Salah satu film yang saya tunggu-tunggu akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Saya berkesempatan untuk hadir dalam screening perdana film “Disclosure Day” sebelum penayangan resminya tanggal 10 Juni 2026.
Sebelum membahas review fim “Disclosure Day” saya berterima kasih terlebih dahulu untuk Universal Pictures Indonesia yang memberikan kesempatan berupa undangan untuk menonton film ini, melalui istri saya yang memang bekerja di media dan mendapatkan undangan peliputan.
Selain itu, saya juga mendapatkan kesempatan untuk menonton film ini langsung di studio IMAX yang memiliki kualitas sound jauh lebih baik dibandingkan dengan studio yang biasa.
Tapi yang jelas, saya dan istri saya berbeda dalam melihat sebuah seni bernama film. Tapi, saya yakin setelah menonton “Disclosure Day” buat saya, ini adalah film Sci-Fi yang komplit dari Steven Spielberg hingga saat ini.
Sinopsis Film “Disclosure Day”
Margaret Fairchild (Emily Blunt) tak mengerti kenapa ia tiba-tiba bisa berbahasa Rusia dan Korea Selatan. Pekerjaanya sebagai pembawa berita cuaca bukanlah hal yang selalu diinginkannya. Ia ingin berkomunikasi lebih sebagai bagian dari sebuah media jurnalistik.
Keinginannya ini menggiring pertemuannya dengan Dr. Daniel Kellner (Josh O’Connor). Seorang analis dan IT Security sebuah organisasi atau perusahaan bernama WARDEX.
Pria jenius yang pernah membobol keamanan teknologi milik pemerintah itu kini menjadi buruan WARDEX. Apa yang sebenarnya terjadi pada Kellner? Kenapa kemudian Margaret harus bertemu dengan Kellner?
Jawabannya ada di film “Disclosure Day”
Review Film “Disclosure Day”

Steven Spielberg sudah banyak memproduksi film-film. Bicara film dengan genre Sci-Fi ada judul “E.T. the Extra-Terrestrial,” “Jurassic Park,” “A.I. Artificial Intelligence,” hingga “War of the Worlds” adalah judul-judul yang selalu bikin gempar.
Terbaru, “Disclosure Day” menandakan film ini adalah Steven Spielberg. Sang sutradara meramu film ini dengan jitu. Lebih kompleks dan punya sedikit unsur ilmiah yang rasanya perlu didiskusikan.
Cara Steven Spielberg menyatukan poin-poin ceritanya pun sangat detil dan seperti connecting the dots yang lebih jelas. “Disclosure Day” dimulai dengan konfliknya terlebih dahulu. Hampir 15-20 menit, penonton dibawa untuk menebak apa yang terjadi pada Daniel Kellner.
Semuanya seperti sudah mudah dipahami oleh penonton. Siapa yang jahat, siapa yang baik. Apakah film ini sudah mudah ditebak? Jawabannya tidak.
Ketika “Disclosure Day” mengenalkan karakter Margaret, penonton dibawa untuk menyimak apa yang terjadi pada sang pembawa berita cuaca di film ini.
Apakah penonton kemudian sudah terpuaskan dengan semua ini? Tidak. Penonton masih akan dibawa dalam situasi menegangkan-menawan, penuh misteri sekaligus pencarian jawaban tentang film ini.
Steven Spielberg sangat ahli dalam membuat film yang seperti ini. Secara umum, sang sutradara berhasil membuat penonton betah menyaksikan filmnya berlama-lama bahkan hingga akhir film.
Pengalaman memang tidak pernah bohong. Berbagai macam film yang sudah dibuat dan membuat saya merasa “Disclosure Day” adalah puncak dari apa yang ada di kepala Spielberg.
Konflik dan sub-plot yang ditata dengan rapi. Pengenalan karakter dibuat sangat padat dan jelas sesuai dengan perannya masing-masing.
Alien? Ini yang kemudian mengingatkan saya kembali pada film “E.T. the Extra-Terrestrial” yang tampak masih di permukaan saja. Spielberg kini lebih dalam membahas tentang kehidupan semesta yang lebih luas bersama penghuninya.
Membangun konflik, sekaligus membangun awareness yang menurut saya dilakukan dengan cara brilian.
Sci-Fi Komplit dari Steven Spielberg
Inilah alasan yang membuat saya menempatkan film ini sebagai Sci-Fi Komplit dari Steven Spielberg. Ia tidak lagi hanya memasukkan unsur alien yang menghibur dan memberikan sentuhan dramatis.
