10 Tahun yang lalu, saya adalah tipe orang yang dalam waktu cepat selalu mencari merek power bank terbaru untuk menambah daya baterai. Saya berhenti di tahun 2018. Saya tidak lagi menggunakan power bank dan memilih menggunakan charger original dari HP saya sendiri.
Jawabannya adalah karena power bank dapat menyebabkan baterai HP cepat rusak. Hingga kini, saya tidak pernah lagi menggunakan power bank untuk menambah daya tahan baterai. Meskipun dalam perjalanan jauh atau dekat, saya tidak akan pernah menggunakan power bank lagi dan memilih mengisi daya baterai menggunakan charger.
Kenapa menggunakan charger, khususnya original lebih baik daripada menggunakan power bank?
Faktor arus listrik yang lebih stabil. Charger original terhubung langsung ke listrik rumah dan arus tegangan yang dikirimkan jauh lebih stabil dan konstan sesuai kapasitas asli. Sementara itu, power bank menguda daya dari baterai internalnya DC ke DC
- Manajemen arus listrik. Charger terhubung langsung ke listrik rumah (AC ke DC). Arus tegangan yang dikirimkan sangat stabil (AC ke DC) dan konstan sesuai kapasitas asli HP. Sementara itu, power bank mengubah daya dari baterai internalnya (DC ke DC) untuk dikirim ke HP. Artinya, arus listrik jadi naik-turun terutama jika kualitas power bank kurang baik.
- Pengaturan suhu yang lebih baik. Charger original dirancang dengan komponen pengatur panas yang optimal. Oleh karena itu, suhu HP cenderung lebih terjaga dan tidak mudah panas saat pengisian dilakukan. Sementara itu, penggunaan power bank secara terus menerus justru akan membuat HP bisa jadi hangat dan panas secara bersamaan dan bisa merusak sel baterai.
- Kompatibilitas yang efisien dari sisi teknologi. Setiap charger original punya chip komunisi yang dirancang akan cocok dengan dengan sistem HP. Terutama, ketika sudah banyak fitur fast charging atau pengisian cepat berjalan dengan aman dan pintar yang bisa melambat saat baterai hampir terisi penuh. Sementara itu, beberapa power bank tidak mendukung protokol cepat bawaan merek HP tertentu
Power Bank dan Masalah Keamanan Ketika Perjalanan dengan Pesawat
Di sisi lain, power bank pun tak hanya punya isu dengan HP. Namun, ada juga yang menjadi isu lebih luas lagi. Berbagai insiden tentang membawa power bank ke dalam kabin pesawat menjadi isu yang menarik.
Baru saja, pada bulan Juli 2026 yang lalu, sebuah power bank milik penumpang tiba-tiba mengeluarkan asal dan percikan api pada penerbangan Batik Air nomor ID-6143. Kejadian ini pun viral di media sosial dalam hitungan jam.
Setelah identifikasi, power bank yang terbakar itu benar-benar legal. Kapasitasnya hanya 37 Wh dan di bawah batas 100 Wh yang diizinkan tanpa persetujuan maskapai. Artinya, mematuhi aturan saja ternyata tidak cukup untuk menjamin power bank aman dibawa terbang. Namun, kenapa ini terjadi?
Kenapa Power Bank Tiba-Tiba Jadi Masalah Serius
Akar masalahnya power bank menyebabkan atau memicu baterai HP cepat rusak sampai hari ini ada di baterai lithium-ion. Baterai ini menyimpan energi dalam kepadatan tinggi di ruang kecil yang membuat power bank secara fisik berbentuk ringkas namun berkapasitas besar. Ada lebih, ada yang kurang. Power bank punya sisi gelap, yang secara teknis disebut thermal runaway.
Hal ini terjadi ketika sel baterai mengalami panas berlebih secara tiba-tiba dan tidak terkendali, memicu asap, percikan api, bahkan ledakan.
Thermal runaway ini terjadi karena kerusakan fisik, cacat produksi, kualitas sel yang buruk, hingga tekanan udara dan suhu kabin pesawat yang berbeda dari kondisi darat.
Ini adalah pelajaran penting yang saya dapatkan ketika belajar servis hp satu tahun yang lalu. Memperkuat fakta bahwa saya sudah tidak pernah menggunakan power bank lagi untuk mengisi daya tahan baterai sejak tahun 2018 yang lalu.
Aturan Power Bank di Penerbangan Indonesia
Menariknya, sebenarnya punya aturan sendiri tentang power bank. Badan Standardisasi Nasional (BSN) punya aturan SNI 8785:2019 mengenai persyaratan umum keselamatan power bank ion litium. Aturan ini dibuat agar tidak terjadi risiko ledakan atau kebakaran akibat overcharging (kelebihan pengisian daya) atau korsleting pada baterai.
Bahkan, Indonesia juga Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor 15 Tahun 2018 Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 39 Tahun 2024 yang menyebutkan adanya kententuan dalam membawa power bank saat naik pesawat.
Mulai dari aturan 100 Wh (± 20.000 mAh) Boleh dibawa ke kabin tanpa persetujuan maskapai. Sementara itu, untuk 100–160 Wh (± 20.000–32.000 mAh) boleh dibawa, tapi wajib lapor dan mendapat persetujuan maskapai saat check-in, maksimal 2 unit
Di atas 160 Wh, dan aturan lainnya.
