Website ini belum meluncur ketika serial TV “The Boys” hadir pertama kali di tahun 2019. Tapi, saya selalu mengikuti perjalanan cerita di setiap season, setiap episodenya. Tak perlu rasanya menceritakan secara detil di dalam review “The Boys” di setiap season dan episode sebelumnya sebelum memasuki ending terakhir di season 5 dan episode 8.
Tapi yang saya bisa katakan, ini adalah salah TV Series terbaik yang pernah ada dalam hiburan. Memberikan banyak sudut pandang dan menabrak logika berpikir, khususnya superhero adalah makhluk baik.
Sebelum membahas review “The Boys” Season Episode 8 alias episode terakhir dan selamanya ini, saya akan coba bagikan sedikit dari permukaan tentang serial TV yang satu satu ini.
Sekilas Tentang Serial TV “The Boys” di Prime Video
Superhero yang dikelola oleh Vought International tak seindah yang dibayangkan orang-orang. Tanyakan saja pada Hughie Campbell (Jack Quaid) yang kehilangan kekasihnya karena ditabrak oleh A-Train.
Pada akhirnya, sebagai manusia biasa, Hughie bergabung dengan The Boys, yang berusaha mengungkap kebusukan The Seven, yang dipimpin oleh Homelander dan berada di bawah naungan Vought.
Sayangnya, The Boys kemudian menjadi burinonan karena berusaha menjegal The Seven dan korporasi yang melindunginya. Bersamaan, dengan itu, cerita mulai mengarah dan fokus kepada Butcher, pimpinan The Boys yang punya masa lalu kelam dan kebusukan Vought mulai terungkap.
Karena Butcher, Hughie dan beberapa orang lainnya hanyalah manusia biasa, mereka kini berburu Temp V. Sebuah serum yang bisa mengubah mereka diri mereka agar memiliki kekuatan superhero. Tujuannya jelas ingin mengalahkan Homelander yang semakin tidak terkendali.
Berbagai cara dilakukan, tapi upaya The Boys belum berhasil. Sementara itu, Homelander semakin haus kekuasaan. Berbekal kekuatan superheronya, ia bersama pasukannya mulai merasuk ke pemerintahan. Menguasai Amerika Serika dengan berusaha mengubah persepsi dan menempatkan kekacauan yang dimulai dengan adu domba.
Pada akhirnya, kepingan masing-masing karakter sudah selesai diulas. Tapi, pertarungan Homelander dan Will Butcher belum selesai. Ada yang tewas, ada yang rela mengorbankan dirinya.
Homelander mendapatkan semuanya bahkan sebuah senjata rahasia yang membuatnya abadi. Tapi The Boys tidak menyerah. Satu pertarungan terakhir yang jadi pertaruhan hidup dan mati untuk menyingkirkan Homelander dan superhero lainnya.
Review Serial TV “The Boys” Season 5

Tanpa perlu banyak drama di awal, serial “The Boys” langsung melanjutkan apa yang sebaiknya segera mereka sudahi. Ya! Jawabannya adalah Homelander yang semakin menggila dan menganggap dirinya adalah Tuhan yang sedang berkuasa. harus disingkirkan sesegera mungkin.
Frenchie sudah berkorban dan sisa The Boys adalah pertarungan terakhir mereka. Secara keseluruhan, episode finale alias episode penutup ini memang sudah dirancan dengan sangat baik.
Saya yang mengikuti series ini sejak season 1 dan episode pertama, episode ke 8 di season 5 adalah jawaban dari puzzle yang sudah lama dikumpulkan.
Dimulai dari Hughie yang bergabung dengan The Boys, karena kekasihnya dibunuh oleh The Seven. Bagaimana latar belakang cerita Butcher hingga ambisi Homelander yang maniac dan mengesalkan.
Secara keseluruhan di season terakhir ini tidak terlalu banyak drama yang membuat tempo menjadi lebih terasa lambat. Semuanya mengalir begitu cepat. Mulai dari kematian anggota The Seven yang awal-awal, hingga pengkhianatan yang terjadi yang dilakukan oleh Homelander kepada ayahnya sendiri Soldier Boys.
Penemuan senjata paling mutakhir untuk mengalahkah Homelander, hingga Kimiko yang sebenarnya punya peran kunci untuk menyudahi pertarungan antara kelompok manusia dengan para superhero ini.
Semuanya dirajut dengan baik, seperti bagian akhir dari kepingan-kepingan puzzle yang ada di season 1 hingga season 4. Jawaban-jawaban akan ditemukan dari keseluruhan episode di season 5 yang membuat penonton pun seakan tidak merasakannya.
Kematian Karakter Bukan Lagi Sekedar Gimmick
Secara blak-blakan, promo season 5 “The Boys” season 5 memang sudah diumumkan, bahkan jauh-jauh hari sebelum episode pertamanya tayang.
