Dikenalkan pada tahun 2016, tapi baru beberapa waktu yang lalu, saya memang benar-benar menggunakan Brave browser. Hal ini dimulai ketik browser ini ramai dibicarakan di media sosial X. Sebelum membahas review atau pengalaman saya menggunakan keunggulan Brave sebagai web browser, ada beberapa bagian penting yang perlu diketahui tentang peramban yang satu ini.
Broser ini punya fokus utama pada privasi pengguna, kecepatan akses, dan keamanan digital. Hal yang mungkin sangat berbeda dibandingkan dengan browser masa kini.
Perbedan awal terletak pada bagaimana broser ini tidak mengandalkan iklan untuk monetisasi, tak seperti browser lainnya. Bahkan, Brave bisa disandingkan dengan broser populer lainnya seperti.
Apalagi, Brave dibangun dengan basis kode open source yang sama dengan Chrome, sehingga kompatibel dengan semua eksitensi Chrome yang sudah tersedia.
Perbedaan lainnya, terletak pada kemampuan Brave menghilangkan semua elemen pelacakan Google dan menjadikannya sebagai browser yang memiliki sistem perlindungan privasi berlapis.
Asal Mula Brave Browser
Browser ini didirikan sejak tahun 2015 oleh dua orang penting di bidang teknologi. Brendan Eich yang menciptakan JavaScript dan juga pendiri Firefox. Satu orang lainnya adalah Brian Bondy yang merupakan seorang Engineer senior berpengalaman dari Mozilla.
Sejak dirilis dalam versi beta pada tahun 2016, barulah para rentang waktu 2023 dan 2024, Brave browser bisa menembus puluhan pengguna aktif di seluruh dunia.
Dan di tahun 2025 kemarin, Brave mulai hadir dengan fitur AI dan Web3 tanpa harus meninggalkan keunggulan yang membedakan mereka dengan Chrome, Edge, Firefox hingga Safari.
Arsitektur Brave yang Berbeda Ketimbang Chrome
Ada beberapa bagian dari cara kerja yang membuat Brave kemudian bisa jadi pilihan untuk browser yang aman. Berikut beberapa diantaranya:
Brave punya blink rendering engine yang sama dengan Chrome. Tapi, Brave ini kemudian dimodifikasi secara keseluruhan yang menghilangkan seluruh mode pelacakan Google.
Tanpa Google Analytics bawaan
Melalui Brave, konten tidak akan bisa dilacak dengan menggunakan Google Analytic. Hal ini terjadi karena tidak ada laporan pelacakan yang langsung dikirim ke server Google.
Selain itu, tidak ada juga Google Update Service yang bekerja di backgrund hingga SafeBrowsing yang memberi tahu URL ke Google.
Memblokir Iklan
Makanya, Brave hadir adalah untuk memberi perbedaan dibandingkan dengan browser yang lain. Brave menggunakan pendekatan filter yang diperbaharui secara berkala di level jaringan dan bukan di DOM yang terlihat seperti ad blocker.
Hal ini yang pada akhirnya membuat tidak ada bandwidth yang terbuang untuk mengunduh iklan, plus halaman web dimulat lebih cepat karena resource yang tidak memerlukan load.
Fingerprinting Protection
Tak hanya itu, keunggulan teknologi lainnya ada di browser ini adalah fingerprint randomization. Tujuaanya adalah agar website bisa membuat “sidik jari” browser berdasarkan kombinasi resolusli layar, font, plugin, hingga konfigurasi hardware.
Untuk hal ini, Brave punya sistem yang dibuat untuk membuat nilai parameter yang acak untuk setiap sesi. Pada akhirnya, website tidak membangun profil user yang menggunakan browser ini.
Fitur Utama yang Jadi Unggulan Brave

Sebagai pengguna aktif dalam berinternet ada beberapa alasan yang membuat saya kemudian menginstal dan mencoba broser ini. Hal ini tercatat dalam fitur yang jadi unggulan dari Brave itu sendiri.
Berikut beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Brave Browser berdasarkan pengalaman saya menggunakannya.
Brave Shields
Bravel punya pelindung yang diberi nama Brave Shields. Tujuannya adalah untuk memblokir iklan dan tracker dan cookie dari pihatk ketiga yang memang berdampak dalam kegiatan sehari-hari saya sebagai pegiat di bidang digital marketing.
Meskipun begitu, masih ada keuntungan lainnya yaitu, script yang berbhaya dan fingerprint.
Brave Rewards
Keunggulan yang memang belum saya coba hingga tulisan ini dimuat. Namun, dalam keterangan resminya, Brave Rewards merupakan sebuah program di mana pengguna bisa mendapatkan token kripto BAT (Basic Attention Token) dengan memilih melihat iklan yang ramah privasi.
