Home » Hiburan » TV Series » Ulasan TV Series His & Hers: Masa Lalu Kelam Berujung Kematian

Ulasan TV Series His & Hers: Masa Lalu Kelam Berujung Kematian

ulasan-his-hers

Salah satu tv series terbaru Netflix di bulan Januari 2026 berjudul His & Hers sudah bisa ditonton. Setelah menonton semua episodenya, warga akan sampaikan ulasan tv series His & Hers.

Bergenre drama-kriminal, His & Hers diperankan oleh aktor dan aktris terbaik yaitu Jon Bernthal dan Tessa Thompson.

Sebelum masuk ke review atau ulasan His & Hers, warga berikan dulu sinopsis singkatnya.

Sinopsis Series His & Hers

Di sebuah kota kecil, sebuah misteri di masa lalu membuat detektif dan seorang presenter sekaligus jurnalis menemukan potongan-potongan kecil yang kelam

Ketika menemukan sebuah peristiwa pembunuhan.

Berbagai cerita yang gelap ternyata memiliki pengaruh yang kuat di masing-masing memori sang detekti dan sang jurnalis.

Bisakah mereka membongkar semua misteri ini?

Review TV Series His & Hers

Serial tv ini hadir hanya dengan 6 episode. Netflix biasanya sudah melabelinya dengan “Limited series”

Meskipun begitu, sejak episode pertama sajian cerita yang disuguhkan langsung to the point tanpa banyak drama yang bertele-tele.

Salah satu nilai positif yang memang membuat penonton sudah antusias untuk tidak berhenti menyaksikan semua episodenya.

Dimulai dari pengenalkan karakter secara singkat, penemuan peristitwa pembunuhan hingga akhirnya berbalik menuju setiap cerita karakter yang ada di setiap episodenya.

Semuanya ditata dengan rapi per episodenya.

Sesekali menyelipkan cerita di masa lalu yang membuat alurnya maju-mundur.

Namun, cerita yang disampaikan tidak bertele-tele dan terkesan tegas, meskipun ada beberapa bagian cerita yang terasa dipersingkat.

Namun, potongan plot yang disajikan sudah cukup baik.

Sehingga setiap momentum misteri dan memecahkan berbagai kasusnya bisa berlangsung cepat tanpa merusak alur cerita.

Semuanya disajikan dengan baik dari episode pertama hingga episode enam.

Sebuah tv series yang memang bisa menjadi salah satu andalan Netflix di tahun ini.

Faktor Jessica Thompson dan John Bernthal

Jessica Thompson mampu tampil baik memerankan seorang karakter sebagai seorang jurnalis yang ternyata punya masa lalu yang kelam.

Masa lalu ini yang kemudian terhubung dalam setiap kepingan cerita di setiap episodenya.

Sementara itu, Jon Bernthal sangat baik memainkan karakternya sebagai detektif.

Gaya khasnya yang terlihat seperti koboi tetap disajikan.

Namun, yang jadi pembeda, karakter yang diperankan oleh Jon Bernthal sebagai detektif dibuat lebih kelam.

Dibalik garangnya sang karakter, cerita yang disajikan menyuguhkan sisi lain yang juga tak kalah gelapnya.

Keduanya dipadukan dengan kejutan yang langsung didapatkan penonton di episode pertama.

Siapa sangka karakter yang dimainkan oleh Detektif Parker (Jon Bernthal) dan Anna (Tessa Thomposon) adalah suami-isteri.

Namun, di sinilah keunggulan dari lanjutan ceritanya.

Dua karakter ini terhubung dengan semua karakter lainnya yang ada di setiap episodenya.

Penonton juga dibawa dalam alur cerita yang menghanyutkan tanpa harus mengetahui siapa pembunuh berantai yang sebenarnya.

Bahkan, di satu episode menjelang endingnya pun His & Hers menyajikan cerita yang on point dan tidak bertele-tele.

Namun, sepanjang e6 episode tersebut terlihat juga ada beberapa hal yang membuat keduanya terlihat canggung memainkan perannya.

Seakan-akan chemistry yang dimunculkan menjadi tanggung dalam setiap adegannya

Ending His & Hers.

Ada alasan-alasan khusus yang membuat ending dari His & Hers disajikan dengan rapi.

Penonton diajak untuk ikut berpartisipasi dan memilih karakternya sendiri.

Dari sudut mana mereka melihat sisi baik dan buruk.

Semuanya akan disajikan dengan rapi mulai dari episode 2, episode 3 hingga episode 4.

Ketegangan semakin tersaji memasuki episode kelima dan ditutup dengan sebuah misteri yang akhirnya terungkap di episode terakhir.

Sosok Ibu yang Menyimpan Luka

Serial tv ini juga menyoroti tentang bagaimana seorang wanita Ketika menyimpan rahasia sekaligus luka.

Hal ini bisa dilihat dari karakter Anna yang kemudian diceritakan Kembali dari masa hiatusnya.

Sebuah masa yang kemudian terjawab di setiap episodenya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Ibu atau wanita lainnya di serial tv ini.

Mulai dari sudut pandang detektif Patel, hingga Ibu Anna yang mengalami demensia.

Setangguhnya seorang wanita apalagi seorang Ibu, ia akan selalu menyimpan luka.

Pilihan bisa datang, apakah ia akan melawan luka tersebut atau hanya diam.

Lalu, bagaimana ketika ia ingin melawan luka tersebut?

Jawabannya hanya ada di tv series His & Hers yang sedang tayang di Netflix.

Baca juga: 11 TV Series Terbaru Apple TV + yang Akan Rilis di Tahun 2026

Baca juga: Film Terbaru Apple TV+ 2026: Banyak Film Komedi!

Ulasan His & Hers ini hanyalah potongan kecil dari kompilasi depresi, misteri, pembunuhan dan kasih sayang seorang Ibu.

Sebuah dinamika sekaligus realita yang juga mungkin terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari di masa kini.

Dari sudut pandang saya, series ini menjadi penawar di mana membuat cerita series tidak hanya tentang hal yang tingan dan mengandung banyak referensi pop saja.

Bagi saya yang mantan konten editor untuk mengulas dan menilai film dan tv series, His and Hers adalah sebuah drama crime psikologi yang akan membuat penonton juga ikut berada dalam tekanan yang kuat.

Sebuah gebrakan awal yang bagus bagi Netflis untuk terus menghadirkan tontonan yang berkualitas dengan produksi yang maksimal.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *