Sebuah cuitan dari teman saya di media sosial bilang seperti ini “AI Overviews Google sering ngaco.” Buat saya ini ada benarnya, karena AI Overviews terkadang kerap hanya mengutip dan bahkan tidak tahu konteks dari apa yang sedang dicari audiensnya.
Di sisi lain, ini sebenarnya jadi keuntungan bagi praktisi dan pegiat SEO. Baik itu secara konvesional atau pun yang ingin mengoptimasi SEO menuju AI Overviews. Kali ini, saya akan berbagi, bagaimana cara agar artikel muncul dan dikutip oleh Google AI overviews.
Saat SEO Tidak Pernah Mati
Saya rasa tidak perlu untuk mengulang-ngulang bahwa SEO tidak akan pernah mati, tapi hanya saja berubah. Berbagai macam praktisi SEO yang sudah melakukan riset keyword, backlink, mengoptimasi website secara UX, dan menjaga kecepatan web, khususnya versi mobile untuk tetap stabil, tapi artikel tidak pernah masuk ke halaman pertama Google.
Inilah realita yang terjadi ketika Google meluncurkan fitur bernama AI Overviews, sebuah kotak jawaban yang disematkan paling atas, muncul sebelum hasil pencarian organik.
Dari sini, saya belajar. Ini bukan lagi tentang bagaimana cara masuk ke halaman satu Google. Tapi, bagaimana menjaga konsisten tulisan, strategi SEO hingga pada akhirnya konten tulisan yang sudah dibuat bisa dikutip dan masuk dalam AI Overviews?
Semuanya Selalu Dimulai dari SEO
Jawaban AI Overviews tidak bisa datang tiba-tiba. Saya tidak mendewakan AI semacam ini. Toh, AI hanyalah mesin, tidak lebih. Oleh karena itu, saya tidak pernah risau ketika AI Overviews terlihat mengacaukan kinerja SEO saya secara keseluruhan. Kabar baiknya, AI Overviews atau AI mana pun selalu bermulai dari SEO.
Fondasinya adalah SEO dan inilah satu-satunya yang akan membuat semua apa yang diperintahkan oleh audience berasal.
Mengenal Terlebih Dahulu, Apa Itu Google AI Overviews?
Google AI Overviews atau dikenal juga dengan SGE (Search Generative Experience) adalah jawaban ringkas berbasis AI yang muncul di bagian paling atas halaman hasil pencarian Google. Dengan cara ini, Google kini menyajikan jawaban yang sudah disintesis dari berbagai sumber yang dilengkapi beserta tautan (link) dari website sebagai sumber.
Tapi sumber yang dikutip tidak selalu halaman yang ranking-nya tertinggi. Google memilih berdasarkan struktur konten, kejelasan klaim, dan otoritas entitas bukan semata-mata posisi organik.
Seberapa Besar Jangkauan AI Overviews?
Dari laporan Google saja, per awal 2026, AI Overviews muncul di sekitar 48% dari seluruh kueri pencarian Google. Namun yang perlu dicatat adalah angkanya berbeda-beda berdasarkan kategori konten.
Untuk informasi di sektor kesehatan, pendidikan, hingga B2B teknologi berkisar di angka 80 persenan-an. Sementara itu, untuk pencarian atau kueri yang sifatnya transaksional masih di 1,76%.
Artinya keputusan beli melalui AI masih sangat rendah. Manusia masih ingin punya experience langsung dan yang perlu dipahami adalah selera yang berbeda-beda. Buat saya di sinilah peran SEO konvensional masih sangat tinggi dan diperlukan sebagai proses keputusan beli.
Dampak pada Traffic Organik
Beberapa pemilik website khawatir, ketika AI Overviews secara rata-rata menurunkan click-through rate (CTR) organik sebesar 34,5% pada kueri yang memicunya. Di mobile, dampaknya lebih besar karena AI Overviews mengambil lebih banyak ruang di layar dibanding desktop, mendorong hasil organik semakin ke bawah.
Tapi, ada catatan penting yang saya tangkap. Setelah menjelajah berbagai macam informasi di internet, data dari Digital Applied per bulan Maret 2026 menunjukkan bahwa brand yang dikutip di dalam AI Overviews justru mendapatkan 35% lebih banyak klik organik dan 91% lebih banyak klik berbayar dibanding kompetitor yang tidak dikutip pada kueri yang sama.
