Ulasan Galaxy S25 (2026) Tetap Powerfull Setelah 1 Tahun Pemakaian

Mengeluarkan uang belasan juta untuk sebuah HP flagship bukan keputusan yang mudah, apalagi di situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja dalam beberapa tahun terakhir. Hal yang sama juga terjadi pada saya, ketika memilih Samsung Galaxy S25. Bersama istri, kami membeli HP yang sama. Dan setelah satu tahun pemakaian, bagaimana performa HP yang sudah rilis setahun yang lalu? Berikut review saya tentang Samsung Galaxy S25 setelah satu tahun pemakaian.

Saya telah menggunakan Samsung Galaxy S25 regular bukan varian Plus atau Ultra. Hal ini karena memang sesuai dengan budget yang saya siapkan dan yang paling penting adalah kebutuhan kami untuk tetap produktif. Umur yang sudah satu tahun, tentunya bukan pengujian singkat, tapi proses panjang yang harus saya lalu sebagai salah satu HP daily driver.

Sebuah pengujian yang rasanya sangat layak, mengingat beginilah seharusnya perangkat elektronik diulas. Mulai dari aktivitas untuk harian seperti hal yang terkait dengan membuka dokumen pekerjaan secara singkat, penggunaan kamera untuk hal-hal tertentu dan tentu saja media sosial dan penggunaan aplikasi pesan instan.

Kali ini, dalam review Galaxy S25, saya akan membagikan pengalaman saya tentang penggunaannya secara detil, bahkan termasuk ketika sudah mendapatkan upgrade One UI 8.5 yang rilis beberapa waktu yang lalu.

Apakah Galaxy S25 Masih Worth It di 2026?

Pertanyaan yang mungkin akan sering terngiang-ngiang di kepala sebagian orang yang sedang cari HP. Bagi saya, setelah satu tahun digunakan dan jika dikomparasi antara bagaimana cara saya dan istri menggunakan Galaxy S25, jawabannya adalah ya!

Galaxy S25 masih worth it di tahun 2026. Apalagi, yang baru saja ingin menggunakan HP ini setelah rilis satu tahun yang lalu. Tapi, bagi saya yang sudah menggunakannya akan berbagi beberapa catatan penting terlebih dahulu, berdasarkan pengalaman penggunaan yang saya lakukan sendiri.

Desain dan Performa Galay S25

Ada beberapa hal penting yang akan saya bagikan tentang desain dan performa selama penggunaan yang saya lakukan dalam waktu 1 tahun belakangan ini.

Desain Compact Bikin Nyaman

Alasan saya memilih Galaxy S25 regular sejak awal adalah karena desain yang compact. Nyaman digenggam. Pas saja berdasarkan selera saya. Meskipun terlihat lebih kecil, tapi desain semakin elegan dengan frame aluminium Armor dan panel kaca belakang Corning Gorilla Glass Victus 2.

Tebalnya juga di sekitar 7mm (saya lupa detilnya), tapi ini yang bikin saya betah dan nyaman. tetap bersih dari goresan halus yang biasanya mulai terlihat pada smartphone lain di rentang waktu yang sama.

Ini bukan keunggulan yang biasa-biasa saja, karena sangat nyaman digunakan dalam waktu yang lama berdasarkan cara pemakaian yang saya lakukan.

Tak pernah jatuh, tidak pernah terbanting. Ini adalah cara saya merawat desain HP yang saya suka, yaitu Galaxy S25.

Chipset Snapdragon 8 Elite Masih Tangguh

Alasan lain yang membuat saya memilih Galaxy S25 adalah karena sudah dilengkapi dengan Snapdragon 8 Elite for Galaxy. Harganya yang lebih sesuai dengan bujet saya dan istri tapi sudah menggunakan chipset kelas atas.

Apa yang terjadi setelah chipset ini digunakan selama 1 tahun terakhir sejak saya beli?

Kecepatan yang Tidak Memudar

Bicara performanya sampai detik ini saya sangat puas. Kehadiran Snapdragon 8 Elite for Galaxy ini terbukti konsisten dan mencegah munculnya prosesing yang lambat di beberapa ponsel Android lainnya.

Membuka aplikasi yang terbilang berat seperti dokumen masih nyaman dilakukan secara Instan. Multi-tasking dengan belasan tab browser saat pencarian di Google masih terbilang sangat baik.

Pindah-pindah aplikasi tidak perlu di reload. Semuanya berkat 12 GB RAM yang memadai untuk memaksimalkan fungsinya sesuai dengan aktivitas yang sedang saya jalani.

