Akan selalu ada hal yang menyenangkan ketika menonton film-film Spider-Man. Termasuk, film terbarunya yang diberi tajuk Brand New Day. Saya termasuk yang sudah menonton film ini, dan sebelum masuk ke review film Spider-Man: Brand New Day, saya ingin berbagi pengalaman nonton di serunya di Screen X CGV Cinemas.
Jika belum menonton film ini, mungkin nonton di Screen X CGV Cinemas bisa jadi pilihan, karena penonton bisa mendapatkan pengalaman unik yang super seru mengingat secara visual film ini adalah salah satu yang terbaik menurut saya di tahun 2026 ini. Dari pada berlama-lama, saya akan coba ungkapkan sinopsis film Spider-Man: Brand New Day terlebih dahulu.
Film ini ada bukan hanya untuk penggemar superhero atau lebih khususnya dari karakter Marvel. Spider-Man: Brand New Day, namun terbuka luas untuk siapa pun penggemar film yang ingin melihat sebuah hal yang fresh secara keseluruhan dari sebuah film.
Sinopsis Film Spider-Man: Brand New Day
Trauma demi trauma dan perih sepertinya memang belum bisa jauh dari Peter Parker (Tom Holland). Jika ditarik kembali ke belakang, kehilangan mentor seperti Tony Stark (Iron Man) dan ditambah kehilangan Bibi May, menjadi hal yang tak bisa dikendalikan Peter Parker sendiri.
Apalagi, kini punya tanggung jawab yang besar dengan kekuatan supernya sebagai Spider-Man harus kehilangan orang tersayangnya MJ dan Ned.
Dalam kesendiriannya di depan tumpukan monitor, laptop dan satu smartphone andalannya di sebuah apartemen, Peter Parker terus berusaha membantu memberantas kejahatan di New York, sampai pada akhirnya ia menyadari bahwa ia sudah tumbuh menjadi seorang Pria dewasa.
Seorang Pria dewasa yang kesepian yang awalnya tidak menyadari ini kemudian bertemu dengan hal-hal yang tak pernah terpikirkan di dalam kepalanya.
Dan ini, bukan hanya tentang Peter Parker alias dirinya sendiri. Bukan juga tentang kisahnya dengan MJ. Tapi, ketika kekuatannya berkembang, pertemuannya dengan Frank Castle dan tentu saja Jean Grey.
Siapkah Peter Parker memikul semuanya tanggung jawab, sekaligus konsekuensi dari pilihan-pilihannya?
Review Film Spider-Man: Brand New Day
Destin Daniel Cretton sebagai sutradara tahu betul apa yang harus dia mulai untuk mengenalkan Spider-Man dengan identitas Brand New Day. Bersama penulis naskah Chris McKenna dan Erik Sommers film ini diarahin buat ke depan, tanpa harus terlalu meromatisasi masa lalu dari Peter Parker.
Ceritanya padat, progresif, tapi tepat sasaran. Temponya cepat, tapi justru tidak secepat 3 film Spider-Man yang pernah dibintangi Tom Holland sebelumnya. Agak sedikit lebih lambat, tapi tetap ngena, dan uniknya tidak bertele-tele. Ini adalah urusan yang kompleks dan saya rasa hanya orang-orang dibalik layarnya yang paham arahan kenapa film ini dibuat.
Untuk urusan action, film ini terbilang rapi, bahkan kalau saya menilai, bagian-bagian detilnya terasa nyaris sempurna. Ada kekurangan? Pasti ada. Tapi saya tidak akan bocorkan di sini.
Perpaduan ini yang membuat film Spider-Man: Brand New Day menjadi terasa nyaman untuk ditonton. Bahkan, lebih jelas ketimbang dari 3 film Spider-Man yang menempatkan Tom Holland sebagai pemeran Peter Parker.
Ada kedewasaan yang memang benar-benar disuguhkan di dalam film ini. Menegaskan, bahwa Peter Parker tidak bisa sembarangan lagi disapa dengan sebutan kid untuk film ini.
Kedewasaan ini juga dirasakan penonton karena terbilang mampu menggiring emosi mengikuti transformasi Peter Parker, khususnya Tom Holland sejak pertama kali ia menggenakan kostum Spider-Man.
Kedewasaan yang sekaligus mengajarkan Peter Parker. Bahwa dengan sadar ia sudah menerima konsekuensi dari pilihan yang sudah dibuat dan dijalaninya.
Dari sisi cerita yang disuguhkan juga terlihat menjelaskan secara singkat, apakah Peter Parker alias Spider-Man masih akan menjadi bagian dari Avengers di kemudian hari.
Ada satu lagi yang istimewa. Dari semua aspek yang menunjang film ini adalah ceritanya jauh lebih kuat ketika visual yang ditampilkan terasa begitu istimewa.
Visual yang Khas Menguatkan Cerita dan Mengatur Mood Penonton

Ketika saya menonton Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) dan Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023) saya melihat bahwa ini adalah revolusi visual yang sesungguhnya.
