Ketika Earphone Kabel Jadi Pilihan Utama Para Generasi Muda di Era TWS

Pilihan TWS memang beragam. Dari berbagai merek, dari berbagai spesifikasi yang muncul membuat saya pada akhirnya menggunakan TWS. Tapi, Ketika pilihan TWS semakin beragam, Sebagian masyarakat atau bahkan pengguna TWS beberapa diantaranya memilih kembali menggunakan earphone atau headset kabel. Lalu, kenapa earphone kabel jadi pilihan utama di era TWS yang semakin menjamur

Faktanya, ini bukan sekedar nostalgia, tapi ada hal lain yang dipilih. Saya melihat sendiri di kelapa saya. Transportasi umum seperti KRL atau Transjakarta adalah visualisasi nyata dari semua itu.

Ketika saya melihat Sebagian orang menggunakan TWS, tapi saya juga menemukan anak muda atau orang seusia saya yang menggunakan earphone dengan kabel tipis yang masuk ke dalam kantong celakanya. Sebuah pemandangan lawas dan kuno itu “hidup” Kembali.

Ini bukan lagi sebuah kebetulan yang berujung pada sebuah tren sesaat. Saya mencoba menampilkan data dari Circana yang memberikan informasi di mana 6 minggu pertama di tahun 2026 pendapatan dari penjualan headohone kabel naik hingga 20 persen Ketika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025.

Sebagai pembanding, saya mendapatkan hasil penelitian dari dayang membuat proyeksi pasar earphone kabel secara global akan tumbuh dari USD 44,86 miliar (2024) menjadi USD 194,17 miliar hingga 2032

Terlepasdari proyeksi ini, tapi jika dilihat jangka Panjang, maka proyeksi penggunaan earphone kabel tentunya satu hal yang mengejutkan Ketika tren TWS semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Pertanyaannya, kenapa earphone kabel Kembali mencuat? mengapa hal ini terjadi.

Berkenalan di Era Sony Walkman hingga AirPods

Saya tumbuh besar di era ’90-an di mana handphone pada masanya tidaklah secanggih jaman sekarang. Untuk memutar musik pun, saya masih membutuhkan satu perangkat lagi. Nama yang paling beken tentu saja adalah Sony Walkman, di mana saya bisa menempatkan kaset di dalamnya dan kemudian mendengarkan lagu yang saya sukai.

Tapi, jika dihitung dari sebuah perjalanan, earphone dimulai dari era 1980-an. Saat itu, Sony membuat Walkman dan menjadikan earbud kabel sebagai ikon budaya pop.

Pergeseran mulai terjadi di era 2000-an Ketika headset Bluetooth mulai bergeliat. Meskipun pada awalnya earphone kabel tetap digunakan tapi pada saat itu headset bluetooh dan tanpa kabel pelan-pelan mulai poppuler

Perubahan ekstrim terjadi ketika Apple mengenalkan AirPods pada tahun 2016 dan membuat lubang jack 3,5mm dari iPhone menghilang.

Di awal, Apple serperti “dicengin .” Tapi, sejak saat itu, pula beberapa perangkat Audio konsisten mencoba merilis TWS (True Wireless Stereo) yang kurang lebih sama fungsinya dengan AirPods.

Beberapa merek seperti Jabra, JBL, hingga pabrikan ponsel seperti Samsung dan Sony pun membuat TWS andalan mereka.

Hingga pada akhirnya, berbagai macam merem TWS muncul yang membuat earphone kabel terasa seperti barang antik yang ketinggalan zaman.

Kenapa Earphone Kabel Terasa Unggul Dalam Konteks Audio?

Dari pengalaman saya, teknologi yang lebih baru tidak selalu berarti lebih baik. Khusus untuk audio, ini tentang rasa dan saya tidak bisa mengeneralisir tentang rasa yang didapatkan oleh telinga oleh orang lain.

Selain itu, teknologi tentang apa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang dipegang oleh seseorang. Hal yang sama juga terjadi di earphone kabel.