Proses yang sedang coba saya pahami adalah ketika audience melakukan pencarian dan menemukan referensi dari AI Overviews, asumsi yang muncul adalah mereka mencari sendiri nama brand tersebut dan menemukannya di Google Search. Pencarian ini yang kemudian membantu meningkatkan trafik dengan metrik klik.
Selain itu, AI Overviews yang mengutip brand tersebut masuk penilaian penting yang kemudian menggiring audience ke pemilik website aslinya.
Kuncinya? SEO.
Kenapa SEO Jadi Fondasi AI Overviews?
Ini yang sering kali terjadi. SEO dianggap angin lalu. Dianggap tidak penting sebagai sebuah proses, terutama ketika bicara digital marketing secara keseluruhan. Ketika media sosial semakin ramai digunakan, video commerce kerap disebut sebagai digital marketing di masa depan, semua fondasi itu sebenarnya datang dari SEO.
Ditambah lagi ketika GEO (Generative Engine Optimization) dan AEO (Answer Engine Optimization), dianggap lebih penting dari SEO dan membunuh SEO itu sendiri, jawabannya adalah salah.
Google sendiri secara resmi menyatakan bahwa tidak ada persyaratan khusus untuk muncul di AI Overviews selain praktik SEO yang baik. Saya pernah menuliskannya setelah mendengar podcast tentang SEO dan hal ini disampaikan sendiri oleh petinggi Google.
Untuk lebih faktanya, dokumentasi resmi di Google Search Central, menegaskan untuk memenuhi syarat muncul sebagai tautan pendukung di AI Overviews, sebuah halaman harus terindeks dan memenuhi persyaratan teknis Google Search standar.
Artinya, jika website Anda terindeks dengan baik, tidak ada jumlah “trik GEO” yang akan membantu Anda masuk AI Overviews.
Namun yang perlu diperhatikan adalah SEO yang baik adalah tiket masuk dan bukan jaminan dikutip. Oleh karena itu, SEO yang baik memiliki banyak syarat yang harus dipenuhi dan untuk optimasinya maka strategi konten modern harus terus diuji secara berkala.
Ranking Bukan Satu-Satunya Faktor
Dari data yang saya sebutkan tadi, per awal 2026, hanya sekitar 38% halaman yang dikutip di Google AI Overviews berada di posisi top 10 untuk kueri yang sama. Angka ini turun drastis dari 76% tujuh bulan sebelumnya.
Jika ini terjadi, maka muncl asumsi, sebuah website di halaman dua dan tiga pun sebenarnya punya peluang untuk dikutip di AI AI Overviews.
Semua ada syarat, salah duanya adalah jika kontennya terstruktur dengan baik dan memiliki sinyal E-E-A-T yang kuat. Ini peluang besar bagi website yang belum bisa bersaing di posisi teratas organik.
Simulasi Konten yang Memungkinkan Dikutip AI Overviews
Dari apa yang sudah saya lakukan, dan tentu saja tidak semuanya di website ini, beberapa konten yang sering dikutip AI Overviews diantaranya adalah
- Kueri Informasional yang terdiri “apa itu”, “bagaimana cara”, “mengapa”, “adalah”, “definisi”. Ini adalah lahan paling subur untuk AI Overviews.
- Kueri Long-Tail (4+ kata) ikut memengaruhi hal ini. Riset menunjukkan bahwa kueri dengan empat kata atau lebih memicu AI Overviews sebesar 60,85% dari waktunya. Oleh karena itu, strategi long-tail keyword sekarang justru sangat relevan untuk AI Overviews.
- Kueri Perbandingan “X vs Y”, “pilihan terbaik untuk”, “mana yang lebih baik”. AI Overviews sangat menyukai konten yang sudah terstruktur dalam format perbandingan khususnya untuk perbandingan barang atau jasa yang sedang dicari audiens.
Pernah menemukan judul-judul dengan kueri seperti ini di beberapa media nasional? Sangat mungkin media nasional tersebut sedang mencari objektif atau goals untuk masuk ke AI Overviews.
8 Rekomendasi Strategi SEO untuk Masuk Google AI Overviews
Rekomendasi strategi ini adalah cara saya mengelola fondasi SEO untuk masuk Google AI Overviews.
1. Jawab Pertanyaan Secara Langsung
jLangkah pertama yang memang bisa dicoba dan diterapkan di konten. Bagi saya, cara ini tidak mutlak, tapi sangat layak untuk diterapkan dalam konten SEO.
