Review Smartwatch Itel ISW-O23: Baterai Tahan Lama, Tampilan Modis dan Efisien

Berbagai macam merk smartwatch populer seperti Apple, Garmin, Huawei, Xiaomi, Redmi hingga Samsung mungkin pilihan jam tangan yang tepat untuk digunakan. Namun bagi konsumen seperti saya yang punya bujet terbatas untuk membeli smartwatch dan hanya ingin menggunakan fitur tertentu saja, punya pilihan lain.

Pilihan itu, jatuh pada smartwatch Itel ISW-023 Storm Ultra,yang harganya sekitar Rp200.000-an dan sudah saya miliki sejak pertengahan tahun 2025.

Saya sudah menggunakannya kurang lebih selama 6-8 bulan penuh, baik untuk kebutuhan kasual atau pun kebutuhan olahraga. Berdasarkan pengalaman, saya akan membuat review jujur dari pengalaman saya menggunakan smartwatch itel ISW-O23.

Untuk Siapa Smartwatch Ini Cocok Digunakan?

Bagi yang ingin punya smartwatch murah dan mendukung aktivitas olahraga atau hanya sekedar untuk gaya dengan harga yang terjangkau, maka Itel ISW-023 Storm Ultra. Meskipun sudah rilis tahun lalu, sampai saat ini, masih sangat tahan untuk digunakan.

Secara umum, smartwatch Itel dari berbagai versi terbilang tepat digunakan bagi pengguna yang ingin punya smartwatch dengan harga yang terjangkau.

Selain HP, Itel Punya Smartwatch!

Nama Itel adalah brand baru yang biasanya bikin HP. Nama perusahaan induknya adalah Transsion Holdings, perusahaan yang juga menaungi Tecno dan Infinix. Untuk beberapa hal, saya menemukan sebagian orang menggunakan HP, tapi bagaimana dengan smartwatch Itel ISW-023 Storm Ultra?

Apa Keunggulan Smartwatch Harga 200 ribuan?

Jujur saja. Saya tidak menyangka ketika pertama kali meriset jam tangan pintar ini. Saya membuat perbandingan ketika datang ke toko offline dan toko online untuk mengecek harga smartwatch Itel ISW-023 Storm Ultra. Kisaran harganya saat itu adalah Rp200 ribuan.

Buat saya, ini tentu kesempatan yang perlu saya coba, sekaligus mencoba kembali memenuhi kebutuhan untuk menguji kebugaran tubuh saya melalui teknologi.

Material Premium di Segmen Entry Level

Untuk harga 200 ribuan, dan masih kalah jauh dari smartwatch moden lain, ISW-023 sebenarnya terbilang masih ok. Rangkat metal aluminum alloy. Solid ketika digenggam dan elegan ketika di pergelangan tangan. Ditambah lagi, pada bagian layar sudah menggunakan kaca kristal tahan gores. Asalkan terawat dengan baik, saya mendapatkan pengalaman jam tangan pintar ini tetap tampil baik dan memukau di kelasnya.

Ditambah dengan tombol fisik di sebelah kanan yang digunakan untuk navigasi menu dan tombol pintas untuk mengakses dan memilih mode olahraga.

Tali (Strap) yang Bisa Diganti

Strap bawaan buat saya sudah cukup. Hal ini, karena strap bawaan menggunakan sistem universal quick release ukuran 22 mm. Strap ini cukup untuk menahan berat jam yang mungkin di sekitar 50 gram dan tebal sekitar 11mm. Buat saya yang punya pergeralangan kecil, rasanya ini sudah sangat cukup pas.

Layar Penyeimbang Modernitas

Hampir berbagai macam variasi layar di smartwatch modern mudah dijumpai di berbagai merk. Bagi saya, Itel ISW-O23 hal ini sudah cukup. Resolusi 320×390 piksel ini bukan yang terbaik di kelasnya, tapi tidak buruk juga.

Beberapa kelebihan yang saya catat dengan UI yang sederhana, layar pun menjadi tidak penuh. Ditambah lagi, brightness-nya cukup untuk penggunaan outdoor siang hari.

Sementara itu, jika dilihat terlalu dekat, beberapa bagian pixel jadi lebih terlihat jelas dan kualitas warna yang tidak natural seperti halnya layar AMOLED.

Meskipun begitu, dengan layar seperti ini dan berdasarkan kebutuhan yang saya inginkan, tetap memiliki fungsional dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Pengalaman Saya Menggunakan Fitur Kesehatan

review-smartwatch-itel-isw-o23-setelah-1-tahun

Ini adalah alasan kenapa saya memilih menggunakan jam tangan pintar. Meskipun punya satu jam klasik, untuk menjadikan parameter kebugaran dan kesehatan tubuh, saya merasakan mendapatkan manfaat yang cukup.

Heart Rate Monitor

Pada jam tangan Itel ISW-023 sudah dilengkapi dengan pemantau detak jantung yang bekerja secara terus-menerus. Ketika digunakan sehari-hari, bagi saya hasilnya terbilang baik dan konsisten dan cukup. Untuk mengukur apakah denyut jantung normal, fitur ini sudah cukup buat saya.

Saturasi Oksigen Darah (SpO2)

Fitur yang semakin populer, terutama ketika pandemi Covid-19 beberapa tahun yang lalu. Seiring dengan perkembangan, fitur SpO2 di jam tangan pintar pun tentunya berkembang.