Tapi, setelah menonton Spider-Man: Brand New Day saya berubah pikiran. Menurut saya ini adalah satu hal yang lebih revolusioner lagi, khususnya ketika sudah berada di bagian Live Action tentang Spider-Man itu sendiri.
Color gradingnya buat saya yang amatiran tentang visual terasa sangat menyegarkan. Pada bagian ini, color grading yang ditampikan disesuaikan dengan mood di setiap scene dan di setiap fokus karakter.
Bahkan, dari beberapa bagian actio yang ditampilkan saja, visualnya bisa berubah berganti, mencoba mengikuti mood yang disajikan. Mengajak penonton ikut melihat permainan visual yang buat saya nyaris sempurna.
Bagian lain yang menurut saya luar biasa adalah bagian editing. Bagaimana pergerakan kamera bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang menarik dan dinamis. Jauh lebih liar untuk ukuran sebuah film superhero. Beberapa adegan slow moption yang dibuat mendramatisir suasana pun terasa lebih fresh.
Luar biasa!
Chemistry Frank Castle dan Peter Parker

Kedewasaan karakter Peter Parker juga terlihat lebih baik ketika ia bersanding dengan Frank Castle alias The Punisher. Buat saya ini jauh lebih kuat dan lebih rapi dan membuat penonton melupakan bagaimana hubungan Peter Parker dengan mentornya Tony Stark, atau Peter Parker dengan Dr. Strange.
Hal yang paling kerasa tentu saja adalah ketika dialog antara kedua karakter ini ditampilkan. Saling melengkapi, saling mengerti dan saling memahami bagian masing-masing.
Menurut saya, tanpa dikasih script pun rasanya kedua aktor ini, yaitu Tom Holland dan John Bernthal tetap bisa masuk ke dalam karakter dan memainkan peran mereka masing-masing.
Chemistry ini sudah hadir sejak awal hingga akhir film, di mana keduanya seperti berada dalam situasi love-hate relationship yang penuh kelucuan, sekaligus serius.
Beberapa catatan saya adalah, di film ini, sayangnya latar belakan cerita Frank Castle tidak dibahas dengan cukup dalam. Bahkan ketika dua karakter ini meribukan tentang pertemuan keduanya di State Island, mungkin penonton lain akan merasa kehilangan konteks.
Baca juga: Ulasan Film “The Punisher: One Last Kill” Bukan yang Terakhir dari Frank Castle
Baca juga: Ulasan Serial TV “Spider-Noir:” Detektif Klasik dengan Trauma Superhero
Dr. Banner (Hulk) dan Jean Grey yang Mencuri Perhatian
Terlepas dari rapat dan padatnya karakter Frank Castle bersama Peter Parker, saya menilai kehadiran Dr. Banner alias HUlk dan Jean Grey tetap mencuri perhatian.
Dr. Banner adalah karakter ikonik di MCU dan dihadirkan bukan hanya sebagai pelengkap. Mungkin yang sudah melihat trailernya sudah tahu, apa tujuan Peter Parker bertemu dengan sang Hulk.
Tapi di lain sisi, inilah penampilan Hulk yang ingin saya lihat. Penampilan yang ada di luar MCU dan melihat sendiri transformasinya meskipun sudah menjadi karakter senior di MCU selama ini.
Sebagai tambahan, di sini juga akan dijelaskan, kenapa Dr. Banner alias Hulk kemungkinan tidak akan muncul di film Avengers: Doomsday.
Lalu, bagaimana dengan Jean Grey? Karakter ini juga jelas menarik perhatian. Meskipun diceritakan sedikit latar belakangnya, namun sepertinya saya melihat bagaimana Jean Greay tetap dibuat misterius. Membuat penonton bertanya-tanya, bagaimana cerita Spider-Man dan kemungkinan besar MCU akan diolah di masa depan.
Kisah Cinta Peter Parker dan MJ
Bagian yang tentunya dinanti-nanti juga oleh para penggemar film Spider-Man. Kisah cinta Tom Holland dan Zendaya sebagai pemeran Peter Parker dan MJ pun juga digambarkan dengan baik.
Tidak ada lagi kisah cinta kikuk yang penuh dengan kelucuan dan drama yang menyenangkan. Peter Parker dan MK sudah dewasa untuk menyadari bagaimana cara membina hubungan mereka sebaik mungkin tanpa perlu memberi tahukan kepada penonton apakah kisah cinta mereka terus berlanjut atau berpisah.
Lagi-lagi Spider-Man: Brand New Day memberikan pendewasaan kepada penontn yang mengikuti bagaimana perjalanan Peter Parker versi Tom Holland dan MJ versi Zendaya untuk mengingat, sekaligus menyadari konsekuensi dan pilihan yang sudah mereka lakukan.
Secara keseluruhan, buat saya Spider-Man: Brand New Day adalah film terbaik Spider-Man versi Peter Parker yang diperankan Tom Holland.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
