Ulasan Serial Reacher Season 4: Brutal, Lebih Kompleks dengan Dinamika dan Konspirasi

Tak ada lagi rekan-rekan satu timnya yang dulu membantu seperti tiga season sebelumnya, Jack Reacher kini harus berjuang sendirian untuk membongkar sebuah kejahatan yang lebih kompleks.

Melibatkan lintas negara dan konspirasi dari dalam negerinya sendiri. Sebelum membahas review serial Jack Reacher Season 4, saya ingin mengingatkan lagi, ada Indonesia di series ini.

Nama Agnez Monica dan Anggun C. Sasmi yang notabene adalah penyanyi dari Indonesia beradu akting di tanah Hollywood melalui serial Jack Reacher.

Seperti apa jalan ceritanya?

Premis Reacher Season 4

Cerita dibagi dalam 3 babak di awal, dimulai dari Jack Reacher (Alan Ritchison) yang bertemu dengan seorang Wanita yang putus asal di dalam sebuah kereta dan membuatnya terlibat dalam sebuah konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan negara dan calon Presiden.

Bisakah Jack Reacher mengatasi semua masalah ini dengan tepat, sesuai dengan keahlian dan strateginya?

Review Serial Reacher Season 4

Sejak episode 1 season 4, tanggal 12 Agustus 2026 saya memang berniat untuk terus lanjut menonton serial Jack Reacher. Ceritanya di dari season 1 hingga season 3 terbilang menarik.

Tapi, kali ini ada yang berbeda, karena diadaptasi dari novel Lee Child berjudul Gone Tomorrow yang diklaim lebih gelap. Alhasil, episode pertama tentu saja adalah sajian yang akan saya tunggu.

Kehidupan berpindah-pindah alah Jack Reacher kali ini membuatnya berada di Philadelphia. Sedang asik menikmati hidupnya, Jack Reacher kemudian bertemu seorang Wanita yang mencurigakan di dalam kereta dan kemudian ditemukan tewas.

Insting Jack Reacher berbicara, tidak mungkin wanita tersebut bisa tiba-tiba tewas begitu saja. Dari sinilah ia dipertemukan dengan banyak karakter.

Tamara Green (Sydelle Noel), Jacob (Christopher Rodriguez-Marquette) dua orang polisi berbeda yurisdiksi hingga mantan wartawan, Russel Plum.

Bahkan, sejak episode pertamanya, Reacher Season 4 sudah langsung mengenalkan Lila Hoth (Agnez Monica), Amisha (Anggun) dua selebriti Indonesia yang terlibat langsung dalam serial ini.

Awal pertemuan yang kemudian membuat Jack Reacher terhubung dengan karakter-karakter lainnya. Seorang, calon Presiden, hingga CIA dan satu organisasi kejahatan.

Di sini pula misteri dan ketegangan tersebut dibangun di dalam ceritanya. Untuk bagian misteri yang harus diselesaikan dengan penyelidikan, serial Jack Reacher sukses membangun pertanyaan-demi pertanyaan yang muncul di kepala penonton.

Narasi yang dibangun pun terbilang cepat di babak awal dan episode awal. Setidaknya, saya menangkap dari episode 1 hingga episode 4.

Esklasi yang dibangun pun terbilang cepat. Kebiasaan Jack Reacher yang melakukan investigasi pada akhirnya ikut melibatkan banyak pihak, termasuk Tamara hingga Jack.

Satu hal yang saya dapat, alur cerita kemudian menjadi lebih lancar dan tidak melompat-lompat serta bertele-tele. Semuanya disajikan dengan cepat, dan bisa dibilang terukur. Hanya saja beberapa dialog yang juga ikut terbawa cepat bisa mengubah perspektif penonton.

Dinamika Serial Reacher dengan Konflik yang Bertentangan

Sejak awal pula, serial yang cepat ini menghadirkan berbagai macam dinamika melalui isian konflik yang bertentangan. Lihat saja bagaimana Tamara yang awalnya tidak suka dengan Reacher, kemudian berbalik ikut membantu Reacher melakukan investigasi.

Lihat pula sosok Reacher yang awalnya iba dengan karakter Amira dan Lisa kemudian berubah 360 derajat. Atau, Hubungan kompleks Reacher dengan sang calon Presiden juga berubah di momen-momen tertentu.

Dinamika yang sebenarnya asik, namun ketika ada sub-konflik yang muncul, cerita seperti sengaja diperlambat. Memperlambatnya pun dibuat agar cerita menjadi lebih panjang. Semacam ingin memperpanjang durasi saja. Pada akhirnya setelah episode 3 dan memasuki pertengahan episode 4 cerita menjadi tidak fokus dan bertele-tele.

Ini yang kemudian menjadi catatan saya, bahwa serial Season 4 yang awalnya tidak bertele-tele kemudian berubah drastis dan sedikit terasa membosankan.

