Penantian panjang series “Daredevil: Born Again” Season 2 berakhir sudah. Sebelum membahas review “Daredevil: Born Again” Season 2, saya akan coba bagikan apa yang sebenarnya terjadi di season 1, dan apa perbedaan mendasar antara “Daredevil: Born Again” versi Disney dan Netflix yang tayang beberapa tahun yang lalu.
Sekilas Tentang “Daredevil: Born Again” Season 1
Awalnya, saya menganggap remeh tentang rencana menghidupkan lagi karakter Daredevil versi Disney +. Karena, saya sudah sangat puas dengan apa yang saya tonton tentang karakter ini di versi Netflixnya. Apalagi, saya memberikan empat jempol untuk Daredevil versi Netflix di season 2 dan season 3. Brutal, gelap dan sangat frustasi.
Tapi, setelah hadir lagi di Disney + dengan judul “Daredevil: Born Again” saya pelan-pelan mulai menyukainya. Karena IP aslinya adalah dari Marvel, Disney + tidak merombak banyak, atau bahkan menceritakan ulang versi Daredevil ini.
Disney + lebih memilih untuk melanjutkan apa yang sudah dibuat. Pertarungan Matt Murdock vs. Wilson Fisk pun kembali dimulai. Apa yang saya sukai adalah pertarungan ini juga punya latar belakang yang kuat tanpa menghapus apa yang diceritakan di versi Netflix.
Tapi, tidak akan terlalu banyak adegan pertarungan. Malah yang bikin lebih seru adalah bagaimana ceritanya dibuat lebih intens ketika dua karakter utama ini saling beradu strategi.
Matt dan Fisk tidak lagi hanya mengandalkan pertarungan fisik. Tapi pengaruh mereka. Wilson Fisk yang ingin menjadi walikota New York dan Matt yang kembali lagi ke kampung halamannya dan membuat kantor pengacara yang lebih hemat dalam membela hak-hak rakyat.
Lalu, bagaimana dengan cerita “Daredevil: Born Again” Season 2?
Sinopsis “Daredevil: Born Again” Season 2
Setelah terpilih menjadi Walikota New York, Wilson Fisk kemudian memulai rencananya. Ia memang melepaskan jabatan di perusahaan dan memberikannya kepada sang istri, Vanessa.
Rencana ini terkait dengan pengelolaan bisnisnya. Mulai dari menjual senjata secara ilegal, hingga menyingkirkan vigilante, yang tentu saja musuh utamanya Daredevil (Matt Murdock)
Berbagai rencana dibuat. Persepsi tentang sosok Daredevil dan vigilante lainnya diubah, apa pun caranya. Di satu sisi Matt tidak mau kalah. Melalui firma hukumnya, ia ingin melawan. Ia memulai berbagai macam rencana, bertemu dengan teman lamanya untuk menjadi detektif.
Membawa pulang, cintanya, Karen Page hingga berkompromi dengan Bullseye, karakter yang membunuh Foggy, sahabatnya.
Bisakah Matt mengatasi Wilson Fisk kali ini?
Review Series “Daredevil: Born Again” Season 2 Thriller Politik dan Pertarungan Pikiran

Apa yang membuat saya menunggu serial TV ini adalah ingin menyaksikan bagaimana Matt dan Wilson Fisk yang lebih kalem. Mereka bertemu, tapi tidak baku hantam.
Malahan, Matt dan Wilson lebih intim kali ini. Momen yang membuat saya kemudian bertepuk tangan saat menonton season 2 ini adalah ketika di salah satu episode di mana Matt dan Wilson saling duduk berhadap-hadapan, sambil ngopi pagi.
Tanpa ada intensitas baku hantam, keduanya tetap “berperang” dengan apa yang diucapkan oleh keduanya. Mereka bernegoisasi, untuk menentukan identitas masing-masing. Tapi ini adalah permulaan. Justin Benson dan Aaron Moorhead adalah sutradara yang kemudian mendeliver cerita dengan cara yang lebih kreatif.
Susunan cerita dari season 1 hingga season 2 dibuat dengan rapi dan terarah. Penambahan beberapa karakter dan sub-plot memang sempat membuat tempo cerita menjadi lebih lambat.
Tapi, tetap saja, inti dari ceritanya tidak bisa dilepaskan begitu saja, mengingat masing-masing sub-plot dan karakter ini saling terkait antara satu sama lain.
Memang puncaknya adalah pertarungan pikiran antara Matt dan Wilson, tapi orang-orang di sekitarnya sangat berperan penting. Siapa yang menyangka Bullseye berada di sisi Daredevil, atau Dr. Heather akhirnya berlabuh di sisi Wilson Fisk alias Kingpin.
