Saya menemukan lagi satu browser yang layak dicoba dan jadi favorit saya. Berawal dari cuitan teman di media sosial X, saya akhirnya mencoba Zen Browser.
Sebelum masuk ke review Zen Browser, saya mencoba mencari latar belakangnya terlebih dahulu. Zen ternyata berbasis mesin Gecko yang populer bersama Firefox. Dan, browser ini ternyata baru aja dikembangin sejak tahun 2024.
Tentunya, saya tidak akan tahu apa keunggulan browser ini jika tidak mencobanya. Pada akhirnya saya masuk ke website resminya, mengunduh dan menginstalnya di laptop. Ternyata, browser ini masih dalam versi beta!
Zen Browser ditujukan bagi yang ingin mencoba menggunakan browser alternatif. Ditambah lagi yang ingin punya pengalaman mengelola browser agar lebih efektif dan perduli dengan privasi.
Untuk lebih detilnya, saya akan coba jelaskan berdasarkan pengalaman saya dalam menggunakan browser yang satu ini.
Fitur Unggulan Zen Browser yang Tidak Dimiliki Browser Lainnya
Pengalaman pertama yang saya dapatkan adalah bentuk compact mode. Sidebar yang bisa auto-hide bisa bikin terasa lega ketika ruang layar kecil, khususnya bagi saya menggunakan laptop dengan layar 13 inci. Uniknya lagi, sidebar ini bisa kembali muncul ketika kursor digerakkan dan diarahkan ke bagian yang tadi.
Bagian berikutnya yang sangat saya sukai adalah Vertical Tabs & Tab Folders. Untuk browser ini, tab dikelola secara vertikal di sidebar dan bisa dikelompokkan ke dalam folder. Selain memberikan pengalaman baru bagi saya, tab seperti sangat membantu buat saya yang punya aktivitas dengan puluhan tab terbuka sekaligus.
Berkaitan dengan Tab, saya juga mendapatkan pengalaman yang baik ketika adanya fitur Workspaces. Pengguna bisa mengumpulkan tab ke dalam ruang kerja terpisah berdasarkan kategori yang disesuaikan sendiri ole penggunanya. Jadinya, saat berpindah, saya tidak membuang-buang waktu untuk melihat puluhan tab yang sudah dibuka tadi saling tercampur antara satu dengan yang lainnya.
Masih berlanjut lagi nih. Masih ada fitur Split View yang bisa bikin dua tab saling berdampingan. Buat saya ini tepat jika ingin melihat sebuah perbandingan atau mencoba multitasking.
Sisanya, saya cukup menikmati kehadiran fitur Zen Glance yang bertujuan sebagai pratinjau situs secara cepat tanpa harus membuka tab penuh. Dan tentu saja ada Zen Mods di mana pengguna bisa mengubah theme atau tema dan layout yang bisa disesuaikan melalui komunitas mods, plus dukungan live CSS editing.
Ulasan Tentang Privasi & Keamanan Zen Browser
Apa ekspektasi saya untuk sebuah browser adalah keamanan dan privasi. Dari pengalaman saya menggunakan browser ini, Zen mampu memblokir tracker dan meminimalkan pengumpulan data, mekipun bukan berarti browser ini tidak mengumpulkan data ya!
Selain itu, untuk keamanan terbilang ok, karena punya fitur keamanan seperti halnya Firefox.
Performa
Saat ini laptop yang sama miliki masih menggunakan RAM 8GB. Dan, saya senang, kaerna Zen dirancang agar berjalan seringan mungkin di Windows. Artinya, kinerja browser ini dalam menggunakan RAM dan CPU lebih sedikit dibanding browser populer lain, sambil tetap mempertahankan waktu loading yang cepat.
Baca juga: Ulasan Brave Browser: Tawarkan Beragam Keunggulan yang Maksimal
Baca juga: Retargeting di Meta Ads: Strategi Iklan Digital Bagi Calon Pembeli
Catatan Selama Menggunakan Zen Browser
Hingga tulisan ini dimuat, Zen Browser masih dalam versi beta. Jadi akan terbuka munculnya bug-bug yang muncul di setiap update atau penggunaannya. Catatan ini sendiri saya dapat dari changelog yang diinformasikan di halaman browser ini.
Catatan lainnya adalah Zen Browser ini masih hanya tersedia untuk versi desktop. Jadi, tidak akan bisa digunakan untuk Android, iOS atau Harmony OS baik untuk HP atau pun tablet.
Selama menggunakan browser ini, saya juga mendapatkan fakta, Zen tidak “menjual” AI Native kepada penggunanya. Jadi, bagi yang suka dengan segala hal dan terkait dengan mesin bernama AI, browser ini tidak direkomendasikan.
Namun, jika ingin menggunakan browser yang sederhana, konsisten dengan UI yang simple, namun tetap mengutamakan ketatnya privasi dan keamanan, maka Zen Browser adalah pilihan yang tepat.
Terutama, buat yang suka mengoleksi banyak tab, maka dengan vertikal tab adalah pilihan yang tepat.
Buat saya, Zen Browser adalah pilihan yang kuat sekaligus solid bagi pengguna yang penuh dengan aktivitas pada dan produktifitas tinggi mengelola sebuah kegiatan harian dengan berselencar di dunia maya.
Sangat minim hal-hal yang menganggu dan mampu mengharga privasi penggunanya dengan tidak ata atau minimnya pelacakan.
Sebagai bonus, kustomisasi tampilan jadi hal yang unik dan sebuah hiburan tersendiri. Stabil, karena masih beta, maka browser ini saya kategorikan stabil.
Sekarang, saya punya browser alternatif yang bisa jadi pilihan dan memudahkan aktivitas harian saya yang memahg berselancar di dunia maya atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menuntut saya membuka banyak tab.
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