Dampak Penggunaan Power Bank Terhadap Kesehatan Smartphone
Di luar risiko ekstrem, ada dampak lain dari power bank yang perlahan merusak performa dan usia baterai smartphone. Berikut beberapa diantaranya:
Output Daya yang Tidak Stabil
Meskipun tersedia dengan harga yang terjangkau, power bank berkualitas rendah cenderung menghasilkan arus yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini memaksa baterai smartphone terus “beradaptasi” dengan sumber daya yang dianggap baru.
Jika penggunaanya diteruskan, justru akan mempercepat penurunan kapasitas baterai. Bahkan, efek panjangnya ini bisa merusak komponen-komponen di dalam HP yang lainnya.
Overheating Ketika Digunakan
Masalah HP masa kini yang mudah panas memang bisa saja datang dari bagaimana produksi HP itu sendiri. Jika ditambah dengan mengisi daya sambil memakai smartphone secara intensif, justru membuat baterai bekerja dua kali lipat. Hasilnya, bisa menghasilkan panas berlebih yang mempercepat degradasi sel baterai hingga merusak komponen lainnya.
Kerusakan Slot USB dan Konektor
Selama saya belajar servis HP dan mempraktikkannya sendiri ketika memperbaiki beberapa HP, hal inilah yang sering saya temukan. Slot USB dan konektir HP kemudian menjadi tergerus.
Biasanya ini terjadi karena adanya pergerakan berulang antara power bank dan smartphone saat charging. Jika terus digunakan, dan dilakukan secara asal-asalan bisa merusak port pengisian daya secara fisik dari waktu ke waktu.
Ketika listrik tidak mengalir dengan baik, lagi-lagi konsekuensinya adalah bisa memicu kerusakan pada komponen HP lainnya.
Kenapa Power Bank Bermerek Legal pun Bisa Merusak HP?

Tanpa harus menyebut merek dan mengurangi rasa hormat kepada merek power bank, saya harus menyampaikan, bawah tidak semuanya otomatis aman digunakan untuk HP.
Regulator HP Bisa Mengalami Kerusakan
Secara teknis, listrik dari power bank pastinya akan melewati rangkaian regulator dan berbagai komponen di dalam HP sebelum sampai ke baterai. Jika muncul gangguan kecil pada kualitas output power bank dengan merek yang bagus pastinya akan melalui komponen regulator dan ini yang rusak lebih dahulu.
Sertifikasi Fast Charging
Power bank yang sudah dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat yang tidak benar-benar tersertifikasi resmi untuk protokol meski mereknya dikenal, bisa mengirim tegangan yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan chip pengatur daya di smartphone.
Alhasil, kerusakan pun sangat mungkin terjadi pada komponen-komponen HP lainnya.
Output tidak disesuaikan dengan spesifikasi HP
Sebuah power bank branded biasanya dirancang untuk kompatibilitas luas, bukan dioptimalkan untuk satu model HP tertentu. Jika outputnya jauh berbeda dari spesifikasi charging bawaan HP, risiko keausan komponen tetap ada meski power bank itu sendiri “aman” dan tidak berbahaya secara fisik.
Kabel Jadi Bagian yang Perlu Dicek
Banyak orang fokus pada merek power bank, tapi kabelnya punya kualitas buruk. Kabel yang buruk ini memiliki output atau protokol charging dengan spesifikasi HP.
Jika pun masih membutuhkan power bank yang secara spesifik mencantumkan kompatibilitas dengan protokol fast charging HP Anda, bukan sekadar power bank bermerek besar secara umum.
Baca juga: Kenapa Baterai HP Cepat Habis Padahal Baru di Charge? Ini Alasannya!
Baca juga: Jangan Dijual Dulu! Ini Cara Cerdas Memanfaatkan HP Bekas yang Tidak Terpakai Lagi
Yang Perlu Dilakukan Pengguna Smartphone di Indonesia
Jika memang tetap membutuhkan power bank, apa yang bisa dilakukan pengguna agar tidak menyebabkan baterai HP jadi cepat rusak? Ikuti beberapa langkah berikut ini.
- Jangan lupa cek label Wh sebelum membeli, bukan hanya mAh. Cara ini adalah apakah produsen mencantumkan kapasitas dalam watt-jam secara jelas di badan produk agar HP tidak mengalami kerusakan di kemudian hari.
- Hindari membeli power bank tanpa merek atau tanpa sertifikasi yang jelas. Jika terus dipaksakan kualitas sel baterai akan memburuk dan menjadi salah satu pemicu utama thermal runaway.
- Selalu periksa kondisi fisik power bank ke mana pun akan pergi. Jangan bawa power bank yang sudah gembung, penyok atau pernah terjatuh.
- Jika ingin bepergian dengan pesawat, patuhi aturannya, dan jika boleh dibawa, selalu simpan di kabin, jangan pernah di bagasi tercatat, sesuai aturan yang berlaku di semua maskapai Indonesia.
- Lepaskan power bank setelah baterai HP terisi 80–90 persen. Tujuannya untuk mencegah pengisian berlebih yang mempercepat degradasi baterai.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
