XChat baru saja rilis di tanggal 24 April 2026 yang berada di bawah naungan aplikasi X, platform media sosial yang lebih populer dengan nama Twitter di masa lalu. Apa sebenarnya XChat yang berbeda dari aplikasi X.
Setelah mencoba menginstal aplikasi XChat, dan menggunakannya dalam beberapa waktu, berikut ulasan singkat saya tentang apa itu aplikasi XChat
Mengenal Apa Itu XChat
Balik lagi ke beberapa waktu yang lalu, X melalui Elon Musk sudah pernah bilang di pertengahan tahun 2025, ingin memisahkan fitur percakapan ke dalam aplikasi tersendiri. Dari pengalaman saya menggunakan XChat secara singkat, ternyata aplikasi ini bukan hanya sekedar pemisahan atau pembaruan Direct Message.
Jadi, XChat adalah satu aplikasi khusus yang dibuat oleh X dengan fitur berupa aplikasi percakapan seperti halnya WhatsApp atau Telegram yang sudah populer terlebih dahulu.
Dan pada akhirnya di bulan April, 2026, XChat resmi diluncurkan, khususnya bagi pengguna iOS. Lalu, apa yang membuat aplikasi XChat ini berbeda dengan aplikasi chat lainnya yang sudah populer sebelumnya?
Fitur-Fitur Utama XChat
Jika dilihat dari sumber informasi dari X sendiri XChat mengklaim memiliki beberapa fitur yang untuk bisa bersaing dengan aplikasi chat populer lainnya.
- Enkripsi End-to-End yang artinya, pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima
- Panggilan Audio & Video tanpa nomor telepon dan bisa digunakan dengan menggunakan username yang sudah ada di X.
- Pengguna bisa membuat pesan Menghilang atau terhapus otomatis setelah waktu yang ditentukan
- XChat bisa digunakan untuk berbagi semua jenis file
- Mengedit dan menghapus pesan yang sudah terkirim
- Memblokir kiriman berupa Screenshot untuk percakapan sensitif
- Menyediakan mulai dari 500 anggota
- X mengklaim bahwa aplikasi XChat hadir tanpa iklan dan tracking
Dari beberapa aspek, fitur ini kurang lebih sama dengan aplikasi chat yang lain. Beberapa perbedaan besar justru terjadi, ketika pengguna tidak perlu menggunakan nomor telepon untuk saling berkomunikasi. Pertanyaanya, apakah ketika seorang pengguna mengizinkan aplikasi X untuk mengakses kontak atau pengguna menempatkan nomor teleponnya di aplikasi X, akan berpengaruh?
Fitur berikutnya yang menarik untuk diteliti adalah apkah X benar-benar menghadirkan XChat tanpa iklan dan tracking di kemudian hari?
XChat dan Perbedaanya dengan X?

Dari ulasan awal ini, saya bisa menjawa apa itu yang dimaksud dengan aplikasi XChat kurang lebih sama dengan aplikasi yang sudah ada. Lalu, kenapa kemudian ada aplikasi ini dan beberapa fitur yang sudah tersedia di X, “dipindah” ke aplikasi XChat?
Fokus Pengalaman Pengguna yang Berbeda
Secara umum, aplikasi media sosial dan aplikasi pesan instan memiliki pengalaman fundamental yang berbeda. Ketika membuka aplikasi X, pengguna ingin melihat timeline, trending topics, dan konten lainnya yang tersebar dan memang dibuat untuk pengguna X lainnya.
Sementara itu, jika ingin membuka aplikasi chat, pengalamannya menjadi berbeda. Ada ruang pribadi yang lebih fokus dan tanpa terdistraksi dengan keramaian di timeline.
Mungkin dengan cara seperti ini, X ingin penggunanya memiliki dua ruang komunikasi yang berbeda. X adalah konsumsi konten publik dan kemudikan XChat adalah sebuah jalur komunikasi yang lebih privat.
Perlindungan Privasi
Selain Enkripsi End-to-End yang juga sudah muncul di aplikasi chat lain, XChat diklaim bebas iklan dan bebas pelacakan. Tapi, sampai kapan ini terjadi? Mengingat untuk aplikasi utamanya saja, yaitu X juga menyediakan iklan.
Menarik untuk ditunggu, jika XChat mampu bertahan lama dengan mengandalkan basis pengguanya di aplikasi X, apakah XChat akan benar-benar bebas iklan di masa depan.
Kompetisi dengan WhatsApp dan Telegram
WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi chat populer yang saling bersaing. Lalu, bisakah XChat langsung head-to-head dengan dua aplikasi populer tersebut?
Perlu pengujian lebih luas tentunya. Baru dirilis beberapa hari, tidak serta-merta akan membuat XChat akan langsung berkompetisi dan merebut pasar WhatsApp dan Telegram.
Meskipun WhatsApp dan Telegram mulai diragukan karena ada saja isu-isu yang tidak sedap muncul, bukan berarti XChat akan langsung jadi pilihan.
Menarik untuk ditunggu, seberapa kuat penetrasi XChat membangun awareness penggunanya dan kemudian bisa langsung berhadap-hadapan dengan WhatsApp dan Telegram.
”Create Group“ XChat Pengganti Communities di X?
Akhir pekan yang lalu, saya mendapat kabar dan ramai juga diberitakan ketika fitur Communities di media sosial X akan ditutup pada bulan Mei 2026.
Penggantinya? Tentu saja, akan dialihkan ke XChat dengan fitur grup yang tersedia di aplikasinya. Saat menginstal dan menguji aplikasi XChat dalam waktu singkat pun saya melihat hal yang sama. Ketika mengetuk “new chat” aplikasi XChat menawarkan satu menu “create group” yang memang bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti Communities.