Dari apa yang saya alami, AI Overviews bekerja dengan cara mengekstrak jawaban paling relevan dari sebuah halaman. Jika jawaban yang diberikan baru muncul di paragraf ke 5 sebuah artikel, ada kemungkinan besar AI Overviews akan melewati bagian tersebut.
Tapi, sebagai tambahan, cara ini bisa dites terlebih dahulu untuk konten SEO dan jika perlu dilakukan berulang kali untuk menemukan formulanya.
2. Gunakan Heading Berbasis Pertanyaan
Dalam SEO tersedia beberapa struktur heading yang digunakan AI untuk untuk memahami struktur konten. Ketika heading mencerminkan pertanyaan atau isi konten yang didasarkan pada pengalaman nyata yang dicari pengguna, sistem AI dapat langsung memetakan bagian tersebut ke intent pencarian.
3. Perkuat E-E-A-T dengan Cara yang Nyata, Bukan Copy Paste dan AI
Ini adalah hal yang mutlak dari Google ketika menyusun konten SEO. E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness)
Terlepas dari masih ada kekuranganya bagaimana sistem E-E-A-T dari Google bekerja, tapi, ini adalah adalah cara sistem Google menentukan apakah konten layak dipercaya.
Di era AI Overviews, E-E-A-T menjadi lebih kritis dan penting. AI tak ubahnya seperti robot di sistem Google Search yang bertugas memilih ratusan hingga jutaan konten yang membahas topik yang sama.
4. Implementasikan Schema Markup Secara Strategis
Schema markup adalah “bahasa” yang digunakan AI untuk belajar memahami konten secara kontekstual. Meski Google menegaskan bahwa schema bukan syarat wajib untuk muncul di AI Overviews, tapi cara ini bisa dicoba dan dioptimasi.
Jika bicara website brand yang menawarkan barang atau jasa, memebuat FAQ, How to hingga Artikel Schema dalam proses optimasi.
5. Optimalkan Keyword Long-Tail dan Spesifik
Meskipun Keyword Long-Tail memiliki volume pencarian yang kecil, buat saya itu bukanlah masalah. Apalagi, untuk website yang baru, Keyword Long-Tail adalah kunci untuk bisa bersaing dengan website yang sudah punya umur domain yang lama dan sekaligus bersaing dengan web-web tersebut.
Jika perlu, coba bukatkan konten dengan Keyword Long-Tail dan pertanyaan yang lebih spesifik.
Tak hanya itu, long-tail keyword bukan hanya strategi untuk bersaing dengan domain besar tapi juga berlomba untuk dioptimasi agar cara artikel muncul di Google AI Overviews semakin lebih baik.
6. Konten Dikelola Agar Tetap Segar dan Relevan
Kesegaran konten adalah sinyal ranking yang kuat. Dari berbagai analisis yang saya rangkum, 65% hit dari AI bot ditargetkan ke konten yang diterbitkan dalam setahun terakhir. AI Overviews sangat menyukai sumber yang terkini, terutama untuk topik yang terus berkembang.
Beberapa pembaruan strategi konten yang saya rekomendasikan adalah:
Identifikasi artikel yang sudah punya otoritas domain dan ranking stabil. Jika artikel tersebut dilengkapi dengan data statistik cek dan perbarui angka-angka tersebut. Jika ada tambahkan data perkembangan terbaru atau perbandingannya.
Kedua, buat jadwal pembaruan konten secara berkla untuk halaman-halaman berkinerja tinggi. Artikel panduan SEO, misalnya, idealnya diperbarui setiap 3–6 bulan.
7. Bangun Struktur Internal (Topical Authority)
Google AI Mode menggunakan teknik “query fan-out” yang bertujuan untuk memecah satu pertanyaan menjadi beberapa sub-topik dan menjalankan pencarian secara paralel. Artinya, AI belajar untuk memahami website secara menyeluruh.
Oleh karena itu, cara yang bisa dicoba adalah dengan membuat topical authority yang kuat Diskusikan dengan tim konten dan marketing untuk menyiapkan Topical Authority yang kuat secara berkala.
8. Format Konten yang AI-Friendly
Beberapa cara yang bisa dicoba adalah dengan membuat jumlah kata yang tidak terlalu panjang dalam satu paragraf.
Siapkan juga Numbered lists untuk instruksi dengan memberi nomor karena instruksi sekuensial mudah disajikan sebagai jawaban terstruktur.
Jika membuat konten perbandingan, jangan lupa buat tabel perbandingan. Karena di sini, AI akan belajar untuk mengekstrak data yang ada di dalam konten.