One UI dan Pembaruan Software

Selama setahun digunakan, Galaxy S25 telah menerima beberapa pembaruan One UI. Dan yang paling baru tentu saja adalah One UI 8.5.

Dari beberapa pengguna, pembaruan One UI 8.5 di bulan April 2026 bikin banyak sebagian pengguna kecewa karena drainase baterai. Saya sendiri tidak mengalami masalah yang terlalu besar pada baterai.

Tapi, secara umum, Samsung mendengar keluhan penggunanya, sampai pada akhirnya memberikan pembaruan dan perbaikan lagi melalui One UI 8.5 Beta yang bertujuan memperbaiki bug konsumsi daya berlebih saat aplikasi berjalan di background.

Jika pengguna lainnya masih merasakan masalah, usul saya coba lakukan reset statistik baterai (melalui *#9900# di aplikasi Phone), serta optimalkan Device Care, dan pastikan semua aplikasi diperbarui di Google Play Store.

Kamera: Apakah Kualitasnya Bertahan?

Banyak yang bilang, kualitas kamera Android mudah menurun setelah pemakaian yang cukup lama. Khusus untuk Samsung di beberapa varian seri S memiliki kualitas kamera yang tidak sama.

Tapi, setelah satu tahun menggunakan Galaxy S25, saya mendapatkan beberapa pengalaman berikut ini.

Sistem Kamera Tidak Berubah

Dalam skenario mana pun, tidak ada HP masa modern yang tiba-tiba bisa upgrade sendiri hardware, termasuk pada bagian kamera. Sejak awal beli, saya sadar, Galaxy S25 regular punya sensor utama 50 MP dengan OIS, ultra-wide 12 MP, dan telefoto 10 MP dengan 3x optical zoom.

Tapi, hasil kualitas kamaernya tidak berubah dalam waktu satu tahun saya gunakan. Meskipun sistem kamera tidak berubah, tapi ada perbaikan yang terus dioptimasi melalui update software.

Terbaru update One UI 8.5 memberikan nilai baru berupa ProVisual Engine yang menjaga fungsi kamera Galaxy S25 tetap mampu menghasilkan foto dan video yang lebih baik tanpa harus mengganti ke HP yang baru.

Foto Siang Hari Masih Sangat Bagus

Foto siang hari masih sangat diandalkan dari Galaxy S25. Hal yang saya dapatkan setelah digunakan selama satu tahun adalah detil yang baik, dynamic range lebar, dan warna yang realistis.

Ditambah lagi dengan ProVisual Engine membantu mempertahankan detail di area highlight dan shadow yang biasanya hilang.

Kamera ultra-wide pun masih sangat bisa diandalkan untuk potret landscape dan foto arsitektur.

Zoom Telefoto 3x: Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari

Meskipun bukan penggemar telefoto, tapi dalam beberapa kali percobaan dan yang paling terakhir sebulan yang lalu, zoom optik 3x terasa cukup. Lebih dari itu, sudah terlihat jika kualitas foto sudah mulai turun.

Sekali lagi, saya bukan penggemar telefoto.

Night Mode yang Masih Bisa Diandalkan

Night Mode Galaxy S25 regular buat saya adalah keunggulan yang tak bisa dilepaskan buat saya. Dari pengalaman saya, ketika memotret dalam kondisi minim cahaya, kamera dengan sangat baik berhasil menangkap detil dan noise yang masih terbilang minim.

Kualitas Expert RAW yang Layak Dicoba

Ini yang bikin saya tidak terlalu tertarik dengan telefoto. Kehadiran fitur expert RAW membuat saya punya kemampuan untuk mengontrol objek yang ingin saya potret.

Detilnya lebih oke. Bahkan, ketika sudah melakukan crop dan masuk ke dalam fitur edit, hasilnya masih terbilang baik. Lebih baik dibandingkan mode auto atau bahkan AI camera sekali pun.

Kualitas Video yang Terlalu Konsisten

Yang suka video adalah istri saya. Tapi, bukan berarti saya jarang menggunakan fitur video di Galaxy S25. Bagi saya setelah satu tahun menggunakan HP ini, Rekaman video 4K di 60fps tetap mulus dan stabil berkat OIS yang handal. Audio yang direkam dan masuk dengan video juga terbilang jernih, berkat noise cancellation yang bekerja efektif di lingkungan ramai.

Realita dan Kualitas Baterai

Meskipun tetap istimewa, tapi saya harus mengakui bahwa baterai menjadi hal yang sangat penting untuk dibicarakan.

