Ulasan Film “Fuze:” Ketegangan Tak Berujung Antara Pencuri dan Penjinak Bom

Diantara banyak film terbaru yang hype minggu ini, saya memutuskan untuk menonton satu film terbaru dengan latar belakang Inggris yang sedang tayang di bioskop. Berjudul “Fuze” film ini punya daya tariknya sendiri. Sebelum membahas review film “Fuze” yang sedang tayang di bioskop, mulai 8 Mei 2026 di bioskop, kita cek sinopsisnya terlebih dahulu.

Sinopsis Film “Fuze”

London yang hiruk-pikuk tiba-tiba terdiam ketika ditemukannya bom sisa Perang Dunia II. Mayor Will Tranter (Aaron Taylor-Johnson) diberi amanat untuk menjinakkan bom.

Evakuasi dan pemadaman listrik pun dilakukan. Di saat yang bersamaan, perampok Karalis (Theo James) dan X (Sam Worthington) berencana melakukan pembobolan brankas sebuah deposit.

Siapa yang punya keuntungan dari situasi ini? Karalis atau justru Mayor Will yang berhasil menemukan bom?.

Review Film “Fuze” (2026)

Dibawah kendali sutradara David Mackenzie dan penulis naskah Ben Hopkins, premis film ini adalah tentang kesibukan Mayor Will yang menjinakkan sebuah bom.

Tanpa berbasa-basi, Karilis hadir tanpa menunjukkan bahwa ia adalah perampok. Tapi, penonton seperti saya seperti sudah bisa menebak bahwa isu bom ini bukanlah hal nyata.

Apalagi, Karilis mulai ikut tergabung membangun cerita di mana saya sebagai penonton akan menduga ini adalah sebuah cara untuk mengalihkan perhatian.

Ketika pasukan keamanan mencoba fokus pada cara untuk menjinakkan bom tersebut, Karilis dan X justru semakin lancar menggali berbagai tempat untuk menemukan sebuah brankas deposit.

Dari sinilah intensitas ketegangan di dalam sebuah film mulai terasa. Sang sutradara yang menyodorkan sebuah premis yang sederhana, mampu menampilkan sisi yang lain tentang sebuah perampokan.

Hal yang paling sederhana dan sangat terasa saat menonton film ini adalah, ketika membiarkan London menjadi sunyi. Yang ada hanya taktik Mayor Will dan pasukannya untuk menjinakkan bom.

Dan tentu saja Karalis dan X yang berusaha mendapatkan sebuah brankas. Cerita yang dibagi di dua sisi ini disusun dengan rapi. Untuk meningkatkan intensitas ketegangan, beberapa adegan kekerasan dan intrik membuat penonton untuk terus diajak memantau situasi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Berbagi Ketegangan Di Setiap Sesi Filmnya

Selain menyajikan bagian-bagian action yang terbilang unik, film ini sebenarnya punya garis besar pada genre thriller. Hal ini tereak ketika transfer bank yang dilakukan secara real time.

Bahkan, membangun intensitas ketegangan semakin nyata ketika perpindahan uang melalui jaringan telepon bisa terputus dan di saat bersamaan polisi berusaha mendobrak pintu.

Belum lagi tentang bom. Di awal saja penonton sudah disuguhkan bagaimana pasukan yang dipimpin memperhitungkan semua hal untuk menjinakkan bom.

Intentsitas ketegangan ini yang kemudian mengajak penonton ikut terlibat di dalam cerita filmnya. Serasa deg-degan mengikuti alur cerita yang disusun rapi.

Meskipun ada beberapa bagian yang lambat, tapi ini tidak menutup bagaimana film tentang pencurian menjadi relevan masa kini. Apalagi sangat erat juga kaitannya dengan kesunyian london, dan juga teknologi.

Belum lagi, jika dipadukan dengan sentuhan action yang terasa kasar. Membuat film ini menjadi terasa nyata dan bisa saja terjadi secara tiba-tiba di sekitar kita.

Adu Cerdik yang Tidak Terduga

Selama hampir 45 menit saya menonton film ini, saya mencoba bertanya kepada diri sendiri tentang film ini. Tapi tidak bisa, karena David Mackenzie seperti memaksa saya untuk diam dan tidak bertanya, kenapa ini dan itu ada di dalam Fuze.

Aaron Taylor-Johnson dan Theo James sebagai pionir dari dua sisi yang bersebranganpun mampu memainkan karakter mereka dengan baik. Saya yang semula rasanya bisa menebak-nebak, tapi kemudian dipatahkan dengan berbagai hal-hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Plus, sebuah sub-plot yang muncul pada karakter yang berkhianat tanpa terduga. Terdengar klise dan klasik untuk sebuah film bertema heist. Tapi pada bagian pengkhianatan ini tidak hanya datang satu kali, tapi berkali-kali. Membuat saya kembali bertanya, apa yang sebenarnya sedang disuguhkan film ini.

Catatan saya, ketika kemudian sebuah kotak rahasia mulai terbuka tentang perburuan sebuah berlian menjadi terasa hal yang sedikit dipaksakan, sekaligus memaksa saya menilai dan menentukan mana yang lebih benar dan salah.

Thriller Heist yang Unik

Film ini datang dari Inggris. Dan tentunya beberapa film Inggris yang saya tonton memang selalu menawarkan cerita yang unik. Punya orisinalitas dan ciri khasnya sendiri, meskipun punya genre yang kurang lebih sama dengan film-film Hollywood lainnya.

Beberapa hal logis bisa saja terpatahkan di film ini. Serasa berkecamuk di kepala dan menyimpan pertanyaan. Tapi, kerapihan sutradara dalam mengomandoi film ini membuat penonton seperti saya tidak ambil pusing ketika menyaksikan alur ceritanya yang terkadang terlalu sederhana ini.

Di beberapa titik tertentu, selalu muncul kejutan demi kejutan yang tidak disangka. Bahkan, untuk menebak siapa yang menjadi pemenang, penjahat atau pahlawan pun harus ditentukan hingga di bagian akhir film.

Ini cara bertutur cerita yang sebenarnya menarik, khususnya untuk film-film bertema heist, dan tentu saja menjadi berbeda dengan film bertema heist lainnya seperti “Crime 101” yang juga tayang di awal tahun ini.

Buat saya, sebagai sutradara David Mackenzie berhasil meyakinkan penonton untuk selalu menyimak setiap momen yang disuguhkan. Menggiring penonton pada narasi yang memuaskan penontonnya ketimbang melakukan hal-hal yang sudah ada di film dengan tema pencurian lainnya.

Film “Fuze” pada akhirnya adalah sebuah cerita action, thriller, dan heist yang memang dihadirkan dalam paket yang terbilang komplit.

Baca juga: Ulasan “Crime 101:” Film Perampokan dengan Karakter yang Kuat

Baca juga: Review Film “Good Luck, Have Fun, Don’t Die:” Komedi Satir Tentang AI

Saya tetap mencatat beberapa hal minor seperti kekonyolan yang rasanya tidak masuk akal, tapi sekali lagi, saya digiring ke dalam permainan ceritanya.

Sebuah film yang solid dengan kejutan-kejutan yang selama ini mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebagai penutup, film ini sedang tayang di bioskop dan jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan keseruan ketegangan dari dua sisi yang akan dihadirkan sepanjan 1 jam 40 menit di layar lebar.

Leave a Comment