Beberapa hari yang lalu, Adobe mengumumkan kalau software yang akrab di kalangan video editor untuk perangkat PC atau laptop, Adobe Premiere akhirnya tersedia di perangkat Android.
Sebelum masuk ke review aplikasi Adobe Premiere di Android, setahun setelah versi iOS dirilis. Dengan tersedia di Android, artinya, ada banyak kesempatan untuk meluaskan market dari aplikasi ini sendiri.
Khususnya tentu saja adalah konten kreator atau yang memang hobi membuat video dengan perangkat smartphone mereka, langsung di edit di satu tempat.
Tapi, Adobe Premiere punya tantangan tersendiri. Sudah ada aplikasi yang sudah populer lainnya seperti CapCut yang sekarang sangat populer juga digunakan oleh para kreator. Atau Edits, yang berada di ekosistem Meta.
Saya sendiri adalah pengguna keduanya, yaitu CapCut dan Edits. Sekarang saatnya menjalani pengalaman menggunakan Adobe Premiere, meskipun saya bukan seorang video editor atau content creator.
Tulisan ini saya buat untuk memberikan alternatif bagi para kreator yang mungkin ingin mendapatkan pengalaman lain menggunakan aplikasi video editor selain CapCut atau Edits untuk berkreasi dan membuat konten-konten yang lebih segar.
Pengalaman Saya Menggunakan Adobe Premiere di Android Mid-Range
Rilis baru Adobe Premiere ini dirilis untuk perangkat Android. Artinya, saya harus mengujinya di HP Android. Dan yang saya gunakan adalah HP mid-Range, bukan HP Flagship.
Tujuan saya sederhana, untuk mengetahui Apakah Adobe Premiere bisa senyaman CapCut dan Edits yang menurut saya berjalan dengan baik di HP Android Mid-range.
Bagian lain yang ingin saya ketahui adalah Adobe menyebutkan aplikasi ini gratis untuk digunakan. Tapi saya ingin tahu dulu, apakah benar gratis?
Setelah selesai menginstal aplikasi di HP Android dan membuka aplikasi, semua terpampang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user. Masuk ke dalam menu impor file video pun bisa langsung dilakukan.
Tapi, tetap saja untuk memaksimalkan aplikasi Adobe Premiere saya harus tetap login menggunakan akun Adobe. Selain itu ada beberapa catatan lain yang saya dapatkan adalah menu inti di dalam aplikasi memang benar-benar gratis dan tentu saja bisa menghasilkan output tanpa watermark.
Menu dasar seperti memotong, memangkas, crop, menggabungkan klip, mengatur kecepatan, serta menambah teks, efek, dan lapisan audio (termasuk voiceover) tersedia gratis.
Jika ingin menghasilkan kualitas video 4K sampai tulisan ini dibuat juga tidak dibatasi jumlahnya dan tanpa watermark. Ini yang mungkin akan jadi pembeda.
Untuk menguji kenyamanan saya menggunakan Adobe Premiere di perangkat mobile, saya mencoba membandingkan kerjanya dengan video editor yang susah berpengalaman menggunakan Premiere di desktop atau laptop.
Ternyata, hal yang mengejutkan adalah untuk menu-menu seperti video, musik, teks, voiceover, dan efek timeline multi-track dengan pemangkasan per frame, ternyata hampir mirip dengan Premiere di desktop.
Khusus untuk musik, bisa dibilang ini yang jadi keunggulan Adobe Premiere dibandingkan video editor untuk perangkat HP yang serba template.
Fitur AI Firefly
CapCut memang punya fitur AI sendiri. Tapi, Adobe pun tidak mau ketinggalan dan membawa AI Firefly ke Adobe Premiere di Android. Fungsi keduanya pun berbeda.
Adobe Firefly dalam tahap awal saya coba kokus pada manipulasi presisi dalam video (menambah, menghapus, atau memodifikasi objek secara realistis agar menyatu dengan pencahayaan video asli)
Sementara AI di CapCut lebih ke kecepatan & efek instan (Auto-caption, AI Avatar, template video otomatis, dan transisi.
Untuk memaksimalkan Firefly, pengguna nantinya akan digiring menggunakan sistem kuota kredit generatif. Buat saya, artinya Adobe Premiere di Android tidak sepenuhnya gratis.
Secara keseluruhan, saya tidak menguji fitur Firefly ini secara menyeluruh. Tapi, saya juga mencoba beberapa hal lainnya yang terkait dengan AI Firefly.
Saya mencoba menu Image-to-Video yang mengubah foto menjadi video. Caranya sederhana, foto yang bentuknya statis bisa menjadi video karena AI dari Adobe ini.
Dan ini yang paling penting bagi saya. Buat saya yang selera musiknya terbatas untuk, bisa menggunakan Generate Sound Effects. Sound ini dibuat berdasarkan lewat teks dari AI.
Ulasan Adobe Premiere di HP Android
Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, saya menguji aplikasi ini di perangkat mid-range Android, khususnya Galaxy A54 5G. Sejauh ini pengalaman saya menggunakan aplikasi ini terbilang cukup mulus.
Misalnya, jika saya ingin menghasilkan kualitas video 4K, mesin HP terasa dipaksa untuk bekerja lebih keras. Tapi, menurut saya ini masih dalam batas wajar, mengingat A54 5G juga HP yang sudah berusia 3 tahun lebih.
Untuk drag and drop video pun terbilang ringan. Berpindah menu satu ke menu lainnya masih lancar. Satu lagi proses yang terasa berat buat saya adalah ketika ukuran video terlalu besar, akan membutuhkan proses yang dibilang cukup memakan waktu untuk mengimpor video dari gallery ke dalam Adobe Premiere di Android.
Hal ini bisa saya maklumi mengingat dalam keterangannya, Adobe Premiere butuh OS Android 13 ke atas. Meskipun Android yang saya gunakan untuk melakukan pengujian Adobe Premiere ini sudah Android 16, saya masih punya halangan lain, karena RAM HP saya hanya 6GB.
Sementara itu Adobe Premiere khusus Android membutuhkan RAM minimal 5GB dan tentu saja, memaksa HP saya bekerja lebih keras.
Catatan tambahan, beberapa fitur seperti Adobe Fonts, pengatauran keyframe, hingga integrasi pengerjaan dari HP ke laptop yang berjalan mulus belum tersedia.
Fitur ini sendiri kabanya sedang dikembangkan lagi oleh Adobe dan mungkin saja di beberapa pembaruan berikutnya, fitur dan menu ini sudah tersedia.
Baca juga: Ulasan Update Snapseed 4.0: Perubahan Total, Kamera Hingga Alur Editing Foto
Baca juga: Hasil Foto Ala DSLR? Coba 5 Aplikasi Kamera Terbaik Ini Saat Low Light
Selama pengujian, Adobe Premiere untuk Android adalah pilihan alternatif dan baru untuk pengerjaan editing video pendek, sangat layak dicoba, dan saya sarankan mencobanya langsung khususnya di HP mid-range terbaru atau HP Flagship.
Hindari melakukan pengejraannya di HP dengan kategori Entry Level untuk menggunakan aplikasi ini!
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