Akan ada banyak karakter yang mati di series ini. Setidaknya, ini adalah petunjuk yang muncul sebelum penayangan perdana series “The Boys” finale.
Kematian karakter ini pun bukan lagi sekedar gimmick. Saya yang menontonnya terbilang cukup kaget, terutama untuk episode-episode awal. Saya tak menyangka, beberapa karakter yang sudah muncul di season 1 dan season 2 hingga 3 mendapatkan bagian akhirnya.
Pada dasarnya, saya sebenarnya tidak terlalu terkejut ketika dua karakter utama dari pasukan The Boys juga pada akhirnya punya ending yang memang berakhir dengan kematian. Dibandingkan dengan Billy Butcher, saya sebenarnya kaget dengan karakter Frenchie yang 1 episode harus harus pulang lebih awal di series ini.
Akhir dari karakter ini pun menjadi kuat, bahwa ini adalah cara yang tepat untuk menutup series The Boys yang sudah berjalan kurang lebih 7 tahun.
Unsur Komedi yang Masih Kuat
Untuk beberapa season sebelumnya, serial TV “The Boys” punya unsur komedi yang kuat. Hal yang sama juga masih terjadi di season 5 alias musim penutup.
Hughie masih dengan kebimbangannya. Butcher dengan gaya yang asal nyablak, dan tentu saja The Deep yang ingin sekali eksis di mata para superhero sekaligus lingkungan sosial.
Meski tidak banyak menampilkan gestur-gestur tersebut dari karakternya, namun dari beberapa dialog yang dilemparkan oleh beberapa karakter, masih melibatkan komedi-komedi sarkas yang seakan-akan membuat auto kritik bagi penontonnya.
Yang paling mengena tentu saja adalah pembacaan surat wasia Frenchie yang seakan-akan tidak serius, tapi penuh tamparan bagi para anggota The Boys sekaligus menggelitik.
Sementara itu, batu nisan Butcher pun tidak kalah lucu dan akan membuat penonton, khususnya saya tersenyum getir.
Baca juga: Ulasan Series “Young Sherlock:” Anak Muda yang Solving Problem Bersama James Moriarty
Baca juga: Ulasan Series Steal: Sistem Keuangan Bobrok Berujung Kejahatan
Drama yang Bagus dan Kuat
Ada masanya, di mana pada bagian drama, serial “The Boys” menjadi bertele-tele. Tapi, di bagian akhir ini saya menyukai beberapa bagian seperti munculnya bayangan Frenchie di hadapan Kimiko, kenyataan yang harus diterima Billy Butcher ketika anaknya Ryan tak ingin bersama, dan tentu saja kematian anjing Billy.
Bahkan, ketika Hughie harus berhadapan satu lawan satu di bagian akhir dengan Billy sebenarnya mampu menampilkan sense drama yang terbilang bagus, to the point dan tidak bertele-tele.
Sangat tepat untuk sebuah serial tentang superhero yang jadi anti-tesis dengan kekonyolan mereka di sepanjang episode dari season pertamanya.
Ini yang kemudian menjadi penutup manis dari tutur cerita dan kepingan-kepingan episode di season sebelumnya yang mungkin terasa membosankan di beberapa bagian.
Kekuasaan Tidak Pernah Abadi

Sejak awal, “The Boys” konsisten menampilkan sisi semua orang adalah jahat dengan kepentingannya masing-masing. Tidak ada karakter yang benar-benar baik, sampai pada akhirnya beberapa karakter menunjukkan rasa manusianya.
Hal yang sama juga terus terjaga dengan jalinan cerita yang rapi hingga akhir. Tidak ada pembenaran tentang siapa yang salah dan jahat.
Hal ini terjadi pada dua karakter utama yang mencuat yaitu Billy Butcher dan Homelander. Keduanya ingin punya pengaruh dan kekuasan yang kuat hingga akhir.
Tapi, pada bagian ini kedua karakter tidak pernah mendapatkannya. Homelander tidak akan pernah berkuasa menjadi petinggi Amerika dan menasbihkan dirinya sebagai Dewa atau Tuhan.
Begitu juga dengan Billy Butcher. Ia tidak bisa berkuasa meskipun punya senjata paling kuat untuk menghancurkan superhero jahat. Tak ada kekuasaan yang abadi, termasuk ketika Vought kembali didapuk menjadi pemimpin perusahaan untuk mengurus kekacauan yang sudah terjadi selama ini.
Secara keseluruhan, inilah sisi lain dari superhero. Mereka tidak sempurna, tak ada kekuasaan dan kejahatan yang benar-benar abadi dan bisa dipertahankan.
Terima kasih “The Boys.”
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