Brave Search
Karena erat kaitannya dengan SEO, saya mencoba menggulas sedikit tentang mesin pencari yang ditawarkan oleh Brave. Dalam penemuan yang saya dapatkan, Brave Search ternyata mampu mengindeks website ulasanwarga.com.
Tapi, yang uniknya, Brave punya sistem indeks sendiri dan tidak melacak pengguna atau membuat hasil personalisasi berdasarkan riwayat pencarian. Mesin pencari independen dengan indeks sendiri yang tidak melacak pengguna atau personalisasi hasil berdasarkan riwayat pencarian.
Brave Talk
Satu hal yang menarik lainnya, Brave menawarkan layanan video call terenkripsi berbasis Jitsi yang bisa diakses langsung dari browser. Hal ini memang terlihat berbeda dengan browser seperti Chrome.
Saat pengetesan yang saya lakukan, bahkan tidak perlu login ke akun Google, dalam hal ini akun Brave. Sayangnya, saya hanya bisa mencoba melakukan pengetesan ini baru pada 1 orang, meskipun Brave menawarkan layanan ini bisa diakses 4 orang sekaligus.
Brave Talk tersedia dalam versi gratis dan premium yang berbayar.
Private Window with Tor
Chrome memang punya incognito yang menawarkan penjelajahan internet secara private. Brave pun punya. Hanya saja, mode privat ini akan mengarahkan trafik melalui jaringan Tor untuk anonimitas eskstra yang jauh lebih mudah digunakan. .
IPFS Support
Keunggulan lain dari Brave adalah browser yang mendukung protokol InterPlanetary File System (IPFS) syang memungkinkan penyimpanan dan berbagi file secara terdesentralisasi tanpa server pusat.
Crypto Wallet Bawaan
Satu hal yang juga belum saya coba secara dalam. Brave menawarkan Brave Wallet bawaan yang mendukung Ethereum dan jaringan kompatibel EVM lainnya.
Cara ini ditawarkan agar pengguna bisa mengelola aset kripto langsung dari browser dan tanpa aplikasi pihak ketiga.
News Feed
Sama dengan browser lainnya, Brave juga punya News. Sebuah agregator berita yang bisa dikustomisasi, menampilkan artikel dari sumber-sumber pilihan pengguna tanpa melacak preferensi membaca mereka.
Leo AI
Mengikuti perkembangan jaman sekarang, Brave juga menghadirkan Leo yaitu asisten AI bawaan yang terintegrasi langsung di browser.
Cara ini membuat pengguna bertanya tentang informasi atau bahkan meringkas halaman web tanpa perlu membuka tab baru.
Kelebihan Brave Browser
Dari review web browser Brave, saya mendapatkan beberapa keunggulan yang sangat terasa ketika digunakan.
Privasi Out-of-the-Box
Brave memberikan garansi yang tidak hanya sekedar gimmick. Browser ini menawarkan tingkat perlindungan privasi tertinggi dibanding semua browser mainstream.
Bahkan, tidak perlu konfigurasi tambahan yang perlu diutak-atik oleh penggunanya.
Kecepatan Loading yang Lebih Baik
Ini pengalaman yang memang benar-benar terasa nyata yang saya dapatkan. Karena kemampuan browser ini memblokir iklan, tracker, dan konten pihak ketiga yang tidak perlu, Brave sangat cepat dibandingkan dengan Chrome.
Hemat Bandwidth
Satu lagi yang memang benar-benar bermanfaat, khususnya di Indonesia yang punya paket data mahal dan cepat hangus. Brave menawarkan sistem yang membuat kerjanya hemat bandwith hingga 40%.
Hal yang sama tidak akan bisa ditemukan di browser-browser lainnya yang selama ini udah populer.
Kompatibel dengan Ekstensi Chrome
Pengalaman berikutnya adalah ketika Brave menyebutkan bisa terhubung dengan ekstensi Chrome. Saya pun mencobanya, dan semua ekstensi ini bisa digunakan di Brave, sehingga mendukung produktivitas saya sendiri.
Menawarkan Kreatifitas Untuk Kreator atau Publisher
Ini yang sedang saya coba. Brave punya sistem BAT/Rewards menawarkan alternatif yang adil untuk model iklan. Pengguna bisa mendapatkan kompensasi dan publisher kemudian bisa mendapatkan keuntungan juga secara finansial.
Tersedia Untuk Semua Platform
Brave bisa digunakan di berbagai platform semua sistem operasi. Untuk desktop, Brave bisa digunakan di macOS, Linux dan Windows.
Sementara itu, untuk pengguna mobile, Brave juga tersedia untuk Android dan iOS.
Menyediakan Fitur Web3
Ini yang juga sedang saya uji. Brave ternyata punya fitur Web3, di mana memudahkan pengguna kripto dan Web3 yang punya broser dengan wallet bawaan dan integrasi dengan DApp.
Kekurangan Brave Browser
Tidak ada produk yang sempurna. Selain memberikan review keunggulan sebagai web browser, Brave ternyata punya kekurangan.
