Ulasan One UI 9.0: Hands-On dengan Basis Android 17 Bikin Produktivitas dan Keamanan Jadi Lebih Baik

Akhirnya saya menerima update One UI 9.0 di berbasis Android 17 di Galaxy S25 yang sebenarnya adalah milik istri saya.

Tanpa perlu ragu, saya langsung update One UI 9.0 untuk Galaxy S25. Dan mendapatkan pengalaman hands-on pertama dan tentu saja, seperti yang sudah-sudah saya akan tulis dalam bentuk review.

Sebelum update, tentu saja saya terlebih dahulu melihat detil apa yang ditawarkan oleh One UI 9.0.

Yang ditawarkan pertama kali adalah Galaxy AI. Apa yang berbeda dari Galaxy AI yang muncul di update sebelumnya yaitu One UI 8.5 dan tentu saja saya pernah ulas untuk pengguna Galaxy S25.

Tulisan ini saya buat bagi pengguna Galaxy S25 untuk jangan ragu melakukan update ke perangkat lunak terbaru One UI 9.0. Lebih umumnya, lagi, tentu saja teruntuk semua pengguna Samsung Galaxy yang dipastikan akan mendapatkan One UI 9.0.

Dan ini yang terpenting, Samsung mengajak manusia untuk lebih produktif lagi, menghasilkan sebuah karya atau rencana dengan cara mereka masing-masing. Sekaligus menjelaskan AI hanyalah alat yang membantu manusia untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Review Hands-On One UI 9.0 di Galaxy S25

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ini adalah first impression saya pertama kali.

Tapi, saya tetap mengaguminya mengingat ada satu fitur dari Galaxy AI yang sangat-sangat membantu saya untuk beraktivitas. Fitur itu tentu saja adalah terjemahan menghemat waktu saat saya berurusan dengan materi dalam bahasa asing.

Untuk One UI 9.0 fitur tersebut tampak mengalami peningkatan. Buat saya akurasinya jauh lebih baik dan yang paling penting, bagaimana memahami sesuai konteksnya pun juga lebih baik. Bahkan, kabarnya jika menggunakan Samsung Ear Buds pun lebih terasa nyaman.

Meskipun saya tidak punya Samsung Ear Buds, tapi faktanya tetap saja peningkatan fitur terjemahan di One UI 9.0 ini terasa memuaskan.

Satu hal yang masih saya remehkan dari AI adalah ada yang masih belum paham dengan konteks. Dan itu adalah fakta yang terbilang sering saya temukan.

Namanya juga mesin yang sedang belajar dan saya pun juga orang yang masih terus belajar. Ketika update ini datang, maka semuanya terasa relevan dengan keinginan saya memanfaatkan teknologi.

Update One UI 9.0 menawarkan fitur bernama Now Nudge. Fungsinya memberikan saran kepada penggunanya secara real-time dan berusaha untuk memahaminya secara konteks aktivitas di layar HP.

Ini sebenarnya seperti fitur automation yang semakin memudahkan penggunanya tanpa harus berpikir panjang untuk melakukan apa di tahan berikutnya.

Contohnya adalah fitur ini mampu membaca konteks teks atau data yang tampil di layar. Lalu memberikan saran berupa tombol aksi instan.

Misalnya, saya mendapatkan pesan “hari Jumat, jam 8 malam main Mini Soccer di lapangan!” Otomatis Now Nudge akan berperan memberikan pilihan kepada pengguna seperti saya apakah saya akan pilih untuk ditambahkan di kalender sebagai pengingat atau disimpan di Google Maps sebagai arah penunjuk jalan dan lokasi.

Kemanan dan Privasi Pengguna di One UI 9.0

Ada beberapa fitur lain yang juga dioptimasi seperti Now Brief, catatan suara, scan, dan lain-lain. Tapi saya belum coba sepenuhnya. ini masih hands-on pertama dan dari apa yang saya temukan berdasarkan keterangan Samsung di halaman depan ketika akan update One UI 9.0.

Terlepas dari semua itu saya sebenarnya lebih tertarik pada bagian kemanan dan privasi penggunanya. Fitur tersebubt adalah AI-Powered Privacy Alerts yang lebih dalam dibandingkan One UI 8.5.

Fitur ini dirancang oleh Samsung sebagai sistem keamanan yang mampu bekerja secara otomatis. Kemudian menganalisis dan memberi peringatan dini kepada penggunanya. Terutama, jika dianggap ada potensi ancaman privasi atau aplikasi yang meminta akses data mencurigakan.

