Ulasan Serial “Monarch: Legacy of Monsters” Season 2, Drama Lebih Kompleks dan Visual Monster Apik

Sayangnya, website ini resmi hadir ketika “Monarch: Legacy of Monsters” hadir pertama kali di Apple TV. Sebelum menuliskan review serial tv “Monarch: Legacy of Monsters” season 2 yang hadir dalam 10 episode, saya akan coba bahas sedikit apa yang terjadi pada season 1 series ini.

Sekilas Tentang “Monarch: Legacy of Monsters” Season 1

Kenapa saya menonton series ini? Saya dibesarkan dalam dunia fantasi Godzilla dan Kong yang kemudian hadir dalam visual layer lebar dengan variasi cerita.

Hal ini yang kemudian memicu saya menonton “Monarch: Legacy of Monsters” dengan alur cerita yang mengarah pada pertarungan antara verse.

Mencoba mengupas sejarah masa lalu dan aksi masa kini. Di musim pertamanya, serial tv ini lebih fokus kepada pengenalan.

Mulai dari masing-masing karakter, hingga pengenalan Godzila, Titan, hingga Kong di episode terakhirnya.

Alur cerita dibuat maju-mundur, mencoba melihat Monarch, sebuah perusahaan yang memang bertugas memantau dan membuat keputusan khusus tentang gejala monsterverse ini.

Semuanya dibahas dari awal, menceritakan sebab-akibat, termasuk bagaimana pada akhirnya Monarch berdiri. Bagaimaba kemudian Godzila, Titan hingga Kong ada.

Meskipun begitu, di season 1, akan lebih banyak pada konflik-konflik manusia yang dibuat cepat karena alur maju-mundur dari masa lalu dan masa kini.

Selain itu, tidak ada pertemputran yang benar-benar ganas antara Godzila dan Titan lainnya. Sementara itu, Kong baru diperkenalkan di episode terakhir.

Sinopsis “Monarch: Legacy of Monsters” Season 2

Setelah berhasil membebaskan Lee Shaw versi tua (Kurt Russell), Kentaro (Ren Watabe) hingga May (Kiersey Clemons) menyusun rencana baru.

Rencana baru yang menelusuri Monarch sebagai sebuah organisasi yang menyeldiki monsterverse. Tapi, di sisi lain muncul hal-hal yang tidak terduga. Rencana memasuki banyak pilihan lainnya.

Diantaranya adalah berhasil mengembalikan Dr. Keiko (Mari Yamamoto) dari masa lalu ke masa kini dengan sebuah alat berbentuk mesin waktu.

Menghubungkan Titan, Godzila dan Kong yang juga dating dari masa lalu dan masa kini.

Review “Monarch: Legacy of Monsters” Season 2

Membebaskan Lee ternyata membuat masalah tambah Panjang. Ada hal-hal yang ingin diselesaikan oleh Kentaro Randa, Cate Randa, May hingga akhirnya melibatkan perusahaan selain Monarch.

Mereka berusaha menemukan dan mencari solusi agar Godzila kemudian tidak berdampak lagi pada kehidupan manusia. Sayangnya, cara ini memiliki konsekuensi besar. Bangkitnya Titan, hingga ada yang memunculkan Kong untuk berhadapan dengan Titan.

Konflik ini ditata rapi oleh setiap sutradara yang menahkodai 10 episode “Monarch: Legacy of Monsters” Season 2.

Beberapa cerita diurut secara rapi meskipun memiliki cerita dengan alur maju-mundur. Sayangnya, ada beberapa sub-plot yang sebenarnya tidak perlu disampaikan.

Bahkan, pada bagian penggunaan mesin waktu yang bisa membawa pulang Dr. Keiko Miura ke masa kini dan melihat Monarch yang diimpikannya saya merasa awalnya ini terlalu berlebihan.

Tapi pada akhirnya saya menyadarinya, bagian sub-plot ini kemudian masih bisa ditutupi oleh penampilan karakternya yang tegas untuk mengurai latar belakang dan sebab-akibatnya.

Saya merasakan ini juga muncul dari karakter Lee di masa kini dan Lee di masa depan yang terlalu panjang. Tapi, lagi-lagi ada sebab-akibatnya dan hal tersebut disampaikan dengan baik di setiap episodenya.