Ternyata, ada alasan kuat, kenapa Communities kemudian dimatikan dan diganti dengan kehadiran ”Create Group” di XChat
Data Dari Nikita Bier
Nikita Bier, Head of Product X, pernah mengungkapkan data yang mengejutkan tentang Communities. Ternyata, kurang dari 0,4% pengguna X pernah menggunakan Communities.
Tapi, yang jadi perhatian, fitur ini dianggap menyumbang 80% spam, penipuan finansial hingga malware di seluruh platfom.
Data yang disampaikan Nikita seperti memang tidak main-main, karena ini adalah sebuah kegagalan yang bisa merusak X itu sendiri.
Tak hanya itu, dari sisi konten pun ternyata punya masalah. Communities yang terjadi selama ini terjadi bukan karena komunitas organik berbasis minat seperti yang tersedia di X, Tapi, menjadi sebuah channel akuisisi untuk komunitas-komunitas tertentu.
Satu bagian offline yang memang tampaknya gagal ketika dibawa ke ranah online selama ini melalui media X.
Dari “Komunitas Publik” ke “Percakapan Privat”
Communities di X diawalnya, mungkin memang dirancang seperti halnya komunitas online lainnya. Pengguna bisa bergabung membaca postingan dan berinteraksi melalui konteks topik tertentu.
Tapi, karena angka dan data yang dimiliki X, maka perubahan pun menjadi pilihan strategi berikutnya. Terjemahan ini terlihat dari kehadiran ”Create Group” yang tersedia di aplikasi. XChat.
Apakah XChat Aman Digunakan?

Tidak ada ulasan XChat yang lengkap tanpa membahas hal-hal yang penting, dan salah satu topik yang wajib dibicarakan adalah keamanan. Apakah XChat menawarkan keamanan bagi penggunanya?
Klaim Enkripsi yang Kuat
Ketika dikenalkan, Elon Musk selaku bos X, mengklaim XChat menggunakan “Bitcoin-style encryption.” Dari catatan informasi yang saya dapat, beberapa ahli keamanan siber memberikan catatan khusus.
Enkripsi Bitcoin bekerja secara fundamental dan berbeda dengan enkripsi end-to-end. Bitcoin menggunakan kriptografi untuk memverifikasi transaksi dalam ledger publik. Bukan untuk menjaga kerahasiaan pesan antara dua pihak.
Analogi ini menurut ahli keamanan siber tidak tepat, meskipun secara teknis XChat memang menggunakan kriptografi yang kuat, dibandingkan enkripisi end-to-end yang digunakan oleh aplikasi Signal yang bisa diaudit dan dipertanggungjawabakan.
Isu Tentang Metadata
Ketika konten dalam isi pesan benar-benar terenkripsi, XChat disebut ternyata tetap bisa mengumpulkan metadata. Hal ini bisa terlihat ketika siapa yang bicara dengan siapa, kapan, dari perangkat apa, dan lokasinya.
Metadata ini disebut bisa mengungkap pola perilaku penggunanya meski isi percakapan tidak terekspos.
Baca juga: Belajar Memahami Cara Kerja Monetisasi dan Analitik Premium X dengan Bijak
Baca juga: WhatsApp Ads: Strategi Untuk Bisnis Agar Closing di 2026
Apakah XChat Akan Populer di Indonesia?
Jika dilihat dari cara berkomunikasi, WhatsApp, Telegram adalah yang populer. Bahkan, bukan tidak mungkin masih ada yang menggunakan LINE.
Bicara dengan basis media sosial, Direct Message Instagram atau Facebook Messenger juga populer.
Tapi, jika bicara keseluruhan, WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan instan yang populer, praktis dan sangat banyak dipakai oleh pengguna di Indonesia.
Bisakah XChat mengubah kebiasaan ini meskipun punya basis pengguna yang banyak di media sosialnya, X? Tentunya ini adalah proses panjang yang harus dilewati dalam rentetan waktu tertentu.
Apalagi, saat ini XChat baru tersedia untuk pengguna iOS. Sementara itu, di Indonesia, pengguna Android terbilang dominan dan sangat banyak.
Peluang Menggaet Komunitas
Meskipun punya tantangan, XChat masih berpeluang untuk menggat pengguna dengan basis komunitas yang kuat. Lawan terkuatnya mungkin saja Telegram.
Apalagi, untuk beberapa hal, komunitas di Indonesia terbilang kuat. Mulai dari komunitas bisnis, hobi dan profesional lainnya bisa diajak untuk menjadi bagian dari XChat.
XChat memberikan pengalaman baru tentang bagaimana evolusi media sosial dan komunikasi digital bisa bersanding dengan baik. Data adalah poin penting, tapi, ketika era pengguna lebih peduli dengan privasi maka ini adalah tantangan besar.
Belum lagi, bagaimana tentang mengubah kebiasaan penggunaaan komunikasi melalui pesan instan di Indonesia. Pertanyaanya, seberapa jauh XChat akan melangkah?
Apakah aplikasi ini bisa bertahan lama? Yang pasti, dengan 500 juta pengguna aktif, dan Indonesia adalah salah satu market yang besar, XChat punya fondasi yang kuat di tengah persaingan yang ketat.
Lalu, apa itu XChat sebenarnya? Bagi pengguna iOS, mungkin bisa langsung mencobanya terlebih dahulu dan bisa mengujinya langsung
Penulis adalah mantan content editor yang sudah mengulas lebih dari 100 film dan tv series, jurnalis teknologi yang sudah mengulas lebih dari 500 gadget dan juga pegiat serta praktisi di bidang digital marketing serta SEO. Untuk lebih detil, bisa cek di tautan penulis ulasanwarga.com