Khusus fitur ini saya belum mencoba sepenuhnya, tapi ini sebuah kemajuan yang bagus. Teknologi digunakan lebih bermanfaat, serta mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan penggunanya.

Hal menarik lainnya yang penting untuk diperhatikan adalah ketika Samsung sudah menampilkan kredensial detil yang menyebutkan Prevent Unauthorized Access with Secure Locking.

Pada dasarnya ini adalah fitur Lockdown Mode yang ada di One UI sebelumnya. Dan kini dirombak total dengan fungsi yang bertambah.

Fitur ini diintegrasikan langsung ke dalam arsitektur keamanan sistem (Auto Blocker / Theft Protection)

Melalui sebuah kontrol ketat sekaligus lebih proaktif dan tentu saja bisa jadi fleksibel bagi penggunanya.

Salah dua yang membuat saya mengaturnya dari HP Samsung S25 adalah karena adanya integrasi dengan Theft Detection Lock. Fitur ini dibuat dengan sistem AI yang diklaim mampu membaca gerakan mencurigakan (misalnya jika HP dirampas dari tangan penggunanya), sehingga sistem secara otomatis mengaktifkan Secure Locking tanpa perlu interaksi manual.

Selanjutnya, ada juga system Power-Off Control yang tujuannya HP tidak bisa dimatikan atau direstart saat layar terkunci tanpa memasukkan PIN/Password. Tujuannya tentu saja mencegah jika ada pencuri HP yang mematikan daya atau koneksi HP Samsung milik seseorang.

Update One UI 9.0 Bermanfaat Untuk Produktivitas

Beberapa fitur dari pengalaman yang saya gunakan, Cross-Platform Quick Share yang bekerja lebih cepat jika ingin berbagi file ke perangkat iOS yang menggunakan AirDrop juga berjalan terasa lebih cepat. Hal ini tentunya semakin menunjang produktivitas.

Ditambah lagi, masih ada fitur Text Spotlight yang secara otomatis memudahkan penggunakan untuk memperjelas teks pada layer dan membuat navigasi membaca artikel atau dokumen yang panjang.

Di luar itu? Ada satu lagi manfaat yang saya dapatkan, dan menurut keyakinan saya seperti inilah seharusnya AI bekerja.

Baca juga: Apakah Galaxy A54 5G dapat Update One UI 8.5? Ini Manfaatnya Setelah 3 Tahun Pemakaian

Someone the Centre of Attention: My FanCam, Manusia yang Bekerja, Teknologi yang Membuatnya Lebih Baik

Pada dasarnya ini adalah bagian dari fitur AI Galaxy. Tapi, menurut saya ini adalah bagian dari produktivitas. Kenapa? Karena manusia tetap bekerja dan berpikir, sementara AI hanyalah alat yang membantu agar pekerjaan tersebut semakin mudah dilakukan.

Ini alasannya kenapa saya sebut sebagai bagian dari produktivitas. Dalam konteks ini misalnya adalah seorang creator atau yang memang bekerja sebagai videographer yang hanya menggunakan HP.

Ditambah lagi jika ada yang punya pekerjaan sebagai Social Media Specialist yang hardwarenya terbatas.

Fitur ini baru bisa digunakan setelah sebuah pengambilan visual dalam bentuk video. Setelah video direkam, pengguna nantinya bisa menggunakan video lama dari Gallery. Lalu, AI Galaxy yang bekerja dalam bentuk tools akan menganalisis seluruh orang di dalam video tersebut.

Setelah selesai, pengguna tinggal mengetuk salah satu orang di dalam video tersebut. Galaxy AI bekerja merender ulang video dengan melakukan crop, zoom, dan pelacakan posisi otomatis agar orang tersebut selalu berada tepat di tengah dan kemudian menjadi terlihat fokus.

Di sinilah peran manusia menjadi penting, kreatif dan sekaligus produktif. Ingat, untuk merekam seperti ini dibutuhkan rasa dan intuisi seorang manusia agar menghasilkan kualitas video yang bagus pertama kali. Ini adalah naluri alamiah manusia yang seharusnya bisa diasah, dan tidak bergantung dengan AI.

Samsung pun terbilang cerdas pada bagian ini. Ia ingin membuat manusia melihat sisi produktivitas itu dan kemudian membuat hasilnya menjadi lebih baik dengan AI.

Buat saya, fitur ini sudah menjelaskan bagaimana manusia adalah tempat belajarnya AI. Plus, semua fitur AI Galaxy pun berasal dari bagaimana mereka belajar konteks apa yang sudah terjadi dan dilakukan manusia di HP milik masing-masing.