Hal yang kemudian membuat 10 episode “Monarch: Legacy of Monsters” Season 2 terasa lebih “lambat.”

Visualisasi Monster yang Lebih Baik

Pada musim pertamanya, visualisasi monster yang muncul di serial ini terbilang minim. Tapi, di musim keduanya porsi visualisasi monster ini lebih besar.

Penonton bisa melihat bagaimana Godzila, Titan dan Kong secara jelas. Ketika perkembangan teknologi semakin bagus, visual efek yang disajikan pun jadi lebih baik.

Bahkan, saya lebih nyaman dengan visualisasi monster di series ini ketimbang film-film yang sebelumnya mengisahkan Godzila, Titan dan Kong.

Bahkan, ada satu adegan di mana Godzila dan Titan saling bertarung, dan ini bukan lagi di malam hari seperti di beberapa filmnya. Tapi siang hari, sehingga detil-detil yang ingin didapatkan pun menjadi lebih baik.

Pada bagian visualisasi dan bagian action yang lebih menegangkan, peningkatan yang lebih baik terjadi di musim kedua ketimbang di musim pertama yang lebih pada drama karakter-karakter manusianya.

Selain Titan, Keterlibatan Kong juga Penting

Sejak akhir season 1 dan mengenalkan Kong di pulau tengkorak, pada awalnya saya menduga bahwa akhirnya Godzila akan bertemu dengan Kong dalam versi series ini.

Tapi, penonton justru diajak untuk menelusuri Pulau Tengkorak, di mana Kong di tempatkan. Dengan menampilkan dua sisi kehidupan, baik di masa kini dan masa depan, penonton akan diajak untuk melihat eksplorasi petualangan untuk menelusuri rumah Kong tersebut.

Sampai pada akhirnya, di penghujung cerita, Titan sengaja di bawa ke tempat tersebut untuk diadu langsung dengan Kong. Meskipun plot ini terlihat menarik, namun pada faktanya, ekskplorasi Titan justru terlihat lebih besar.

Apalagi keterlibatan perusahaan Apex, pesaing Monarch ikut terlibat dalam hal ini. Jika penonton tidak mengikuti serial tv ini secara berkala mungkin merasa binggung akan di bawa ke mana cerita dari series ini.

Tapi, jika menonton dan mengikuti temponya, maka paham, ini adalah bagian dari monsterverse yang lebih besar. Jika berencana untuk menghadirkan musim berikutnya, namun terlalu banyak sub-plot dan konflik-konflik yang dirasa tidak terlalu perlu, maka bukan tidak mungkin penonton hanya akan terus menunggu, kapan pertemuan yang lebih intens di antara para monster tersebut.

Baca juga: Ulasan Film “Outcome:” Komedi Satir dengan Tawa Ringan dan Cameo Berlimpah

Baca juga: Ulasan “Hijack” Season 2: Ketika Sang Negosiator Cerdik Menjadi Pembajak

Selalu Ada Karakter yang Tak Lanjut

Kurang lebih sama dengan beberapa series lainnya. Pasti akan ada karakter yang tidak lanjut. Hal ini terjadi juga di serial tv “Monarch: Legacy of Monsters” Season 2.

Takehiro Hira yang berperan sebagai Hiroshi Randa, Ayah dari Cate dan Kentaro serta anak dari Dr. Keiko yang punya konflik dan petualangannya sendiri di musim pertamanya, menghakhiri musim keduanya lebih cepat.

Ini cara yang bagus untuk menutup drama yang mungkin saja terlalu panjang ketika Dr. Keiko kembali ke masa depan dan langsung terhubung dengan cucunya, Cate.

Sekali lagi, jika tidak mengikutinya dari awal, mungkin akan pusing menonton series ini dengan drama dan konflik antar karakternya yang terlalu kompleks.

Sebagai penutup review serial tv “Monarch: Legacy of Monsters” season 2, bagi yang ingin menonton series, ini disarankan untuk mengikutinya dari season pertama dulu.

Saat ini review serial tv “Monarch: Legacy of Monsters” season 2 bisa ditonton di Apple TV +

Leave a Comment