Bagi saya, untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah masih standar sesuai dengan ketentuan yang sudah ada. Yang pasti, angka yang muncul tidak akan jadi acuan medis, tapi hanya sebagai indikator saja.

Jika ingin mendapatkan hal yang lebih akurat, jangan gunakan jam tangan pintar. Berkonsultasi dengan layanan medis yang terpercaya jauh lebih akurat.

Memantau Waktu Tidur (Sleep Tracking)

Setelah hampir satu tahun, ini adalah fitur yang kemudian masuk dalam daftar yang saya terus pantau. Fitur yang tersedia di Itel ISW-023 bisa membedakan fase tidur ringan, tidur nyenyak, dan REM. Sekali lagi, ini hanya acuan saja dan jika ingin yang lebih akurat maka layanan medis adalah hal yang lebih baik.

Terdapat dua fitur lain yang tidak saya gunakan. Pertama indikator untuk memantau stres. Buat saya hal ini tidak bisa disandingkan dengan teknologi, setidaknya hingga saat ini.

Kedua, karena saya bukan wanita, namun jam tangan pintar ini menyediakan fitur untuk melacak menstruasi pun tentunya tidak saya gunakan.

Mode Olahraga Membantu Saya Untuk Memantau dan Mengukur

Jam tangan Itel mengklaim punya fitur pelacakan 100 lebih mode olahraga. Beberapa yang populer seoerti jalan kaki, lari, bersepada, gym, hingga renang dan sepak bola.

Tentunya, tidak semua fitur ini yang saya gunakan. Dalam kesehariannya selama kurang lebih 1 tahun ini adalah jalan kaki, lari dan sepak bola.

Tapi, bagi yang ingin mencobanya, saya persilahkan untuk memantau aktivitas olahraga dengan mode olahraga dari jam tangan pintar Itel.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, khusus untuk jam tangan Itel ISW-023 belum mendukung GPS mandiri seperti halnya merek jam tangan pintar yang lain.

Fitur Pendukung Lainnya

Selain fitur utama, Itel ISW-023 juga dilengkapi beberapa fungsi lain seperti remote kamera, pengontrol musik, senter, kalkulator, stopwatch, alarm hingga kalender dan Find Phone.

Buat saya, fitur ini tidak saya maksimalkan atau terbilang jarang digunakan. Hal yang paling sering saya gunakan adalah fungsinya sebagai penunjuk waktu.

Baterai: Stamina yang Menyenangkan

Kapasitas baterai 300 mAh dengan klaim 5–7 hari pemakaian normal ternyata benar berdasarkan pengalaman saya. Dengan pemakaian yang mencakup pemantauan kesehatan aktif, dan jam biasa saja, kemampuan baterai memang bisa bertahan sekitar 5–6 hari sebelum perlu diisi ulang.

Baca juga: Ketika Earphone Kabel Jadi Pilihan Utama Para Generasi Muda di Era TWS

Baca juga: Lebih Baik Upgrade Laptop Lama atau Beli Baru di 2026? Ini Jawabannya

Aplikasi Smartwatch Butuh Aplikasi?

Jawabannya adalah iya. Itel ISW-023 menggunakan aplikasi iPuls yang bisa diunduh di Android dan iOS untuk melakukan sinkronisasi kesehatan, kustomisasi watch face, dan pengaturan notifikasi.

Beberapa hal yang menarik dari aplikasi ini adalah bisa mengunduh watch face gratis, dan data kesehatan yang sudah tersimpan. Satu lagi sebagai tambahan. Setelah sebelumnya tidak bisa terhubung dengan Strava, kali inim iPuls sudah bisa terhubung dengan aplikasi populer ini.

Tapi, sekali lagi saya tidak menggunakan hal ini untuk sementara waktu. Meskipun begitu, masih ada catatan lain yaitu, fitur analisis data kesehatan terbatas dibandingkan dengan aplikasi dari merk premium.

Punya Sertifikasi IP68

Sertifikasi IP68 yang ada pada Itel ISW-023 diklaim tahan air hingga kedalaman tertentu. Setelah hampir setahun ini saya pernah menggunakan jam dalam kondisi hujan deras, mencuci tangan, dan bahkan mandi.

Bagi saya klaim ini terbilang mumpuni karena hingga saat masih tangguh dalam ketahanan air. Meskipun punya mode olahraga renang, tapi bagi yang suka menyelam atau snorkeling, tentu saja jam tangan ini tidak direkomendasikan.

Konektivitas: Bluetooth Call dan Notifikasi

Untuk smartwatch entry level, kehadiran konektivitas bluetooh dan notikasi dari WhatsApp juga bisa jadi acuan yang mengejutkan. Pengguna bisa menerima dan panggilan telepon langsung dari jam tangan.

Saya belum pernah menggunakan fitur ini, karena terasa janggal jika menerima panggilan melalui jam tangan.

Tapi, jika fitur notifikasi dimaksimalkan, maka ini bisa jadi rujukan pengguna untuk mendapatkan notifikasi apa yang sebenarnya ada di HP dari jam tangan. Dan notifikasi ini hanya dalam status dibaca dan tidak bisa dibalas.

Sebagai catatan tambahan, semua ini membutuhkan konektivitas bluetooth, dan sangat memungkinkan daya tahan baterai akan terkuras jika ini terus dilakukan secara terus-menerus.

Leave a Comment