Ulasan Serial Lucky: Adu Cerdik Bandit, Penipu dan Penegak Hukum

Selalu ada yang baru dari Apple TV. Kali ini series berjudul Lucky yang akhirnya baru saja saya selesaikan menonton semua episodenya.

Sebelum beralih ke review Lucky, serial ini tentunya cocok bagi penggemar genre crime, action dan sedikit sentuhan thriller. Sebagai tambahan, series ini akan tetap relevan bagi siapa pun. Selain dari sisi ceritanya, serial Lucky akan selalu bisa ditonton di layanan Apple TV kapan pun karena memang tersedia eksklusif di salah satu produk digital Apple.

Sinopsis Series Lucky

Bagaimana jadinya jika Lucky mendapati kekasihnya tiba-tiba menghilang dan kemudian ia dikejar banyak pihak? Mulai dari bandit hingga FBI mempertanyakan sebuah uang yang dimiliki oleh seorang pengusaha Bernama Wayne menjadi target.

Cerita semakin kompleks, karena ini melibatkan ayahnya sendiri dan Ibu dari kekasihnya?

Semua perjalanan ini diceritakan dari episode pertama hingga episode 7 dengan baik.

Review Series Lucky

Sebagai creator, Jonathan Tropper menggarap cerita di episode 1 pertama dengan meyakinkan. Membuat penonton kemudian diarahkan pada sebuah kisah misterius dan menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Apa dasarnya Lucky dikejar oleh banyak pihak, dijabarkan dengan hati-hati dan terkesan detil. Setidaknya ini begitu terasa hingga episode 3, di mana ceritanya akan terasa sedikit pelan dan bisa saja membuat penonton menjadi bosan.

Namun, dengan pelan-pelan ketegangan cerita dengan tempo yang lebih cepat mulai dibangun. Dasar cerita masing-masing karakter mulai diperlihatkan pada penonton.

Tidak lagi hanya melihat sisi Lucky, namun mulai fokus pada karakter-karakter lainnya yang menjadi dasar kuat kenapa ia dikejar-dikejar oleh banyak pihak.

Priscilla Masterson, John Armstrong hingga Agent Billie Rand, Wayne Whittaker mulai mendapatkan porsi besar yang pada akhirnya menjelaskan semua ceritanya dengan rapi sekaligus menjelaskan bagaimana hubungan yang melekat antara bandit, penipu dan petugas penegak hukum, dalam hal ini FBI terlibat.

Namun, tentu saja tidak melupakan titik focus pada karakter Lucky yang menjadi kunci dari cerita ini.

Beberapa porsi episode ini juga dibuat dengan menampilkan bagaimana kisah kilas balik sisi Lucky yang lain, khususnya terkait dengan ayahnya, John.

Bagaimana ia dibesarkan dan dididik menjadi kunci dari cerita. Panggilan Lucky bukan lagi tentang soal keberuntungan, namun kecerdikan dan kepintaran dari karakter yang diperankan oleh Anya Taylor-Joy,

Tak banyak sub-plot yang ditampilkan dan saya rasa ini terbilang bangus mengingat memang tidak perlu ditambahkan dengan hal-hal yang tidak perlu.

Tak ada twist yang berarti kecuali di bagian akhir episode yang membuat saya pun sebenarnya cukup terkejut.

Peran Penting Anya Taylor-Joy yang Sangat Kuat

Tak ada yang meragukan kualitas acting dari Anya Taylor-Joy. Hampir di semua film atau series yang pernah ia perankan Anya Taylor-Joy selalu bermain sesuai dengan apa yang diinginkan penonton, bahkan lebih.

Hal yang sama juga saya temukan dan lihat sendiri Ketika Anya Taylor-Joy memerankan karakter Lucky.

Berbagai reaksi yang dimunculkan Anya Taylor-Joy saat memerankan karakter Lucky buat saya terasa pas.

Di bagian binggung, sedih, menderita, berbohong, kesal hingga memamerkan kecerdikannya. Anya Taylor-Joy mampu memainkan semuanya dengan baik dan menjadikannya sebuah ikon yang menarik untuk cerita apa pun.

Bahkan, bagi saya yang awam tentang bagaimana sebuah ilmu acting, apa yang ditampilkan oleh Anya Taylor-Joy menurut saya sudah tepat.

Melihat reaksi yang digabungkan dengan gestur tubuhnya adalah sebuah hal yang luar biasa untuk disaksikan. Termasuk di serial Lucky.

Bahkan, untuk fisiknya yang terlihat kecil, Anya Taylor-Joy juga mampu memainkan adegan-adegan action yang ada di setiap episodenya.

Selipan Action yang Menarik di Setiap Episode

Meskipun series ini menghadirkan sajian crime dan thriller sebagai bagaian utamanya, namun beberapa bagian actionnya juga terbilang rapi.

Mungkin bukan adegan perkelahian dengan tangan kosong atau saling baku tembak antara bandit, penegak hukum atau yang melibatkan Lucky itu sendiri, namun adegan kejar-kejaran dan penyamaran, atau melarikan diri sudah mengisi bagian action yang membangun ketegangan di bagian-bagian ceritanya.

Sisanya, film ini membangun bagaimana suasana kriminalitas terjadi antara satu karakter dengan karakter lainnya, namun justru mengikat karakter lainnya yang tidak disangka-disangka.

Hal ini terlihat pada penampilan Annette Bening sebagai Priscilla Masterson yang menurut saya juga sangat sukses mencuri perhatian.

Baca juga: Review Series Cape Fear: Remake Kembalinya Psikopat yang Kehilangan Kendali

Baca juga: Ulasan “Hijack” Season 2: Ketika Sang Negosiator Cerdik Menjadi Pembajak

Annette Bening Imbangi Penampilan Anya Taylor-Joy

Meksipun Anya Taylor-Joy adalah pemeran utama dan menggambarkan inti cerita series ini, saya tidak akan bisa memalingkan mata dari penampilan aktris senior Annette Bening sebagai Priscilla Masterson.

Ia adalah karakter yang tepat untuk mengimbangi peran Lucky dan ini sudah dihadirkan sejak episode pertama.

Bisa dibilang, Priscilla Masterson mampu memberikan efek kejut dan melihat sisi lain dari dunia criminal. Kompleksitas Priscilla Masterson pun tak kalah seru dibandingkan dengan Lucky.

Ia punya putra yang menjadi suami Lucky, dikejar FBI dan saling sikut dengan bandit lainnya Wayne Whittaker.

Ini masih ditambah dengan kompleksitas hubungannya dengan Lucky yang selalu tegang sejak awal hingga akhir.

Ekspresi kesedihan, kegetiran, kegelisahan hingga kemarahan berhasil dimainkan oleh Annette Bening.

Bahkan Ketika “duel satu lawan satu” dengan antara Annette Bening ditampilkan Anya Taylor-Joy ketegangan dengan unsur thriller yang ditampilkan pun dapat dirasakan dengan baik.

Sebagai penutup, series Lucky sebenarnya memiliki beberapa catatan kritik yang menurut saya perlu disampaikan. Selain alurnya yang lambat dan terkesan bertele-tele di beberapa episode awal, penggambaran karakter

John Armstrong yang diperankan oleh Timothy Olyphant tidak terasa di sepanjang episode. Selain itu, beberapa catatan tentang bagian thriller yang disampaikan juga tidak terlalu kuat, kecuali aura pertemuan antara Lucky dan Priscilla yang tidak berkesudahan.

Bagi penggemar Anya Taylor-Joy dan tentunya sebuah serial dengan genre crime dan thriller, bisa langsung menonton Lucky dengan berlangganan di Apple TV.