Kapasitas 4.000 mAh yang Menyadarkan Saya

Awalnya, saya tidak terlalu peduli dengan kapasitas baterai. Saya bukan pengantu HP dengan kualitas baterai besar. Karena, ini semua percuma jika penggunaan HP dilakukan secara sembarangan.

Tapi, saya mulai berubah. Sebelumnya, dengan sangat sadar saya mengakui dengan membeli Galaxy S25 regular maka saya hanya akan mendapatkan HP dengan kapasita baterai 4.000 mAh.

Untuk pemakaian normal seperti saya (media sosial, email, beberapa sesi foto) baterai biasanya bertahan seharian penuh dengan sisa 15-25% di malam hari. Ditambah, saya memilih penggunaan refresh rate adaptif sangat membantu efisiensi baterai.

Tapi, jika ditambahkan dengan penggunaan seperti navigasi GPS atau merekam video ditambah dengan penggunaan kecerahan maksimal, bisa menguras baterai lebih cepat dari yang diharapkan.

Untungnya saya, tidak mengaktifkan GPS dan merekam video secara rutin. Hal yang tidak jauh berbeda dengan apa yang istri saya lakukan terhadap Galaxy S25 regular miliknya.

Degradasi Baterai Setelah Setahun

Setelah pemakaian intensif selama 1 tahun, kapasitas baterai mengalami penurunan ringan. Buat saya ini masih dalam batas warja, karena teknologi baterai Li-ion untuk merek apa pun dan di HP apa pun akan mengalami hal yang sama.

Sebagai tindak lanjut, saya memilih menggunakan fitur Battery Protection di pengaturan, yang membatasi pengisian maksimal hingga 85%.

Kecepatan Pengisian yang Menguntungkan

Untuk Galaxy S25 regular, daya 25W untuk pengisian kabel dan 15W untuk wireless terasa lambat. Tapi, ini keuntungannya, pengisian seperti ini lebih mampu menjaga umur baterai untuk jangka panjang.

Manfaatkan Fitur Galaxy AI

Saat Galaxy S25 diluncurkan, fitur AI masih terasa sangat kurang. Tapi, pelan-pelan, beberapa update memberikan banyak keunggulan dengan konteks AI.

Fitur yang benar-benar berguna setelah matang:

Mulai dari Circle to Search, Live Translate, Note Assist & Transcript Assist sangat berguna bagi saya yang suka menulis dan tentu saja istri saya yang seorang jurnalis sekaligus editor.

Sementara itu, fiturGenerative Edit untuk foto terbilang jarang saya gunakan.

Dukungan Software Jangka Panjang

Menyambung, apakah Galaxy S25 regular sangat worth it di 2026, maka saya menggunakan istrumen software jangka panjang. Sejak dirilis di tahun 2025 yang lalu, Samsung memberikan komitmen 7 tahun pembaruan OS dan keamanan dari Samsung.

Artinya, Galaxy S25 akan mendapatkan update hingga Android 22 dan One UI terbaru secara berkala. Sementara itu, untuk keamanan bisa dijamin karena akan mencapai tahun 2032. Bagi saya ini adalah nilai investasi sesungguhnya dari sebuah HP.

Baca juga: Ulasan One UI 8.5 di Samsung S25: Tingkatkan Efektivitas dan Produktivitas

Baca juga: Ulasan Galaxy A54 5G: Performa Terjaga, Baterai Tetap Awet Kamera Jernih

Tips Perawatan Galaxy S25 Agar Efisien Untuk Jangka Panjang

Untuk melengkapi review Galaxy S25 Regular setelah satu tahun pemakaian, saya akan berbagi kebiasaan yang sering saya lakukan agar umur HP jadi lebih aman untuk jangka panjang.

Gunakan HP dengan waktu yang tepat, tidak menggunakan HP untuk gaming dan menonton streaming. Selain hindari melakukan pengisian daya baterai di suhu atau lingkungan yang panas. Gunakan juga casing berkualitas, dan yang paling penting adalah jangan sampai tidak mengupdate software.

Di luar itu semua, aktifkan beberapa aktifkan Battery Protection dan gunakan Device Care untuk meningkatkan kualitas HP.

Jika warga sudah memiliki S25 regular, tidak ada alasan kuat untuk segera upgrade, karena perangkat ini masih sangat relevan dan akan terus relevan setidaknya 5 tahun ke depan.

Bagi yang berencana ganti HP, Galaxy S25 tetap relevan di tahun 2026, terutama karena harganya sudah turun dan tentunya lebih sesuai dengan bujet untuk HP flagship.

Leave a Comment