Saya tidak bilang karakter Tamara dan Jack bermain buruk. Hanya kekuatan dua karakter ini tidak dimunculkan secara tegas. Sangat berbeda dengan cerita Reacher di season sebelumnya. Saya ambil saja satu contoh, karakter Neagley yang begitu kuat.

Bicara karakter lainnya, nama Amisha dan Lisha yang berasal dari Indonesia menambahkan satu sub-konflik hingga konspirasi yang juga ternyata kurang kuat, meskipun aktingnya yang diperankan oleh Anggun dan Agnez Monica juga tidak terbilang buruk.

Baca juga: Ulasan Film “Over Your Dead Body” Thriller Komedi yang Ganas

Baca juga: Review Film “Jack Ryan: Ghost War” Polemik Panjang Operasi Intelijen

Penampilan Agnes Monica dan Anggun C Sasmi

ulasan-serial-reacher-season-4

Sebagai orang Indonesia, tentunya saya senang ketika dua selebriti Indonesia Agnez Mo dan Anggun terlibat di serial Reacher Season 4.

Aktingnya pun terbilang memuaskan, meskipun di awal saya ragu keduanya mampu bermain baik dan menjaga konsistensi penampilannya berdasarkan naskah.

Namun, ada beberapa hal yang membuat saya terpuaskan dengan penampilan keduanya. Bagian dramanya, bagian bagaimana mereka memperalat Jack Reacher dan teman-temannya dan tentu saja dengan kemampuan akting khusus action.

Meski tidak terlalu istimewa, saya melihat kedua potensi selebriti ini untuk tampil di film atau serial TV lainnya terasa cukup luas. Asalkan diberikan naskah yang tepat dan visi sutdara yang bagus, Agnez Mo dan Anggun berpotensi menjadi salah satu penampil yang menjanjikan di luar kemampuan mereka sebagai penyanyi.

Pengenalan Indonesia dan Bukan Lagi di Kota Kecil

Serial Reacher di 3 season sebelumnya selalu menempatkan sang karakter di kota kecil yang memang membutuhkan bantuan keadilan. Tapi, di musim ini, penampilan Reacher muncul di kota besar, yaitu Philadelphia dan New Jersey.

Latar ini juga ikut menjadi catatan saya, dan muncul satu pertanyaan, apakah karena memang landasan ceritanya di kota besar atau mencoba mengubah bagaimana cara pandang penonton pada Jack Reacher?

Terlepas dari semua itu, saya tidak melihat masalah ini sebagai sebuah masalah tentang konsep latar ceritanya. Toh, ketika berada di mana saja, dan di situ ada Reacher, akan muncul sebuah masalah dan kemudian diinvestigasi oleh sang mantan perwira.

Latar lain yang terasa kuat tentu saja adalah tentang Indonesia. Bukan lagi tentang Anggun dan dan Agnez yang menjadi bagian dari Indonesia. Saya melihat pengenalan Indonesia dimulai dari dialog-dialog bahasa Indonesia yang ditampilkan di beberapa episode. Terutama, ketika fokus sudah mengarah pada karakter Lisa dan Amisha.

Bahkan, cerita ini menggiring sebuah perspektif di mana munculnya konspirasi yang melibatkan Indonesia dalam skala besar, dengan keterlibatan karakter fiktif Jendral Putra di masa-masa kelam Indonesia, yaitu tahun 1998.

Pengambilan latar cerita dan bahasa Indonesia plus, Reacher yang tidak lagi di kota kecil menjadi sebuah dinamika yang seru untuk ditonton.

Action Lebih Brutal, Minim Senjata

Satu perbedaan besar yang terlihat adalah di season 4 terbilang minim adegan action yang menampilkan penggunaan senjata seperti pistol. Hal yang sebenarnya berbeda jika dibandingkan dengan 3 season sebelumnya dari Jack Reacher.

Hal lain yang begitu terasa adalah bisa dibilang adegan brutal dari actionnya sendiri. Meskipun pertarungan tangan kosong, namun Reacher tak segan-segan untuk menghabisi lawannya sekaligus. Ditambah lagi karakter Lisa dan Amisha menampilkan identitas Indonesia dengan adegan beladiri Silat yang khas dan satu senjata kecil berbentuk celurit untuk bertarung melawan Reacher.

Alhasil, episode 8 sebagai episode terakhir menjadi sajian action yang brutal dan mungkin saja akan membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman.

Bagi yang sudah mengikuti serial Reacher dari season 1, tentunya di musim keempat adalah hal yang wajib ditonton. Sementara itu, bagi penggemar serial action yang meliputi misteri dan penyelidikan, maka Jack Reacher dari season 1 hingga season 4 ini wajib untuk ditonton.