Sejak dirilis pertama kali “The Night Agent” merupakan tv Series terbaru yang selalu mencuri perhatian saya. Serial bergenre action thriller yang dilengkapi dengan ketegangan politik ini selalu menjadi hal yang penting yang ingin saya bagikan ulasanna.
Diadaptasi dari novel dari penulis Matthew Quirk. Ulasan “The Night Agent” yang ingin saya bagikan adalah di musim ketiganya saja, alias season 3. Karena sejak season 1 dan season 2, website ini masih belum selesai sepenuhnya.
Supaya tidak ketinggalan dengan season 1 dan season 2 dari “The Night Agent”, saya akan sampaikan sinopsis dan faktanya terlebih dahulu.
Sinopsis “The Night Agent” Season 1 – Season 3
Serial tv bergenre thriller politik yang focus pada karakter Peter Sutherland yang diperankan oleh Gabriel Basso. Awalnya, ia hanyalah pegawai biasa di lingkungan FBI dan berkantor di ruang Bawah tanah Gedung Putih.
Namun, berbagai kejadian demi kejadian membuat Peter terlibat dalam beberapa intrik, konspirasi dan hal-hal masa lalunya.
Fakta Serial TV “The Night Agent”
Sebelum masuk ke cerita di season 3 Saya akan sampaikan beberapa fakta menarik “The Night Agent” di dua season sebelumnya.
“The Night Agent” Season 1
Awalnya Peter kurang lebih seperti admin yang bertugas mengelola Night Action (telepon darurat rahasia).
Pekerjaannya yang hanya mengangkat dan menutup telepon. Kemudian berubah setelah dan menerima panggilan Rose Larkin, dimana bibi dan pamannya adalah agen rahasia yang terbunuh.
Dalam perjalanan ceritanyam “The Night Agent” season 1 adalah sebuah cerita yang tak berhenti menyajikan ketegangan demi ketegangan dan tentu saja ada banyak konspirasi.
Mulai dari konspirasi pemboman, keterlibatan kelpa staf Gedung Putih, hingga menyelamatkan terror kepada presiden.
Meskipun pada akhirnya Peter mendapatkan kenaikan pangkat. Ia tidak lagi hanya menjadi pengangkat telpon dan menjadi bagian dari “Night Agent” yang melakukan sebuah misi.
“The Night Agent” Season 2
Misi pertama Peter dimulai di Bangkok. Hal yang erujung pada munculnya dugaan konspirasi proyek Foxglove yang dikembangkan pemerintah AS.
Di sini secara cerita, terkesan lambat, karena Peter dari sudut pandang saya sedang beradaptasi dengan pekerjaan barunya.
Ditambah lagi, kisah Peter dan Rose pun juga diungkapkan dengan drama yang intensitasnya cukup besar di season 2.
Dalam perjalanannya, Peter ternyata berhasil menyelesaikan misi tersebut. namun harus menerima konsekuensi lain
Pertama, ia harus kehilangan Rose. Kedua, ia harus berhadapan dengan Jacob Monroe dan tentu saja konspirasi yang melibatkan pemerintah.
Sinopsis “The Night Agent” Season 3

Peter Sutherland menjalankan sebuah misi untuk mempertemukannya dengan dengan seorang analis keuangan yang diduga membawa informasi penting dan sensitif.
Namun, dalam perjalanannya Peter ternyata harus berhadapan dengan konsekuensi lainnya,termasuk pertemuannya dengan seorang jurnalis investigasi, mantan anggota “Night Agent” dan tentu saja Jacob Monroe yang pernah dihadapinya di season 2.
Review “The Night Agent” Season 3
Dari season pertama saya menonton, “The Night Agent” selalu saya anggap berhasil menyatukan action, thriller dan drama dalam sebuah premis yang melibatkan konspirasi politik dalam setiap episodenya.
Pengalaman yang sama juga saya dapatkan ketika sudah menyelesaikan “The Night Agent” season 3 yang terdiri dari 10 episode yang padat.
Karakter Peter diceritakan lebih dewasa, lebih taktikal dan tidak lagi hanya melakukan aksi-aksi yang melibatkan keputusan sembrono.
