Ulasan Film Lucky Strike: Perjuangan Prajurit dan Radio Motorola SCR-300

Dari sekian banyak film perang yang terinspirasi dari kisah nyata, paling baru ada film berjudul Lucky Strike.

Sebelum membahas review film Lucky Strike, kisah ini didasarkan pada cerita tantara Amerika yang terisoloasi di belakang garis musuh yang lebih dikenal dengan nama Battle of the Bulge atau Serangan Ardennes pada musim dingin tahun 1944.

Apa yang membedakan film perang yang satu ini dengan film perang yang sudah pernah ada?

Sinopsis Film Lucky Strike

Kapten Castle (Scott Eastwood) mendapat tugas yang terbilang berat. Bersama pasukannya yang hanya beberapa orang, ia diminta untuk menutup sebuah akses jalan agar tidak dilewati oleh pasukan SS Jerman.

Meskipun sudah menyiapkan semuanya dalam rencana yang sudah disusun, tak yang bisa memberikan tanda kapan hari sial di dalam kalender.

Castle kehilangan semua anak buahnya. Truknya tak menyala. Ia harus berjuangsendirian menuju titik temu di mana pasukan Amerika bisa melindunginya.

Meskipun harus melalui kepungan pasukan Jerman yang sudah siap memborbardir Amerika. Bisakah Castle selamat kembali ke markas pasukan Amerika dengan aman?

Review Film Lucky Strike

Sutradara Rod Lurie dan penulis naskah Marc Frydman tak perlu berbasa-basi membuka film ini. Menempatkan konflik antara pasukan Amerika yang sedang bertempur dengan pasukan Jerman langsung disajikan di awal.

Selanjutnya, film ini langsung berpindah dan mulai fokus pada karakter Castle yang didapuk sebagai pemimpin untuk menghadang pasukan Jerman.

Tugasnya sederhana, memutus akses jalan. Sayangny, rencana ini sempat ketahuan oleh pasukan Jerman. Hal yang membuat perjalanan Castle secara bertahap diceritakan berjuang sendirian.

Berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, berjuang untuk mencari tempat yang aman agar tidak mati. Dari sini pula Rod Lurie sebagai sutradara menata filmnya dengan rapi.

Adegan pertempuran yang melibatkan Castle dirajut dengan terampil. Sesekali menyisipkan bagian-bagian brutal, namun tidak dibuat over glorifikasi yang berlebihan selayaknya beberapa film perang yang ingin menunjukkan satu negara yang merasa bahwa mereka adalah yang paling berkuasa.

Beberapa catatan lain yang menurut saya menarik adalah film ini tampil dengan tempo yang sedang. Pada dasarnya, selain film perang, Lucky Strike juga menunjukkan bahwa film ini adalah tentang bertahan hidup yang dilakoni oleh Castle itu sendiri.

Pada akhirnya, perpindahan adegan dan munculnya konflik-konflik baru terasa nyaman untuk ditonton. Mempertontonkan bagaimana situasi perang pada saat itu.

Baca juga: Ulasan “War Machine:” Film Action yang Brutal dan Penuh Fantasi

Baca juga: Ulasan Film “The Odyssey:” Ketika Christopher Nolan Kisahkan Mitologi Yunani Kuno dengan Sound yang Apik

Eksplorasi Momen-momen Ketegangan Selama Perang

Tempo yang terbilang sedang sebenarnya mampu membuat emosi penonton menjadi naik turun. Semuanya itu terjadi pada scene yang memberikan eksplorasi ketegangan selama perang.

Ketika sedang mencoba kembali ke truk, Castle ternyata harus berhadapan dengan tentara Jerman. Begitu juga ketika ia datang dan sedang mencoba mencari jalan keluar dengan tinggal sementara di rumah penduduk. Ia diburu tentara Jerman.

Emosi penonton dinaikkan kembali ketika Castle harus berjalan dan terluka dan sedang berada di tengah adu tembak antara tentara Amerika dan Jerman. Di antara hidup dan mati ia berusaha untuk tetap bertahan hidup, sampai ia bertemu dengan seorang pengkhianat yang ternyata adalah mata-mata dari Jerman.

Pada bagian ini ketegangan memuncak karena Castle sedang terluka parah harus berhadapan satu lawan satu dengan sang pengkhianat.

Pada scene ini pula, melalui sebuah twist kisah Lucky Strike menjadi penentu. Orang-orang Jerman yang tidak pernah merasakan nyaman rokok buatan Amerika membuat Castle terbangun dari rasa sakitnya dan menyadari bahwa yang dihadapannya adalah seorang musuh yang berbahaya.

Selain itu saya juga menyoroti beberapa catatan yang membuat film ini sebenarnya menjadi terasa biasa saja. Dari keseluruhan cerita, film belum mampu mengirimkan pesan yang berbeda dibandingkan dengan film-film Perang lainnya. Jadi, film ini terasa tak ubahnya seperti film perang biasa.

Hanya berbeda latar dan situasi, karena diambil dari penggambaran kisah nyata Pertempuran Bulge di tahun 1944. Hal ini masih ditambah dengan beberapa bagian plot yang klise ketika perang.

Misalnya, bertemu dengan salah satu warga di sekitar lokasi perang atau bertemu dengan pengkhianat. Jadi, tak ada yang benar-benar terasa baru di film ini meskipun mampu menyeimbangkan cerita tanpa glorifikasi yang berlebihan.

Lebih Baik Lassie Ketimbang Lucky Strike

Satu twist yang dipasang di film ini adalah ketika mata-mata dari Jerman yang tak menghabiskan rokok Lucky Strike yang diberikan Castle.

Akhirnya, dari cara ini pula Castle kemudian bisa lolos dari maut yang ada di hadapan matanya. Sayangnya, di sepanjang cerita, Castle justru selalu ditemani oleh radio Motorola SCR-300 yang menemaninya melewati tembakan senjata tentara Jerman dan menghubungkannya dengan pangkalan pusat Amerika.

Meskipun Jika roko Lucky Strike menjadi twist untuk mengetahui siapa mata-mata pihak lawan, maka radio yang diberi nama “Lassie” ini juga ikut mengabarkan bahwa ada sandi-sandi khusus yang membuat penyamaran sang mata-mata terungkap.

Hal ini yang buat saya menjadi ironi. Lucky Strike bukan satu-satunya “penyelamat” Castle ketika ia sedang berada di sebuah situasi yang tidak menguntungkan.

Namun, nama Lasie sebagai radio yang menemani Castle pun bisa menjadi pembeda di cerita film ini. Sebagai bukti, di bagian ending, Castle bertemu dengan perakit radio ulung tersebut dan mengucapkan terima kasih karena telah membantunya melewati masa-masa sulit saat berada di pertempuran Bulgie.

Bisa saja, judul alternatif film ini tentunya adalah Lasie atau mungkin Motorola bukan?

Terlepas dari berbagai macam catatan ini, film Lucky Strike adalah salah satu film yang wajib ditonton oleh penggemar film, termasuk dengan penggemar genre perang.

Tak hanya itu, film ini akan tetap relevan, mengingat dari catatan sejarah, Perang Bulge adalah salah satu yang tidak terhindarkan dan bisa mendapatkan berbagai macam informasi lainnya tentang situasi perang saat itu dengan Jerman.