Tapi ini penggabungan misteri, sedikit thriller, konspirasi dan sentuhan action yang menarik. Semua unsur Sci-Fi yang sebelumnya terasa terpotong-potongan di beberapa film garapan Steven Spielberg di satukan di dalam “Disclosure Day.”
Ini yang kemudian membuat saya menyebutkan film ini adalah Sci-Fi yang komplit. Bahkan, dengan sangat berani Steven Spielberg, menyisipkan ilmu pengetahuan yang sebenarnya bisa diolah lebih dalam lagi.
Lihat bagaimana Daniel Kellner bisa membuat sebuah rumus matematika untuk kemudian menjelaskan secara ilmu pengetahuan dan menipiskan batasan antara manusia dengan alien.
Sementara itu, Margaret menjadi penyambung komunikasi antara alien dengan manusia yang membuat saya teringat dengan film Sci-Fi lainnya yaitu “Arrival”
Unsur Agama dan Ilmu Pengetahuan

Untuk menguatkan semua hal yang terkait dengan Sci-Fi dengan sangat menarik Spielberg berani mengambil sudut pandang dari sisi agama.
Inilah bagusnya film dengan struktur cerita yang bagus, menempatkan karakter Jane (Eve Hewson) sebagai sidekick bukan berarti tidak punya peran penting.
Dibalik hubungannya dengan Daniel Kellner, ternyata karakter Jane pernah menjadi biarawati dan sangat dekat dengan suster kepala di sebuah Gereja.
Pada satu momen, inilah bagaimana ilmu pengetahuan dan Agama kemudian bersatu untuk memberikan gambaran pada penonton bagaimana hubungan manusia tidak hanya terhenti di bumi saja.
Tapi, juga muncul di kehidupan semesta yang selama ini jarang terungkap di antara-antara konspirasi yang selama ini bermunculan.
Tak hanya dari ilmu agama, teknologi yang semakin maju juga memunculkan sudut pandang dari sisi pengetahuan dengan melihat bagaimana WARDEX yang dipimpin Noah Scanlon (Colin Firth) sebenarnya mulai mengembangkan bagaimana berkomunikasi dengan dunia luar.
Baca juga: Review Film “Good Luck, Have Fun, Don’t Die:” Komedi Satir Tentang AI
Baca juga: Ulasan Film Project Hail Mary: Berkomedi di Luar Angkasa Bersama ‘Rocky’
Menguji Umat Manusia dan Alam Semesta
Satu yang menarik adalah, mungkin saja film ini akan memunculkan banyak perdebatan dan bisa saja mengarah kepada teori konspirasi.
Terlepas dari semua itu, film ini menguji kesiapan manusia dengan begitu luasnya alam semesta. Teori fiksi ini muncul ketika Steven Spielberg dengan apik dan terbilang berani membuat footage tentang kemunculan makhluk asing dari puluhan tahun yang lalu.
Semua footage ini disisipkan di dalam film dan mungkin saja akan memicu banyak diskusi yang lebih dalam lagi. Mengingat, dalam beberapa waktu yang lalu, pemerintah Amerika Serikat membuka dokumen-dokumen tentang UFO ke publik.
Diskusi ini bisa saja muncul dan kembali meramaikan kehidupan di masa kini. Sebuah jawaban yang memang harus diselesaikan mengingat, di dalam film “Disclosure Day” ada dua pihak yang saling berlawanan.
Pertama, WARDEX yang ingin menjaga rahasia ini selama-lamanya agar bumi tidak kacau. Kedua, tentu saja Margaret dan Daniel Kellner yang dibantu oleh seorang ahli biologis bernama Hugo yang ingin umat manusia di bumi paham betul, bahwa, manusia tidak sendirian di alam semesta.
Bagi yang sudah lama merindukan karya Steven Spielberg untuk film-film Sci-Fi, “Disclosure Day” saat ini sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia, mulai 10 Juni 2026.
Film Untuk Penggemar Sci-Fi dan Konspirasi
Meskipun footage yang ditampilkan adalah fiksi, tentu saja penggemar film Sci-Fi saya rekomendasikan untuk menonton “Disclosure Day.”
Apalagi, footage ini tentunya akan semakin membuat siapa saja menjadi punya peluang belajar lebih dalam lagi tentang kehidupan lain di dunia semesta, terlepas dari kontroversi konspirasi yang selalu muncul di tiap tahun dengan fokus alien.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