Satu hal yang konsisten dan tetap dijaga keseimbangannya, mengingat sutradara untuk “The Night Agent” selalu berganti di setiap season dan untuk episodenya.
Hal-hal positif yang saya lihat dari “The Night Agent” season 3 adalah, secara keseluruhan episodenya mampu tampil dengan tempo yang terjaga dengan baik.
Jauh lebih matang dibandingkan season 1 yang terasa seperti full action-thriller dan season 2 yang lebih kuat dengan drama-thriller.
Dari pandangan saya sebagai sebagai mantan konten editor yang mengulas tv series, “The Night Agent” mampu tampil dengan porsi seimbang.
Thriller-politik yang lebih deep adalah kunci dari series ini. Ditambah lagi, dimunculkan isu sensitif tentang pencucian uang yang melibatkan karakter Presiden dan Ibu Negaranya menjadi hal yang menarik untuk ditonton.
Selain itu, di season 3, “The Night Agent” sudah melupakan kisah cinta Peter dan Rose yang sulit untuk terjadi.
Tenang saja, yang masih menunggu bagian action, “The Night Agent” season 3 juga tetap menghadirkan pola tersebut di dalam ceritanya. Bahkan, ada di beberapa bagian episode yang saya rasa actionnya terlalu gore dan brutal.
Secara keseluruhan, saya menilai “The Night Agent” season 3 sangat memuaskan sebagai hiburan sekaligus bagi penyuka thriller politik dan konspirasi.
Karakter yang Kuat
Satu bagian lain yang menurut saya sangat kuat dari “The Night Agent” adalah bagian karakternya. Kita lupakan sejenak tentang karakter Peter yang sudah pasti menjadi protagonistnya.
Kita lupakan juga tentang Rose, karena karakter ini tidak ada di season 3. Namun, saya mengajak pembaca untuk pada saatnya menemukan karakter menawan.
Ada Isabel De Leon yang diperankan Genesis Rodriguez. Seorang jurnalis investigasi yang fokus membahas tentang finansial, termasuk ketika ia menemukan ada konspirasi yang melibatkan Gedung Putih.
Tak hanya itu, masih ada masih ada karakter Adam yang diperankan oleh David Lyons. Seorang agen sarat pengalaman yang membuat Peter masih terlihat harus banyak belajar.
Sebagai seorang patriot, nasib Adam akan sangat bergantung pada dua episode terakhir. Hal yang membuat jantung penonton berdegup kencang saat menonton bagian perannya.
Interaksi antara karakter yang terlalu cepat buat saya cukup menganggu di awal. Namun, setelah tahu porsi dan bagian plot karakternya, justru membuat saya tidak sabar menyelesaikan setiap episode dari “The Night Agent” season 3.
Baca juga: Ulasan Series “Salvador”: Rasisme, Sepak Bola dan Pencarian Keadilan
Baca juga: Ulasan “Unfamiliar”: Mata-Mata Jerman Terjebak Dalam Konsekuensi Masa Lalu
Epilog “The Night Agent” Season 3
Buat saya “The Night Agent” tetaplah salah satu tv series terbaik yang melibatkan bagaimana sebuah konspirasi terjadi.
Agen FBI, pengkhianat, orang kaya dengan segala urusan bisnisnya, proses pencucian uang, hingga negara dan politikus adalah porsi yang tetap padat dan menegangkan untuk ditonton.
“The Night Agent” selalu mampu menghadirkan episode yang progresif. Hal penting yang memberikan penonton informasi baru atau bahkan sedikit twist setiap akhir episode.
“The Night Agent” sebenarnya adalah cerita plot yang sebetulnya sudah tidak asing lagi, terutama konspirasi dan politik.
Namun, selalu tetap seru karena eksekusi naskahnya rapi, dan memiliki bagian-bagian cerita yang adiktif. Memaksa penonton terus menonton episode selanjutnya.
Bagi penggemar genre action thriller, plus bumbu konspirasi dan politik,“The Night Agent” sedang tayang di Netflix, dan siapa pun bisa memulai lagi menonton dari season 1.