Apa yang saya lihat, penggunaan earphone/headphone kabel justru saya lihat lebih banyak di generasi Gen Z dan sebagian generasi saya, yaitu milennial. Uniknya, generasi ini tumbuh bersamaan dengan pengenalan AirPods dan TWS terbaru yang sudah punya teknologi tinggai, desain minimalis hingga bentuknya yang efisien.

Perdebatan tentang kualitas suara earphone/headphone kabel vs. TWS tentunya tidak akan ada habisnya. Tapi, saya mencoba untuk mempelajarinya.

Ternyata earphone/headphone kabel mengalirkan sinyal audio secara analog. Caranya adalah langsung melalui konduktor logam dengan kecepatan yang diklaim mendekati 90 persen kecepatan cahaya. Melalui cara ini, tidak akan ada encoding maupun decoding yang memakan waktu seperti saat menggunakan Bluetooth, termasuk ke versi yang terbarunya.

Sementara itu, AirPods, atau TWS dari berbagai merek lainnya menggunakan bluetooth, harus melalui codec seperti aptX Adaptive, LDAC, dan AAC, yang akan melakukan kompresi data. Artinya, bagian-bagian detil dari audio pada frekuensi tinggi akan hilang dalam proses transmisi.

Hal yang paling terasa tentu saja adalah saat bermain gim. Setiap milidetik keterlambatan audio dalam game bisa memberikan rentetan efek yang panjang.

Makanya, jika ingin melihat detil, para gamer, khususnya di perangkat desktop lebih memilih menggunakan earphone/headphone kabel sebagai standar profesional.

Faktor Harga yang Bikin Earphone Kabel Tetap Jadi Pilihan

Harga TWS entry level yang saya temukan di beberapa toko offline atau online rata-rata adalah Rp 150 ribu-an. Sementara itu, untuk mid-range berkisar lebih tinggi lagi dan bervariasi mulai dari Rp 200 ribu hingga ada yang Rp 500 ribuan.

Sementara itu, hingga saat ini earphone/headphone kabel menawarkan proporsionalitas harga dan sekaligus kualitas audio yang jelas lebih unggul dari TWS.

Jika harga mungkin bisa sangat fluktuatif, maka mari kita bicara kinerja. Earphone/headphone kabel tidak perlu menggunakan daya tambahan atau melakukan pengisian ulang ketika digunakan.

Sementara itu, data dari Wifi Talents ketika rata-rata seseorang mendengarkan audio selama tiga jam per hari yang kurang lebih sama dengan penggunaan TWS entry-mid level, artinya mereka harus mengisi daya setiap hari.

Artinya, pengguna TWS murah harus mengisi daya setiap hari. Setiap siklus pengisian daya mengikis kapasitas baterai dan pada akhirnya dalam waktu 1 hingga 2 tahun kualitasnya secara keseluruhan akan menurun.

Lalu, bagaimana dengan earphone/headphone kabel? Satu hal yang pasti. Selain kualitas audio yang lebih baik, jenis gadget yang satu ini tidak akan pernah membutuhkan daya tambahan. Cukup dirawat dengan tepat, maka penggunaanya bisa bertahan bertahun-tahun.

Perbandingan earphone/headphone Kabel vs. TWS

ParameterEarphone KabelTWS
Kualitas AudioOrisini, tanpa kompresiTergantung pada kualitas codec dan dikompres
BateraiTidak adaMembutuhkan baterai dan daya pengisian
KetahananBisa digunakan lebih dari 3-4 tahunTergantung pada kualitas baterai (1-2 tahun)
StabilitasRata-rata stabilMudah terputus, tergantung pada jarak pairing bluetooth
HargaMulai dari Rp 50.000 untuk yang paling standarMulai dari Rp 100.000, tergantung kualitas

Digital Minimalism Milenial dan Gen Z

kenapa-banyak-earphone-kabel-daripada-tws

Perkembangan teknologi yang cepat membuat generasi milenial dan Gen Z sering disebut generasi gadget. Prediksi dan tren ini pelan-pelan meleset. Buktinya, dua generasi tadi pelan-pelan kembali bergerak ke teknologi yang lebih sederhana. Ini adalah ekspresi yang disebut oleh beberapa sosiolog sebagai digital minamlism.