Sisanya, beberapa strategi SEO konvensional seperti Al-Text untuk image dan anchor text juga wajib dilakukan.
Cara Memantau Jika Dikutip Google AI Overviews

Meskipun saat ini belum ada panduan khusus yang dirilis Google untuk mengecek statistik langsung dari AI Overviews, tapi kinerjanya tetap harus terukur.
Bukan tebak-tebakan, tapi strategi yang memang dirancang untuk AI Overviews harus benar-benar nyata. Bagi saya, metrik tersebut tersimpan di Google Search Console bukan Google Analytick 4.
Melalui Search Console, coba buka laporan Performance, kemudian filter berdasarkan jenis kueri.
Cek juga bagian impression. Hal ini karena kemunggkinan klik turun, tapi impresi yang tinggi di kueri biasanya dipicu AI Overviews. Apalagi, sampai saat ini, Google belum merilis, bahwa metrik klik tautan dihitung sebagai sebuah trafik bagi sebuah website.
Beberapa tools tambahan lain yang bisa digunakan diantaranya adalah Ahrefs dan SEMRush yang berbayar untuk memantau hal ini.
Baca juga: Rekomendasi SEO Tahun 2026: Improvement di Tengah Tren AI
Baca juga: SEO Lama vs SEO Era AI: Beradaptasi dengan Pergeseran Besar di Era Digital
Hindari dan Test Terus Konten SEO yang Gagal Masuk AI Overviews
Pada bagian ini saya memberikan rekomendasi berdasarkan pengalaman. Berbagai cara yang saya lakukan berdasarkan poin-poin berikut tidak selalu saya gunakan.
1. Konten yang Tidak To The Poin
Gaya menulis yang terlalu banyak basa-basi, penuh metafora, atau menyimpan jawaban utama di akhir artikel adalah seni tersendiri. Buat saya ini tidak masalah ditulis dan di publish di dalam sebuah website. Bahkan, punya kecenderungan sangat menarik untuk dibaca.
Tapi, bagi mesin bernama AI ini sulit untuk diterjemahkan. Jangan khawatir, AI adalah mesin, ia tidak serta-merta memahami manusia.
Kasarnya, AI lebih tertarik dengan konten to the point, paragraf pendek, mungkin dibaca seperti melihat penulis yang malas.
Cara ini sebenarnya sangat mungkin untuk didiskusikan, mengingat Google sendiri mematok E-E-A-T untuk sebuah standar tulisan konten.
Strateginya, dalam kerangka konten, saya mencoba membuat dua model konten yang berbeda. Panjang, meyelipkan beberapa metafora dan jawaban di akhir konten.
Sisanya, membuat konten yang to the point. Satu hal yang paling penting untuk diingat. AI Overviews datang dari SEO yang baik. SEO yang baik ditulis atau dibuat untuk manusia.
Sisanya, mungkin pembaca atau warga sendiri yang menentukan, konten mana yang akan dipilih.
2. Mengabaikan Halaman Konten yang Lama
Konten yang baru baru adalah hal penting. Tapi, jangan abaikan konten lama, terutama yang sudah punya otoritas baik untuk dioptimasi.
Tidak salah rasanya untuk memperbaharui konten lama yang sudah rangking dengan hal yang baru atau lebih relevan. Pilihan lainnya, siapkan pembaruan yang lebih terstruktur untuk konten yang baru.
3. Cek Schema
Untuk menguji dan cek schema saya harapkan untuk melakukan tes secara berkala dengan menggunakan Google’s Rich Results.
4. Strategi Konten dengan Pilar yang Kuat
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya topical authority adalah hal yang penting. Hal ini perlu dibangun di atas fondasi pillar page atau halaman website atau konten yang solid.
5. Optimasi Konten Untuk Manusia, Bukan Hanya Google
Ini yang berkaitan dengan poin no 1 tadi. Konten website untuk manusia! Secara eksplisit, Google memperingatkan bahwa membuat konten dalam jumlah besar menggunakan AI, atau hanya sekedar copy paster untuk memanipulasi AI Overviews melanggar kebijakan spam mereka.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya membuat konten dengan bahasa metfora dan sedikit basa-basi. Tapi tetap pertimbangkan jawaban artikel di awal-awal paragraf. Jangan lupa juga untuk fokus pada apa yang benar-benar berguna bagi manusia dan ustru semakin relevan di era AI.
Ingat. AI hanyalah mesin yang membantu memudahkan manusia.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
