Ulasan Film “Ready or Not 2: Here I Come” Permainan Orang Kaya yang Semakin Bengis

Di tahun 2019 saat masih menjadi content editor untuk mengulas film-film saya diundang untuk menonton “Ready or Not.” Tanpa referensi apa pun dan hanya membaca sinopsisnya, saya memberikan penilaian yang bagus untuk “Ready or Not” pada saat itu.

Kini, di tahun 2026, sekuelnya hadir dengan judul “Ready or Not 2: Here I Come.” Setelah menonton film keduanya, berikut review atau ulasan saya tentang “Ready or Not 2: Here I Come.”

Sinopsis Film “Ready or Not 2: Here I Come”

Grace MacCaullay (Samara Weaving) memang selamat dari permainan edan yang melibatkan keluarga mantan suaminya. Tapi baru saja memulihkan tenaganya, Grace harus dihadapkan dengan hal yang tidak kalah brutal dan bengis.

Ada yang lebih besar dari apa yang pernah ia hadapi selama ini. Tak hanya satu keluarga, tapi berbagai macam keluarga yang terkumpul dalam sebuah sekte dengan organisasi yang bagus.

Sialnya, Grace harus bertemu dengan adiknya Faith MacCaullay (Kathryn Newton) yang selama ini tidak akrab-akrab banget. Belum lepas drama dengan adiknya, dan saat masih berada di rumah sakit, Grace dan Faith sudah diburu oleh organisasi bengis ini.

Bisakah Grace dan adiknya Faith selamat kali ini?

Review Film “Ready or Not 2: Here I Come”

review-film-ready-or-not-2-here-i-come

Tanpa harus berlama-lama, “Ready or Not 2: Here I Come” langsung dibuka dengan menyambungkan alur cerita dari film pertamanya. Saran saya, bagi yang ingin menonton film keduanya, rasanya perlu menonton film “Ready or Not” yang rilis di tahun 2019 supaya tidak kehilangan konteks cerita secara keseluruhan.

Apakah latar ceritanya akan sama? Secara konsep premis ceritanya kurang lebih sama. Bicara latar, jika di film pertama hanya berada di dalam kastil, maka permainan bengis orang-orang kaya ini akan berada di luar rumah alias area outdoor. Intensitas tinggi sudah dibangun di awal film dengan pengenalan karakter yang mudah ditebak.

Tapi, dibalik semua itu, penonton akan dibuat cukup terkejut dengan pengenalan karakter baru, salah satunya adalah dengan kehadiran sang adik yang terasa manis. Tapi dikejutkan dengan drama kakak-adik yang memang tidak ada habisnya.

Cerita dimulai dengan latar belakang yang kuat. Tanpa harus dijelaskan secara detil, tapi penonton kemudian tahu bagaimana sekte bengis ini bekerja.

Penonton pun mengerti kenapa akhirnya Grace tetap diincar meskipun sudah memenangkan game yang mengerikan dari film pertamanya.

Konflik yang dibuat pun lebih meluas, meskipun ada beberapa bagian terasa klise. Tapi, masih tetap mengejutkan. Konflik pertama bisa diurai diantara hubungan kakak-adik yang ternyata tidak akur.

Sementara di bagian lainnya konflik tentu saja akan berlanjut antara Grace-Faith dengan sekte bengis ini. Sisanya, film ini masih menghadirkan visual yang brutal dan kasar.

Di bagian akhir, penurunan intensitas brutal dan kasar ditutup dengan drama yang elok dan kemudian “dihajar” dengan visual-visual yang lebih brutal di bagian penutup.

Lebih Kasar dan Brutal

Film pertamanya “Ready or Not” memang mengejutkan. Pada saat saya masih menjadi conten editor dan menonton filmnya dalam screening awal, saya tidak menyangka film dengan konsep cerita ini bisa tayang di bioskop, khususnya Indonesia.

Pada saat itu, film ini saya anggap mampu menyuguhkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan film-film Hollywood lainnya di tahun yang sama. Film keduanya? Jauh lebih brutal, kasar dan memang mengerikan.

Jika di film pertamanya Grace (Samara Weawing) memang harus bertarung one-on-one dengan keluarga besar suaminya yang maniak dan ingin membunuhnya untuk sebuah “kewajiban” dan bersenang-senang.

Kali ini di “Ready or Not 2: Here I Come,” saya melihat Grace dikeroyok oleh sebuah organisasi dan bukan lagi keluarga. Kebrutalan yang disajikan pun semakin tidak terkendali dan semakin kasar.

Apalagi, setiap anggota organisasi datang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ketika menyaksikan film ini nanti, penonton pun mungkin akan dibawa pada satu latar belakang karakter yang bernama Francesca El Caído dan menyimpan amarah penuh dendam pada Grace.

Hingga bagian akhir, “Ready or Not 2: Here I Come” tidak berhenti menyuguhkan adegan kekerasan dengan intensitas tinggi. Satu catatan tambahan, film ini sebaiknya ditonton untuk yang berusia 21 tahun ke atas.

Baca juga: Ulasan Film “They Will Kill You:” Pertarungan Melawan Sekte yang Brutal

Baca juga: Ulasan “War Machine:” Film Action yang Brutal dan Penuh Fantasi

Penampilan Kathryn Newton

review-film-ready-or-not-2-here-i-come

Pernah mendengar nama Kathryn Newton? Atau apakah pernah menonton “Ant-Man and the Wasp: Quantumania.” Nah, itulah penampilan dari Kathryn Newton yang mungkin paling memorable.

Kathryn Newton juga tampil di film “Ready or Not 2: Here I Come” dan berperan sebagai Faith. Adik dari Grace yang terseret dengan kebengisan keluarga kaya raya ini.

Buat saya, penampilan Kathryn Newton cukup meyakinkan dan menjadi pendamping bagi Samara Weaving sebagai pemeran utamanya.

Lalu, bagaimana penampilan Samara Weawing sendiri sebagai pemeran utama? Tidak jauh berbeda dengan film pertamanya, Samara Weaving masih menunjukkan gaya koboinya sendiri. Dan ttentu saja tanpa belas kasih untuk orang-orang yang mengusik dirinya.

Bahkan, bisa dibilang, penampilan Samara Weaving sendiri sebenarnya masih bisa dieksplorasi lebih luas lagi, sehingga kebrutalan tidak hanya datang dari sisi keluarga yang bengis saja.

Latar belakang kehadirannya pun jelas dan membuat perannya terasa padat tanpa harus dipaksakan. Ada beberapa hal yang mungkin terasa kurang dieksplor terasa masih wajar, mengingat ia adalah pemeran pembantu.

Meskipun begitu masih ada bagian yang masih kurang untuk beberapa hal. Adanya pengulangan yang tidak jauh berbeda masih menjadi inti cerita dari “Ready or Not 2: Here I Come.”

Meskipun konfliknya diperluas dan lebih lebar dan kehadiran Faith sebagai pendamping Grace menghadapi kegilaan ini, film “Ready or Not 2: Here I Come” tetap menjadi bagian yang terlalu klise untuk ditonton.

“Ready or Not 2: Here I Come” mulai tayang 15 April 2026 dan saat ini sedang tayang di bioskop Indonesia.

Leave a Comment