Ketika dunia terus terhubung tanpa batas dengan perkembangan teknologi yang cepat melalui TWS, earphone kabel memberikan isyarat sebagai simbol yang tak pernah padam.

Tinggal “colok dan pakai” tanpa pairing, tanpa aplikasi pendamping, tanpa pusing memikirkan kapasitas baterai. Sebuah kesederhanaan tanpa harus menggiring status ekonomi, namun punya nilai kemewahan.

Earphone kabel tak perlu ritual, dan ini semakin diperkuat dengan kehadiran selebriti di media sosial seperti Bella dan Gigi Hadid, Kim Ji Won, bahkan Billie Eilish sering tertangkap kamera mengenakan earphone kabel dalam aktivitas keseharian mereka.

Tak lagi sebagai alat yang membantu menikmati dunia hiburan yang terhubung dengan teknologi, tapi kini menjadi aksesori fashion dan menghadirkan keindahan tersendiri dalam sebuah elemen visual.

Melengkapi sneakers yang vintage, jam tangan analog atau outfit oversized.

Keamanan Digital: Semakin Pentingnya Menjaga Privasi

Faktor berikutnya yang jarang disorot adalah soal keamanan digital. Earphone kabel secara umum, lebih aman dari ancaman bluejacking dan bluesnarfing hingga serangan peretas yang memanfaatkan celah keamanan pada koneksi Bluetooth.

Perangkat Bluetooth yang aktif secara terus-terusan artinya akan “mengumumkan keberadaannya” melalui sinyal radio. Dari apa yang saya pelajari, peretes dapat memanfaatkan ini mengakses data pada perangkat yang terhubung.

Baca juga: Rekomendasi Laptop Snapdragon X Elite X Plus dan X Terbaik

Baca juga: Tablet Android di 2026: Tepat Menggantikan Laptop?

Kompetisi yang Semakin Ketat

Produsen-produsen pembuat perangkat audio tampaknya mulai serius menyikapi ini. Dari data Circana dan Bridge Market Research yang sudah saya sampaikan sebelumnya, saya membuat penilaian di mana para produsen bergeliat menghadirkan earphone kabel modern yang mempertahankan keunggulan koneksi langsung sambil mengadopsi port USB-C sebagai standar baru.

Sennheiser, baru saja merilis CX 80U dan headphone HD 400U dengan koneksi USB-C yang menghilangkan kerumitan ritual Bluetooth. KZ yang selama ini cukup familiar dengan produk TWS di Indonesia, juga mulai menghadirkan earphone kabel dengan harga yang lebih terjangkau.

Apple juga akhirnya merilis EarPods dengan konektor USB-C sebagai respons terhadap regulasi Uni Eropa dan bahkan sudah tersedia di Indonesia, seperti di iBox.

Kompetisi ini yang menjadi semakin seru mengingat masih akan ada produsen yang terus memproduksi TWS mereka. Bahkan, bukan tidak mungkin di waktu yang akan datang para produsen yang biasanya memproduksi TWS akan membuat diversifikasi produk dengan menghadirkan earphone kabel

Earphone Kabel Bukan Lagi Soal Nostalgia

Earphone kabel bukan lagi sekedar nostalgia atau tren yang sedang terjadi saat ini. Faktanya, earphone kabel sudah ada dulu dan seperti menjadi koreksi yang menyatakan perangkat audio “nirkabel lebih baik” dari earphone kabel .

Bagi sebagian orang earphone kabel lebih jujur, tidak butuh baterai, tidak butuh pairing. Hanya dengan mencolok, dan musik atau hiburan lainnya akan bisa didengarkan.

Dan hari ini, saya membuka lagi laci-laci kecil di rumah. Menemukan sebuah earphone kabel yang sudah rusak, lalu akan saya perbaiki dan gunakan lagi.

Leave a Comment