, di satu sisi, saya menemukan keseimbangan. Di antara antara hal-hal klise, saya melihat naskah yang baik melalui pengembangan karakternya.
Satu lagi, pengembangan karakternya yang baik ini menjadikan cerita filmnya pun tidak tumpeng tindih.
Tetap menempatkan Chris Hemsworth dan Hale Berry sebagai pucuk utama.
Tapi tidak melupakan bagaimana Mark Ruffalo hingga Barry Keoghan buat saya adalah sajian spesial yang saya dapatkan saat menonton “Crime 101.”
Secara keseluruhan, Hemsworth, Berry, Keoghan dan Ruffalo benar-benar tahu bagaimana memainkan peran mereka dengan baik.
Karakter yang Kuat di “Crime 101”

Apa yang selalu muncul Ketika Chris Hemsworth menjadi peran utama dalam sebuah film? Ia tampil gagah, sedikit arogan dan mengeluarkan komedi sarkasnya yang unik.
Bagi saya, jadi berbeda di “Crime 101.” Berperan sebagai Mike Davis, Chris Hemsworth adalah seorang pria yang berpengalaman, penuh perhitungan dan taktikal yang sangat matang dan selalu ingin sempurna dalam aksinya.
Namun, di bagian lain, Chris Hemsworth pun bisa diceritakan sebagai pria pemalu yang masih canggung dengan segala macam reputasinya sebagai perampok.
Inilah gambaran karakter yang bisa keluar dari bayang-bayang penampilannya yang gagah, angguh, dan tampil dengan komedi yang sarkas.
Sebagai contoh, pada satu adegan, Chris Hemsworth mengajarkan kepada penonton, bahwa dalam pekerjaan ini salah satu yang paling penting adalah tidak meninggalkan bukti sama sekali.
Bagaimana Hemsworth melakukannya? Karakternya memberitahukan bagaimana caranya membersihkan sebuah tempat kejadian dengan tidak meningglkan jejak DNA sedikit pun.
Pada bagian karakter lainnya, masih ada Barry Keoghan. Karakternya adalah anti-tesis dari Chris Hemsworth. Masih muda, liar, dan sangat berbahaya yang memberikan energi yang berbeda ketika penonton diajak masuk ke cerita filmnya.
Untuk sebuah film dengan genre thriller kriminal, elemen-elemen karakter ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan elemen tambahan lainnya untuk menutupi bagian klise yang muncul di dalam filmnya.
Hal terbaik lainnya yang menurut saya mencuri perhatian adalah keadiran Jennifer Jason Leigh yang berbagi layar dalam adegan singkatnya bersama Mark Ruffalo.
Pembagian Sinematografi yang Baik
Tidak ada bagian sinematografi yang istimewa di sepanjang film ini. Namun, saya menyukai beberapa porsi yang pas. Pengambilan gambar yang sangat terasa adalah ketika kamera diarahkan pada Chris Hemsworth dengan suasana yang tenang.
Sementara itu, bisa menjadi berbalik 180 derajat kepada karakter yang diperankan oleh Barry Keoghan yang terasa menganggu.
Tak hanya itu, alur lambat yang disajikan di dalam film ini juga tidak lepas dari bagaimana ide hingga eksekusi dari pengambilan gambar filmnya itu sendiri.
Tetapi, itu bukanlah sebuah masalah. Karena menurut saya ini adalah porsi yang tepat, bagaimana sinematografi melengkapi inti cerita dari pengembangan karakternya.
Baca juga: Ulasan Film “Eternity”: Jawaban Tentang Siapa Pemilik Hati Ini
Baca juga: Ulasan “Wuthering Heights”: Romansa Sensual yang Bercerita Tanpa Arah
Epilog Untuk Film “Crime 101”
Penutup dari ulasan “Crime 101” dari saya adalah ini merupakan film kriminal yang mungkin terasa familiar dan pernah ditonton di film yang bertema sama.
Terdapat bagian-bagian klise yang berhasil diimbangi dengan ide-ide menarik dan rasanya masih segar untuk film ini.
Setidaknya, ini akan membuat penonton terpaku untuk sementara dan memahami filmnya secara utuh.
Ditambah lagi dengan porsi karakter yang berbeda dari yang selama ini kita lihat sebagai penonton.
Tetapi apakah film ini worth it untuk ditonton di bioskop? Tetap saja, film “Crime 101” adalah film yang sangat layak untuk ditonton di bioskop.
Terutama bagi yang menyukai thriller kriminal dan melihat pendekatan yang benar-benar baru untuk sebuah film yang menjual heist sebagai inti ceritanya.
Film “Crime 101” saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia, seperti CGV Cinemas, Cinepolis dan XXI.







