Ulasan Huawei MateBook D 14: Pengalaman Pertama Pakai Laptop Huawei dan Masih Tangguh Setelah 5 Tahun

Saya adalah termasuk yang pilih-pilih bicara laptop. Tapi, jika sudah dipinjamkan untuk kerja mau tak mau saya harus menerima laptop apa saja yang diberikan oleh pihak pemberi kerja atau kantor.

Salah satu pengalaman yang baru buat saya adalah dengan menuliskan ulasan Huawei MateBook D 14. Ini adalah pengalaman pertama, karena selama ini kalau untuk laptop saya hanya menggunakan merek dari brand yang sudah saya “percaya.”

Beberapa brand laptop yang saya percaya adalah Acer dan Dell. Dua laptop yang pernah saya miliki secara pribadi. Tapi, jika bicara urusan kantor, secara umum saya selalu kebagian laptop dari brand Lenovo. Pada akhirnya, karena sudah terbiasa saya, top of mind saya untuk urusan laptop akan selalu berputar di brand-brand tersebut.

Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk menggunakan laptop merek Huawei. Meskipun sudah lama bergerak di bidang perangkat teknologi, tapi masih terasa janggal bagi saya untuk menggunakan laptop merek ini.

Kesan Pertama Huawei MateBook D 14

Sebelum masuk ke review dari pengalaman saya menggunakan Huawei MateBook D 14, saya jelaskan dulu. Laptop ini sudah rilis sejak tahun 2021. Saya tidak tahu kapan tim procurement dan IT melakukan penganggaran untuk membeli laptop ini.

Ketika saya dipinjamkan laptop ini untuk kerja, artinya Huawei MateBook D 14 sudah pernah digunakan oleh beberapa orang lain sebelum saya. Jadi, Huawei MateBook D 14 yang ada di saya sangat besar bukan lagi laptop baru.

Tapi, tetap saja ini jadi pengalaman saya menggunakan Huawei MateBook D 14 untuk pertama kalinya.

Body Solid dan Proporsional Bagi Mobilitas

Buat orang yang baru pindah dari merek lain, saya kira laptop standar untuk kantor dengan “harga menengah” biasanya berbahan plastik.

Tapi MateBook D 14 buat saya terasa solid, saat diketuk. Bahannya, ternyata terbuat dari alumunium dengan body metal. Warna Space Grey yang saya dapatkan juga menambah kesan solid dan juga terlihat profesional.

Ukurannya terbilang pas buat saya yang terkadang bekerja dengan mobilitas tinggi. Setelah saya cek berapa bobotnya, ternyata berada di kisaran 1,38 kilogram. Tidak terlalu berat, dan juga tidak terlalu ringan. Cukup pula untuk disimpan di dalam tas.

Sisanya, semuanya terasa standar saja. Keyboard full-size dengan jarak tombol yang terjaga. Saya merasa nyaman untuk mengetik lama.

Untuk trackpad terbilang responsif untuk gesture standar Windows seperti swipe tiga jari untuk switch aplikasi atau pinch to zoom.

Bagian tombol power-nya menyatu dengan fingerprint sensor. Bukan hal yang baru tentunya, karena saya rasa dari sekian banyak merek laptop dari brand-brand lainnya juga punya hal detil seperti ini.

Tentu saja, untuk menggunakan fitur ini, fingerprintnya harus diaktifkan dulu. Mengingat ini adalah laptop dari pihak kantor saya tidak mau ribet dan tidak akan menggunakan fingerprint sensor.

Siapa tahu di kemudian waktu, laptop ini akan berpindah ke orang lain yang membutuhkan, terutama ketika saya sudah selesai kerja atau mengundurkan diri dari pekerjaan.

Layar dan Bezel Terbilang Nyaman

review-huawei-matebook-d-14

Ukuran layarnya 14 inci dengan panel IPS resolusi Full HD. Saya rasa ini cukup untuk pekerjaan sehari-hari. Perspektif yang dihasilkan untuk membuka dokumen, spreadsheet terbilang ok. Tapi, saya belum nyaman ketika membuka produk-produk dari Microsoft seperti Microsot Word atau Excel.

Layar 14 Inci masih belum terasa nyaman seperti saat saya pernah menggunakan Dell yang layarnya 15 inci di masa lalu. Untuk laptop standar, tingkat kecerahan layarnya terbilang standar. Mungkin akan sangat berbeda dengan laptop-laptop premium. Tapi jika bicara laptop standar Huawei yang satu ini rasanya sudah cukup.

Satu lagi tambahan dari saya, terkait dengan bagaimana proses desain laptop ini mulai dari body dan layar adalah Bezel-nya. Apa yang saya rasakan, bezelnya terbilang tipis meskipun secara layar punya ukuran 14 inci.

Review Huawei MateBook D 14: Standar Performa untuk Kerja Kantoran

Karena memang ini digunakan untuk kerjaan kantor dan dipinjamkan, saya akan menilainya dari sisi performa yang memang sesuai dengan kebutuhannya.

RAM 8GB DDR4 dan storage 256GB dan didukung dengan prosesor Intel i3 Gen 10. Jika bicara spesifikasi sederhana ini, maka laptop ini memang tidak bisa diajak berlari lebih kuat lagi. Hasilnya, untuk pekerjaan standar membuka dokumen seperti Microsft Word atau Excel, membuka tab browser yang banyak, apalagi menggunakan Chrome yang memakan RAM hasilnya terbilang standar saja.

Dibilang cepat atau lambat pun tidak. Sedang-sedang saja. Tapi, jika sedang multitasking dengan membuka beberapa aplikasi secara banyak, laptop ini mulai terasa agak sedikit lambat.

Editing video dengan menggunakan CapCut Desktop saja, saya tidak merasa nyaman. Jangan tanya untuk penggunaan software Adobe, karena pasti akan membuat laptop ini lebih tersiksa.

Dengan segala keterbatasannya, saya menilai laptop ini sebenarnya masih bekerja dengan baik untuk pekerjaan harian dan ini lebih dari cukup.

Kekuatan Baterai Setelah 5 Tahun

Karena laptop ini sudah rilis sejak tahun 2021 dan digunakan beberapa kali oleh karyawan lain, fungsi sel baterainya pun dipastikan sudah mulai menurun.

Saya tidak tahu, ketika laptop ini dipinjamkan ke saya, sudah ada berapa orang yang menggunakannya sebelumnya. Tapi, jika bicara untuk penggunaan kerja harian, baterainya masih kuat untuk setengah hari. Dalam asumsi saya 4 hingga 6 jam masih cukup.

Baca juga: Apakah Laptop 16GB RAM Masih Cukup Bagi Pekerjaan Profesional di 2026?

Baca juga: Ulasan Lenovo IdeaPad 3 14IAU7: Laptop Solid Untuk Kerja Harian

Satu keunggulan dari bagaimana produk ini dirancang adalah untuk mengisi baterai, chargernya sudah menggunakan USB-C. Artinya dengan segala keterbatasannya masih ada bagian-bagian modern lain yang sudah ada dan disediakan di Huawei MateBook D 14.

Buat saya yang yang benar-benar baru pertama kali pakai Huawei, MateBook D 14 ini memberi kesan yang cukup positif. Build quality yang terbilang premium untuk laptop basic.

Performanya cukup untuk kerja kantoran, meskipun tentunya masih bisa diperdebatkan berdasarkan kebutuhannya. Dan tambahan, mungkin ini ajadi lebih terkesan solid jika berada ekosistem Huawei, seperti integrasi dengan HP Huawei yang juga tersedia di Indonesia.