Meskipun tidak lagi mengandalkan porsi pertarungan, tapi tetap saja pertengkaran antara Matt dan Wilson Fisk ini yang kemudian menjadi ikonik dan selalu ditunggu di setiap episodenya.
Cara ini kemudian menjadi ikonik dan melengkapi apa yang jadi ciri khas karakter Marvel, khusus untuk series. Ada latar belakang cerita yang kuat. Tak lagi mengandalkan adegan-adegan pertarungan dengan visual yang menggelegar.
Tapi ini tentang ide. Bagaimana mengalahkan lawan lebih kepada taktik. Plus, di season 2, intrik politik akan semakin kuat, semenjak Wilson Fisk yang semakin sewenang-wenang menjadi Walikota.
Mengangkat Tema Politik yang Cenderung Dihindari
Mungkin sangat banyak bagian-bagian film atau tv series yang punya latar belakang cerita politik. Tapi, ketika bagaimana pembahasan politik dibahas dengan gamblang dan di bawah naungan Disney? Saya tidak terlalu yakin.
Semuanya itu, patah ketika “Daredevil: Born Again” season 2 resmi dirilis. Cerita tentang politik benar-benar dibahas secara gamblang. Bagaimana ambisi seseorang (Wilson Fisk) yang ingin menjadi penguasa untuk memuluskan kelicikannya dalam berbisnis.
Hal yang sebenarnya tidak baru, bahkan saya merasakannya sendiri ketika itu terjadi di Indonesia. Belum lagi pembetukan persepsi yang baru tentang tatanan kehidupan masyarakat, di mana salah satunya adalah menetapkan pergerakan masyarakat kota New York yang mendukung vigilante dianggap sebagai pemberontakan dan memuluskannya membuat pasukan khusus.
Sementara itu, Matt Murdock melawannya dengan cara-cara hukum yang ia pelajari. Meskipun kita tidak akan mengelak bahwa tindakah vigilant yang dibawanya memang benar-benar belum tentu memberikan efek positif.
Pertarungan ini yang begitu terasa dan sangat kuat di dalam pikiran Matt dan Wilson. Sekali lagi, dengan karakter-karakter lainnya, keduanya berusaha saling balas, saling “mengancam” dengan dialog-dialog yang elegan. Menandakan, pertarungan politik memang sangat sengit dan jika dibiarkan bablas akan mengancam nyawa manusia lainnya.
Kehadiran Manusia Berkekuatan Super Lainnya

Setelah Punisher yang hadir di “Daredevil: Born Again” season 1, kali ini giliran Jessica Jones yang hadir di season 2. Tak ada yang istimewa dari penampilan Jessica Jones. Tapi, ini jelas menjadi pengingat bahwa ada banyak karakter yang membantu Matt Murdock alias Daredevil untuk memenangkan pertarungan politiknya melawan Kingpin dan pasukannya.
Meskipun kehadiran Jessica Jones terbilang singkat, sang karakter tetap mencuri perhatian, terutama di episode terakhir, ketika dia berhadapan langsung dengan Kingpin dan mendeklarasikan “perang” dengan sang antagonis.
Plus, di bagian akhir, Luke Cage juga kembali dan menjadi sebuah penanda penting bagi dunia Marvel Cinemativ Universe sekaligus “Daredevil: Born Again” season 3.
Baca juga: Ulasan Film “Mike & Nick & Nick & Alice:“ Ketika Gangster Berkomedi
Baca juga: Ulasan “Wonder Man”: Series Marvel yang Mementingkan Kualitas
Episode 8 “Daredevil: Born Again” Season 2 yang Elegan
Episode 8 adalah bagian penutup dari season 2. Saya tidak terkesima ketika Matt Murdock mengakui bahwa dirinya adalah Daredevil.
Tapi saya melihat satu hal yang lain. Saya menyebutnya sebagai salah satu yang elegan ketika menutup sebuah serial TV. Semuanya ada. Mulai dari pertarungan politik, pertarungan tangan hand-to-hand antara Daredevil dan Kingpin terjadi.
Ini adalah puncak kekesalan Matt Murdock kepada Wilson Fisk dan begitu juga sebaliknya. Kekesalan yang tidak hanya terjadi pada series yang versi Disney saja, tapi dari versi Netflixnya.
Ini adalah paket komplit. Politik, thriller, dan action semuanya menjadi satu. Berbagai fan teori tentang karakter Spider-Man yang mungkin saja muncul di season 3, mungkin terlalu dini dibicarakan.
Tapi, satu hal yang pasti, pemeran Wilson Fisk, Vincent D’Onofrio sudah menyampaikan melalui cuitannya, bahwa season 3 akan lebih membara lagi.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