Beberapa Website Bisa Rusak
Karena menggunakan Shields untuk beberapa hal fungsi tertentu di website tidak bekerja dengan baik. Solusinya pengguna bisa mematikan Shields, namun justru kehilangan esensi dari Brave itu sendiri.
Ekosistem BAT yang Terbatas
Meskipun punya rewards, sayangnya ekosistem BAT belum tumbuh. Hal yang sama karena proses pencairan BAT ke mata uang khusus masih rumit di beberapa negara.
Brave Search Masih Berkembang
Untuk pencarian, Brave memang masih masih kalah dari Google. Untuk bahasa Indonesia dengan konten lokal masih terasa kurang untuk beberapa hal. Terutama untuk hasil yang relevan.
Tapi, bukan tidak mungkin di masa depan Brave Search bisa mencakup semua hal ini dengan baik. Untuk bahasa Indonesia dan konten lokal, Brave Search masih belum sebanding dengan Google dalam hal kelengkapan dan relevansi hasil.
Brave Untuk Kreator Di Masa Depan

Ini bukan lagi lagi keunggulan. Tapi, ini adalah rencana Brave untuk masa depan. Khususnya bagi pengguna, kreator hingga publisher. Saya pun tidak sabar jika rencana ini benar-benar terwujud.
Brave Rewards dan Basic Attention Token (BAT)
Basic Attention Token (BAT) merupakan token kripto berbasis Ethereum yang diciptakan oleh tim Brave. Tujuannya untuk mendistribusikan nilai ecara lebih adil antara pengguna, publisher, dan pengiklan.
Cara Kerja Brave Rewards akan saya bagi menjadi tiga bagian.
Brave Rewards Untuk Pengguna
Mulai aktifkan Brave Rewards di pengaturan browser.
Pilih untuk melihat Brave Ads, lalu iklan privasi muncul sebagai notifikasi sistem, bukan di dalam halaman web.
Pengguna bisa mendapatkan 70% dari pendapatan iklan dalam bentuk BAT.
Gunakan BAT untuk tip ke kreator konten favorit atau tukarkan ke mata uang lain.
Untuk Publisher/Kreator
Daftarkan website, channel YouTube, atau akun Twitter di program Brave Verified Creator.S
Dapatkan tip langsung dari penggemar konten yang menggunakan Brave.
BAT yang bisa didapatkan kemudian dikumpulkan pengguna yang mengunjungi kontenmu.
Brave Rewards Untuk Pengiklan
Buat iklan melalui platform Brave Ads.
Targetkan pengguna berdasarkan kategori minat yang dikirim secara lokal dan tidak melalui server
Pengiklan hanya akan membayar untuk iklan yang benar-benar dilihat.
Sayangnya, setelah melihat guideline dari Brave sendiri, belum ada platform yang kemudian tersedia di Indonesia secara resmi.
Brave Search yang Memberikan Kemananan Mesin Pencari Privat
Mode incognito kini mulai diragukan. Tawaran browser “privat” ternyata masih mengandalkan Google atau Bing sebagai mesin pencari backend mereka.
Artinya, privasi pencarian bisa dilihat di server. Hal yang berbeda, Brave kemudian mencoba membangun indeks pencarian independen agar benar-benar bebas untuk diintip.
Dalam pengalaman saya, menggunakan Brave Search saya menemukan beberapa hal seperti
- Indeks independen yang tidak menggunakan menggunakan Google atau Bing sebagai backend. Hasilnya sangat terlihat saat penggunaan Brave search ini.
- Brave search tidak melakukan tracking yang disimpan atau dikaitkan dengan identitas pengguna.
- Tidak ada bagian personalisasi hasil pencarian sama untuk semua orang.
- Hingga saat ini, Brave menggunakan Transparent ranking yang tidak menjual posisi hasil pencarian.
- Sama seperti media sosial X, Brave juga punya Community Notes di mana pengguna bisa menambahkan konteks pada hasil pencarian.
Baca juga: Panduan Keamanan Digital dan Cara Aman Menggunakan Internet
Baca juga: Cara Tes Kecepatan Internet dengan Akurat di Desa yang Jaringannya Lemah
Kualitas Hasil Pencarian Brave Search
Perlahan, kualitas hasil pencarian Brave Search tampak sudah meningkat. Saya melakukan pengetesan dengan beberapa kata kunci.
Khusus untuk pencarian bahasa Inggris sudah menampilkan informasi terkini, dilengkapi dengan pencarian gambar.
Sayangnya, untuk bahasa Indonesia tampak masih dalam beberapa pengembangan. Untuk satu kata kunci saya baru bisa menemukan konten dalam bahasa Indonesia di halaman ketiga dan kelima.
Untuk sementara ini adalah review saya tentang web browser Brave, khususnya di desktop. Tertarik mencoba browser ini?
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
