Home » Hiburan » Film » Ulasan “The Bluff:” Pertarungan Perompak yang Brutal

Ulasan “The Bluff:” Pertarungan Perompak yang Brutal

ulasan-the-bluff

Bagaimana jadinya jika film tentang bajak laut tidak menampilkan fantasi yang terjadi di masa itu? Atau cerita bajak laut dengan premis sejarah? Tapi, saya baru saja selesai menonton film bajak laut yang brutal dan tidak lagi mengandalkan dialog-dialog kaku.

Film bajak laut yang brutal ini berjudul “The Bluff” dan akan jadi ulasan di minggu ini. Film “The Bluff” sudah tayang di Prime Video sejak 25 Februari 2026, dan bagi yang belum nonton bisa langsung akses Prime Video ya!

Sebelum menceritakan ulasan tentang film “The Bluff”, ada beberapa hal menarik yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu.

Hal Menarik Dibalik Layar dari “The Bluff”

Film ini diprodukseri oleh sutradara yang sukses membangun Marvel Cinematic Universe yaitu Joe Russo dan Anthony Russo. Selain itu, masih ada nama Zoe Zaldana yang juga menjadi eksekutif produser film ini.

Alih-alih bercerita tentang sejarah atau sebuah film fantasi bajak laut seperti saga “Pirates Carribean,” film “The Bluff” hadir dengan aksi laga yang brutal bahkan dengan sisipan gore.

Sinopsis Film “The Bluff”

Sebuah pulau yang damai tiba-tiba kedatangan sekelompok perompak dan pemburu hadiah. Tak hanya mengincar harta,namun di bawah kekejaman Captain Connor (Karl Urban) ada misi lain yang ingin diselesaika di pulau tersebut.

Siapa yang sebenarnya sedang dicari oleh Captain Connor? Apakah benar ia hanya mengincar sebuah harta karun?

Review Film “The Bluff”

ulasan-the-bluff

Sebuah sebuah film yang tayang hanya di OTT atau Over The Top “The Bluff” bisa dibilang to the point. Tidak ada sebuah pembukaan atau latar belakang yang disia-siakan.

Cerita film sudah bergerak progresif sejak awal mula, dan kemudian ditingkatkan dengan adegan aksi yang mengejutkan.

Salah satunya adalah bagaimana sudut pandang kamera memberikan ruang kepada penonton melihat cipratan darah sewaktu pertarungan yang melibatkan Ercell (Priyanka Chopra Jonas) dengan komplotan perompak yang menyerang kedamaiannya di sebuah pulau.

Tak hanya itu, di sisa film semuanya terjadi begitu cepat dan penuh dengan aksi dan mengorbankan bagian struktur cerita yang terkadang terlihat tidak beraturan.

Cerita yang tidak beraturan ini memang tidak akan membawa penonton kepada plot-plot yang mengejutkan.

Tidak ada pula klimaks cerita yang jelas ketika di bagian akhir. Hal ini yang kemudian membuat potensi film ini menjadi terasa datar dan tidak ada ruang eksplorasi yang memungkinkan penonton melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Priyanka Chopra Jonas tetaplah seorang protagonis, sementara itu, Karl Urban adalan antagonisnya.

Semua penonton sudah tahu itu, dan kemudian sudah bisa tertebak begitu saja. Bagian ini yang saya rasakan kurang dan membuat cerita menjadi terasa hambar.

Padahal, jika eksplorasi itu bisa disampaikan lebih luas lagi, bukan tidak mungkin akan menghadirkan cerita yang berbeda.

Namun, sekali lagi, sebagai sebuah film yang hanya tayang di OTT tentu saja ini bukanlah sebuah masalah besar.

Hal paling penting adalah bisa membuat penonton menjadi terhibur tanpa harus berpikir dan melewatkan plot-plot yang unik dan sulit ditebak.

Action yang Brutal

Jujur saja, saya cukup terkejut ketika menonton film ini. Hampir di setiap film yang diperankan oleh Priyanka Chopra Jonas selalu hadir dengan sedikit sentuhan drama yang membuat film bisa dibuat naik-turun ketika menontonnya.

Tapi, ketika menonton Priyanka Chopra Jonas di film “The Bluff” saya merasakan adrenalin yang lebih intens.

Bukan karena pesonanya, namun sejak awal mula film ini dimulai berbagai adegan action yang brutal sudah disajikan di dalam film ini, dan tentu saja Priyanka Chopra Jonas yang berperan sebagai Ercell terlibat dalam adgen aksi yang brutal tersebut.

Hal ini seperti menunjukkan skill seorang bajak laut yang tinggi. Hal yang sama juga ditampilkan Karl Urban yang berperan sebagai Captain Connor dan Temuera Morrison sebagai Quartermaster Lee.

keburtalan mereka tidak hanya melalui peran antagonis yang ditampilkan namun bagaimana ketika kedua actor ini menyelami peran mereka sebagai perampok, perompak dan pemburu yang memang benar-benar haus akan kekejaman.

Pada bagian ini,saya sedikit memberikan nilai plus, mengingat saya belum pernah menemukan film dengan latar belakang tentang bajak laut yang brutal.

Desain Produksi yang Unik

Film ini mengambil latar belakang abad ke 19. Di sinilah saya mendapatkan visual dan pengalaman yang baru untuk sebuah film tentang bajak laut. Berbagai desain produksinya terasa pas dan terbilang klasik.

Terlihat sederhana, namun seperti menciptakan sebuah identitas yang pas untuk setiap karakternya. Misalnya saja Ketika Ercell Kembali menggunakan baju perangnya, ia tampil bak seorang wanita yang perkasa.

Berbeda ketika Ercell ditampilkan sebagai wanita biasa yang tinggal di sebuah pulau yang damai.

Hal yang sama juga ditampilkan pada sosok Karl Urban. Pria kejam, namun menyimpan kharismatiknya juga tampil apik dengan kostum yang disiapkan dengan matang.

Sebagai bagian dari sebuah produksi tentunya ini adalah hal yang bagus untuk sebuah film yang ceitanya biasa-biasa saja atau terbilang datar.

Secara keseluruhan, ulasan dari film “The Bluff” sebenarnya tidak banyak menawarkan hal yang baru. Dari sisi penceritaan pun masih terasa datar tanpa ada konflik klimaks yang membuat penonton mendapatkan hal yang baru.

Tidak ada pula plot twist yang istimewa karena hampir semua bagian ceritanya seperti mudah untuk ditebak.

Baca juga: Ulasan “The Wrecking Crew” Film Aksi Kakak-Adik yang Menghibur

Baca juga: Ulasan “Mercy”: Ide Baru Dalam Film yang Tak Solid

Namun, sebagai sebuah hiburan film “The Bluff” tetaplah film yang perlu diapresiasi dan layak ditonton di akhir pekan. Apalagi, jika ingin mendapatkan pengalaman menonton sebuah film bajak laut ang penuh adegan aksi dan cenderung brutal.

Sekali lagi, “The Bluff” sudah tayang di Prime Video sejak 25 Februari 2026. Sembari bersantai di akhir pekan, film ini adalah hiburan yang tepat untuk menghabiskan waktu bersantai penonton.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *