Setelah seriesnya yang seperti selalu menggantung di bagian ending, kelanjutan kisah analis bernama Jack Ryan hadir dalam format film di tahun 2026.
Karakter Jack Ryan sendiri sempat heboh beberapa waktu yang lalu ketika dalam cerita seriesnya, ia memprediksi dengan analisanya menyebutkan Venezuela akan menjadi target operasi militer Amerika.
Tapi, kali ini Jack Ryan bukan lagi berdiri sebagai seorang analis di CIA. Ia hanyalah masyarakat sipil yang kembeli digeret untuk masuk dalam ruang lingkup operasi Intelijen.
Menyambung cerita seriesnya yang sudah selesai, cek ini terlebih dahulu sebelum saya menulis tentang review film Review Film “Jack Ryan: Ghost War.”
Sinopsis Film “Jack Ryan: Ghost War”
Masih tentang karakter Jack Ryan yang diciptakan oleh Tom Clancy dalam novel-novelnya. Pekerjaannya sebagai analis keuangan untuk sebuah perusahaan membuat Jack Ryan (John Krasinski) harus terbang ke Dubai. Tapi, kali ini dia disusupi oleh kepentingan CIA yang seolah-olah ingin merekrutnya secara freelance.
James Greer (Wendell Pierce), wakil direktur CIA dan Mike November (Michael Kelly) membujuk Jack untuk membantu tugas mereka kali ini. Mencoba menemukan satu bukti yang terjadi di masa lalu. Sebuah operasi intelijen yang awalnya ditujukan untuk menyelamatkan dan menstabilkan kehidupan di bumi.
Sayangnya, bukti itu menggeret ke sebuah kelompok tentara bayaran yang berpusat di London, dan Dubai. dan kali ini Jack Ryan terjebak dalam sebuah pertarungan yang sebenarnya ingin dihindarinya. Bisakah Jack Ryan melakukan semuanya ini?
Review Film “Jack Ryan: Ghost War”
Sutradara Andrew Bernstein pernah menggarap 3 episode Jack Ryan di tahun 2019 yang lalu dan tampaknya memang punya kekuatan tersendiri ketika menggarap series.
Tapi, tak ada masalah rasanya ketika Andrew Bernstein memberikan latar belakang cerita yang kuat agar penonton tahu, kenapa Jack Ryan harus kembali ikut dalam operasi intelijen, meskipun ia tidak bekerja lagi untuk CIA.
Mengikuti kesuksesesan series Jack Ryan, latar belakang cerita disampaikan dengan kuat, dan cepat. Tak perlu bertele-tele dan langsung to the point.
Sisanya, kemudian Jack Ryan diceritakan harus berhadapan dengan situasi-situasi yang sulit dan beralih ke full action. Ya! Inilah keunggulan dari film “Jack Ryan: Ghost War.”
Hampir semuanya full action, dan tidak adalah lagi sisipan drama thriller yang biasa disaksikan penontonnnya di dalam format serial tv. Padahal, film ini melibatkan operasi intelijen dengan skala yang luas, bahkan melibatkan MI-6.
Sayangnya, beberapa sub-plot yang tidak terlalu banyak pun dikemas di dalam film yang biasa saja. Menjadikan ceritanya hambar, klise dan sangat mudah untuk ditebak.
Bahkan, saya tidak terkejut ketika akhirnya, karakter Elizabeth Wright memang harus ditamatkan dalam filmnya.
Tidak ada hal yang baru. Tidak ada analisa-analisa khas Jack Ryan yang sangat kuat dan justru ini yang menjadi kuncinya. Semua analisa taktis yang selama ini dipikirkannya kemudian terjadi begitu saja, seperti sudah direncanakan.
Padahal, Jack Ryan bukanlah agent intelijen yang murni di lapangan, meskipun di dalam seriesnya ia beberapa kali terlibat dalam operasi intelijen langsung.
Hal ini yang kemudian membuat cerita film menjadi terasa terlalu standar. Tak ada kejutan-kejutan yang berarti di versi filmnya. Kecuali, bagian action yang menurut saya terbilang cukup intens.
Action Memukau Jadi Unggulan
Action terbilang jadi bagian yang menonjol di film “Jack Ryan: Ghost War.” Bukan adegan pertarungan tangan kosong, tapi adegan tembak-tembakan dan kejar-kejaran di jalanan kota London terbilang menoniol.
Bahkan, porsinya terbilang sangat besar dibandingkan dengan Jack Ryan yang versi di serial tv. Mungkin saja, karena durasinya lebih pendek, adegan action dibuat lebih padat, singkat, tapi tetap intens.
Bahkan, hingga akhir, aksi tembak-tembakan ini tidak berhenti untuk menonjolkan apa yang sebenarnya ingin disampaikan di dalam film.
Sisanya, memang tidak ada yang istimewa, tapi sudah menjelaskan, bahwa Ryan bukan lagi seorang analis. Ia adalah bagian dari CIA yang memang selalu dirindukan.
Chemistry dan Karakter yang Hambar

Dalam seriesnya, karakter Jack Ryan dan James Greer punya chemistry yang sangat kuat. Keduanya saling mengisi dan mengimbangi. Bahkan di satu season khusus, karakter Elizabeth Wright mampu menguatkan chemistry Jack Ryan dan James Greer.
John Krasinski sebagai Jack Ryan pun tampil biasa-biasa saja. Hanya ada satu pembeda yang sangat jelas untuk penampilan karakter Jack Ryan di film ini. Sebagai pria dewasa dan terlibat dalam operasi intelijen, Jack Ryan sudah melewati batas kompas moralnya yang berlawanan dengan James Greer itu sendiri.
Di film, karakter ini seperti kehilangan chemistry. Keduanya hanya terlihat seperti memiliki hubungan yang canggung. Hal yang sama juga terjadi ketika karakter Emma Marlow (Sienna Miller) dimunculkan.
Sebagai agen MI-6, penampilannya terlihat menjanjikan. Tapi setelah itu, semuanya menjadi datar saja. Tidak ada hal-hal yang mengejutkan atau menjadi kunci dan kemudian membuat filmnya menjadi lebih seru untuk ditonton.
Sementara itu, Liam Crown (Max Beesley) yang mendapatkan porsi antagonis, justru tampil memikat sebentar saja dan hanya di bagian pertengahan. Sisanya, kembali hambar dan terlalu datar, mudah diprediksi dan tentunya akan sangat datar.
Apakah harus menonton seriesnya terlebih dahulu? Saya sarankan untuk menontonnya terlebih lagi, ada konteks yang lebih dalam kenapa pada akhirnya Jack Ryan kembali direkrut oleh CIA.
Tapi, bagi yang belum menonton seriesnya sama sekali, sebenarnya tidak perlu khawatir. Sang sutradara Andrew Bernstein tahu caranya menempatkan karakternya dalam sebuah premis yang sederhana dan mudah diketahui oleh penonton awa.
Baca juga: Ulasan “The Bluff:” Pertarungan Perompak yang Brutal
Baca juga: Ulasan “The Wrecking Crew” Film Aksi Kakak-Adik yang Menghibur
Latar Belakang Kota London dan Dubai
Film ini melibatkan London dan Dubai sebagai latar belakang lokasi ceritanya. Cerminan ini berhasil dimainkan dengan baik di dalam film.
Setidaknya, dalam adegan action yang menyasar pusat kota London. Padatnya masyarakat di kota London, jalan-jalan kecil khas Eropa menjadi salah satu yang menarik untuk ditonton.
Sementara itu, Dubai juga menjadi hal yang cukup menarik untuk dilihat. Keindahan dan tata kota Dubai yang selalu menarik perhatian para pebisnis dan semua aspek kehidupan juga ditonjolkan di dalam film ini.
Tentu saja ini adalah hal yang menarik untuk disampaikan sebagai penguat di dalam sebuah film. Terutama, ketika berbicara operasi intelijen yang pasti akan selalu identik antara CIA dengan MI-6 yang berbasis di London.
Sekian review film “Jack Ryan: Ghost War” dari saya. Bagi yang ingin menonton dan menyaksikan action yang intens, film ini sedang tayang di Prime Video.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
